
Hampir semua manusia pasti pernah mendengar senuah kata harta, tahta dan wanita, Ketiga kata tersebut sering kali membawa manusia kedalam masalah besar dan memang sesungguh nya ketiga kata tersebut adalah ujian terberat bagi mahkluk ciptaan Tuhan yang bernama lelaki dan pasti nya setiap lelaki akan bertekut lutut dan menyerahkan apa pun yang ia miliki demi ke mendapatkan ketiga hal tersebut.
Kali ini seperti nya Arkafed mengalami hal tersebut saat melihat Putri Ahmanet melintas tepat di hadapan nya saat akan menuju ke tahta nya, Pasti nya tidak hanya Arkafed yang merasakan terpesona pada pandangan pertama saat melihat kecantikan dan keanggunan Putri Ahmanet bisa di pasti kan seluruh undangan pun merasakan hal sama seperti yang di rasakan oleh Arkafed saat ini.
Acara pun di mulai dan berjalan dengan baik tidak ada kendala sedikit pun dan setelah nya di lanjut kan dengan perjamuan untuk para undangan dan saat itu lah di manfaatkan oleh Arkafed untuk mendekati Putri Ahmanet yang sedang berdiri di taman istana sambil berfikir apa yang harus ia lakukan demi memenuhi janji nya kepada Hased Raja iblis.
Apa yang bisa ku lakukan kali ini agar bisa membayar janji ku kepada Hased sedangkan sampai detik ini aku belum menemukan jalan keluar nya, Membangkit kan jiwa Dewa kematian ... Berarti aku membutuhkan tubuh lelaki untuk ku manfaat kan sebagai alat pelantara agar jiwa Dewa kematian bisa bangkit kembali, Tapi tubuh lelaki mana yang bisa ku gunakan untuk menjadi pelantara bangkit nya jiwa Dewa kematian?
Bergumm lah dalam hati Putri Ahmanet sambil sesekali menikmati segelas anggur di tangan nya sambil menyilangkan kedua lengan nya di depan dada nya dan pandangan nya memandang ke arah bulan purnama yang sedang menyapa gelap nya malam, Tidak perlu menunggu waktu lama Arkafed pun segera menghampiri Putri Ahmanet yang terlihat sendirian.
" Salam untuk Putri Ahmanet ... Semoga panjang umur dan sehat selalu, Terimalah salam ku dari Arkafed Greos putra tunggal dari perdana mentri Zivrog Greos,"
Ucap Arkafed sambil merendahkan tubuh nya memberi salam kepada Putri Ahmanet.
Seperti nya lelaki ini pantas ku gunakan sebagai pelantara bangkit nya jiwa Dewa kematian lagi pula wajah nya cukup tampan dan tidak membuat ku sebal seperti umum nya lelaki, Baik lah terimalah kematian mu sebentar lagi lelaki bodoh.
Bergumam lah dalam hati Putri Ahmanet sambil diiringi senyum simpul dengan tatapan mata sinis memandang Arkafed yang sedang mencium lembut punggung tangan Putri Ahmanet saat itu, Pasti nya Putri Ahmanet tidak membuang-buang waktu untuk segera mendapat kan apa yang ia ingin kan saat ini.
" Aku terima salam mu Arkafed ... Mengapa diri mu menemui ku dan apakah sajian dari istana tidak membuat mu berselera?"
Tanya Putri Ahmanet diiringi senyum simpul memandang ke wajah Arkafed.
" Hidangan di istana milik Tuan Putri sangat lah istimewa namun bagi ku kecantikan Putri Ahmanet mampu mengalihkan pandangan ku,"
Jawab Arkafed sambil menyerahkan setangkai bunga tulip putih kepada Putri Ahmanet.
" Cantik sekali bunga ini dan bagaimana kamu tahu bahwa aku menyukai bunga tulip putih?"
Tanya Putri Ahmanet sambil sesekali mencium bunga tulip pemberian Arkafed.
