The Reincarnation Of The True Hero

The Reincarnation Of The True Hero
Bagian 9 (End of the Battle)



Disaat Rizzy sedang berpikir kenapa ia bisa berada diluar angkasa apalagi posisinya sangat dekat dengan matahari, tiba-tiba saja tubuhnya terbelah menjadi dua.


*Cratch!!!!


"Aduh bangsat, sakit bego!! Lu napa sih?"


Meskipun Rizzy bisa meregenerasi tubuhnya dengan cepat, tapi ia masih tetap bisa merasakan rasa sakit jika terkena serangan secara langsung.


"Lah? Harusnya itu kalimatku, bego ... kenapa kau malah lengah disaat pertarungan kita sudah menjadi lebih intens seperti ini." ucap Ryo Griffith sembari tersenyum lebar.


Sepertinya mereka berdua ini sama bodohnya, kita abaikan saja yuk.


*Sementara itu dibumi.


Perisai yang dibuat oleh Rizzy belum menghilang meskipun sekarang posisi Rizzy sangat jauh dari bumi, teman-temannya mulai khawatir dengan keadaan Rizzy ... tapi mereka juga terus berusaha untuk tidak meragukan Rizzy sedikitpun.


"Arghh!!! Ini membosankan kenapa kita harus dikurung disini, cihhh." keluh Anna.


"Nona Anna sebaiknya anda tidak mencoba untuk menghancurkan perisai itu, karena perisai itu tidak akan bisa dihancurkan dengan kekuatan kita, bahkan saya sudah mencoba untuk berteleportasi agar dapat keluar dari perisai ini ... tetapi perisai itu seolah-olah menghalangi jalan teleportasi saya. Tidak hanya itu saya juga sudah mencoba untuk berpindah ke dimensi yang berbeda tetapi tetap saja perisai ini masih bisa menghalanginya." jelas Szgrech.


*HAHHHH?


Richard, Seryu dan Anna langsung shock setelah mendengarkan penjelasan dari Szgrech dimana kemampuan berteleportasi dan perpindahan dimensi tidak bisa digunakan. Perisainya tidak dapat ditembus menggunakan kemampuan apapun kecuali penggunanya yang menonaktifkannya.


"Padahal dia jauh dari bumi, tapi perisainya tidak hilang sebenarnya sekuat apa si Rizzy itu!!" ungkap Seryu.


"Apa yang kau rencanakan kali ini, Riz?" Richard hanya bergumam sembari terus menatap kearah langit.


Walah pada akhirnya kita balik lagi ke dua orang bodoh yang lagi gelut di luar angkasa.


"Ya, kan lagi mikir." jawab Rizzy.


Mikir dengkulmu.


"Huh? Kau bisa berpikir ternyata? Aku penasaran apa yang kau pikirkan sekarang, hahahaha!!!"


Udah gelut aja sana gausah banyak omong.


"BRISIKK!!" teriak Rizzy dan Ryo Griffith bersamaan.


Ehhh aku kan penulisnya (⁠╥⁠﹏⁠╥⁠).


"Kalau gitu tulis aja gausah ikut campur dalam pertarungaku!!" ucap Rizzy dengan nada tinggi.


Yos cukup bercanda nya, meskipun garing :v


Setelah saling ejek kemudian tanpa ragu-ragu mereka melanjutkan pertarungannya ... keduanya terus beradu pukulan tanpa henti.


Hingga disatu kesempatan Rizzy mencoba untuk menggunakan kemampuan penghenti waktunya untuk bertujuan menghentikan pergerakan Ryo Griffith dan mengakhiri pertarungan yang sengit itu. Rizzy melakukan itu karena dirasa mereka telah bertarung sangat lama, Rizzy juga menyadari satu hal ... jika ini terus berlanjut maka seluruh galaksi benar-benar akan hancur akibat pertarungan mereka.


"Time killer!!!"


Seketika seluruh tata surya seperti membeku, atmosfer bumi yang seharusnya bergerak secara instan langsung berhenti total, efek penghentian waktu dari Rizzy kali ini lebih luas dari sebelumnya pada saat menguji kemampuan Emi....


Tapi sayangnya kemampuan itu tidak dapat mempengaruhi Ryo Griffith sama sekali dan dia tetap bisa bergerak dengan bebas.


