
*4 bulan setelah pertempuran melawan alien.
"Huft.... Yahhh hari-hari yang membosankan, apa tidak ada lagi lawan yang kuat seperti alien itu?" Oceh Rizzy.
"Alah berisik!!" Tegas Anna.
*Note: mereka berdua ini sebenarnya tidak pernah akur:v
Richard yang mendengarkan keluh kesah dari Rizzy pun langsung menghampirinya...
"Sudah hentikan kebiasaan memalukan kalian itu. Oh iya, apa kalian pernah mendengar sesuatu tentang Kegelapan yang tak berujung?"
Seryu yang sedang tertidur pulas langsung bangun pada saat Richard menyebut Kegelapan yang tak berujung.
"Weh apa, apa, aku juga mau tau dong."
"Wah kau membuatku terkejut, sialan." ucap Anna.
Kemudian Richard pun memasang wajah yang serius dan mulai menceritakan tentang Kegelapan yang tak berujung. Rizzy yang tidak terlalu tertarik dengan sang Legenda ingin meninggalkan kelas tetapi dihentikan oleh Anna.
"Woi makhluk cahaya, kau pikir mau pergi kemana, hah?"
"Iyaiya aku akan mendengarkan." jawab Rizzy.
"Apa aku boleh memulainya?" tanya Richard.
Rizzy, Anna dan Seryu mengangguk secara bersamaan.
"Aku tidak tau cerita ini benar atau tidak, tapi sekitar 150 tahun yang lalu, alam semesta pernah ditelan oleh kegelapan yang sangat mengerikan, keputusasaan menyebar ke segala penjuru dunia, tidak hanya bumi tapi makhluk dari planet lain juga merasa ketakutan dengan kegelapan itu yang perlahan melahap semua yang ada didepannya, planet, matahari, bulan, bahkan galaxy ... Dan yang paling mengerikan lagi adalah itu ulah 1 makhluk yang disebut dengan 'Raja Iblis yang Agung' dia berada dipuncak rantai kehidupan dia adalah raja dari segala raja iblis yang ada."
Disaat yang bersamaan Rizzy pun mulai tertarik dengan cerita dari Richard dan mulai mendengarkan dengan serius.
Seryu menyela ucapan Richard dan bertanya.
"Apa mungkin itu Lucifer?"
"Hah? Lucifer katamu? Jangan bercanda makhluk itu sudah mati ribuan tahun yang lalu kan? Bukankah kepsek sendiri yang mengatakan itu?" potong Anna yang terkejut mendengar nama Lucifer.
"Iya, kalian tidak salah dia adalah Lucifer, aku tidak tau apa yang terjadi tetapi Lucifer masih hidup. Dia tidak hanya mengincar bumi tapi dia menginginkan seluruh alam semesta, banyak para dewa yang turun dan mencoba menghentikannya tetapi tidak ada satupun yang berhasil menghentikannya, dewa-dewa dari olimpus juga ikut turun tangan tapi mereka semua mati termasuk Zeus ditangan Lucifer ... Hingga membuat Tuhan turun tangan untuk menghentikan Lucifer dan mengirimnya kembali ke neraka, mereka pun bertarung dengan sangat hebat hingga menghancurkan 1001 alam semesta dan dimensi-dimensi atas, alam para dewa semua hancur tak tersisa, semua kehidupan di alam semesta juga lenyap kemudian Tuhan berhasil menjebaknya dengan menggiring Lucifer ke sebuah tempat yang disebut dengan surga ... Pada saat Lucifer menginjakkan kakinya disana ia langsung terbakar dan ketika Lucifer sedang kesakitan karena terbakar Tuhan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung mengirim Lucifer kembali ke neraka lalu menyegelnya disana untuk selamanya, tragedi itu terjadi sekitar 30 tahun lamanya."
Anna dan Seryu tercengang dan tidak bisa berkata apa-apa setelah mendengarkan cerita dari Richard.
Tetapi Rizzy penasaran darimana Richard mengetahui cerita itu dan menanyakannya. "Hoi Richard, kau tau cerita itu dari siapa?"
"Dari kakekku, dia satu-satunya orang yang selamat dari tragedi mengerikan itu."
"Ohh? Apa benar begitu?" balas Rizzy dengan senyuman yang lebar. "Tak kusangka ternyata 'Ren' masih hidup!" lanjutnya dalam hati.
*FYI: Ren adalah kakeknya Richard, umur Ren sekarang sekitar 2 abad.
Seketika Richard, Seryu, dan Anna terkejut sekaligus kebingungan, ketiganya memiliki pemikiran yang sama, kenapa Rizzy tersenyum seperti itu.
Seryu pun mencoba bertanya kepada Rizzy, apa yang membuatnya tersenyum mengerikan seperti itu.
"Oi, oi, oi Rizz!!! Kau kenapa tiba-tiba tersenyum? Apa yang membuatmu berekspresi seperti itu?"
"Hahaha tidak ada apa-apa, hanya saja aku merasa bahwa ada sesuatu yang menyenangkan akan datang, aku sungguh tidak sabar!!!" senyumannya semakin lebar sehingga membuat teman-temannya gemetar ketakutan.
Disisi lain, Emi yang sedang berjalan di lorong sekolah tidak sengaja mendengar samar-samar suara Rizzy dan yang lainnya, kemudian ia berlari kecil menuju sumber suara itu, tidak salah lagi suara-suara itu berasal dari ruang klub seni.
Sesampainya disana Emi langsung menggeser pintu ruangan itu dan menyapa semua yang ada disana.
"Halooo, kalian!!! Apa kalian sedang membicarakan sesuatu?"