" Aku tahu dari hiasan di baju dan rambut mu yang melambangkan bunga tulip putih arti ketulusan,"
Jawab Arkafed diiringi senyum simpul dan mata yang berbinar.
" Apakah kamu tidak ingin menyentuh bunga tulit ini yang penuh ketulusan cinta?"
Tanya Putri Ahmanet sambil memegang telapak tangan Arkafed yang berdiri tepat di hadapan nya.
Pasti nya saat itu Arkafed cukup terkejut dengan tindakan Putri Ahmanet yang cukup berani bagi nya namun hal itu di tepis oleh Arkafed dan ia berfikir bahwa kesempatan tidak akan datang dua kali maka jangan pernah menyia-nyia kan kesempatan yang ada di depan mata saat ini, Kali ini Arkafed sudah seperti kerbau yang di cocok hidung nya.
Ia menurut dan mengikuti ajakan Putri Ahmanet yang membawa Arkafed ke sebuah tempat seperti sebuah bangunan yang cukup megah dan indah, Pasti nya baru kali ini Arkafed melihat bangunan seindah itu dan di temani oleh seorang wanita cantik, Pasti nya semua lelaki pun mengharapkan yang sedang di alami oleh Arkafed dunia terasa milik mereka berdua.
" Putri Ahmanet ... Boleh kah aku bertanya kepada mu?"
Tanya Arkafed yang sedang takjub melihat ruangan yang cukup indah dan tenang jauh dari kebisingan.
" Apa yang ingin kamu ketahui Arkafed, Bertanya lah semoga aku mampu menjawab nya,"
Jawab Putri Ahmanet sambil melirik ke arah Armaned di iringi senyum simpul.
" Ruangan apa ini dan sungguh indah pemandangan disini?"
Tanya Arkafed dengan pandangan takjub melihat keseliling nya.
" Ini ruangan di mana aku ingin menenangkan diri setelah Ayah ku marah kepada ku saat aku masih kecil, Apakah kamu menyukai tempat ini Arkafed?"
" Dimana pun aku berada selama diri mu berada di sisi ku pasti aku menyukai nya Ahmanet."
Ucap Arkafed sambil menarik tubuh Putri Ahmanet sehingga kini mereka berdua cukup dekat.
Maka saat itu lah Arkafed memanfaat kan situasi dan kondisi untuk menghabiskan malam panjang bersama Putri Ahmanet sedangkan Putri Ahmanet sendiri memiliki rencana tersendiri yaitu menggunakan tubuh Arkased untuk sebagai media bangkit nya Dewa kematian, Dua manusia bersatu di sebuah ruangan yang tertutup dengan tujuan yang terselubung masing-masing pasti nya Arkafed tidak mengetahui niatan Putri Ahmanet kepada nya.
Dasar lelaki bodoh begitu mudah nya diri mu untuk ku manfaatkan tubuh mu dan pasti nya diri mu berfikir aku akan semudah itu melepaskan semua nya demi diri mu lelaki bebal, Nikamati lah malam ini sebab malam ini adalah malam terakhir bagi mu untuk bernafas.
Bergumam lah dalam hati Putri Ahmanet sambil melihat wajah Arkafed yang sudah di penuhi dengan hasrat kepada Putri Ahmaned, Maka terjadi lah pergulatan antara mereka berdua di sebuah ranjang yang cukup indah beralaskan taburan kelopak bunga tulip putih dan di ujung ruangan menyala lah perapian untuk menambah hangat nya suasana malam itu.
" Arkafed apa yang kamu laku kan kepada ku?"
Tanya Putri Ahmanet dengan mata yang sayu memandang ke arah wajah Arkafed.
" Aku ingin membahagiakan mu malam ini Ahmanet dan ini lah wujud cinta dan ketulisan ku kepada mu,"
Jawab Arkafed sambil membelai lembut rambut Ahmanet yang terurai.
