The Legends Of Yggdrasil

The Legends Of Yggdrasil
Episode 8 - Chapter 10



Hiyori dan elf itu dikepung oleh pasukan Orc, hal ini ternyata telah direncanakan oleh raja Orc semenjak kemunculan gempa kecil tadi.


Raja Orc menampakkan dirinya dari singgasana, ia memiliki tubuh besar dengan 3 mata di atas wajahnya. Selain memiliki badan yang besar serta fisik yang bagus, raja Orc memiliki kemampuan untuk memanggil serta mengendalikan para Orc yang ada disekitarnya.


Itu adalah salah satu kemampuan yang dapat digunakan ketika memperoleh gelar raja. Raja Orc memerintah pasukannya untuk segera mengepung dan mencabik - cabik tubuh Hiyori dan Elf itu.


Pasukan Orc pun langsung menyerbu Hiyori dan elf tersebut. Hiyori segera menggunakan sihirnya untuk meminimalisir jumlah musuh, tetapi jumlah Orc terlalu banyak membuat Hiyori kewalahan.


Hiyori menurunkan elf itu, dan segera memanggil sabitnya. Ia menebas para Orc yang mencoba mendekatinya secara langsung, tentu saja hal ini membuatnya sangat kewalahan karena para Orc yang datang dari berbagai arah terlalu banyak apalagi harus sambil melindungi elf itu.


Hiyori dan elf itu berhasil dikepung dengan sangat dekat hingga membuatnya sesak sampai tidak bisa bernafas, di sini Ia tidak tahu harus bagaimana lagi karena sudah tidak ada kesempatan untuk menyerang.


Lalu tiba - tiba sebuah cahaya meledak membuat para Orc di sekitar tubuh Hiyori dan elf itu mati terbakar, Elf itu mengepakkan sayapnya dan mengangkat kerah baju Hiyori.


"Huwaaa!!!" Hiyori panik serta terkejut karena ia tiba - tiba ikut terbang di udara.


"Tenang! kau sudah aman, selama ini terima kasih karena sudah menolongku. Selanjutnya biar aku yang mengurus semua ini." Ucap Elf tersebut.


"Apa maksudmu!? Tunggu, sabit ku tertinggal!!"


"Hikari maho! Mori no sabaki!" Elf tersebut mengangkat satu tangannya mengarah tepat ke arah Raja Orc. tiba - tiba sebuah benda berbentuk anak panah raksasa yang terbuat dari akar kayu datang dari langit.


"Mengerikan! ini sudah seperti kekuatan dewa" Gumam Hiyori yang merinding dan takut dengan sihir yang sebesar itu. Tetapi saat ia melirik wajah elf itu, wajahnya penuh air mata darah, hal Ini dikarenakan sihir besar yang ia panggil.


Tetapi raja Orc tidak tinggal diam, ia mengangkat kedua tangannya. Lalu sebuah Orc bayang sebesar kastil yang berwajah mirip seperti raja elf muncul dan menahan anak panah dari Elf tersebut.


Sepertinya raja Elf terpojok dan tidak mampu menahan serangan dari Elf tersebut, keringat tersebar luas di seluruh wajahnya.


Tetapi ia tidak ingin kalah dan terus mengeluarkan sisa - sisa kekuatannya walaupun kekuatannya berada di ambang penghabisan. Raja elf berhasil mendorong busur panah raksasa itu agar tidak jatuh ke kastilnya.


"Dasar babi yang keras kepala! sudah cukup main - mainnya!!" Elf itu langsung menurunkan langsung anak panah tersebut. Raja Orc langsung terpojok dan tidak dapat menahan serangan itu lagi, seluruh kastil dan wilayah sekitarnya meledak.


"Anak ini bisa berbahaya kalau dia sampai ikut terkena ledakan!" Elf itu langsung terbang dengan cepat terbang menjauh dari ledakan besar yang ia buat.


Ledakan besar ini menghabiskan 30% tanah di benua asgard, menghapus wilayah Shadowarch Maia dan sekitarnya hingga terjadi gempa besar benua Asgard.


