The Reincarnation Of The True Hero

The Reincarnation Of The True Hero
Bagian 2



“Mari kita lanjutkan, karena hanya, Rizzy yang mendapat berkah ditingkat 95 alias tertinggi di akademi ini, jadi saya tidak bisa mendapatkan informasi yang lebih banyak, ditambah lagi, Rizzy yang terlalu acuh pada keadaan sekitar, meskipun begitu dia tetap anak yang baik hati, Rizzy adalah satu-satunya makhluk hidup yang diberkahi sejak dia belum terlahir didunia ini, saya sendiri ragu jika Rizzy masih berada ditingkat 95.”  ucap Bu Guru, “Rizz, coba kamu periksa informasi tentang Blessed mu.” sambungnya


 


“Hmm? Kenapa harus aku?” jawab Rizzy


 


“Sudahlah cepat periksa statusmu sekarang juga.”


 


“Merepotkan “Status” Kenapa ini, apa ini rusak?”


 


“Ada apa, Rizz? Tingkat berapa sekarang?”


 


“Ah mungkin ini rusak, aku tidak dapat menemukan angkanya diproyeksi ini”


 


“Memangnya tulisan apa yang ada disana?”


 


“Disini semuanya tertulis “None”. Apa ini rusak?”


 


“Hahhh!!!!!!!!!” guru itu terkejut setelah mendengar apa yang Rizzy ucapkan, “Rizz, apa kamu tidak salah melihatnya?” sambungnya


 


“Engga kok disini semuanya tertulis “None” memangnya kenapa Bu?” tanya Rizzy


 


“Apa kamu tidak tau? Jika status tentang Blessed mu tertulis “None” maka kamu sudah berada ditingkatan yang berbeda dan tidak bisa dihitung alias kamu sudah berhasil melampaui dewa tingkat 100, bahkan kamu tidak terkena konsekuensinya, kamu benar-benar hebat.”


 


Seisi kelas pun langsung heboh dan semua murid terkejut mendengarnya ucapan gurunya.


 


“Haaaa!! Kenapa dia bisa terlihat tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa.” ucap Murid E


 


“Benar-benar makhluk yang sempurna.” ucap Murid D


 


“Rizzy sangat hebat.” ucap Murid Y


 


“Sangat tidak terduga, yakan, Richard.” ucap Seryu


 


“Ya, aku sedikit terkejut tapi setelah melihatnya wajahnya aku jadi yakin bahwa itu bukanlah hal yang mustahil bagi, Rizzy.” jawab Richard


 


“Sepertinya kita tertinggal sangat jauh.” sela Anna


 


“Wahh, dia terlihat biasa saja dengan kekuatan yang sangat besar itu.” ucap Emi


 


“Semuanya tenanglah.” tegur Anna


 


“Jadi maksudnya?”  ucap Rizzy dengan wajah yang kebingungan


 


“Kamu telah melampaui segala sistem yang ada didunia ini, tetapi saya tidak tau pasti, yang saya tau kamu telah melampaui hukum yang sudah ditetapkan para dewa dimana hukum ini juga berlaku kepada semua Blessed bahkan konsekuensinya juga sangat mengerikan. Sisanya saya tidak terlalu yakin jadi saya tidak bisa memberitahu mu.”


 


“Hukum? Aku semakin tidak mengerti dengan apa yang anda ucapkan.”


 


“Iya, kamu telah melampaui hukum alam semesta yang mencakup semua makhluk hidup di alam semesta ini yang sudah ditentukan, kamu berhasil menghancurkan penghalang yang membatasi para Blessed untuk berkembang melebihi dewa tertinggi, kamu satu-satunya manusia yang bisa menghancurkan penghalang itu.” jawab guru itu


 


“Ohh, sepertinya keren.” ucap Rizzy


 


“Yang paling ku kagumi adalah kamu tidak terkena konsekuensinya sama sekali.” ucap Guru itu, “Sekalian saya akan memperkenalkan diri saya lagi, karena kelihatannya kalian tidak mengingat namaku, perkenalkan namaku adalah Reina Matsushima.” sambungnya


 


“Bu, saya mau bertanya konsekuensi apa yang akan terjadi kepada kita jika kita berusaha untuk melampaui dewa tingkat 100?” tanya Murid F


 


“Hmm, saya hampir melupakan itu, okey saya akan jelaskan dengan singkat jadi dengarkan dan perhatikan dengan seksama.” ucap Bu Reina


“Apa saja yang akan terjadi kepada diri kalian jika berusaha untuk melampaui dewa tingkat 100 adalah yang pertama kalian serta Blessed kalian akan langsung terhapus dan membuat orang yang mengenalmu menjadi tidak mengenalmu dan tidak tau seperti apa dirimu. Tubuhmu, Pikiranmu, Jiwamu, Namamu, semua tentang dirimu akan ikut lenyap juga.”


