
Keesokan harinya saat disekolah Alisha berusaha mencari Alaska namun tidak dapat menemukannya di mana-mana.
" Dimana anak itu?. Apa karena aku mengotori jasnya kemarin jadi dia tidak masuk?. " Batin Alisha.
Padahal pangeran sedang berada di luar negeri bersama ayahnya untuk menghadiri pertemuan. Saat di perjalanan Alsaka masih terus memandangi minuman pemberian Alisha yang masih utuh.
" Kenapa kau terus memandanginya?. Jika kau tidak haus letakkan saja kulihat dari tadi kau terus memandangi minuman itu. Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?." Tanya Jean yang sedari tadi memperhatikan Alaska di dalam jet pribadi mereka.
" Tidak apa-apa yang mulia aku hanya ingat paman Drystan. " Jawab Alaska.
" Karena itulah kau harus jadi raja yang lebih hebat dariku Alaska. Jangan menyia-nyiakan pengorbanan Drystan." Jawab Jean membuat Alaska tertunduk.
Drystan adalah pengawal pribadi Alaska dulunya. Dia tewas tertembak karena melindungi Alaska yang saat itu baru berusia 7 tahun. Drystan sudah seperti ayah bagi Alaska dan kematiannya membuat Alaska sangat terpukul.
~
Sepulangnya dari pertemuan saat menuju ke istana mobil Alaska melewati toko bunga tempat Alisha bekerja. Alaska tidak sengaja menoleh dan melihat Alisha disana.
" Gadis itu?. " Batin Alaska bingung.
Sedangkan Alisha dan Aileen segera keluar dari toko ketika melihat mobil Istana berjejer lewat didepan mereka.
" Wah tumben sekali ya bibi mobil istana lewat sini. " Ucap Alisha memandangi mobil yang lewat.
" Mungkin raja baru saja menghadiri pertemuan. " Jawab Aileen.
" Kira-kira bagaimana wajah pangeran ya bibi?. " Tanya Alisha.
" Kenapa kau tanya bibi?. Bukannya kau satu sekolah dengannya. " Tanya Aileen.
" Iya bi tapi aku tidak tau pangeran itu yang mana. " Jawab Alisha.
" Dasar kau ini bagaimana bisa tidak tau padahal dia berada di sekitarmu. "
"Mau bagaimana lagi aku tidak punya teman bibi. Siapa yang akan memberitahuku mana pangeran dan bukan di sekolah mereka terlihat sama saja. "
" Ah yasudahlah ayo lanjutkan pekerjaan kita. "
~
Di istana Alaska masih penasaran bagaimana bisa Alisha berada di toko bunga itu. Sampai-sampai dia bengong ketika Jean bertanya.
" Bagaimana bisa dia ada disana?. Kalau dia anak orang miskin tidak mungkin bisa bersekolah di tempat yang sama denganku. " Batin Alaska.
"Alaska!. " Panggil Jean.
" Iya ada apa yang mulia?. " Tanya Alaska tersadar.
" Apa yang kau pikirkan?. Sedari tadi aku berbicara padamu tapi kau malah melamun. "
" Maaf yang mulia sepertinya saya lelah. "
" Yasudah pergilah istirahat kita lanjutkan nanti saja. "
" Baik yang mulia saya permisi. " Alaska pergi meninggalkan ruangan Jean.
***
Keesokan harinya Alaska sudah kembali bersekolah seperti biasa. Begitupun Alisha dia masih terus berusaha mencari Alaska karena penasaran.
Saat jam istirahat Alisha kembali menyusuri sekolah dan menemukan Alaska berada di teras samping sekolah. Ia duduk disana sambil memandangi lapangan yang ada dihadapannya.
" Huhhh Akhirnya aku menemukanmu. " Ucap Alisha membawa kotak makan duduk di sebelah Alaska.
" Kau mencariku?. " Tanya Alaska.
" Iya dari kemarin aku mencarimu tapi kau tidak ada. Apa karena jasmu kotor?. Jadi kau tidak masuk sekolah?. " Tanya Alisha.
" Tidak aku ada urusan. " Jawab Alaska.
" Ooo begitu. Lihatlah aku membawa kentang goreng dan saus. Ayo kita makan bersama. " Ajak Alisha membuka tutup kotak makannya dan menyodorkannya pada Alaska.
Karena tidak enak hati Alaska pun mengambil satu potong kentang goreng. Dan kemudian di ikuti Alisha yang mulai memakannya.
" Kenapa kau mencariku?. " Tanya Alaska.
" Karena aku masih penasaran denganmu apa kau juga tidak memiliki teman disini?. " Tanya Alisha, Alaska mengangguk lesu.
" Tenang saja Alaska kau tidak sendiri aku juga tidak punya teman. " Jawab Alisha tersenyum pada Alaska.
" Memangnya kenapa kau tidak punya teman?. " Tanya Alaska.
" Karena aku gadis miskin. " Jawab Alisha lirih.
" Tapi tidak apa bibi bilang itu artinya belum ada orang yang tepat untuk menjadi temanku. " Jawab Alisha mengusir rasa sedihnya.
