
".......apa kamu mau mampir dulu, Rizz?" Emi mengajak, Rizzy untuk mampir ke rumahnya yang terlihat seperti istana.
Didalam benaknya, Rizzy ada rasa untuk melihat sekeliling isi rumah, Emi tetapi kali ini ada masalah lain yang harus segera diselesaikan olehnya......
"Sepertinya tidak untuk hari ini, aku akan datang mengunjungi rumahmu lagi nanti ... pada saat ini aku harus melindungi orang-orang bumi terlebih dahulu, dari alien yang akan datang itu, karena aku sendiri juga belum mengetahui apakah makhluk ini akan menyerang warga sipil juga."
Ucapan serius dari, Rizzy membuat, Emi tertegun sejenak dan hanya bisa mengiyakan perkataannya.
"Berhati-hatilah, jangan sampai kalah dari alien itu, jangan terlalu memaksakan dirimu, dan hancurkan alien itu!!!" Emi merasa sedikit khawatir dengan, Rizzy tapi diwaktu yang sama, Emi juga memberi dukungan kepadanya.
"Iyaa, aku mengerti ... kau juga cepat pulihkan dirimu, aku akan menunggumu dimarkas, tempat kita semua berkumpul."
"Ya......"
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu, ya .... sampai bertemu kembali."
"Sampai bertemu kembali......" Emi menjawabnya dan tersenyum manis kearah, Rizzy sembari melambaikan tangannya.
"Dahh!!!"
Rizzy langsung pergi meninggalkan, Emi menuju ke markas tempat perjanjiannya dengan, Richard, Seryu, dan Anna.
*Swooossshhh........
*Pukul 14.20 PM.
>Dimarkas........
Richard, Seryu, dan Anna yang sudah berada di markas sedang menunggu, Rizzy datang pun sedang membicarakan tentang alien yang akan datang untuk menginvasi bumi.
".......eh apa kalian tidak terkejut melihat, Rizzy yang bisa dilukai oleh wanita yang bernama, Emi itu?" Anna membuka percakapan dengan mengungkapkan pertanyaan yang ada dibenaknya sedari awal melihat luka ditubuh, Rizzy....
"Hmm ... aku malah penasaran dengan kekuatan yang dimiliki, Emi itu, Sebenarnya sekuat apa dia hingga dapat melukai dan meninggalkan bekas yang tidak bisa disembuhkan oleh, Rizzy ... padahal kita semua tau kalau, Rizzy mempunyai regenerasi yang paling luar biasa diantara semua, Blessed yang ada." Seryu membalas pertanyaan, Anna dengan pertanyaan yang berbeda, tetapi ini sangat menarik baginya.
"Nahhh, aku juga penasaran dengan itu ... arghhhh sialan membayangkan kekuatan besar dari wanita itu malah membuatku jengkel dan juga dia terus berduaan dengan, Rizzy dari awal jam istirahat."
"Huft ... apa yang kalian ributkan, jangan seperti anak kecil, kita ini sudah kelas 2(SMA) jadi hentikan tingkah konyol kalian dan fokus ke masalah utama yang kita hadapi, karena ini juga mencakup seluruh makhluk hidup yang ada di bumi, setidaknya kita juga harus bisa membantu, Rizzy kali ini...." Richard menyela pembicaraan, Anna dan Seryu dengan perkataan yang serius.
Setelah, Richard menyela pembicaraan mereka berdua, pada akhirnya, Anna dan Seryu pun hanya bisa tertegun serta mengiyakan ucapan dari, Richard dan mulai kembali ke topik utama mereka.
"Ahh, iya kau benar ... seharusnya aku tidak berbicara seperti itu." Anna mengakui kesalahannya dan mencoba untuk fokus ke pembahasan utama.
Seryu tetap terdiam tidak mengeluarkan sepatah kata dan hanya mengangguk menyetujui perkataan dari, Richard.......
"Aku ingin membahas tentang "energi yang tak terukur" dari alien itu seperti apa yang dikatakan oleh, Rizzy .... aku tidak mau percaya dengan hal seperti itu tetapi ini, Rizzy sendiri yang mengatakannya, aku jadi tidak bisa menyangkalnya sama sekali, karena seperti yang kita tahu bahwa, Rizzy ini tidak pernah salah dalam merasakan energi dan aura dari lawan atau memprediksi masa depan."
Kali ini, Richard yang membuka percakapan dengan bahasan yang sangat serius, karena memang itulah yang seharusnya mereka bahas. Karena masalah kali ini juga mencakup semua makhluk hidup yang ada di bumi.
Seryu yang sedari tadi hanya terdiam, sekarang dia mencoba untuk mengungkapkan pertanyaan yang baru saja terlintas dalam pikirannya. Begitu juga dengan, Anna tetapi ia masih memilih untuk diam dan memberikan kesempatan kepada, Seryu untuk bertanya terlebih dahulu.