“Yang kedua jika kalian tidak terkena dampak sebelumnya maka disini kalian akan kehilangan akal sehat dan menjadi gila, tentunya ini tidak bisa disembuhkan oleh makhluk hidup manapun, kecuali dewa yang menyembuhkannya, setelah kalian kehilangan akal, tubuh kalian akan mengalami perubahan yang sangat mengerikan dimana ini akan menghancurkan tubuh bagian luar kalian dan merubah kalian menjadi monster atau semacamnya.”


“Yang ketiga setelah kalian lolos dari dampak sebelumnya disini kalian akan mengalami kematian yang berulang kali tanpa henti.”


“Yang keempat ini yang terakhir karena saya sendiri masih kekurangan informasi,  Tubuh, pikiran, serta jiwa kalian akan mengalami pengerusakan yang bertahap hingga membuat kalian mati secara perlahan.” sambungnya


 


“Mungkin cukup sampai disini saya masih harus mengggali informasi lebih banyak lagi, supaya bisa menjelaskan semuanya secara rinci dan mendetail.” ucap Bu Reina, “Kalian sudah boleh beristirahat, dan kamu Rizzy jangan lupa untuk menemani Emi.” sambungnya


 


“Iya-iya akan aku lakukan.” ucap Rizzy yang terlihat lesu


 


“Ettoooo, bisakah kita pergi sekarang?” tanya Emi


 


“Hmm? Kau mau pergi sekarang?”


 


“Iya aku mau pergi sekarang jika kamu tidak keberatan.”


 


“Ahh merepotkan, yasudah ayo.”


 


Meskipun terlihat mengeluh tetapi, Rizzy tetap menemani Emi untuk melihat-lihat sekeliling akademi.


 


“Heii, Rizz, pertama tempat apa yang akan kita kunjungi?”


 


“Aku mau ke kantin, meskipun tidak lapar tapi aku ingin merasakan makanan tempat ini.”


 


Emi pun hanya bisa diam dan mengikuti, Rizzy yang terlihat tidak peduli dengan keadaan sekitar.


 


Setelah beberapa saat mereka pun sampai di kantin, dan suasana disana tidak terlalu ramai, karena memang para Blessed tidak butuh makan tetapi mereka tetap bisa merasakan makanan, Emi pun terus mengikuti, Rizzy hingga tiba di depan penjual roti lapis.


 


“Ohh nak, Rizzy, apa kamu mau roti lapis?”


 


“Ya, tolong dua roti lapis.”


 


“Tunggu sebentar ya.”


 


Emi sedikit kebingungan karena, Rizzy memesan dua roti lapis, Emi mengira bahwa, Rizzy akan memberikan roti lapis kepadanya, tetapi......


 


“Nih, silahkan dinikmati bersama pacarmu.”


 


“Dia bukan pacarku, dia hanya pengganggu.”


 


“Hahahaha tidak usah malu-malu.”


 


Emi yang mendengar perkataan penjual roti lapis itu pun langsung tersipu malu, dan pipinya memerah.


 


“Ehhh i-itu tidak benar, aku memang bukan pacar, Rizzy kok.”


 


Dengan wajahnya yang memerah, Emi mengucapkan kalimat itu agar, Rizzy tidak risih dengannya.


 


“Ehh begitu ya, padahal kalian ini terlihat sangat cocok.” jawab penjual roti lapis.


 


“Hehehe.”


 


“Sudahlah kau tidak perlu mengucapkan itu.”


 


Rizzy menyela pembicaraan mereka dan langsung pergi ketempat duduk yang tersedia di kantin.


 


Emi pun langsung menyusulnya.....


 


“Tunggu......”


 


“Apa kau tidak membeli apapun?” tanya Rizzy


 


“Aku sedang tidak nafsu makan, lagian kan Blessed tidak butuh makan.” jawab Emi dengan santainya


 


“Oh.”


