The Prince

The Prince
# Perkenalan Tokoh



TOKOH UTAMA


Alisha Aldebara


Seorang gadis miskin ceria namun kadang juga ceroboh, Ia tinggal bersama ibunya yang memiliki gangguan kejiwaan karena kematian ayahnya. Namun Alisha cukup beruntung bisa bersekolah di Sekolah Menengah Atas yang cukup Elite di tempat yang sama dengan Pangeran Mahkota kerajaan . Untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan ibunya Alisha harus bekerja di dua tempat. Sepulang sekolah Alisha akan menjaga toko bunga dan malamnya Ia akan bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran. Alisha memiliki cita- cita untuk menjadi seorang model.


Alaska Jean Nathaniel


Seorang pangeran mahkota yang terkenal tampan namun memiliki tatapan yang sangat tajam dan dingin. Sejak kecil Alaska harus mulai belajar tentang politik kerajaan karena ia harus melanjutkan tahta ayahnya. Karena gelarnya sebagai seorang pangeran mahkota semua hal yang ia lakukan sangat dibatasi. Bahkan tidak ada yang berani berteman dengannya karena statusnya. Banyaknya tanggung jawab yang ia pikul membuat Alaska menjadi pendiam.


FIGURAN


Aiden : Ibu Alisha yang memiliki gangguan jiwa karena kematian Drystan suaminya yang meninggal akibat dibunuh karena melindungi keluarga kerajaan. Aiden selalu berkata pada Alisha bahwa dia harus bisa mendapatkan pangeran mahkota.


Raja Jean : Ayah dari Alaska yang memiliki sifat tegas, bijaksana dan berwibawa.


Ratu Bianca : Ibu Alaska yang memiliki sifat ambisius. Bianca selalu ingin Alaska menjadi seorang raja yang sama seperti Ayahnya.


Bibi Aileen : pemilik toko bunga tempat Alisha bekerja. Aileen sangat baik kepada Alisha karena merasa kasihan dengan nasib buruk yang dijalani Alisha.


Paman Louis : pemilik restoran tempat Alisha bekerja sekaligus kakak dari ibunya Aiden serta suami Aileen.


Aurora : Adik Alaska.


Alisha Aldebara gadis pekerja keras dan juga ceroboh. Saat berumur 6 Tahun ayahnya meninggal terbunuh karena melindungi salah satu anggota keluarga kerajaan. Ayahnya bekerja sebagai pengawal kerajaan. Ayah Alisha begitu mencintai keluarga kerajaan karena itulah dia rela mengorbankan nyawanya untuk melindungi keluarga kerajaan.


Kematian Drystan sangat memuku jiwa Aiden ibu Alisha. Dan sejak saat itu mental Aiden mulai terganggu dia mengatakan kepada Alisha bahwa dia harus menikah dengan pangeran terus menerus setiap hari. Dengan kondisi mental Aiden memaksa Alisha harus mencari uang demi menopang kehidupan mereka berdua.


Alisha bekerja di tempat Aileen dan Louis kakak dari Aiden. Beruntungnya biaya sekolah Alisha ditanggung oleh kerajaan karena jasa ayahnya namun tidak dengan biaya hidupnya.


Disekolah Alisha terus- menerus dibully dan dijauhi karena statusnya yang hanya sebagai anak pengawal yang beruntung. Namun Alisha tidak pernah menyesali apa yang ia jalani saat ini. Alisha tetap ceria dan menjadi dirinya sendiri.


~


Di restoran Louis.


" Aku datang paman ada apa?. Tadi bibi Aileen memintaku datang kesini?. " Ucap Alisha masih memakai seragam sekolahnya.


" Lihatlah ibumu membuat masalah lagi. Dia pergi keluar rumah dan terus mengatakan pada semua orang bahwa dia akan menjadi keluarga kerajaan. " Jawab Louis.


" Maafkan aku paman membuatmu kerepotan. " Alisha menghampiri ibunya yang sedang duduk di salah satu meja sambil memakan camilan.