"Oh sialan, si ****** ini datang." batin Anna.
"Hai nona manis, kau darimana saja? Apa kau merindukanku? Hahaha." goda Seryu.
Rizzy yang tadinya memasang ekspresi mengerikan akhirnya kembali datat seperti semula dan dia hanya terdiam tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.
"Seryu hentikan itu, kau menjengkelkan." tegas Richard.
Emi menengok kearah Rizzy yang hanya diam saja dan bahkan tidak memperhatikan kehadirannya, kemudian Emi menghampirinya dan menyapanya sekali lagi.
"Hentikan itu, jangan menggodaku dengan wajahmu yang menawan itu, aku bisa jatuh cinta jika kau memandangku terus, bercanda deh." jawab Rizzy.
*Deg-deg!!
Hati Emi berdebar kencang setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Rizzy, wajahnya pun memerah tersipu malu, ia langsung menutupi wajahnya dengan buku yang dia bawa sedari tadi.
"Bo-Bodoh." Emi membalasnya dengan nada yang sangat pelan dan lembut.
"Ehh, anu Richard dia kenapa?" tanya Rizzy.
"Beneran bego ternyata." jawab Richard.
Seryu dan Anna yang mendengar pertanyaan Rizzy sepemikiran dengan Richard dan mereka menepuk kening masing-masing.
"Aku benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa, ini orang kuat tapi kenapa harus bodoh si?" ungkap Anna terheran.
"Sekarang bagaimana cara kita menjelaskannya?" tanya Seryu.
Mereka semua pun tertawa lepas sembari terus menjahili Rizzy yang polos itu.
*Keesokan harinya, lebih tepatnya dihari minggu.
Alarm milik Rizzy mulai berdering nyaring membuat dia langsung terbangun dari tidurnya.
"Huhh, sudah pagi ternyata, sepertinya hari ini akan membosankan seperti biasanya." keluh Rizzy.
Ia pun segera bergegas dari tempat tidurnya lalu membuka korden jendela, matahari pagi yang bersinar terang langsung menyambutnya dengan hangat. Setelah membuka korden Rizzy segera membersihkan dan merapikan kamarnya.
"Wah, wah, kamarku udah seperti kapal pecah saja."
Tak butuh waktu lama bagi Rizzy untuk membersihkan seluruh sudut kamarnya hingga benar-benar bersih dan harum.
"Yos dengan begini aku bisa segera mandii...." gumamnya
Saat baru saja keluar dari kamarnya bel rumahnya berbunyi, Rizzy yang mendengar itupun langsung menuju ke arah pintu depan dan langsung membuka pintu tersebut.
*Take a note: Rizzy kalau turu ga pernah make baju dan cuma make celana kolor:v
"Selamat pa-..... WAHHHHHH KENAPA KAMU TIDAK MEMAKAI BAJU?? DAN JUGA KENAPA KAMU CUMA MEMAKAI CELANA PENDEK SEPERTI ITU!!!!" teriak Emi terkejut.
"Uwahh aku tidak menyangka kalau kamu akan datang kesini sepagi ini, tidak usah berlebihan begitu, ayo masuk dulu tunggulah diruang tamu aku akan mandi sebentar." jawab Rizzy dengan polosnya.
Emi yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia liat pun hanya mengangguk dan masuk kedalam rumah Rizzy.
"Dia bahkan ga malu sama sekali dengan penampilannya yang seperti itu, tapi mengesampingkan hal itu tubuhnya cukup atletis juga yaa." ucap Emi dalam hati.
Emi sedikit terpanah dengan tubuh atletis milik Rizzy, sehingga tanpa disadari ia terus mengikuti Rizzy hingga ke kamarnya.
Rizzy yang menyadari hal itupun langsung menegurnya dengan lembut. "Hmm? Emi-san, emm apa yang kamu lakukan? Sebaiknya kamu menunggu diruang tamu saja, aku tidak akan lama." ungkap Rizzy.
Setelah mendengar perkataan dari Rizzy, Emi langsung sadar kembali. "Ehhh? Ahh? Anuuu, iyaaa aku akan menunggumu dibawah, cepat dikit yaa..." ucap Emi dengan senyum malu. "Uwahhh, memalukan!!! Kenapa aku mengikutinya sampai ke kamar, pengen ngilang rasanya, malu bangettt!!!" lanjut Emi dalam hati sembari berjalan menuju ruang tamu.
Tak berselang lama, Rizzy pun sudah selesai bersiap-siap dan langsung menuju ke ruang tamu, dimana Emi sudah menunggunya disana sedari tadi.
Setelah sampai di ruang tamu mata Rizzy langsung tertuju ke satu arah, matanya seketika melebar dan tertegun sejenak tetapi ekspresinya tetap datar, tak salah lagi, yang dilihat oleh Rizzy saat ini adalah Emi.
Rizzy kagum dengan penampilan Emi hari ini, namun Rizzy bukanlah tipe orang yang suka memuji penampilan orang lain karena takut menyinggung perasaan orang lain, meski menyadari bahwa Emi terlihat lebih imut hari ini, dia tetap diam dan tidak mengucapkan sepatah katapun untuk penampilan Emi.
"Emi, aku sudah selesai, bisakah kita pergi sekarang?"
Rizzy memanggil Emi dengan nada yang lembut disertai ekspresi datar diwajahnya.
"Eh? Ohh iya, ayo!!"
Emi pun juga menjawabnya dengan antusias, disaat yang bersamaan Emi juga menantikan pujian dari Rizzy, yang tak kunjung ia dengar
Mereka berdua akhirnya pergi bersama di minggu pagi yang cerah ini.