 


Setelah menjawab dengan singkat, Rizzy pun kembali menikmati roti lapis nya dengan lahap, ya bisa dibilang itu adalah makanan kesukaannya, ketika ingin memakan sesuatu dia hanya akan membeli roti lapis dan tidak akan membagikannya kepada siapapun.


 


Emi yang mendengar jawaban, Rizzy pun langsung terdiam dan hanya bisa melihat, Rizzy yang sedang memakan roti lapis nya.


 


Emi yang sedari tadi melihat, Rizzy pun bergumam dalam hatinya.


 


“Ternyata benar ya, Rizzy ini sangat keren, dia terlihat tampan andai aku bisa melihat senyumannya, ahh itu tidak mungkin wajahnya sangat datar dan juga dia sangat dingin.....”


 


 


“Ehh menjijikkan? Apa aku terlihat seperti itu?” jawab Emi


 


“Ya, kau sangat menjijikkan.”


 


“Iyadeh, maaf sudah membuatmu merasa seperti itu.....” jawab Emi dengan lesu


 


Keadaan pun jadi hening lagi dan tiba-tiba.....


 


“Apa kau mau?”


 


ucap Rizzy sembari mengulurkan tangan kanannya dengan roti lapis digenggamnya ke arah Emi.


 


Emi yang sedikit terkejut hanya bisa terdiam.....


 


Bagaimana tidak, roti itu sudah digigit oleh, Rizzy dan pikiran, Emi pun mengira bahwa itu ciuman secara tidak langsung.


 


“Ehhhhhhhhhh..........”


 


Seketika wajah Emi memerah tersipu malu.......


 


“Kenapa kau tidak mau ya?”


 


Rizzy berkata seperti itu dengan polosnya.


 


Dalam hati, Emi bergumam. “Orang ini bodoh apa benar-benar polos sih, bisa-bisanya dia memberikan roti yang sudah digigit padaku?”


 


“Ahh bukan begitu, hanya saja itu membuatku sedikit malu, karena itu kan bekas gigitan mu jadi......”


 


Emi yang sangat gugup membuat ucapannya menjadi sedikit gagap.


 


“Memangnya kenapa?”


 


“Apa kamu tidak tau, itu sama saja seperti berciuman secara tidak langsung....”


 


Emi memberanikan dirinya untuk mengatakan yang sebenarnya meskipun perkataannya masih gagap seperti sebelumnya.


 


“Terus kenapa, kau tidak mau?”


 


Dengan sangat polosnya, Rizzy mengatakan sesuatu yang membuat, Emi semakin tersipu malu.


 


*Blushh


 


Emi benar-benar dibuat salah tingkah oleh kepolosan, Rizzy.


 


“Kalau tidak mau yasudah aku habiskan.”


 


*Tek


 


Sesaat sebelum, Rizzy menarik tangannya dan memakan rotinya, Emi menggenggam tangan, Rizzy dan menghentikannya......


 


“Tu-tunggu, aku mau......”


 


Dengan wajahnya yang memerah dan ucapannya yang patah-patah, Emi memberanikan diri untuk memakan roti yang diberikan oleh, Rizzy.


 


“Kau melahap semuanya, aku tidak menyuruhmu untuk menghabiskannya, apa yang kau pikirkan.”


 


Meski, Rizzy, mengucapkan kalimat seperti itu dia tidak terlihat marah sedikitpun, tetapi sebaliknya.


 


“Biar saja, ini aku lakukan agar kamu tidak memakan roti bekas gigitanku.” ucap Emi yang masih tersipu malu dengan wajahnya yang masih memerah.


 


Dan tak disangka, Rizzy tersenyum tipis kearah, Emi yang menurutnya sangat lucu.


 


“Kau, lucu juga ya.”


 


Emi yang melihat senyuman, Rizzy pun sangat terkejut dan spontan mengambil Handphone dan memotretnya, karena dia merasa ini adalah sesuatu yang langkah.


 


“Ha, kenapa kau memotret ku? Apa yang kau lakukan cepat hapus itu.”


 


Rizzy yang menyadari bahwa dia telah di foto oleh, Emi pun langsung mengambil Handphone milik, Emi.


 


“Ehh, jangan dihapus donggg, aku mohon, aku tidak akan menunjukkan kepada siapapun, aku berjanji, aku akan menyimpannya untuk diriku sendir.”


 


“Memangnya apa yang akan kau lakukan dengan fotoku, ha?”


 


“Tidak ada, aku hanya ingin menyimpannya, karena aku baru saja melihat orang yang sangat cuek sedang tersenyum kearah ku.”


