
...Georgia's village, Asgard...
...Selasa, 21 mei 4983...
...Pukul 21: 34...
Desa Georgia adalah desa yang berada di Asgard, tepatnya barat daya. Di desa ini terdapat banyak binatang buas, karena berdekatan dengan pegunungan, dan dibawah pegunungan tersebut jurang Maia.
"Tok.. tok.. tok.." terdengar suara ketukan di rumah pak kepala desa, terlihat ada seseorang yang sedang mengetuk rumahnya.
"Ketua!! ketua!!!" Sahut orang tersebut meminta dibukakan pintu.
Pak kepala desa pun membukakan pintunya, dan alangkah terkejutnya seseorang basah kuyup datang menghampiri rumahnya.
"Geo?... kenapa malam - malam hujan deras begini datang ke rumahku? apa ada hal penting yang ingin kau sampaikan?" Tanya pak kepala desa sambil mempersilahkan Geo untuk masuk.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi.. tapi keringkan lah dulu badanmu dengan handuk ini, aku akan segera menemui istriku sebentar" Ucap pak kepala desa.
Pak kepala desa segera menaiki tangganya dan memasuki kamarnya. Ia segera membangunkan istrinya.
"Sayang... sayang..." Sahut pak kepala desa dengan nada kecil di baling telinga istrinya.
"Mmm?" jawab istrinya sambil membuka mata perlahan.
"Maaf harus menganggu waktu tidurmu... tapi tolong buatkan aku 2 teh oolong dengan kelopak mawar putih diatasnya" Ucap pak kepala desa.
"Untuk apa?... Apa kau ingin bergadang sampai besok? tidurlah, lagi pula ini sudah malam" jawab istri pak kepala desa.p
"Kita kedatangan tamu... cepatlah kau buatkan, aku akan segera kebawah kerena tidak ingin membuatnya lama- lama menunggu" Pak Geo pun berjaklan menuju tangga.
"Siapa yang berani datang malam - malam kerumah ini? dasar tidak tahu malu" Gumam istrinya.
...Di lantai bawah...
"Maaf membuatmu menunggu lama.. apa badanmu sudah sedikit hangat?..." Tanya pak kepala desa sambil duduk di dekat Geo.
"Terima kasih pak kepala desa... aku ingin melapor tentang mayat abu yang kutemui tadi" jawab Geo dengan nada agak ragu.
"Mayat? apa maksudmu? apa warga desa dibunuh oleh iblis lagi?" Tanya pak kepala desa.
"Iya ketua, saat aku sedang mencari umpan untuk memancing, aku melihat asap besar di dalam hutan. Saat aku pergi menuju asap tersebut yang kulihat adalah mayat pria itam dan berasap, di perut nya terdapat luka." jawab Geo.
"Asap besar? apakah menurutmu ini ada hubungannya lagi dengan iblis?" Tanya pak kepala desa sambil menempelkan tangannya ke dagu.
"Benar ketua, dan juga aku yakin sekali kalau ini ada hubungannya dengan anak darah iblis!" Ucap Geo.
" Apa maksudmu? kenapa kau menganggap ini semua ada hubungannya dengan anak itu?... dia adalah anak buta yang dirumorkan sebagai anak iblis kan?" Tanya pak kepala desa dengan nada serius sambil melihat kaca.
"Iya benar anak buta itu memanglah anak iblis, apa ketua pikir kalau ini adalah hal yang janggal, semenjak kedatangan anak buta itu, perlahan orang - orang mati terbunuh secara tidak lohis" jawab Geo.
"Tapi anak itu hanya menetap di goa, dia juga hidup dengan makanan yang diberikan beberapa warga desa yang kasihan padanya" Ucap pak kepala desa.
"Tapi bagaimana kalau anak itu memang penyebab semua ini terjadi, apa pak kepala desa masih mau ini terus berlanjut?" Tanya Geo berusaha meyakinkan pak kepala desa.
"Geo! Berhentilah beromong kosong!.. semua orang tahu kalau dia seperti anak pada umumnya. Dia anak yang membutuhkan kasih sayang, dia anak yang sering menangis" bentak pak kepala desa.
Hujan semakin deras, istri pak kepala desa datang dan menyuguhkan teh oolong kepada mereka berdua dan duduk di samping pak kepala desa.
"Sayang.. jangan marah - marah, dia kan tamu kita" Ucap istri pak kepala desa berusaha menenangkan. Pak kepala desa pun meminum sedikit teh oolong buatan istrinya.
"Pak kepala desa, saya sudah bertekad akan membuang anak itu ke jurang Maia!" Ucap Geo dan membuat pak kepala desa terbatuk-batuk.
