
Alaska sampai di tempat mobilnya terparkir namun tidak menemukan Alisha disana.
" Kemana anak itu pergi?. " Ucap Alaska mengamati sekitarnya.
" Pangeran. " Eldrick memanggil Alaska dan menunjuk sebuah taman bunga.
Terlihat Alisha sedang berlarian di hamparan bunga dengan riangnya. Sesekali dia memetik beberapa bunga dan menggabungkannya menjadi sebuah rangakaian. Alaska menatapnya sejenak hingga Eldrick mengingatkannya kalau waktu mereka terbatas.
" Hei ayo pulang. " Teriak Alaska membuat Alisha berlari mengehampirinya.
Karena tidak melihat jalan Alisha tersandung dan terjatuh menabrak Alaska. Untungnya Alaska mampu menahan tubuh Alisha sehingga tidak ikut terjatuh. Alisha dan Alaska saling bertatapan hingga deheman Eldrick membuat Alisha seketika menjauhkan dirinya dari Alaska. Sedangkan Alaska berusaha merapikan jasnya untuk menghilangkan rasa canggung.
" Kau ini ceroboh sekali jangan suka lari-larian untung saja kau tidak terjatuh. " Tegur Alaska.
" Maafkan aku!. " Ucap Alisha menunduk membuat Alaska menjadi sedikit tidak enak hati.
" Sudah ayo kita pulang kau bilang kita harus pulang sebelum malam. " Ucap Alaska dan Alisha pun menurutinya kemudian masuk kedalam mobil sambil membawa bunga yang tadi ia petik bersama Alaska.
Didalam mobil
" Kenapa kau membawa bunga itu?. "
" Karena aku menyukainya. Bunga ini akan kusimpan sebagai kenang-kenangan kalau aku pernah ke tempat ini. " Jawab Alisha.
" Apa kau senang?. " Tanya Alaska dan Alisha langsung mengangguk antusias.
" Suatu saat nanti aku berharap bisa kembali kesana. " Jawab Alisha tersenyum ceria.
" Tenang saja lain kali aku akan mengajakmu ke tempat yang lebih bagus lagi. " Ucap Alaska.
" Wahh benarkah?. " Tanya Alisha berbinar.
" Ya asalkan kau masih jadi temanku maka kau akan kuajak ke berbagai tempat. " Jawab Alaska.
" Tentu saja aku akan tetap jadi temanmu. Tidak ada alasan untuk kita berpisah. Kecuali jika kau tidak suka berteman denganku. "
" Hei kau ini gampang sekali tersinggung aku hanya bercanda tau. " Ucap Alaska.
" Ya mana ku tau kalau kau bercanda. Nada bicaramu saja begitu. " Ucap Alisha membuat Alaska kesal sekaligus gemas melihat ekspresinya yang seperti orang tidak bersalah.
" Dasar kau ini. " Batin Alaska.
Setelah satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai didepan restoran Louis.
" Ini untukmu. " Alaska menyodorkan jepit rambut yang tadi ia beli sebelum Alisha turun dari mobil Alaska.
" Jepit ini kan?. "
" Iya aku melihat kau menyukainya jadi aku membelikannya untukmu. " Jawab Alaska.
" Kenapa kau baik sekali. Kalau begini kan aku jadi punya hutang padamu. " Jawab Alisha.
" Hei memangnya aku tidak boleh memberimu sesuatu?. Kau juga sering memberiku camilan saat disekolah. "
" Iya juga sih tapi tetap saja aku jadi berhutang padamu. "
" Yasudahlah terserah padamu saja. Kalau kau anggap itu hutang ya anggap saja begitu."
Disisi lain Eldrick dan supir pribadi Alaska sedang berusaha menahan tawa mendengar perdebatan konyol mereka berdua.
" Kau sebenarnya berniat memberiku atau tidak sih?. " Tanya Alisha.
" Hei kenapa kau jadi banyak bicara sekali. Apa kau tidak mau pulang?. "
" Oiya aku kan harus bekerja. Yasudah aku pergi dulu ya Terima kasih jepitnya. " Alisha segera turun dari mobil Alaska dan masuk kedalam restoran Louis.
Alaska juga pulang menuju istana.
" Paman. " Panggil Alaska.
" Ada apa pangeran?. " Tanya Eldrick.
" Mulai besok singkirkan foto ku dari sekitar tempat ini dan sekolah. Aku tidak mau Alisha melihatnya. " Perintah Alaska.
" Baik pangeran. "
" Wah lihatlah betapa hebatnya gadis itu bisa membuat pangeran yang selama ini tidak pernah menggunakan kekuasaannya untuk hal seperti ini menjadi sangat merepotkan. Tapi aku juga senang melihat pangeran bahagia. " Batin Eldrick.
" Oiya paman bagaimana dengan ibu?. " Tanya Alaska.
" Aku memberi Alasan bahwa kau ingin ke perpustakaan kota dan mengunjungi makam pengawal Drystan. Aku juga sudah menyiapkan sebuah buku yang tadi ku pinjam disana untuk menjadi bukti. " Eldrick menyerahkan beberapa buku kepada Alaska.
