THE RISE A PRINCESS AHMANET

THE RISE A PRINCESS AHMANET
BAB 3 . MENUNTUT BALAS



Siapa yang menabur maka ia juga yang akan menuai, Rumusan ini lah yang di gunakan di muka bumi dengan kata lain apa pun yang kita tabur maka kita pun akan menuai hasil atau akibat dari semua yang kita lakukan dan lagi semua itu akan di kembalikan dengan lebih oleh Tuhan, Bila kita menabur kebaikan maka Tuhan akan mengembalikan kebaikan yang lebih juga begitu pun bila kita melakukan kejahatan maka Tuhan juga akan mengambilkan kepada kita lebih jahat lagi.


Seperti kali ini yang di alami oleh Putri Ahmanet yang telah memgambil jiwa Arkafed dan tubuh Arkafed akan di gunakan untuk pelantara kebangkitan Dewa kematian, Sedangkan orang tua Arkafed pasti nya tidak akan menerima begitu saja meski pun mengetahui pelaku nya adalah Putri Ahmanet dan pasti nya kedua orang tua Arkafed akan memuntut balas atas kematian Arkafed kepada Putri Ahmanet.


Mari kita tilik bersama apa yang akan di lakukan oleh Ayah Arkafed demi mendapat kan keadilan setelah mengetahui putra semata wayang nya di habisi oleh Ahmanet dan apakah niatan Ayah Arkafed akan berhasil mendapat kan keadilan seperti yang di ingin kan dan mampukah Ayah Arkafed melawan Putri Ahmanet yang kali ini sudah bersekutu dengan iblis?


" Ini tidak bisa di biar kan dan semua harus di perhitungkan, Sudah cukup sampai di putra ku yang menjadi korban kebiadapan iblis itu!"


Ucap Zeroq dengan nada geram di ruang sidang istana bersama beberapa petinggi dan hakim istana.


" Kami tahu apa yang kamu rasakan Zeroq namun kita juga harus tahu siapa Putri Ahmanet dan pasti nya terlepas ia adalah seorang putri ia juga memiliki ilmu cukup tinggi tidak mudah kita menangkap dan menyeret nya ke dalam masalah hukum,"


Jawab Algrod jaksa istana dengan nada dan tatapan iba kepada Zeroq.


" Apakah hukum hanya berfungsi untuk masyarakat sedangkan bila pemimpin akan terlepas dengan mudah setelah melakukan kesalahan yang fatal?"


Tanya Zeroq dengan nada geram dan tatapan penuh emosi.


Maka saat itu semua jaksa dan hakim istana tidak mampu menjawab pertanyaan Zeroq yang mampu mereka lakukan hanya lah berdiskusi dan yang terjadi di ruangan sidah istana mulai tidak kondusif dan terjadi pembahasan yang hangat di lingkungan persidangan, Sedangkan jasad Arkafed sudah dua minggu setelah acara pesta itu berada di ruang bawah tanah milik Putri Ahmanet.


Kali ini Putri Ahmanet sudah merasa lega dan tenang sebab ia berfikir tidak akan ada yang berani melawan atau pun menangkap diri nya sebab saat ini ia sudah menggantikan posisi Ayah nya dan hal itu yang ia pikir mampu menyelamat kan diri nya dari masalah hukum meski ia sudah melakukan kejahatan dan mengenai jasad Arkafed saat ini sedang menunggu datang nya bulan gerhana darah adalah waktu yang tepat untuk ke bangkitan Dewa kematian.


Ternyata sungguh muda cara untuk membangkit kan Dewa kematian dan aku tinggal memunggu 3 hari lagi kedatangan bulan purnama darah maka setelah jiwa Dewa kematian bangkit maka aku akan menerima mahkota kehidupan abadi dan aku akan hidup abadi di muka bumi, Sungguh sempurna hidup ku ....


Bergumam lah dalam hati Ahmanet sambil berendam di air hangat serta bunga yang bertaburan di dalam air tempat nya ia berendam, Namun bagaimana pun juga dalam hati kecil dan pikiran Ahmanet masih merasakan rasa takut andai kan Ayah Arkafed sampai menuntut balas kepada nya dengan cara lain tidak dengan menyeret nya ke rana hukum.


Maka Putri Ahmamet pun segera menyudahi berendam nya dan bergegas menuju kamar nya untuk mengenakan pakaian nya setelah di rasa diri nya sudah rapi maka ia pun melangkah kan kaki meninggal kan kamar nya untuk menuju ruang bawah tanah yang di ketahui oleh ia sendiri, Setiba nya di ruangan tersebut ia melihat jasad Arkafed yang di letak kan di atas batu terbujur kaku lalu ia sesekali tersenyum memandang wajah Arkafed yang pucat pasih.


" Tuan Putri Ahmanet ada hal apakah sehingga membawa langkah mu menemui ku?"


Tanya Hased yang tiba-tiba muncul di depan Putri Ahmanet yang sedang memandangi wajah Arkafed.


" Aku merasa takut bila saja nanti orang tua Arkafed menuntut kematian putra nya,"


Jawab Ahmanet dengan tatapan masih tertuju kewajah Arkafed.


" Bukan kah saat ini diri mu sudah menjadi raja mengganti kan Ayah mu yang sudah kamu habisi menggunakan kedua tangan mu sendiri, Mengapa kamu takut dengan Ayah lelaki itu sedangkan kamu menghabisi kedua orang tua dan adik lelaki mu tidak merasa takut,"


Ucap Hased diiringi senyum licik dan sesekali memajukan wajah nya ke hadapan Putri Ahmanet.


