
Disekolah Alaska dan Alisha mulai dekat mereka sering bertemu saat istirahat. Sifat Alisha yang sangat hangat membuat Alaska merasa nyaman ketika bersamanya.
Saat ini Alaska dan Alisha sedang berada di perpustakaan. Mereka duduk di salah satu lorong sambil memakan camilan sembunyi-sembunyi.
" Apakah kau menyukainya?. " Tanya Alisha dibalas anggukan oleh Alaska.
Tidak seperti saat pertama bertemu kini ekspresi Alaska sudah tidak semurung dahulu.
" Alaska apa kau bisa mengerjakan soal ini?. " Tanya Alisha membuka sebuah buku.
" Iya akan kujelaskan padamu. " Alaska mulai menjelaskan jawaban soal Geografi kepada Alisha.
" Wah kau ternyata pintar sekali Alaska. Aku jadi iri padamu. " Ucap Alisha cemberut.
" Tenang saja aku bisa mengajarimu jika kau tidak bisa. " Ucap Alaska tersenyum kepada Alisha.
" Wahh kau baik sekali. " Alisha memeluk Alaska.
Alaska terkejut dengan perlakuan Alisha dia adalah orang pertama yang berani memeluknya.
" Hei kenapa kau diam?. Apakah aku berlebihan?. " Tanya Alisha khawatir.
" Tidak aku hanya terkejut. "
" Begitu ya maafkan aku. Oh iya aku ingin bertanya kenapa kau sering sekali tidak masuk sekolah?. Dan aku tidak pernah tau kau ada dikelas mana?. " Tanya Alisha.
" Kau ini banyak tanya sekali ya. Aku sering tidak masuk karena ada urusan sekolah juga sudah mengerti hal itu. "
" Memangnya urusan apa?. " Tanya Alisha.
" Kau tidak perlu tau tentang hal ini. "
" Aaaa kenapa kau begitu sih. Aku kan temanmu. " Jawab Alisha kecewa.
" Hei tidak semua hal kau harus tau meskipun kau adalah temanku. Nanti jika waktunya tepat aku pasti memberitahu mu. " Jawab Alaska.
" Hmm baiklah kalau begitu. "
"Alisha. " Panggil Alaska tiba-tiba.
" Ehh ini pertama kalinya kau menyebut namaku. Ada apa Alaska?. " Tanya Alisha antusias.
" Kau ini teliti sekali. Aku ingin mengajakmu pergi nanti apakah kau bisa?. " Tanya Alaska.
" Kemana memangnya?. Aku tidak bisa kalau mendadak begini. Aku harus izin kepada bibi Aileen dan paman Louis dulu. " Ucap Alisha.
" Memangnya kenapa kau harus izin kepada mereka?. "
" Karena aku bekerja Alaska. Jadi kalau aku mau pergi harus izin dulu. "
" Baiklah kalau begitu lusa saja kita pergi kau mintalah izin dulu. "
" Kenapa tidak besok?. Kenapa harus lusa?. " Tanya Alisha.
" Karena besok aku ada urusan sepulang sekolah. " Jawab Alaska.
" Kau ini sibuk sekali ya. Memangnya kita mau kemana sii?. "
" Sudah tunggu saja lusa kau ini penasaran sekali. "
" Kau tidak tau ya seseorang bisa mati karena penasaran. " Jawab Alisha polos.
" Makanya jangan penasaran. "
Alaska dan Alisha kembali belajar bersama sambil mengobrol.
~
Di toko bunga....
" Bibi apakah lusa aku bisa izin tidak bekerja dulu?. " Tanya Alisha.
" Memangnya kau mau kemana?. " Tanya Aileen.
" Teman yang aku ceritakan padamu dulu mengajakku keluar bibi. "
" Baiklah pergilah tapi berhati-hatilah. " Ucap Aileen.
" Wahh Terima kasih banyak bibi. " Jawab Alisha kegirangan.
" Oh iya bisakah aku meminta satu hal lagi bibi?. " Tanya Alisha.
" Tolong bilang pada paman mungkin aku akan sedikit terlambat ke restoran dan tolong antarkan makanan untuk ibu ya. " Pinta Alisha.
" Dasar kau ini itu 2 hal bukan satu. Tenang saja aku akan melakukan itu semua. " Jawab Aileen mendorong dahi Alisha dengan telunjuknya.
" Aaa kenapa bibi baik sekali sihh. " Ucap Alisha memuji Aileen.
