The Legends Of Yggdrasil

The Legends Of Yggdrasil
Episode 6 - Chapter 8



Totem yang ketiga, Totem beruang pecah. menimbulkan puluhan beruang besar. Beruang yang memiliki kulit tebal seperti baja dan tinju yang kuat.


Tapi Yori kini sudah mempunyai satu sihir hebat. Ia akan sangat mudah melawan beruang- beruang itu. Untuk sementara kemenangan ini adalah waktu istirahat bagi Yori dan Hela.


Sudah beberapa waktu berlalu, para Totem sudah pecah menyisakan Totem terakhir. Yori kecil semakin kuat dengan menyerap Mana murni dari para binatang yang terbunuh tetapi tenaga yang ada ditubuhnya sudah makin habis.


Sedangkan Hela, ia pingsan karena Mana nya yang terkuras habis karena menggunakan sihir secara terus menerus untuk melindungi kepala Hiyori.


Totem terakhir, Totem malaikat pecah dan menimbulkan 1 Dewa, Dewi Gaia.


Gaia adalah Ibu dari para dewa yang bertugas menjaga kehidupan dunia dan sebagai ibu penjaga benua Yggdrasil.


"Ini lebih sulit dari yang kubayangkan" Ucap Hiyori kecil, tetapi dengan kemampuan dan keberaniannya mencoba melawan malaikat itu dengan menggunakan sabut dan sihirnya.


Ia dengan gegabah menyerang bagian dada Gaia, tetapi pertahanan Gaia sangatlah kuat dikarenakan perisainya. Hiyori kecil mundur karena tidak dapat melukai malaikat itu.


"Tenanglah bocah! aku bukanlah musuh mu." Ucap Gaia dengan suara kerasnya.


"Siapa kau!? apa mau mu!" Tanya Yori yang bingung sambil memperkuat pengawasannya.


"Aku adalah Dewa. Kau makhluk rendah campuran darah manusia berpikir bisa melawanku? kau pikir aku bisa dibandingkan dengan makhluk rendah sepertimu!?" Bentak Gaia.


Yori tidak mengerti dengan situasi ini, ia yang merasa lelah itu terus tetap memperkuat pengawasannya sambil memegang sabit jika apa yang akan terjadi.


"Tapi aku sedikit tertarik pada mu, di usia yang masih sangat kecil kau sudah bisa menyelesaikan rahasia mana murni. Setidaknya tidak sia - sia kau berdarah campuran"


Yori semakin tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Gaia, tetapi ini mungkin bisa menjadi petunjuk mengenai asal usul dan keluarganya.


"Kau tahu tentangku!? apa kau tahu tentang keluargaku?"


"Hmmph, apa yang tidak aku ketahui di dunia ini?? aku tahu semua benua dan dunia dari zaman raja dewa dilahirkan" Jawab Gabriel dengan nada sombong.


"Kalau begitu, kau tahu tentang orang tuaku? tolong beritahu aku!" Hiyori terpancing dengan pembicaraan Gaia.


"Baiklah, aku akan menuruti satu permintaanmu jika kau berhasil melawanku. Kau bebas menggunakan apa saja! aku juga akan memberikan batu lumine sebagai hadiah karena kau telah berhasil menyelesaikan rahasia satu dari Tujuh Rahasia Benua."


Hiyori tergiur dengan tawaran Gaia, ia dengan senang hati menerima tawarannya. Pertarungan pun dimulai, Hiyori kecil menggunakan sihirnya dengan skala yang lebih besar berkat bantuan mana murni.


Akar duri menjalar menutupi seluruh tubuh dewi Gaia, lalu Yori menyerang dengan asal dari depan menggunakan sabitnya, ia mencoba mengincar dada Gaia sekali lagi.


Tapi saat mencoba berlari ke arahnya, kedua kaki Yori terikat oleh rantai yang tersambung di tanah dan membuat Hiyori terjatuh.


Ternyata itu adalah salah satu dari sihir Gaia yaitu


"Kamimaho, Kamigami no kusari"


"Ternyata aku hanya bermain dengan anak - anak, tetapi sihir mu sangat hebat dibandingkan dengan usia mu" Ucap Gaia lalu menghancurkan kekangan dari akar yang menjalar di seluruh tubuhnya. Hiyori kecil sedikit terkejut karena sihirnya bukanlah apa - apa untuk musuhnya.


"Dengan ini berakhir sudah! . ." Gaia mengangkat tangannya tepat ke arah kepala Hiyori. Sihir cahaya keluar dari tangannya, membuat sekujur tubuh Yori merinding dan sangat panas dikarenakan cahaya tersebut hingga tetesan keringat tidak berhenti menetes dari atas kepalanya.


