
Dahulu... Saat pohon suci yggdrasil berhasil dihentikan, tiba - tiba pohon tersebut mengeluarkan cahaya besar. Cahaya yang membuat seluruh para dewa dan makhluk lain yang berada di dekat wilayah pohon yggdrasil tersebut berubah menjadi batu.
Para dewa dan makhluk yang berubah menjadi batu tertidur lelap, pohon suci menggunakan kekuatan terakhirnya untuk mengirim para makhluk hidup yang berubah menjadi batu tersebut berpencar.
Saat para dewa dan makhluk lain berubah menjadi batu tertidur lelap, kecuali Hela yang masih terjaga kesadarannya. Dan ini adalah cerita dimana Hela bisa membebaskan jiwanya dari kutukan batu yggdrasil.
"Apa yang terjadi? Thor? Loki? " Tanya Hela saat mengetahui tubuhnya tidak dapat bergerak. Tiba - tiba ada sesuatu yang memasuki pikirannya, sesuatu yang menjadi penyesalan di dalam hidupnya.
"Hela... Helaa!!!" Ucap thor mencoba membangunkan Hela.
Hela pun terbangun, dan ia sedikit terkejut ternyata ia kembali ke dunia lamanya. Apa yang akan dilakukan Hela? kembali melakukan kejahatan seperti dulu? atau membuat ulang dunia nya?
"Kenapa kau tidur di siang hari, tidak seperti biasanya. Di luar Hestia sudah menunggumu" Ucap Thor lalu pergi keluar sambil meninggalkan Hela.
"Hestia?? bukannya dia sudah mati?" Gumam Hela, ternyata benar ia kembali ke masa lalu. Ia melihat ke jendela dan terdapat Hestia kecil dengan umur 15 tahun.
"Terakhir aku terkekang di batu bersama Thor dan Loki, sekarang aku kembali ke masa lalu, sepertinya ini efek dari kekangan batu tersebut"
Saat Hela melangkah keluar kastil, tiba - tiba ia berada di situasi yang berbeda yang mengingatkan dia berkhianat dengan kerajaan benua Olympus bersama dengan pemimpinnya Cronus.
Hela mengenang kejadian yang tidak ingin ia ingat lagi, melawan thor yang bercucuran darah di atas kepalanya.
"Hela! siapa dirimu? dan untuk apa kau diciptakan!?" Tanya Cronus sambil memandangi musuhnya.
Hela terdiam karena panik campur takut. "Hela kenapa kau diam?" Tanya Cronus sekali lagi sambil melirik ke arah Hela, Hela melihat wajah Cronus lalu berlari mundur dengan ekspresi panik.
"Apa yang kau lakukan? Apa aku terlalu lembut kepadamu!?"
"Aku... Aku tidak bisa! Aku harus menebus dosa - dosaku!!" Ucap Hela lalu mencoba menyerang Cronus dengan sabitnya. Tapi kekuatan Cronus terlalu besar, dengan cepat Cronus mencoba menusuk dada Hela.
Tetapi waktu terhenti, Hela terkejut melihat Cronus sudah ada di depannya. Lalu Ia merasa kepalanya sangat sakit hingga menyebabkan ia pingsan.
Hela berakhir di tempat dimana ia dikurung dengan batu, tapi bedanya rohnya dapat keluar dari batu tersebut. Hal ini dimanfaatkan Hela untuk menebus dosa - dosanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Shadowarch Maia, Asgard...
...Sabtup, 1 april 4997...
...pukul 15.08...
"Shingggg!!!!" "Slashhhh!!!" Bunyi tebasan sabit semakin terdengar dengan jelas dan tajam. Hiyori kecil kini sudah berusia 13 tahun, Dan telah mencapai tingkat merah kelas 2 dengan Mana 5012.
"Ayolah! disini sudah tidak ada segerombolan binatang iblis lagi, palingan cuma ada binatang biasa yang takut dan bersembunyi di balik batu"
"Kau terus mengeluh dari tadi padahal waktumu tinggal 3 minggu sampai kau ulang tahun ke 14. Bagaimana kalau kau pergi ke daerah sekitar, mungkin masih ada segerombolan binatang iblis yang tersisa.'' Ucap Hela
"Aku tahu kau punya ide bagus, bagaimana kalau kita ke arah timur? aku tidak pernah mendatangi tempat itu karena aku takut dengan Orc nya."
