The Prince

The Prince
Bab 7



Keesokan harinya Alisha tidak bersekolah karena harus menjaga Lucas. Aileen pergi ketoko untuk menyiapkan pesanan buket bunga yang akan diambil.


Alisha mengobati luka diwajah Lucas dan juga menyuapinya makan.


" Sebenarnya bagian tubuhmu yang mana sih yang sakit?. Kenapa ke kamar mandi saja kau tidak bisa. Makan juga harus disuapi. " Kesal Alisha menyuapi Lucas.


" Semua badanku sakit." Menjawab sambil mengunyah makanan.


" Tapi kulihat hanya wajahmu saja yang terluka. " Ucap Alisha curiga.


" Kau kan cuma bisa melihat tidak bisa merasakan. Memangnya kenapa si kau dari tadi cerewet sekali berisik tau. "


" Kau ini ya!. tidak tau diri sekali mengataiku berisik. Karena kau aku tidak bisa masuk sekolah. Sebentar lagi aku ada ujian kenaikan. "


" Ku kira kau kesal karena tidak bisa bertemu dengan temanmu itu. " Jawab Lucas acuh.


" Sekarang katakan padaku kenapa kau bisa terluka seperti ini?. " Tanya Alisha.


" Kemarin kakak kelasku ingin mengambil game milikku. Tentu saja aku tidak mau memberikannya jadi dia memukuli ku. " Ucap Lucas.


" Kau ini benar-benar ya!. " Alisha memukul Lucas membuatnya mengaduh.


" Kau ingin membunuhku ya?. Aku kan sudah bilang badanku sakit semua. "


" Sudah berapa kali paman dan bibi bilang jangan bawa game tidak berguna itu ke sekolah. Lihat akibatnya bukan hanya menyusahkan paman dan bibi kau juga menyusahkanku!. "


" Kalau kau tidak ingin menjagaku pergilah. Daripada kau disini malah menyiksaku dengan pukulan-pukulanmu itu. " Kesal Lucas membuat Alisha geram.


" Apa!!.. Kau tidak bisa meninggalkanku kan. Makanya jangan suka marah-marah. Jika temanmu itu tau sifat aslimu dia pasti tidak akan tahan denganmu. " Ucapnya lagi.


" Aku marah karena kau membuatku kesal. Jangan membawa orang lain!. "


Lucas dan Alisha terus bertengkar. Sedangkan di sekolah Alaska sedang sibuk mencari Alisha namun tidak menemukannya.


" Dimana anak itu?. Biasanya dia duluan yang mencariku. " Batin Alaska berusaha mencari keberadaan Alisha.


" Kau mencari siapa pangeran?. " Tanya Eldrick yang sedari tadi memperhatikan Alaska.


" Alisha apa kau melihatnya paman?. " Tanya Alaska terus menolehkan kepalanya kesana kemari untuk mencari Alisha.


" Sedari pagi aku belum belum melihatnya pangeran. Mungkin dia tidak masuk. "


" Bagaimana sih dia, sebentar lagi kan ujian kenaikan. " Ucap Alaska.


" Apa kau mengkhawatirkannya pangeran?. " Tanya Eldrick.


" Eh! tidak! kenapa juga aku harus mengkhawatirkannya. " Bohong Alaska membuat Eldrick tersenyum.


" Paman sepulang sekolah nanti aku ingin ke makam paman Drystan. Tolong katakan pada Ibu. " Ucap Alaska kemudian.


" Baik pangeran. "


~


Di makam Drystan


" Paman aku datang. " Ucap Alaska menatap sebuah nisan sambil meletakkan sebuket bunga.


" Maaf baru bisa mengunjungimu. Aku ingin mengatakan padamu kalau aku sudah memiliki teman sekarang. Dia baik hati dan cerewet. Saat bersamanya aku jadi ingat ketika kau menceritakan tentang anakmu. " Ucapnya lagi teringat masa lalunya bersama Drystan.


Flashback on


" Paman-paman apa kau memiliki anak?. " Tanya Alaska kecil.


" Iya pangeran aku punya seorang anak perempuan. " Jawab Drystan.


" Seperti apa dia?. "


" Dia adalah gadis kecil yang sangat cerewet. Saat aku pulang dia akan mulai bercerita tentang sekolahnya, hari ini dia melakukan apa sampai-sampai dia tidak membiarkanku untuk berganti baju. " Ucap Drystan tersenyum menceritakan tentang putrinya.


" Pasti dia sangat menyebalkan. " Ucap Alaska.


" Bagiku dia tidak menyebalkan. Dia adalah anak yang ceria dan hangat. Sangat mudah membuatnya bahagia. Dia akan senang ketika aku pulang sambil membawakannya setangkai bunga. Melihatnya tersenyum seperti itu membuatku lupa akan rasa lelah dan berganti dengan perasaan bahagia. Kau akan tau rasanya jika kelak sudah menjadi seorang ayah. " Ucap Drystan.