Membuat seluruh makhluk di benua asgard merinding ketakutan karena gempa tersebut, bahkan sampai ada yang mengira kiamat dewa telah dekat.


Tidak sampai situ, suara ledakan ini juga bisa sampai terdengar sampai ke ujung benua Asgard. Dan fenomena ini disebut dengan "Amarah sang dewa".


Mengubah iklim yang ada di asgard, dimana Shadowarch Maia terkena hujan 7 hari 7 malam berturut - turut hingga lava vulkanik yang ada di Shadowarch Maia itu pun membatu.


Tetapi kerajaan Silvia malah mendapatkan keuntungan karena letak yang strategis dimana curah hujan muncul secara teratur, begitu juga dengan wilayah yang ada di sekitarnya serta wilayah yang tidak terkena dampak fenomena "Amarah sang dewa".


Dikarenakan kekuatan dan kekuasaan kerajaan Fertile menurun drastis, Hal ini membuat kerajaan lain ingin merebut kerajaan Fertile.


Persaingan antar kerajaan untuk memperebutkan wilayah dan kekuasaan membuat banyak pertumpahan darah dari setiap pihak. Dan ini hanyalah permulaan dari berbagai peristiwa yang terjadi di Asgard.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hutan aksara, Asgard...


...Jum'at, 14 April 4997...


...Pukul 20.34...


"hush! hush! hushhh!!!!" Suara seseorang yang sedang berlari layaknya dikejar oleh seekor kerbau lepas. Terlihat seorang wanita yang dikejar oleh kawanan musuhnya.


Wanita itu berlari dari satu tangkai pohon ke tangkai pohon lain dengan cepat bagaikan ninja, tetapi musuhnya tidak kalah cepat dengannya.


Salah satu kawanan musuh itu membidik Kunai ke arah wanita yang dikejarnya tepat mengenai lengannya. Wanita itu harus berlari dengan lengan terluka dan dipenuhi dengan jejak darah.


"Pssst!!!" Terdengar suara kode dari kode seseorang oleh wanita itu, wanita itu langsung melirik ke arah suara itu berasal.


Ternyata itu adalah Seorang Laki laki yang bersembunyi mencoba memanggil wanita itu, wanita itu pun langsung pergi ke arah laki - laki yang bersembunyi itu.


Setelah beberapa detik, para kawanan musuh datang. mereka Mencoba menyelidiki kemana wanita itu pergi. Mereka melihat ada sebuah Goa dan menyelidiki goa tersebut, tetapi goa itu tertutup oleh akar akar berduri.


Salah satu kawanan itu mencoba menebas akar - akar itu, tetapi seketika ada suara gagak yang terbang dari arah sebelah barat.


"DISANA!!!" Ucap salah satu kawanan itu, dan mereka segera menuju asal suara gagak tersebut.


"Sepertinya sudah aman. . ." Ucap Laki - laki itu sambil mengintip tawanan musuh yang sudah pergi. Laki - laki itu segera menoleh ke arah wanita yang ia selamatkan.


"Siapa dirimu!? apa mau mu!!? Kalau kau berjalan elangkah lagi, aku akan membunuhmu!!!" Ucap wanita itu sambil mengarahkan payungnya ke arah Laki - laki itu dengan tatapan sinis.


Tentu saja, tidak ada orang yang akan percaya pada orang lain pada pertemuan pertama. Wanita yang terduduk sambil menatap luka dengan salah satu tangannya terlihat sedang melakukan pembelaan diri.


"Tenanglah! kalau aku orang jahat, aku tidak akan membantumu dan menghilangkan jejak lukamu dengan sihir ku" Ucap laki - laki itu sambil tersenyum mencoba meluruskan kesalahpahaman ini.


"Orang ini!!! bukannya berterima kasih malah ingin membunuhku!" Gumam laki - laki itu.


"Nama ku adalah Hiyori, Kanagiri Hiyori. Aku membantumu karena ku pikir itu memanglah tugasku" Ucapnya, yah. . . ternyata laki - laki itu adalah mc kita, Kanagiri Hiyori.