"Tapi sebelum itu, kau harus menyiapkan dirimu kalau ada situasi yang tidak diinginkan dan juga mungkin sudah waktunya bagimu untuk melakukan ini."
"Apa lagi yang harus kulakukan??"
"Duduklah, dan rasakan mana yang mengalir di dalam tubuhmu" Ucap Hela. Yori pun melakukan apa yang disuruh oleh Hela. Ia merasakan mana yang mengalir di seluruh tubuhnya.
Hiyori kecil memusatkan mana ke dalam otaknya, terlihat ia sekarang berada di dalam otaknya.
...Alam Pikiran Manusia...
"Apa ini? Apakah ini mana? ternyata seperti butiran bintang yang sedang terbang." Gumam Yori melihat mana yang ada disekelilingnya.
Mana - Mana tersebut berhenti mengitari kepala Yori dan berakhir mengisi sebuah Totem. Terdapat 6 Totem di dalam kepalanya.
Totem burung, Totem naga, Totem ular, Totem beruang, Totem tengkorak, Totem malaikat. Yori pun bingung, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Sedangkan Hela hanya berharap Yori mampu menangani hal ini.
Sebenarnya apa yang terjadi?
Yori mendekati satu persatu Totem tersebut, ia kebingungan dengan apa yang terjadi. Tiba - Tiba Totem ular pecah, menghasilkan ratusan ular yang mengelilingi isi kepalanya.
"Sepertinya aku harus membunuh ular ini!" Gumam Yori sambil mengambil sabitnya lalu menebas ular ular itu.
Tapi sepertinya ia terlihat sedikit kewalahan, ia kurang mampu melawan ratusan ular itu sendiri. Hela mengamatinya dari luar, kepala Yori terlihat berwarna merah, banyak keringat bercucuran di atas kepalanya.
"Sepertinya sudah mulai yah!?" Hela langsung meraba kepala Yori dan mendinginkan kepalanya dengan bantuan sihir Hela.
"Tidak apa Yori, kau pasti bisa melawan Totem itu! aku akan membantumu!" Ucap Hela mencoba berbicara dengan Yori.
Yori kecil tidak putus asa, ia terus - terusan menebas ular itu sampai hancur dan kembali menjadi Mana. Setelah waktu berlalu, akhirnya segerombolan ular itu mati.
Yori terbaring karena kelelahan, ia merasa tubuhnya sudah tidak kuat lagi untuk berdiri. Yori kecil merasa ratusan mana terserap murni ke dalam tubuhnya.
Tapi tiba - tiba Totem burung pun hancur, menimbulkan banyak sekali burung burung api di sekelilingnya. Yori kecil berdiri dan mencoba melawan burung - burung api itu.
Tapi sepertinya burung burung api itu tidak dapat terkena sabit Yori. Yori tidak tahu apa yang harus dia lakukan, dia hanya dapat menghindar dari semburan bola api yang dibuat burung - burung itu.
Disisi lain Hela dengan terus - terusan menggunakan Mananya untuk mendinginkan kepala Hiyori, Hiyori kecil sangat kewalahan melawan burung - burung itu, sampai ke luar darah dari kepalanya.
"Tcihh, aku tau ini akan terjadi karena ia belum bisa menggunakan Mana" Gumam Hela
"Yori!! Kau bisa mendengar aku!?" ucap Hela mencoba berbicara lewat kepala Yori.
"Hela!?"
"Kau sekarang sudah bisa menggunakan sihirmu! bayangkan sihir yang cocok dengan element mu! kau pasti bisa melakukannya!!"
"Sihir?? apa yang harus kubayangkan!?'' gumam Yori. Yori Berpikir sejenak sambil menghindari serangan bola api burung - burung itu.
"Baramaho! Bara no toge o sasu!" Seketika keluar duri menjalar yang menusuk seluruh burung - burung terbang.
"Selesai!? kenapa tidak dari dulu aku menggunakan sihir? biar lebih mudah! tetapi kalau dilihat - lihat ternyata sihir yang kuciptakan sangatlah kuat.
"Kalau begini akan ku hadapi semua Totem!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf ges yah baru upload hehe