" Terima kasih paman kau sangat membantuku hari ini. Maaf merepotkanmu. " Alaska mengambil buku yang diberikan Eldrick.
" Sepertinya mulai hari ini kau akan benar-benar merepotkanku pangeran. Lihatlah Drystan pangeran kesayanganmu sudah mulai dewasa. " Batin Eldrick.
~
Di restoran....
Alisha mengambil apron untuk menutupi seragam sekolahnya agar tidak kotor.
" Kenapa kau tidak pulang saja?. Kau pasti lelah seharian ini. " Ucap Louis.
" Kalau aku tidak bekerja siapa yang akan membantu paman. Lucas?. Lihat saja pekerjaannya sehari-hari hanya bermain game. Kau pasti akan kelelahan. " Jawab Alisha menyindir Lucas yang sedang duduk disebelah Louis sambil bermain game.
" Kenapa kau ini suka sekali mengganggu ku?. " Ucap Lucas masih bermain game.
" Karena kau itu pemalas. Apa kau tidak kasihan pada paman Louis dan bibi Aileen harus mencari uang untuk menghidupi anak sepertimu. " Ucap Alisha.
" Mereka saja tidak keberatan kenapa jadi kau yang tidak suka?. "
" Sudah-sudah kenapa kalian ini setiap bertemu selalu saja bertengkar. Alisha lakukan pekerjaanmu. " Suruh Louis.
" Lihatkan ayahku pasti akan membelaku. " Ucap Lucas membuat Alisha kesal ingin menghampirinya.
" Sudah pergilah jangan hiraukan ucapan anak malas ini. " Ucap Louis kemudian memukul kepala Lucas dengan serbet.
" Ayah itu kotor. " Protesnya.
" Aku tidak peduli. Kau ini dengarkan ucapan kakakmu itu. Jangan hanya bermain game saja setiap hari bantulah aku dan ibumu. Kau pikir kau akan selamanya jadi anakku. " Ucap Louis menasehati putra semata wayangnya itu.
" Iya-iya ayah nanti aku akan membantumu kalau kak Alisha sudah menikah. "
" Kau ini benar-benar ya!. " Louis geram kepada Lucas.
~
Di istana Jean, Bianca dan Aurora sedang berkumpul di ruang keluarga saat Alaska datang.
" Darimana saja kau Alaska?. Tidak biasanya kau pulang selambat ini?. "Tanya Jean.
" Aku tadi pergi kemakam paman Drystan kemudian pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku ayah. " Jawab Alaska.
" Apa kau benar-benar kesana?. " Tanya Bianca membuat Alaska sedikit gugup.
" Iya ibu aku meminjam beberapa buku yang tidak ada di istana. " Alaska menunjukkan beberapa buku yang tadi diberikan oleh Eldrick.
" Yasudah sekarang kau mandilah dan makan kemudian istirahat. " Ucap Jean.
" Baik ayah. "
" Kakak apakah nanti aku boleh ke kamarmu. Aku ingin bermain denganmu. " Pinta Aurora.
" Iya datanglah. " Alaska tersenyum kepada Aurora kemudian pergi menuju kamarnya.
" Bianca kau jangan terlalu mengekang Alaska. Dia juga butuh hiburan disamping belajar. " Ucap Jean.
" Aku tahu itu. Aku hanya tidak ingin dia terlalu bersantai suamiku. " Jawab Bianca.
~
Saat restoran Louis tutup.
Alisha duduk disofa sambil meregangkan tubuhnya.
" Akhirnya selesai juga pekerjaanku. " Ucap Alisha.
Tak lama kemudian Aileen datang membawakan makanan untuk Alisha.
" Makanlah. "
" Wah bibi tau saja kalau aku lapar. " Alisha mulai menyantap makanannya.
" Oiya apakah ibu juga sudah makan bibi?. " Tanya Alisha sambil mengunyah.
" Telan dulu makananmu itu. Tenang saja aku sudah mengantarkan makanan untuk ibumu. "
" Hei kak sebenarnya siapa sih temanmu. Tadi aku melihat kau turun dari mobil mewah. " Tanya Lucas penasaran duduk disebelah Alisha.
" Kenapa?. Kau iri padaku?. " Tanya Alisha.
" Kenapa juga aku iri. Sudah jawab saja temannu itu anak orang kaya ya?. " Tanya Lucas lagi.
" Aku tidak tau. Setauku dia adalah anak pengawal. "
" Jika dia anak pengawal tidak mungkin punya mobil semewah itu. Lihat saja kau dulu juga anak pengawal tapi tidak punya mobil. " Ucap Lucas.
" Ya mana kutau kau pikir aku detektif. " Ucap Alisha.
" Kau ini bodoh sekali sih. Seharusnya kau bertanya. "
" Berani sekali kau mengataiku bodoh dasar pemalas!. " Ucap Alisha kesal.
" Hei sudah Lucas bantu ayahmu sana. Dan Alisha habiskan makananmu lalu pulanglah. " Aileen pergi ke dapur untuk membantu Louis.