 


Rizzy mendekatkan wajahnya ke, Emi dengan tatapan tajamnya. “Jika kau memperlihatkan foto ini ke orang-orang, kau akan mati!”


 


Emi seketika ketakutan mendengar perkataan dari, Rizzy, dan hanya bisa mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


 


“Baiklah ayo ke tempat lain, kita sudah terlalu lama disini, aku mulai merasa bosan.” Rizzy mengajak, Emi untuk melanjutkan berkeliling akademi.


 


Emi pun yang masih ketakutan dengan tatapan, Rizzy hanya terdiam dan mengikuti, Rizzy dari belakang.


 


“Selanjutnya kemana ya?” Rizzy bergumam, dengan sedikit kebingungan.......


 


“Emi, kau mau kemana dulu?, Ke arena latihan akademi apa mau ke taman?” tanya Rizzy


 


Perasaan Emi yang sedang campur aduk pun ikut kebingungan dan menunjuk kearah taman.


 


“Oh, ketaman ya, yaudah ayo, kebetulan aku ingin kesana untuk menenangkan pikiranku.” Rizzy dengan santainya langsung menggandeng tangan, Emi yang berjalan terlalu lambat. “Ayo cepat waktu kita tidak banyak, karena 30 menit lagi bel masuk akan berbunyi.”


 "Ehhh, tunggu."


Emi yang sedari tadi merenung tiba-tiba perasaan itu menghilang ketika melihat, Rizzy yang menggandeng tangannya, sekali lagi Emi telah melihat sisi keren dari, Rizzy untuk ke sekian kalinya, Emi terus memandangi, Rizzy dari belakang dan mengikuti langkahnya, pada saat itu juga hati, Emi berdegup kencang, pada akhirnya, Emi pun kembali tersenyum dan ceria seperti sebelumnya.


 


“Apaan dah ni orang, dia yang membuatku merenung tetapi dia juga yang membuatku tersenyum.” gumam Emi dalam hati.


 


Mereka berdua pun menuju taman dengan bergandengan tangan, terpaan angin yang berhembus kencang sehingga daun-daun kering bertaburan membuat suasana terlihat sangat menenangkan, yang membuat mereka berdua hanyut dalam ketenangan alam yang sangat indah ini.


 


“Tempat ini adalah tempat kesukaan ku untuk menenangkan diriku”


 


Tanpa disadari, Rizzy memberi tahu, Emi bahwa dia selalu ke tempat ini pada saat hatinya sedang bimbang.


 


“Ehh, jadi kamu juga punya tempat favorit di akademi ini ya, tapi memang benar, tempat ini sejuk dan bisa menenangkan pikiran setiap orang yang berada disini.”


 


Bersama hembusan angin yang menerpa mereka berdua, dan untuk ke sekian kalinya juga, Emi dapat melihat sisi keren dari, Rizzy yang rambutnya terkena terpaan angin.


 


“Rizz, bisakah kita ke tempat selanjutnya?”


 


Dengan terpaksa, Emi harus mengajak, Rizzy ke tempat lain yang belum dikunjungi karena jam istirahat akan berakhir sebentar lagi, meski begitu, Emi tetap merasa sangat beruntung karena berkali-kali melihat sisi lain dari, Rizzy yang tidak dapat dilihat oleh orang lain.


 


“Ya, ayo.....”


 


Pada akhirnya mereka berjalan menuju arena latihan akademi, hanya untuk melihat dan menghafal jalan menuju ke sana.


 


*Tap tap tap


 


“Kau harus ingat jalan menuju ke sini.” tegur Rizzy


 


“Iya, aku akan mengingatnya, aku tidak akan melupakannya, tidak akan!!!!” jawab Emi dengan penuh semangat


 


“Kau tidak perlu berlebihan seperti itu.”


Setelah tiba di arena latihan, Emi sangat terkejut melihat bangunan yang megah dan sangat besar sehingga membuat terdiam membeku.


Arena latihan akademi adalah tempat terbesar di akademi, dimana luas tempat itu saja bisa mencapai ratusan atau bahkan ribuan meter, ditempat ini pula biasanya para Blessed berlatih tanding, bertanding, dan ada juga tournamen tahunan yang diadakan setiap tahunnya, pemenangnya akan mendapatkan hadiah yang sangat istimewa, dimana mereka yang bisa memenangkan tournamen ini akan diberikan perlakuan khusus dari akademi dan hadiah lainnya.