"Huh? kenapa kau masih bisa bergerak?" tanya Rizzy.


Dan benar saja, kemampuan penghenti waktu milik Rizzy, juga dapat menghentikan waktu di tata surya dan seisinya.


"Hmm? Sepertinya ini menarik." Rizzy membalas dengan senyum yang lebar disertai aura membunuhnya yang sangat pekat.


Rizzy membatalkan penghenti waktunya kemudian, Rizzy mengeluarkan pedangnya dan dengan sangat cepat Rizzy telah melampaui kecepatannya sendiri, Rizzy mampu melesat dalam waktu 0 detik saja yang membuat objek-objek disekitarnya seperti membeku dan berhenti total.


Divine Judgement Slash!!


*Crackkk!!!!


*Blarrrrr!!!!!


"Gwahhhh!!!!! I-ini tidak mungkin!!!!" teriak Ryo kesakitan.


Tebasan yang baru saja dilakukan oleh Rizzy dapat membelah ruang itu sendiri dan menimbulkan ledakan yang luar biasa hebat sehingga beberapa bintang disekitar mereka ikut hancur akibat tebasan Rizzy yang begitu dahsyat. Dan karena tebasan itu juga kali ini Ryo Griffith tidak bisa menghindarinya sehingga ia terkena serangan Rizzy dengan sangat telak, sehingga regenerasi dari Ryo Griffith tidak dapat berfungsi.


Selain cepat dan memiliki dampak yang dahsyat, secara tidak langsung tebasan dari Rizzy mampu menciptakan konsep hidup dan mati yang memfokuskan hanya untuk dapat membunuh Ryo Griffith saja secara permanen tanpa merubah konsep aslinya, supaya tidak bisa bangkit kembali dengan cara apapun ... terutama reinkarnasi.


"Selamat tinggal makhluk aneh, aku rasa kau satu-satunya lawan terkuat yang pernah aku hadapi." ucap Rizzy.


Tubuh Ryo Griffith yang terbelah perlahan berubah menjadi debu yang bertebaran kemudian lenyap tanpa sisa.


Selang beberapa saat, Rizzy pun mengembalikan atau menciptakan kembali bintang-bintang yang hancur akibat serangannya, setelah mengembalikan bintang-bintang seperti sedia kala Rizzy pun kembali ke bumi dan menemui teman-temannya yang sedari tadi terkurung di perisai miliknya.


Rizzy menjentikkan jarinya lalu disaat yang bersamaan perisai yang membatasi serta melindungi teman-temannya pun menghilang.


"Yo, maaf lama hehe, makhluk itu ternyata kuat juga." sapa Rizzy dengan muka datarnya.


"Hadehhh, Rizz kau pikir apa yang kau lakukan dengan mengurung kami disana, hah?" Bentak Anna sembari berjalan mendekati Rizzy serta emosi yang meluap-luap.


"Untunglah kau tidak terluka parah, aku tidak menyangka makhluk itu bisa memberikan perlawanan yang cukup signifikan padamu." sela Richard.


"Anna, marahnya nanti saja, sekarang kita harus memberi tahu kepada orang-orang yang sedang mengungsi untuk segera keluar dari tempat pengungsian, karena bencananya sudah menghilang."


"Iya, Seryu benar ... Anna untuk sekarang tolong tahan amarah mu ya, dilain waktu kau boleh menghajarku." jawab Rizzy.


"Tuan Rizzy, maaf menyela, jika diperbolehkan saya minta izin untuk membantu kalian semua."


"Ahh, Szgrech kau tidak perlu repot-repot, kembalilah beristirahat, aku akan memanggilmu lagi suatu saat."


Szgrech bertekuk lutut serta menundukkan kepalanya. "Sesuai perintah Anda tuan."


Szgrech pun kembali menjadi wujud bayangan dan bersemayam lagi didalam tubuh Anna.


"Yos, sekarang kita berpencar lagi, eh tidak perlu kita hanya perlu menemui pak Zagred, sisanya kita serahkan padanya." usul Rizzy.


"Ya, aku setuju."


"Aku juga."


"Yahh, itu bukan ide yang buruk, jadi ayo bergegas kesana."


Mereka berempat langsung melesat menemui pak Zagred dan memberikan informasi serta meminta bantuan untuk menyebarkan informasi ini keseluruh penjuru dunia.