" Lalu kau sendiri?. Kenapa tidak punya teman?. " Tanya Alisha penasaran.
" Karena mereka tidak mau berteman denganku. " Jawab Alaska.
" Aku mau berteman denganmu. Apa kau mau berteman dengan gadis miskin sepertiku?." Tanya Alisha.
" Apa?. "
" Kalau kau tidak mau juga tidak apa aku tidak memaksa kok. " Ucap Alisha.
" Wahhh benarkah?. " Tanya Alisha tidak menyangka.
" Iya. " Jawab Alaska singkat.
" Akhirnya aku punya teman. Ini makanlah lagi. " Ucap Alisha girang menyodorkan kentang gorengnya.
Alaska dan Alisha pun menikmati kentang goreng bersama sambil menatap lapangan.
~
Di istana...
" Bianca apakah tidak berlebihan membuat Alaska bersekolah di ruang privat?. Dia jadi tidak memiliki teman. " Ucap Jean.
" Tidak yang mulia justru jika dia memiliki teman itu akan mengganggu belajarnya. Dia adalah putra mahkota jadi dia harus benar-benar dipersiapkan untuk meninggantikanmu yang mulia. " Jawab Bianca.
" Kau terlalu memaksakan ambisimu pada Alaska Bianca. " Ucap Jean.
" Apa maksudmu yang mulia aku hanya menjalankan tugasku untuk membuat anakku menjadi seorang raja yang baik kelak. Percayalah padaku yang mulia. "
Jean menghembuskan nafasnya dalam-dalam.
~
" Bagaimana kau bisa sekolah disini?. " Tanya Alaska.
" Karena dulu ayahku adalah pengawal kerajaan jadi aku disekolahkan disini. " Jawab Alisha.
" Jika kau adalah anak pengawal tidak mungkin bisa semiskin ini. Di kerajaan upah para pegawai lebih dari cukup untuk kehidupan mereka. " Jawab Alaska heran.
" Memang dulu hidupku berkecukupan tapi ayahku sudah meninggal. Jadi beginilah hidupku sekarang. " Jawab Alisha.
" Sepertinya kau tau banyak tentang kerajaan? Apa kau tinggal disana?. " Tanya Alisha curiga.
" Aku juga anak pengawal. " Alibi Alaska.
Dia tidak ingin Alisha tau bahwa dirinya adalah pangeran mahkota. Alaska ingin merasakan bagaimana diperlakukan seperti orang biasa dan Alisha melakukannya.
~
Sepulangnya dari sekolah Alisha langsung pulang kerumah terlebih dahulu sebelum ke toko bunga. Alisha berlari mencari ibunya dan langsung memeluk Aiden.
" Hei ada apa Alisha?. Kenapa kau tiba-tiba memelukku?. " Tanya Aiden yang sedang berada di kamar merajut sebuah syal.
" Akhirnya aku punya teman ibu. " Jawab Alisha bahagia.
" Benarkah?. Laki-laki atau perempuan?. " Tanya Aiden antusias membuat Alisha seketika diam.
" Jawab Alisha. " Ucap Aiden lagi.
" Laki-laki ibu dan dia adalah anak pengawal kerajaan. " Jawab Alisha ragu.
" Jauhi dia, kau tidak boleh bersama orang lain selain pangeran. " Ucap Aiden kesal.
" Ibu ayolah aku dan dia hanya berteman. Lagipula aku kan tidak hanya butuh suami tapi juga butuh teman. " Alisha berusaha menjelaskannya pada Aiden.
" Baiklah kau dan dia hanya berteman tidak boleh lebih. " Ucap Alisha.
" Iya ibu. " Alisha kembali memeluk Aiden.
~
"Pangeran apa gadis itu mengganggumu lagi?. " Tanya Eldrick.
" Tidak paman dia hanya memberiku camilan. " Jawab Alaska.
" Bisakah kau rahasiakan ini dari ibu dan ayah?. " Tanya Alaska.
" Baiklah pangeran saya akan berusaha. " Jawab Eldrick.
" Terima kasih paman. "
" Pangeran terlihat sedikit bahagia bersama gadis itu. " Batin Eldrick.
Sesampainya di istana Alaska sudah di sambut oleh Bianca di ruang keluarga.
" Bagaimana sekolahmu hari ini Alaska. " Tanya Bianca.
" Baik yang mulia. " Jawab Alaska.
" Jangan panggil aku yang mulia. Aku ingin berbicara denganmu sebagai seorang ibu. "
" Baik ibu. "
" Aku ingin mengatakan padamu kalau kau harus tetap fokus dengan persiapanmu untuk jadi raja. Jangan sampai ada hal lain yang mengganggu konsentrasimu. " ucap Bianca.
" Aku sudah melakukan semua yang ibu katakan. Apa ibu masih belum melihatnya?. "
" Ibu hanya ingin mengingatkanmu Alaska. Aku hanya ingin yang terbaik untukmu. "
" Aku tau ibu Terima kasih sudah memperhatikanku. Aku ingin istirahat permisi. " Alaska pergi menuju kamarnya.