"Ohh, iya baru saja terpikirkan olehku, Richard apa kamu tau bahwa, Rizzy tidak bisa kita prediksi menggunakan penglihatan masa depan ... apa kamu tau apa alasannya? Dia seolah-olah hanya ada dimasa sekarang dan tidak ada dimasa lalu ataupun masa depan, dulu pada saat kita masih kelas 1, dan waktu itu kita sedang mengikuti turnamen akademi lalu aku pernah mencoba memprediksi serangan apa yang akan dia gunakan dimasa depan dengan menggunakan penglihatan masa depan saat aku bertarung dengannya, tetapi aku tidak dapat melihatnya sama sekali, disana kosong tidak ada, Rizzy didalam pengelihatan masa depan itu...."
*Deg-deg!!!!!!!
Anna sangat terkejut setelah mendengar penjelasan dan pertanyaan dari, Seryu..... Mereka berdua tertegun mendengarnya, karena hal ini baru saja mereka ketahui, hal yang seharusnya tidak dapat dilakukan oleh para, Blessed tetapi, Rizzy bisa melakukan hal yang sudah jadi larangan para Blessed.......
Perkataan dari, Seryu membuat, Anna tidak bisa berkata apapun dia sangat terkejut mendengar ucapannya, dia juga terpaku tidak dapat menggerakkan tubuhnya sendiri.
Disisi lain, Richard juga memiliki cerita yang sama..
"Ya, aku juga pernah mencoba melihat 1 jam kedepan waktu kita masih berada dikelas 1, kan pada saat itu kita sudah 1 kelas dengan, Rizzy nah aku bisa melihat semua orang yang ada di kelas tetapi aku tidak melihat adanya, Rizzy di masa depan itu......." Richard memperkuat pernyataan, Seryu bahwa, Rizzy memang tidak ada di masa depan dan hanya ada di masa sekarang.
Tak lama kemudian akhirnya, Rizzy telah sampai di markas yang sudah mereka janjikan......
"Yooo..... Akhirnya aku sampai juga, ternyata di negeri maju ini juga masih banyak kriminal-kriminal yang berkeliaran, maafkan aku teman-teman, aku harus mengurus para kriminal itu dulu, jadinya aku terlambat kesini deh." Dengan muka datarnya, Rizzy menjelaskan kenapa dia terlambat kepada temannya.
Kedatangan, Rizzy seketika membuat para temannya terdiam sejenak, karena sedari tadi mereka sedang membicarakan tentang, Rizzy.
Anna pun menyambut kedatangan, Rizzy meskipun ia sedikit terlambat.
"Yo, akhirnya kamu datang..... Kita sudah menunggumu daritadi." sambut Anna.
Rizzy membalas sapaan, Anna dengan senyuman tipis diwajahnya sembari memegang belakang kepalanya.
"Hehehe...... Maafkan aku karena sudah membuat kalian jadi menunggu, dikota sebelah banyak kriminal yang semakin marak, kota itu sudah seperti kota yang bebas hukum dan semakin banyak yang menjadi penjahat disana, jadi aku harus segera membereskannya agar tidak menyebar ke kota yang lainnya."
*Deg-deg.......
Anna sempat tersipu melihat, Rizzy yang tersenyum kearahnya, karena pada dasarnya, Rizzy tidak pernah seperti itu sedari kecil dan hanya memasang ekspresi wajah yang datar dengan tatapan matanya yang kosong.
".......ya-yahhhh gapapa kok, kalo kamu yang terlambat sih pasti ada alasannya, kita juga pasti bisa mengerti situasinya [>_<]." ucap Anna dengan suara yang sedikit terpatah-patah.
"Baiklah, terimakasih atas pengertiannya, kamu memang baik ya, Anna!" puji Rizzy. "Sekarang mari kita kembali ke topik utama, alien itu datang ke bumi dengan pesawat luar angkasa nya yang sangat besar, dan alien itu sudah hampir sampai ke atmosfer bumi, kita harus segera bertindak ketika pesawat luar angkasa itu sudah memasuki bumi. Jadi sebaiknya kita segera mengevakuasi semua manusia yang ada di bumi." sambung Rizzy.
Richard, Seryu, dan Anna terkejut mendengar perkataan dari, Rizzy yang mengharuskan mereka untuk mengevakuasi semua manusia yang ada di bumi, karena sebelumnya, Rizzy tidak pernah meminta timnya untuk melakukan hal seperti ini........ Ini benar-benar situasi yang sangat buruk bagi umat manusia.
"Hahhh!!!!!!!" Richard, Seryu, dan Anna dengan spontan mengatakan itu secara bersamaan.
Dengan ekspresi wajah yang serius, Rizzy berencana untuk menyelamatkan manusia terlebih dahulu.
"Kalian semua dengarkan aku. Ingatlah ini, evakuasi semua manusia yang ada di bumi, semuanya tidak terkecuali satupun. Dan juga kalau bisa kumpulkan semua para Blessed untuk membantu kita, meskipun mereka tidak akan percaya setidaknya ajak mereka yang mau membantu."
Lalu disaat, Rizzy sudah memberikan perintah kepada anggotanya. Richard mencoba untuk memberikan masukan dan pertanyaan kepadanya.