"Apa kau sudah tidak waras!?!?" Tanya pak kepal desa dengan nada keras.
Pak kepala desa berdiri dan menghadap ke kaca, ternyata hujannya tidak berlangsung lebih lama lagi.
"Hah......" pak kepala desa menarik napas panjang. "Geo, ada pribahasa 'Jika lebah tak mengambil bungamu, maka jangan mengacaunya'''ucap pak kepala desa sambil melirik Geo.
"Pulanglah Geo... hujan hampir reda, terserah apa yang ingin kau lakukan. Tapi jika kau sampai membuang anak tidak berdosa itu, maka kau akan kehilangan jati dirimu sebagai manusia yang sebenarnya" Ucap pak kepala desa.
Kepala desa segera keruangan atas, ia sedang berpikir... walaupun ia tak pernah melihat anak itu, tapi ia tahu apa yang dirasakannya.
Kesendirian, kesepian, tanpa orang tua, kelaparan, dan tanpa teman. Pak kepala desa berpikir kalau anak itu adalah orang yang kuat sampai bisa bertahan sampai sekarang.
...Pukul 23 : 46...
Hujan sudah reda, Geo pergi ke gereja Gabriel untuk menemui Ria dan Dria, dua orang kembar penganut agama Gabriel.
Agama Gabriel adalah agama kecil yang datang dari desa Raflesia. Memiliki penganut sekitar kurang lebih 350 orang di desa Georgia.
"Owhh... Geo, dilihat dari raut wajahmu, sepertinya gagal?" Tanya Dria sambil berjalan menuju ke arah Geo.
"Tchh, kita harus melakukannya tanpa izin kepala desa sekalipun!" Ucap Geo dengan nada kesal.
"Apa maksudmu? jadi kau akan membuang anak itu?" Tanya Ria dengan nada sedikit senang.
"Kenapa tidak, dia anak yang sudah membuat kacau seluruh desa ini, seseorang yang seperti itu lebih baik dibasmi sekarang daripada membuat kekacauan yang lebih besar" jawab Geo.
"inilah yang pihak gereja tunggu - tunggu, daripada berlama - lama disini... baik kita segera ke sana karena sebentar lagi fajar akan datang" Ucap Ria.
...Pukul 01 : 47...
"Disini tempatnya? tempat ini sangat kumuh, aku saja tidak bisa tahan disini selama seminggu... sudah kuduga dia benar - benar iblis" Ucap Dria sambil menutup hidung karena sangt bau.
"Kecilkan suaramu! bisa - bisa dia terbangun dan menjerit" Perintah Geo dengan suara kecil.
Mereka melangkah pelan, dan mendapati anak kecil tanpa baju dengan badan kotor dan rambut yang panjang yang acak - acakan.
Geo langsung memberi sihir pelumouh sesaat kepada anak kecil itu, lalu ia ikat mata dan mulut anak itu menggunakan kain hitam.
sebelum pergi, mereka membakar tempat itu dan seakan seperti terjadi kebakaran dan anak itu mati menjadi abu.
...^^^**Pukul 04 : 43^^^...
...Jurang Maia**...
"MmmmmMmmmmmMmM" ternyata anak itu sudah terbangun, tapi ia tidak bisa apa apa dan hanya menjerit.
"Akhirnya sampai... perjalanan panjang menuju jurang Maia, tidak ku sangka ini akan memakan waktu 3 jam" Ucap Dria.
Akhirnya anak itu tau sekarang dia sedang di posisi apa, air matanya menetes dan ingin menjerit.
"Karena sebentar lagi kematian mu, akan ku biarkan ku melihat untuk terakhir kalinya" Ucap Heo lalu tersenyum.
Anak itu meneteskan air mata yang banyak, ia menangis kecil. Ia yang tidak berdosa dan tidak melakukan apa - apa tapi harus menerima cobaan seberat ini.
"Aku baru tau kalau iblis juga menangis, dasar IBLIS!!!" Ucap Geo dengan keras dan menjatuhkan anak itu ke jurang.
Terlihat air mata anak itu berlinang, tetapi ia tersenyum. Ini adalah kali terakhirnya ia bisa menangis dan tersenyum di dunia.
Ia berpikir tak perlu lagi merasakan kelaparan, tak lagi merasakan kesepian, dia berpikir kalau orang tuanya sedang menjemputnya di akhirat.
''KEDUBRAKKK......"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Questions? wah meninggoy, kok gak nyambung ama orientasinya? terus guna episode satu apa kk?
Answer :yh lanjut episode dua lah mwehehehe.
Bye bye