" Lain kali aku akan mempertemukannya denganmu pangeran. Nanti kau juga akan mengerti kenapa aku sangat menyukainya. " Drystan mengusap lembut kepala Alaska.


Flashback off


" Kau belum mempertemukanku dengannya paman. Aku jadi merasa punya hutang budi padanya. Apakah dia masih ceria dan cerewet setelah aku membuat ayahnya meninggal karena melindungiku. " Batin Alaska sedih.


"Pangeran kita harus segera kembali ke istana karena Raja Jean akan melakukan pertemuan dan kau harus ikut. " Ucap Eldrick menghampiri Alaska.


" Baik paman. "


~


Sore hari saat Aileen sampai di rumah ia mendengar suara berisik dari dalam kamar Lucas.


" Pasti mereka berdua sedang bertengkar lagi. " Ucap Aileen menghembuskan nafasnya pergi ke kamar Lucas.


Dan benar saja Alisha dan Lucas kembali berdebat.


" Aku belum selesai mengobatinya jangan menjauhkan wajahmu. Itu membuatku kesulitan bodoh!. " Teriak Alisha.


" Aku tidak mau!!!. Kau mengobatiku seperti sedang balas dendam. Kau menekan lukaku sangat keras!!.. " Ucap Lucas tak kalah berteriak.


" Aku sudah mengobatinya dengan lembut kau saja yang lemah!. "


" Kalian hentikan!. " Lerai Aileen.


" Apa sejak tadi kalian terus bertengkar seperti ini?. " Tanya Aileen.


" Kak Alisha yang mencari gara-gara denganku ibu. Masa dia menuangkan obat seperti menyeduh teh tentu saja itu perih. " Adu Lucas.


" Dia saja yang lemah bibi. Selalu saja menyusahkan!. anak seperti mu seharusnya dibuang ke laut!. "


"Ibuku sangat menyayangiku jadi tidak mungkin dia akan membuangku."


" Hei sudah hentikan. Alisha sebaiknya kau pulang, istirahatlah sebentar setelah itu baru kau ke restoran. " Ucap Aileen.


" Kenapa juga dia harus istirahat. Dia dari tadi disini tidak melakukan apa-apa selain menyiksaku. " Ucap Lucas memancing kekesalan Alisha.


" Sudah jangan hiraukan ucapan anak ini kau pulanglah. "


" Baik bibi aku pulang dulu. " Alisha keluar dari kamar Lucas.


~


Sesampainya di dalam rumah Alisha terkejut melihat ibunya duduk di lantai sambil menangis memegangi jarinya.


" Astaga ibu kenapa?. " Alisha segera menghampiri Aiden.


" Tanganku terluka Alisha." Ucapnya menangis terus menatap jarinya yang berdarah karena terkena pecahan gelas.


" Kenapa ibu bisa terluka?. Sudah ayo kita ke kamar, biar aku obati. " Alisha membantu Aiden bangkit dan mengantarnya ke kamar.


" Ibu berhati-hatilah saat melakukan sesuatu jangan sampai hal ini terjadi lagi. " Ucap Alisha mengobati jari Aiden.


" Aku merindukan ayahmu Alisha dia sudah begitu lama pergi. " Ucap Aiden meneteskan air matanya.


" Ibu jangan bersedih ayah sudah bahagia disana jadi kita juga harus bahagia sekarang. " Alisha berusaha menenangkan ibunya.


" Katakan padaku bagaimana kita akan bahagia ketika tidak ada lagi yang akan mengecup keningmu saat tidur. Tidak ada lagi yang akan mebawakanmu bunga. Tidak ada yang akan memelukmu ketika kau ketakutan. Katakan padaku bagaimana bisa kita bahagia Alisha!!!!. " Teriak Aiden histeris mengingat kebiasaan manis Drystan kepadanya dan Alisha.


" Ibu kumohon tenanglah. " Alisha memeluk ibunya sambil menahan tangis.


Lama kelamaan Aiden mulai lelah dan tertidur di pelukan Alisha. Alishapun membaringkan tubuh Aiden ke tempat tidur dan membalut tubuhnya dengan selimut, kemudian mengecup kening Aiden.


" Aku yang akan mengecup keningmu saat akan tidur ibu. Aku akan membawakanmu bunga saat pulang. Dan aku akan memelukmu ketika kau takut. Aku akan berusaha membahagiakanmu jadi tolong panjang umurlah demi diriku. " Alisha menngusap air matanya menatap sendu Aiden.


Kemudian Alisha pergi ke kamar untuk mandi dan berganti baju. Sebelum pergi ke restoran Alisha termenung di jendela sambil menatap senja.


" Ayah sedang apa kau disana?. Maafkan aku belum bisa menjaga ibu dengan baik. Aku sangat merindukanmu. Ayah do'akan aku agar bisa bertahan untuk ibu. " Ucapnya sedih dalam hati.