
Alaska termenung didalam kamarnya. Ia berbaring di kasur dan pikirannya melayang kembali saat ia berada di toko cenderamata.
Flashback on
" Bibi beri aku jepit yang dicoba gadis tadi. " Ucap Alaska.
Penjual itu memberi jepit itu kemudian Alaska membayarnya. Sebelum Alaska pergi dari sana penjual itu mengatakan sesuatu kepada Alaska.
" Gadis itu akan membuat perubahan besar dihidupmu. Jangan biarkan dia pergi, kau akan menjadi seseorang yang luar biasa jika bersamanya. Akan ada banyak masalah yang datang kepada kalian hadapilah bersama. " Ucapnya membuat Alaska tidak mengerti.
" Maksud bibi apa?. " Tanya Alaska.
" Tidak nak itu jepit yang indah kau punya selera yang bagus. " Ucapnya tersenyum.
" Baiklah bibi aku pergi dulu. " Alaska meninggalkan toko.
Flashback off
" Apa maksud bibi tadi. " Batin Alaska berpikir keras. Tiba-tiba...
" Kakak aku datang!!. " Teriak Aurora masuk kedalam kamar dan mengejutkan Alaska.
" Hei Aurora kau mengagetkanku saja. Lain kali ketuklah pintu dulu sebelum masuk. " Ucap Alaska mengetuk hidung Alisha dengan jari telunjuknya.
" Maafkan aku kakak tadi aku terburu-buru jadi tidak sempat mengetuk pintu. "
" Apa yang membuatmu terburu-buru?. "
" Aku takut jika kau sudah tidur nanti aku tidak jadi bermain denganmu lagi. Akhir-akhir ini kau sibuk sekali sih. " Ucap Aurora memanyunkan bibirnya.
" Maafkan aku Aurora kau kan tau sendiri aku sedang sibuk jadi tidak sempat bermain denganmu. Sekarang kau mau main apa?. Akan ku temani. "
" Aku ingin bermain monopoli ini denganmu. " Aurora menunjukkan peralatan monopolinya kepada Alaska.
" Baiklah ayo kita bermain. " Ucap Alaska dan Aurora pun langsung naik keatas kasur besar dan luas milik kakaknya itu.
~
Disekolah Alisha dan Alaska semakin sering bertemu dan semakin dekat. Karena ujian kenaikan kelas sudah mulai mendekat. Alaska mengajari Alisha pelajaran yang tidak ia pahami.
" Yang ini bagaimana tadi?. Aku tidak paham. " Tanya Alisha sambil memakan camilannya.
" Kau ini!. aku sudah menjelaskan padamu 2 kali kenapa kau masih saja tidak paham. Apakah otakmu itu tersumbat?. " Kesal Alaska.
" Hei jangan bawa-bawa otakku dia sudah berusaha keras untuk memahami semua soal ini. Jika kau mengatainya kau akan membuatnya tidak mau berpikir lagi bagaimana?. " Jawab Alisha ketus mengunyah makanannya.
" Telan dulu makananmu nanti kau tersedak. Mungkin itu penyebabnya kau tidak paham-paham, karena kau makan sambil belajar jadi otakmu tidak fokus pada apa yang kujelaskan. " Alisha tersenyum kepada Alaska.
" Kenapa senyummu seperti itu sih?. " Tanya Alaska heran karena senyuman Alisha terlihat sangat menggemaskan.
" Seperti itu bagaimana?. Apa aku terlihat lebih cantik jika tersenyum seperti ini?. " Goda Alisha.
" Kau ini percaya diri sekali. Kalau kau tersenyum begitu wajahmu terlihat aneh. " Alibi Alaska tidak mau memuji Alisha.
" Kalau begitu tidak usah melihatnya."
" Aku kan punya mata. "
" Ya tinggal tutup saja matamu itu susah sekali sih. Ayo sekarang ajari aku lagi. "
" Tidak!. Habiskan makananmu dulu. Meskipun ku ajari puluhan kali kau tidak akan paham jika makananmu itu belum habis. "
" Tapi ini banyak sekali bantulah aku memakannya agar cepat habis. "
" Kau ini merepotkan sekali sih. Lain kali kalau sedang belajar jangan membawa makanan!. "
" Iya-iya nanti aku tidak akan membawanya sekarang bantu aku menghabiskannya. " Alisha menyodorkan makanannya kepada Alaska.
Alaska mau tidak mau ikut memakannya agar Alisha bisa cepat belajar lagi.
" Alaska kenapa kau pintar sekali sih?. " Tanya Alisha kagum setelah Alaska menjelaskan beberapa soal seperti seorang guru.
" Karena aku belajar. Lalu kau sendiri kenapa bodoh sekali? Apa kau tidak pernah belajar?. " Tanya Alaska.
