The Prince

The Prince
Bab 4



Sepulang sekolah Alisha pergi menemui Alaska yang sudah menunggunya di mobil.


" Silahkan masuk. " Ucap pengawal Alaska membukakan pintu untuk Alisha.


" Wahh mobilmu keren sekali. " Ucap Alisha duduk di sebelah Alaska sambil memandangi isi mobil Alaska.


" Apa ini kali pertamamu naik mobil?. " Tanya Alaska dibalas anggukan oleh Alisha.


" Baiklah jalan. " Ucap Alaska memerintah supirnya untuk berangkat.


" Kita mau kemana?. "


" Sudah ikut saja nikmati perjalananmu. "


Alaska terus memandangi Alisha yang terlihat sangat senang dan tak henti-hentinya tersenyum kagum. Setelah beberapa lama Alisha merasa bosan dan mengantuk.


" Apa masih jauh?. " Tanya Alisha.


" Kenapa?. "


" Aku mengantuk. " Jawab Alisha.


" Kalau begitu tidurlah jika sudah sampai aku akan membangunkanmu. "


Tak lama kemudian Alisha tertidur kepalanya menyender pada pundak Alaska membuatnya terkejut. Eldrick yang menyadarinya langsung bertanya kepada Alaska.


" Pangeran apa kau merasa tidak nyaman?. " Tanya Eldrick.


"Ssssttt jangan berbicara keras-keras nanti dia terbangun. Dan jangan memanggilku seperti itu atau kau akan membongkar statusku. Tenang saja Aku tidak apa. " Jawab Alaska membuat Eldrick kembali keposisinya.


" Pangeran kau sudah mulai berubah. " Batin Eldrick tersenyum.


" Kenapa kau tersenyum?. " Tanya Alaska melihat Eldrick dari kaca.


" Tidak tuan aku hanya sedang mengingat hal lucu saja. " Jawab Eldrick berbohong.


~


Sesampainya di tujuan Alaska bingung bagaimana caranya untuk membangunkan Alisha yang tertidur pulas di pundaknya.


Eldrick berinisiatif untuk membangunkan Alisha karena melihat raut bingung Alaska namun tidak diperbolehkan.


" Biar aku saja yang membangunkannya. "


" Hei bangunlah kita sudah sampai. " Alaska menggoyangkan kepala Alisha dengan telunjuknya.


" Apa?. Dimana?. Kenapa?. " Ucap Alisha spontan membuat Alaska menahan senyum karena wajah lucu Alisha saat bangun tidur.


" Kau ini mengangetkanku saja. " Ucap Alisha lagi.


" Padahal aku sudah berhati-hati saat membangunkanmu. Kau saja yang terlalu gampang terkejut. "


" Sekarang kita ada dimana?. " Tanya Alisha.


" Keluarlah. " Alaska dan Alisha keluar dari mobil.


" Wahhh Alaska ini indah sekali. Bagaimana bisa mobilmu berada diatas sini?. " Tanya Alisha kagum melihat pemandangan kota dari atas gedung.


" Apa kau menyukainya?. " Tanya Alaska dibalas anggukan antusias oleh Alisha.


" Kita ada diatas gedung ya?. " Tanya Alisha polos.


" Bukan sebenarnya ini adalah sebuah desa yang ada diatas bukit. "


"Ooo begitu. " Alisha kembali menikmati pemandangan dihadapannya.


" Paman kau sudah menghilangkan semua papan yang ada fotoku kan?. " Tanya Alaska berbisik pada Eldrick.


" Sudah pangeran semua sudah saya atur sesuai keinginanmu. " Jawab Eldrick.


"Baguslah." Alaska berdiri disebelah Alisha memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana.


Alaska tidak terus memandangi Alisha yang sedang tersenyum. Rambut lurus panjangnya yang terurai tertiup angin membuat Alaska semakin terpesona dengan kecantikan Alisha.


"Apa kau tidak pernah kesini sebelumnya?. " Tanya Alaska.


" Jangankan kesini, ke kota saja aku tidak pernah. " Jawab Alisha.


" Pantas saja dia tidak tau kalau aku ini pangeran. " Batin Alaska.


" Menurutmu pangeran itu seperti apa ya?. Aku jadi sangat penasaran dengannya. " Ucap Alisha.


" Apa kau benar-benar tidak pernah melihatnya?. " Tanya Alaska dibalas gelengan oleh Alisha.


" Bukannya banyak majalah dan papan iklan yang menampilkan wajahnya ya ,apa kau tidak pernah melihat satu pun?. " Tanya Alaska.