" Itu hal yang berbeda dan saat ini itu lah yang ku rasakan dan apakah sebaik nya kedua orang tua Arkafed ku habisi agar tidak menjadi penghalang langkah ku menuju keabadian?"


Tanya Ahmanet dengan nada serius dengan tatapan tertuju kepada Hased yang berdiri di hadapan nya.


" Laku kan lah yang ingin Tuan Putri Ahmanet lakukan sedangkan saat ini posisi yang memegang belati diri mu bukan lah kedua orang tua lelaki itu jadi apa yang kamu takut kan lagi?"


Tanya Hased sambil duduk di singgah sana nya yang terbuat dari batu diiringi tawa lepas.


Lalu setelah mendengar perkataan dari Hased maka hati dan pikiran Ahmanet mulai lah merencanakan untuk menghabisi Zeroq dan juga istri nya, Sedangkan di sisi lain Zeroq sedang mencari ke adilan di ruang persidangan istana namun seperti nya Zeroq tidak mendapat kan sebuah ke adilan di ruangan tersebut.


Sebab bagaimana pun juga yang Zeroq lawan adalah Putri Ahmaned pewaris tunggal tahta kerajaan yang dahulu nya di bangun oleh Fir'aun, Namun seperti nya Zeroq tidak berhenti sampai di situ untuk mendapat kan ke adilan bagi putra semata wayang nya yang telah tewas di tangan Putri Ahmanet di saat acara penobatan Putri Ahmanet menjadi seorang Raja menggantikan Ayah nya.


Maka setelah Zeroq keluar dari ruangan pengadilan istana ia berniat menemui salah satu rekan nya yang bernama Bilon seorang ahli nujum terkenal dan memiliki ilmu sihir yang cukup mumpuni dan Zeroq berniat untuk meminta bantuan kepada Bilon untuk membalaskan dendam nya kepada Putri Ahmanet yang telah merenggut nyawa Arkafed.


" BILON APAKAH KAMU BERADA DI DALAM?"


" Iya ... Ada apa kamu kemari, Seingat ku hari ini aku tidak membuat kegaduhan atau masalah di kota,"


Jawab Bilon setelah membuka pintu rumah nya.


" Aku datang kemari sebab ada hal yang ingin ku bicarakan dengan mu Bilon,"


Ucap Zeroq sambil melangkah mendekat ke arah di mana Bilon berdiri.


" Masuk lah dan bicara seperlu mu saja sebab aku banyak pekerjaan."


Jawab Bilon sambil mempersilahkan Zeroq masuk kedalam rumah nya.


Kemudian terjadi lah percakapan antara Bilon dan Zeroq membahas mengenai wafat nya Arkafed di tangan Putri Ahmanet, Saat Zeroq bercerita mengenai kronologi kejadian Bilon hanya diam mendengar kan sambil sedekali pandangan nya tertuju ke belakang tubuh Zeroq yang saat itu duduk di hadapan Bilon.


" Hey Bilon apa yang sedang kamu lihat, Apakah kamu tidak mendengarkan cerita ku?"


Tanya Zeroq dengan tatapan serius kepada Bilon yang seperti nya terkejut mendengar ucapan Zeroq dengan nada sedikit tinggi.


" Aku mendengarkan cerita mu dan aku sedang melihat aura kematian sedang mendekati mu,"


Jawab Bilon dengan tatapan serius yang bergantian pandangan nya ke Zeroq dan belakang Zeroq.


" Apa kata mu aura kematian, Dari mana asal nya dan seperti apa wujud nya bila kamu bisa melihat nya?"


Tanya Zeroq yang terlihat bingung mendengar perkataan Bilon.


" Sosok hitam, tinggi dan besar serta memiliki kuku yang menjuntai hingga ke bawah, mata nya merah dan juga bertaring,"


Jawab Bilon sambil menatap ke arah belakang tubuh Zeroq.


" Apakah itu wujud Dewa kematian ... Bilon?"


Tanya Zeroq dengan nada sedikit gugup.


" Bukan itu iblis yang sedang memata-matai mu atas perintah Putri Ahmanet dan sebelum kamu datang menemui ku sebenar nya aku sudah mendengar kabar mengenai meninggal nya putra mu,"


Jawab Bilon dengan tenang dan ekspresi yang datar melihat ke wajah Zeroq.


" Lalu apakah kamu memiliki cara untuk menghabisi wanita iblis tersebut?"


Tanya Zeroq dengan nada dan tatapan serius kepada Bilon.


" Iya ada dan aku tahu bagaimana cara melenyapkan dia."


Jawab Bilon sambil bangkit dari duduk nya dan melangkah menuju pintu rumah nya.


Saat itu Zeroq cukup bingung dengan sikap Bilon yang cukup aneh bila sedang di ajak berbicara oleh siapa pun dan lagi baru saja Bilon mengatakan bahwa aura kegelapan atau aura kematian yang sedang mengikuti diri nya, Pasti nya hal itu membuat Zeroq semakin khawatir dengan keselamatan nya sedangkan Bilon hanya berekspresi datar dan seperti nya tidak merespon sedikit pun tentang cerita Zeroq.


Lalu apa yang akan terjadi dengan Zeroq dan istri nya apakah nasib mereka berdua akan sama seperti putra nya Arkafed yang harus mati di tangan Putri Ahmanet atau kah kali ini Bilon mampu menyelamatkan nyawa Zeroq dan istri nya agar tidak tewas di tangan Putri Ahmanet, Lalu apa yang akan di lakukan putri Ahmanet bila mengetahui bahwa Zeroq meminta bantuan Bilon apakah nyawa Bilon kali ini juga terancam?


Jangan pernah beranjak dari kisah Putri Ahmanet dan juga temukan jawaban nya hanya di THE RISE A PRINCESS AHMANET dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.