" Karena kau kan keponakanku juga, apa kau lupa?. "
" Lucas dan paman louis beruntung sekali memilikimu bibi. " Ucap Alisha lagi.
" Sudah-sudah jangan memujiku berlebihan begitu kerjakan tugasmu atau aku tidak akan mengizinkanmu pergi. " Ucap Aileen.
" Siapp bibi. " Alisha sangat bersemangat mengerjakan tugasnya.
" Entah nasib buruk apa yang kau alami Alisha. Semoga temanmu itu bisa membuatmu sedikit meringankan beban hidupmu. " Batin Aileen memandangi Alisha yang sedang menata bunga.
~
" Paman Eldrick apakah kau bisa membantuku lusa?. " Tanya Alaska pada Eldrick.
" Membantu apa pangeran?. "
" Aku ingin mengajak Alisha ke pasar raya. Tolong singkirkan semua hal yang berhubungan dengan statusku sebagai Pangeran. Aku tidak ingin Alisha tau siapa diriku. Dan rahasiakan hal ini dari ibu dan ayah. " Pinta Alaska.
" Baik pangeran. Tapi ini akan sangat beresiko. " Jawab Eldrick.
" Aku tau karena itu aku meminta bantuanmu. "
" Baiklah pangeran saya akan berusaha semaksimal mungkin. Saya permisi. " Eldrick pergi meninggalkan kamar Alaska.
" Huhhh ini akan sangat merepotkan tapi ini demi kebahagiaan pangeran. Aku tidak pernah melihatnya sebahagia itu semenjak Drystan meninggal. " Batin Eldrick.
~
Keesokannya di restoran Louis...
" Kudengar kau besok akan pergi Alisha?. " Tanya Louis.
" Iya paman apakah bibi sudah memberitahukannya padamu?. " Tanya Alisha sambil mengelap meja.
" Tentu saja kenapa kau tidak berbicara padaku langsung?. Kenapa kau meminta bibi untuk mengatakannya padaku?. "
" Maaf paman aku takut kau tidak mengizinkannya. " Jawab Alisha tertunduk membuat Louis menghembuskan nafasnya dalam-dalam.
" Lain kali jika kau mau izin katakan langsung jangan meminta bibimu untuk mengatakannya padaku. " Ucap Louis.
" Jadi paman mengizinkanku?. " Tanya Alisha antusias dibalas anggukan oleh Louis.
" Aaaa Terima kasih paman aku akan bekerja lebih giat lagi. " Jawab Alisha antusias tiba-tiba...
Prangggg.....
Alisha tidak sengaja menyenggol piring hingga jatuh dan pecah.
" Alishaaaa kau ini masih saja ceroboh!. Lihat sudah berapa banyak piring yang kau pecahkan. " Marah Louis.
" Aduhh maafkan aku paman aku terlalu senang. Akan kubereskan sekarang. " Ucap Alisha memunguti satu persatu pecahan piring.
" Ya ampun kau ini baru punya seorang teman saja sudah senang sekali. " Sindir Lucas yang sedang bermain game.
" Kau ini iri saja padaku. " Jawab Alisha.
" Kenapa juga aku harus iri?. Aku punya banyak teman dan lihatlah kau memecahkan piring ayahku hanya karena seorang teman. Bayangkan saja jika kau punya banyak teman pasti restoran ini tidak akan punya piring lagi. " Ledek Lucas memancing kekesalan Alisha.
" Kau ini ya. " Alisha datang menghampiri Lucas dan memukulinya dengan kemoceng.
" Aduh- aduh kak Alisha hentikan nanti aku kalah. " Ucap Lucas berusaha menghindari pukulan Alisha.
" Kau pikir aku peduli?. " Jawab Alisha terus memukuli Lucas.
" Hei kalian berdua hentikan. Alisha cepat bereskan pecahan piring itu sebelum pelanggan datang. Dan kau Lucas daripada mengganggu Alisha lebih baik kau membantunya. " Teriak Louis membuat Alisha mau tidak mau kembali membersihkan pecahan piring.
" Ayah aku kesini untuk makan bukan bekerja. " Keluh Lucas.
" Dasar pemalas. " Jawab Louis pergi memasak untuk Lucas.
" Alisha Alisha apa kau setakut itu padaku. Untuk meminta izin saja kau harus meminta Aileen mengatakannya. Tapi aku senang kau memiliki teman. Selama ini kau sudah menjalani hidup yang sangat berat. " Batin Lucas memandangi Alisha sambil tersenyum.