" Apakah diri mu mengikhlaskan semua itu untuk ku atau kah ucapan mu hanyalah kiasan kumbang di taman?"
Tanya Ahmanet sambil menyentuh wajah Arkafed yang berada cukup dekat dengan wajah nya.
" Apa pun kan ku berikan kepada mu asal kan diri mu menjadi milik ku salama nya Ahmanet,"
Jawab Arkafed sambil memarik tubuh Ahmaned hingga semakin dekat.
" Kamu akan memdapat kan yang kamu inginkan malam ini sebuah keabadian Arkafed ...."
Ucap Ahmaned sambil menjambak rambut Arkafed dan mendekat kan wajah nya.
Maka terjadi lah sesuatu yang telah di ingin kan Arkafed malam ini, Udara yang dingin dan hembusan angin yang cukup kencang bagaikan mewakili gelora asmara mereka berdua dan mereka pun menikmati setiap sentuhan yang mereka rasakan malam ini dan seperti nya malam ini Arkafed sudah di bawa melambung cukup tinggi ke angkasa oleh Ahmamet sehingga ia melupakan siapa sebenar nya Ahmanet.
" Ahmanet ... Diri mu membuat ku lupa bahwa kita masih di bumi, Aku merasa bagaikan di surga malam ini,"
Ucap Arkafed dengan mata sayu membelai lembut punggung Ahmanet.
" Benar yang kamu kata kan kita sudah tiba di surga ke abadian saat ini Arkafed maka nikmati lah selama kamu masih bisa menikmati nya."
Jawab Ahmanet membisikkan ketelinga Arkafed dengan lembut sambil mengalungkan kedua lengan nya di leher Arkafed.
Mereka berdua pun berpacu dengan hasrat masing-masing hingga mereka menggapai titik yang sedang mereka buru malam ini dan di saat Arkafed tiba di titik yang ia harap kan saat itu lah Ahmanet berubah wujud nya menjadi Putri iblis dan di seluruh tubuh nya muncul semua mantra iblis, Di saat Arkafed masih menikmati kemenangan nya karena telah tiba di titik yang ia harap kan dengan mata terpejam dan senyuman di bibir nya.
Maka saat itu lah Ahmanet yang telah berubah menjadi putri iblis mengambil jiwa Arkafed sehingga seketika tubuh Arkafed mengalami kejang dan mata terbelalak melihat ke arah Ahmanet yang sudah berubah menjadi cukup menyeram kan saat itu, Tidak membutuhkan waktu lama Arkafed pun meninggal dunia saat itu dan tubuh nya terjatuh di sebuah ranjang yang cukup indah.
Selesai sudah tugas ku untuk mengantar diri mu ke surga Arkafed lelaki bebal tapi aku juga harus berterimakasih kepada mu lelaki bebal yang dengan suka rela menyerahkan tubuh mu untuk ku jadi kan pelantara agar jiwa Dewa kematian bisa bangkit kembali dengan begitu aku bisa melunasi hutang ku kepada Hased dan aku bisa menikmati tahta dan kekuasaan ku dengan bebas.
Bergumam lah dalam hati Putri Ahmanet diiringi senyum dan tatapan mata yang kejam dan tanpa belas kasih sedikit pun sambil mendorong tubuh Arkafed yang sudah meninggal dunia jatuh ke dalam lantai kemudian ia pun tertawa lepas menerima kemenangan dan kebebasan nya malam ini dari ikatan janji nya dengan Hased Raja iblis.
Lalu apa yang akan di lakukan selanjut nya dengan Ahmanet setelah mampu mendapat kan tubuh Arkafed yang akan di jadi kan pelantara demi bisa bangkit nya Dewa kematian dan apakah semua nya akan berjalan baik-baik saja tanpa rintangan dari Ayah nya Arkafed yang menjadi perdana mentri di kerajaan tersebut, Apakah Ayah dari Arkafed akan menuntut keadilan mengenai kematian putra semata wayang nya?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di THE RISE A PRINCESS AHMANET dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.