Saat sihir itu hampir mengenai wajah Yori, tiba - tiba sihir itu lenyap. Hiyori kecil yang kehabisan tenaganya mendadak pingsan karena tidak kuat menahan panas dari cahaya yang dikeluarkan oleh Gaia.


Disaat saat terakhir Hiyori melihat wajah Gaia yang panik serta terkejut karena kedatangan sosok wanita cantik. Wajahnya menggambarkan ia berkata "kenapa tiba - tiba datang makhluk ini?'


Hiyori melihat wanita yang sedang melindunginya dari depan, tetapi Yori tidak dapat melihat wajahnya. Mata Yori hampir terlelap, yang ia lihat adalah wanita itu melirik dan tersenyum kepadanya sampai Hiyori benar - benar menutup mata.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Shadowarch Maia, Asgard...


...Selasa, 4 april 4997...


...Pukul 08.15...


Saat Yori membuka matanya, ia melihat sebuah atap batu dan ternyata itu kembali ke Goa tempat tinggalnya dan Hela. Di meja ia melihat sebuah batu berbentuk layang layang dengan ukiran lambang pohon di tengahnya, itu adalah batu Lumine.


Hiyori yang penasaran, mengambil dan meraba batu tersebut. Setelah dilihat cukup lama, tiba - tiba batu tersebut mengeluarkan cahayanya yang menerangi wajah Hiyori, mengeluarkan aura dan masuk ke dalam tubuh Hiyori.


perlahan batu tersebut hilang seiring terserapnya aura ke dalam tubuh Hiyori, ia merasa tubuhnya sedikit ada yang aneh.


"Akhirnya. . . Kau bangun kembali!" Hela langsung berlari ke arah Hiyori dan duduk di keranjang tempatnya terbaring sambil memegang tangannya.


"Sekitar 3 hari, selama itu aku selalu bosan menunggu diri mu yang entah kapan bangun."


"Tentang kemarin . . . apa kita berhasil?"


"Kenapa tanya padaku? tentu saja iya, kau yang sendirian berhasil mengalahkan 6 Totem. Maaf, aku malah pingsan disaat - saat terakhir."


"Tapi. . . bukan kah kau datang ke pikiranku dan mengalahkan dewi itu!?" Tanya Yori dengan nada serius.


"Apa maksudmu? Kau sendiri yang mengalah-, Tunggu. . . Jangan - jangan!?"


"Apa!? Apa kau tahu sesuatu!?"


"Jangan - jangan kau berhalusinasi dan mengalahkan- Tunggu, dewi? sejauh pengetahuanku, di Totem terakhir kau harus melawan Saintess kuat. Kenapa tiba - tiba ada dewi?" Tanya Hela dengan nada serius sambil mengerutkan dahinya.


"Di Totem terakhir, ada seseorang yang mengatakan dirinya dewa. Ia bilang jika aku berhasil mengalahkannya maka ia akan memberikanku sebuah batu. Tapi aku kalah dalam pertarungan itu dan ada seorang wanita yang menolongku, kukira itu dirimu?"


"Pertama seorang dewi, kedua wanita yang menolong mu. Baru pertama kali aku mendengar kalau seorang dewi sepertiku bisa melakukan hal seperti itu."


"Tidak aneh, kau saja bisa datang dan menolongku saat aku berada di ambang kematian"


"Itu berbeda! Tapi yang penting kau selamat. . . jika kau kalah dalam pertarungan itu dirimu akan dikontrol mana yang menghitam dan akhirnya kau menggila karena mana yang mengendalikan dirimu."


"Kejam sekali. . ."


"Aku hanya mengatakan fakta. . . tapi kemana batu itu? bukankah kau menang??"


"Terserap olehku"


"Ada - ada saja. Bersiaplah. . . kita akan segera menuju ke arah Timur, Kastil Orc." Ucap Hela sambil berdiri


"Tapi aku kan belum pulih sepenuhnya!" Balas Hiyori dengan suara sedikit besar.


"Ini lah yang disebut dengan latihan :3"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nama : Kanagiri Hiyori


Grade : Merah kelas 2


Mana : 5012 ( Mana murni )


Skill : 1. Ogama kiri ( F- )


F- \= Hanya tebasan biasa yang diperkuat.


Tanpa menggunakan Mana



Baramaho : bara no toge o sasu ( F )


F \= Dapat melilit dan menusuk lawan dengan lilitan


F- \= Dapat menusuk lawan


Dapat digunakan dan diperkuat dengan penggunaan Mana 4% - 25% ( Sesuai dengan skala penggunaan )


Maksudnya semakin besar Sihir yang ingin digunakan, semakin besar pula penggunaan mananya.


???



Pet : ???


Itu dia Data pribadi mengenai Kanagiri Hiyori