" Sekarang bawa ibumu pulang dan jangan lupa kunci rumahmu agar dia tidak keluar lagi. " Ucap Louis.


" Baik paman. Ibu ayo kita pulang. " Ajak Alisha.


" Hei Alisha putriku yang cantik. Ingatlah suatu saat nanti kau harus menjadi ratu di kerajaan. " Ucap Aiden memegang kepala Alisha dengan kedua tangannya.


" Iya Ibu sekarang ayo kita pulang dulu. Nanti aku akan memasak makanan kesukaanmu. " Alisha menggandeng lengan Ibunya untuk pulang.


Sesampainya dirumah Alisha mengantar ibunya sampai di sofa. Kemudian ia berganti baju dan memasak untuk Aiden. Setelah selesai menyuapi ibunya Alisha kembali menuju toko bunga milik Aileen.


" Maaf bibi aku sangat terlambat. " Ucap Alisha terengah-engah.


" Tidak apa Alisha aku mengerti. Sekarang bantu aku menyusun buket bunga ini karena sebentar lagi akan diambil. " Jawab Aileen.


" Baik bibi. "


Alisha mulai membantu Aileen untuk merangkai buket bunga. Setelah toko bunga tutup Alisha langsung bergegas menuju restoran untuk membantu Louis.


" Alisha antarkan pesanan ini ke meja pelanggan. " Suruh Louis.


" Baik paman. " Alisha mulai berjalan kesana kemari mengantarkan makanan ke meja pelanggan hingga malam.


Saat restoran tutup Alisha belum pulang karena ia masih harus mencuci piring. Tak jarang Alisha memecahkan piring dan gelas karena ke cerobohannya. Louis juga sering memarahi Alisha karena hal itu.


Pekerjaan Alisha baru selesai saat larut malam. Saat sampai dirumah Alisha langsung menuju kamar Aiden untuk sekedar menyelimutinya dan mencium keningnya.


" Aku menyayangimu ibu. " Ucap Alisha mencium kening ibunya.


Alisha tidak langsung beristirahat melainkan dia harus membersihkan rumah dan mengerjakan tugas sekolahnya. Seperti itulah keseharian Alisha waktu longgarnya hanya saat malam hari setelah ia selesai bekerja.


Sangat melelahkan namun Alisha seakan sudah terbiasa dengan hal itu.


~


Keesokan harinya Alisha sudah bangun ketika masih sangat pagi. Sebelum berangkat sekolah ia harus memasak sarapan untuk dirinya dan Aiden.


Alisha berangkat ke sekolah jalan kaki untuk menghemat biaya naik bis. Disekolah Alisha tidak disukai oleh banyak siswa disana karena statusnya sebagai gadis miskin. Bukan hanya siswa namun banyak guru yang juga tidak menyukainya. Ia di sisihkan di kelas tempat duduknya berada di pojok paling belakang.


Saat jam istirahat Alisha pergi untuk mengambil jatah makannya. Alisha merasa senang karena menu hari ini adalah makanan kesukaannya. Karena tidak sabar ingin makan Alisha berjalan cepat tanpa melihat jalan dan tidak sengaja menabrak seseorang.


Bruukkk..... Pranggg.......


Nampan makanan Alisha terjatuh membuat jas orang yang ia tabrak terkena tumpahan makanannya.


" Maaf maaf aku tidak sengaja. " Ucap Alisha berusaha membersihkan jas seseorang yang ia tabrak.


" Dimana kau taruh matamu. " Ucapnya.


" Maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja. " Alisha terus mengusap jas laki-laki itu.


" Sudah hentikan lain kali berhati-hatilah. " Ucapnya pergi meninggalkan Alisha untuk mengganti jasnya.


Alisha tidak tau bahwa yang ia tabrak adalah Alaska pangeran mahkota di negrinya. Alisha menatap makanannya yang terjatuh dilantai.


" Makananku. " Ucapnya sedih.