"Oi, Rizz tunggu sebentar. "
"Ya, ada apa, Richard? Apa kau memiliki ide yang lebih bagus dari ini?"
"......ah tidak, aku tidak terlalu genius sepertimu, tapi aku hanya ingin memberikan sedikit saran dari rencana yang telah kau buat. Setelah kita melakukan evakuasi massal aku kepikiran untuk menggunakan perisai supranatural berlapis, hanya untuk menghindari hal-hal yang tidak bisa ditahan oleh gedung pengungsian. Aku rasa ini akan sangat bagus ditambah lagi kita belum tau seperti apa kekuatan dari alien itu..... Lalu setelah kita melakukan evakuasi, apa yang akan kita lakukan?"
Penjelasan dan pertanyaan yang baru saja diberikan oleh, Richard membuat, Anna dan Seryu terkesan setelah mendengarnya. Karena dengan begitu rencana yang telah ditentukan oleh, Rizzy akan terlihat menjadi sempurna.
"Wahhhh!!!! Sasuga, Richard Kayosi."
Anna dan Seryu serempak mengucapkan kalimat itu secara bersamaan dan membuat, Richard sedikit jengkel setelah mendengarnya.
Dengan tatapan yang tajam, Richard mencoba untuk mengintimidasi, Anna dan Seryu yang terlihat seperti mengejeknya.
"Hahh??? Apa yang baru saja kalian ucapkan? Aku tidak mendengarnya, coba katakan sekali lagi......."
Tanpa disadari, Richard mengeluarkan aura yang sangat kuat dan menakutkan, aura itu bisa saja membuat orang-orang ketakutan, menjadi gila, dan yang paling buruk adalah aura itu bisa membunuh makhluk yang tidak bisa menahan aura yang dikeluarkan oleh, Richard.
"Uwahh, ini dia aura kegelapan dari, Richard sungguh sangat mengerikan." Seryu tidak terpengaruh oleh aura yang dikeluarkan oleh, Richard dan malah memujinya.
Begitu juga dengan, Rizzy. Ia tidak terpengaruh sama sekali dari aura yang dikeluarkan, Richard.
"Richard, hentikan itu. Kau lihat itu, Anna sangat ketakutan melihat aura darimu, jadi hentikan menatapnya dengan tatapan tajam seperti itu."
Mendengar apa yang sudah dikatakan oleh, Rizzy, Richard langsung menoleh kearah, Anna yang sangat ketakutan melihat aura nya, sehingga membuat, Anna tidak bergerak sama sekali karena dia sangat ketakutan.
"Lah, Anna ..... woi sadarlah." Richard mencoba untuk menyadarkan, Anna yang terpaku sebab terkena efek dari aura yang terpancar dari, Richard.
*Tump tump tump tump tump tump!!!!!!!
Tiba-tiba detak jantung, Rizzy berdetak sangat kencang sehingga suaranya dapat didengarkan oleh teman-temannya yang berada disampingnya.
Richard, Seryu, dan Anna seketika menoleh penasaran kearah, Rizzy yang mengeluarkan suara detak jantung yang kencang.
"Ada apa, Rizz?" karena penasaran, Seryu mencoba bertanya kepada, Rizzy.
"Cihh, si alien itu mempercepat laju pesawatnya ... dia sudah berada dijarak 1.470.532 KM dari bumi. Kita harus segera melakukan evakuasi secepatnya, aku tidak tau kapan dia akan sampai tapi aku baru saja mencoba melihat 8 jam kedepan dan bumi sudah dalam kondisi yang sangat buruk."
Rizzy menjelaskan situasi bumi di masa depan dan keberadaan dari alien itu yang bisa dibilang sudah dekat dengan bumi, mereka langsung bergegas menjalankan rencana yang sudah mereka susun.
"Yang benar saja, itu artinya kita tidak memiliki banyak waktu untuk berbicara ... kita harus cepat, kumpulkan semua para Blessed yang mau membantu kita ... lalu prioritaskan untuk melindungi para petinggi dari 'Yuusha Academy' terlebih dahulu ... terutama, Pak Zagred!!!" tegas Richard.
*Note Zagred itu pendiri dan pencetus Yuusha Academy, bisa dibilang kalau dia itu presiden nya.
"Seperti yang sudah ditegaskan oleh, Richard ... sebaiknya sekarang kita segera berpencar dan melakukan evakuasi secara menyeluruh ke setiap penjuru bumi."
Rizzy menegaskan sekali lagi agar teman-temannya segera melakukan rencana yang sudah mereka susun.
"Yaa!!!!!" Seryu dan Anna secara kompak menjawab perintah dari, Rizzy dan langsung melaksanakannya.
Seryu pun langsung melakukan teleportasi..
*Clingg
Rizzy, dan Richard menggunakan kecepatannya untuk langsung mengevakuasi manusia dengan cepat.
*Whoooossshh.....
Anna mengeluarkan sayapnya lalu terbang dengan kecepatan tinggi.
*Swooossshhh.....