" Kenapa kau jadi suka mengataiku. Dan apa kau tidak melihat aku kesekolah untuk belajar bukan bermain bagaimana kau ini. Kenapa sekarang jadi kau yang bodoh?. " Ucap Alisha.
" Wahh beraninya dia mengataiku bodoh. " Batin Alaska.
" Berani sekali kau mengataiku bodoh. " Ucap Alaska tidak terima.
" Kenapa aku harus takut kau kan hanya temanku. Kalau kau pangeran atau raja baru aku akan takut. " Jawab Alisha.
" Hei kenapa kau menatapku seperti itu?." Ketus Alisha membuat Alaska menghembuskan nafasnya untuk meredam amarahnya.
" Maksudku apakah kau tidak pernah belajar dirumah?. " Tanya Alaska menurunkan nada suaranya.
" Aku tidak punya waktu untuk belajar dirumah. " Jawab Alisha.
" Memangnya apa saja yang kau lakukan seharian sampai tidak sempat belajar?. " Tanya Alaska.
" Yakin kau mau mengetahuinya?. " Tanya Alisha membuat Alaska penasaran.
" Iya. " Jawab Alaska datar.
" Jadi sepulang sekolah aku harus ke toko bunga untuk membantu bibi setelah tutup aku pulang sebentar untuk mandi, ganti baju dan memasak untuk ibu. Malamnya aku akan membantu paman di restoran. Lalu aku pulang dan membersihkan rumah baru setelah itu aku mandi kemudian istirahat. Besoknya aku harus bangun pagi-pagi untuk ke memasak dan pergi sekolah begitu seterusnya. " Ucap Alisha menjelaskan membuat Alaska terkejut mendengar kegiatan Alisha yang sangat padat.
" Apa kau tidak lelah?. " Tanya Alaska prihatin.
" Aku sudah terbiasa Alaska jadi ya begitulah. "
" Kenapa bukan ibumu yang bekerja?. " Tanya Alaska.
" Jiwa ibuku terganggu karena kepergian Ayah. " Jawab Alisha tersenyum pias.
" Maafkan aku Alisha. Aku tidak bermaksud membuatmu sedih. " Ucap Alaska kasihan.
" Sudah tidak apa lagipula kau kan temanku jadi sekarang atau nanti kau juga harus tau tentang hal ini. " Jawab Alisha tersenyum tulus kepada Alaska.
" Sekarang ayo kembali belajar. Nanti jika nilai ujianmu bagus aku akan mengajakmu pergi lagi. " Ucap Alaska menyemangati Alisha.
~
Sepulang sekolah Alisha pergi menuju toko bunga akan tetapi toko itu masih tertutup rapat. Alisha pun pergi ke restoran Louis untuk bertanya dimana Aileen.
" Sore paman. " Sapa Alisha masuk kedalam restoran.
" Sore, kau pasti mencari Aileen ya?. " Tanya Louis.
" Iya paman tadi aku ke toko tapi pintunya tertutup rapat. "
" Bibimu sedang mengobati Lucas di rumah. " Jawab Louis.
" Memangnya apa yang terjadi dengannya?. " Tanya Alisha khawatir.
" Dia bertengkar dengan temannya disekolah. " Jawab Louis.
" Dasar anak itu selalu saja membuat masalah. " Alisha berkacak pinggang.
" Yasudah paman aku akan kesana untuk melihatnya. " Pamit Alisha.
" Iya hati-hati. "
Sesampainya di rumah Louis.
" Bibi, Lu aku datang. " Ucap Alisha masuk ke dalam rumah.
" Kemarilah aku ada di kamar Lucas. " Teriak Aileen dan Alisha pun pergi ke kamar Lucas.
Disana Alisha melihat Aileen sedang mengompres luka lebam diwajah Lucas dan juga menempelkan plester.
" Lihat apa yang sudah terjadi padamu?. " Tanya Alisha.
" Apa kau tidak lihat aku terluka seperti ini. " Ketus Lucas menahan sakit.
" Kau ini ya suka sekali membuat masalah apa kau tidak kasihan pada bibi dan paman?.selalu saja membuat orang khawatir. " Marah Alisha.
" Hei aku ini sedang sakit bukannya memanjakanku kau malah memarahiku. " Kesal Lucas.
" Hei sudah berhentilah bertengkar. " Lerai Aileen.
" Alisha bisakah kau membantuku?. " Tanya Aileen.
" Selagi aku bisa aku akan membantumu bibi. " Jawab Alisha.
" Tolong temani Lucas. Aku harus kembali ke toko karena ada pesanan yang akan diambil. " Ucap Aileen.
" Iya bibi serahkan saja anak nakal ini padaku. Kau kembalilah ke toko. " Jawab Alisha menatap sinis kearah Lucas.
" Terima kasih Alisha selesai mengompresnya aku akan kembali ke toko. "