" Hei kenapa nada bicaramu jadi begitu aku kan hanya bertanya. " Jawab Alaska.


" Maaf aku kelepasan. Aku ingin sekali bertemu dengan pangeran. " Ucap Alisha tiba-tiba.


" Kenapa memangnya?. " Tanya Alaska.


" Aku ingin tau saja seperti apa dia. Apakah dia orang yang pantas untuk menjadi pangeran mahkota. "


" Tentu saja dia pantas kau tau dia itu tidak hanya tampan tapi juga cerdas. " Jawab Alaska tak Terima.


"Hei kenapa kau memujinya seperti kau memuji dirimu sendiri?. " Tanya Alisha membuat Alaska gelagapan.


" Karena aku sering bertemu dengannya jadi aku tau bagaimana dia. " Alibi Alaska.


"Iya juga ya, kau kan anak pengawal pasti sering bertemu dengannya. " Ucap Alisha membuat Alaska tenang.


" Ya ampun pangeran kau ini jadi narsis dan banyak bicara sekali ya. Lihatlah ekspresi wajahmu saat panik. Gadis ini benar-benar membawa perubahan di hidup pangeran. " Batin Eldrick tersenyum memperhatikan mereka berdua.


~


" Dimana Alaska?. " Tanya Bianca kepada salah satu pengawal.


" Pengawal Eldrick bilang kalau pangeran sedang mengunjungi perpustakaan kota ratu. " Jawabnya.


" Tidak biasanya Alaska pergi kesana." Ucap Bianca.


" Katanya pangeran ingin mencari sebuah buku Ratu. Dan pulangnya dia ingin mengunjungi makam pengawal Drystan. "


" Baiklah kau bisa pergi. "


" Semoga saja anak ini benar-benar sedang belajar. Sedikit saja dia lengah tahta kerajaan akan terancam. " Batin Bianca.


~


" Apa kau sudah puas memandanginya?. " Tanya Alaska.


" Kenapa memangnya?.kita sudah mau pulang?. " Tanya Alisha sedikit terkejut.


" Tidak aku ingin mengajakmu ke tempat lain. "


" Wahhh benarkah kalau begitu ayo kita pergi kesana. Kita harus pulang sebelum terlalu malam. " Alisha menarik tangan Alaska.


" Hei tunggu memangnya kau tau tempatnya?. " Alaska menarik tangan membuat tubuhnya kembali mundur.


" Apa kau tau tempat yang ku maksud?. " Tanya Alaska lagi membuat Alisha menggeleng.


" Makanya jangan sok tau kau ini. " Alaska menggandeng tangan Alisha pergi menuju sebuah pasar cinderamata.


Mata Alisha berbinar ketika melihat barang-barang cantik yang dijual disana. Alisha menghampiri satu persatu toko yang ada. Alaska berjalan mengikuti Alisha dibelakang.


" Pangeran apa kau menyukainya?. " Tanya Eldrick.


"Paman bicara apa aku hanya senang karena memiliki teman. " Elak Alaska.


"Begitu ya. "


Tiba-tiba ada seorang penjual yang ingin menyapa pangeran.


"Sssttt." Alaska memberi kode agar tidak memanggilnya pangeran.


" Paman uruslah hal ini jangan sampai mereka memanggilku pangeran ataupun memberitahu yang lain kalau aku datang kesini. " Ucap Alaska.


" Baik pangeran. " Eldrick pergi untuk memberitahu anak buahnya agar menjalankan perintah pangeran.


Alisha berhenti di sebuah toko Aksesoris cinderamata. Ia melihat-lihat banyak sekali jepit rambut, gelang , kalung dan banyak lagi hal lainnya. Alisha mengambil sebuah jepit dengan hiasan berbentuk bunga crisan.


" Bibi apa aku boleh mencoba ini?. " Tanya Alisha.


" Tentu cobalah. "


Alisha memakai jepit itu di rambutnya yang terurai sambil berkaca. Sedangkan Alaska melihat-lihat gelang dan juga kalung.


Alisha terlihat sangat menyukai jepit itu dan dia berniat untuk membelinya.


" Bibi berapa harga jepit ini?. "


" 3 dolar nak. "


Setelah mendengar harganya Alisha menjadi ragu akan membelinya. 3 dolar itu baginya bisa untuk makan sehari. Alisha pun menaruh kembali jepit itu dengan wajah sedikit kecewa.


" Bagaimana?. Apa kau sudah selesai?." Tanya Alaska dibalas anggukan oleh Alisha.


" Kalau begitu pergilah dulu. Aku akan menyusul. " Ucap Alaska, dan Alisha pun pergi terlebih dahulu untuk kembali ke mobil.