The Legends Of Yggdrasil

The Legends Of Yggdrasil
Episode 9 - Chapter 11



"Kana.. giri.. Hiyori?? aku baru pertama kali mendengar marga itu. Apa kau bukan orang dari wilayah sini?" Tanya wanita itu tapi ia masih belum menurunkan kewaspadaannya.


"Bisa dibilang begitu, aku berada di sini sekitar baru 10 hari karena insiden ledakan di wilayah jurang Maia" Ucap Hiyori sambil maju satu langkah.


"JANGAN MENDEKAT!!!" teriak wanita itu, tapi rasa sakit di lengannya semakin parah yang membuatnya harus menahan rasa itu.


"Itu racun! kalau tidak segera diatasi, kau akan mati karena racun tersebut"


"Lantas apa mau mu!? menyembuhkan racun ini!? sudah terlambat, aku akan bernasib sama seperti ayahku. Ini adalah racun kelelawar malam, bahkan tabib yang sudah menduduki tahapan hitam saja tidak bisa menyembuhkan racun ini."


"Kita tidak tahu kalau belum coba, aku akan menetralkan racun itu!"


"HAH!? apa maksudmu? kau dengar kataku barusan kan!?"


"Kumohon!, biarkan aku menyembuhkannya!" Ucap Hiyori.


"Anak ini, benar - benar keras kepala sama seperti adikku" Gumam wanita itu.


"Baiklah... mohon bantuannya!" Ucap wanita itu.


Hiyori langsung berjalan mendekati wanita itu, ia duduk dan mengarahkan tangannya hampir menyentuh luka yang da di lengan wanita itu.


"Hikari no maho,Tenshi no megumi" Seketika cahaya keluar dari tangan Hiyori, membuat seluruh tubuh wanita itu sedikit bercahaya.


Wanita itu terkejut karena tubuhnya terasa sangat bersih, luka yang ada di lengannya pun menghilang. Bahkan tenaga dan mananya pulih lagi seperti sedia kala.


Hiyori pun pingsan karena menggunakan sihir itu, sebenarnya tubuhnya masih belum bisa menggunakan sihir over power ini.


Cahaya di tubuh wanita itu kembali redup, ia segera mengangkat Hiyori dan menempatkannya di ranjangnya.


Tenshi no megumi, atau bisa disebut sihir anugrah malaikat. Kemampuan ini Hiyori dapat dari seorang malaikat yang ia tolong.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Beberapa hari yang lalu...


...5 april 4997, Pukul 00.12...


"Huwaa kakak elf!! mau kemana kau membawaku!?" Teriak hiyori yang dibawah oleh malaikat itu pergi. Malaikat itu menurunkan Hiyori di goa hutan aksara.


"Ini adalah hutan Aksara, masuk dan bersembunyi lah di goa ini, aku akan segera mendapatkan hukumanku karena mengacaukan kehidupan Asgard" Ucap malaikat itu.


"Hukuman!? Siapa yang akan menghukum mu!?" Tanya Hiyori sedikit cemas.


"Malaikat lain selain diriku"


"Mala- tunggu! kau adalah malaikat!!?" Hiyori terkejut tidak percaya. Malaikat itu mengeluarkan cahaya di sekitar tubuhnya.


Bajunya yang sebelumnya lusuh kini menjadi seperti orang bangsawan karena perpaduan warna putih dan emas. Disertai 6 sayap di belakang punggungnya, matanya berubah menjadi emas dengan lambang pupil tertentu.


"Cantik..."Gumam hiyori terpukau melihat malaikat itu.


"Terima kasih karena telah menyelamatkan aku, kuberi kau salah satu dari 3 hadiah sebagai salam perpisahan kita, pilihlah yang menurutmu bagus untuk dirimu dan masa depan" Malaikat itu mengeluarkan 3 Skillbook. Anugrah malaikat, Penghakiman malaikat, dan terakhir Pengaruh malaikat.


Hiyori bingung untuk memilih salah satu dari buku itu, akhirnya ia memilih buku yang pertama. Anugrah malaikat, kemampuan yang bisa menyembuhkan sampai mengisi ulang mana seseorang.


"Pilihan yang bagus, semoga ini bisa membantu dirimu dan masa depan yang telah menunggumu" Ucap malaikat itu sambil mengepakkan sayapnya, kedua buku yang tidak dipilih menghilang.


Sedangkan buku yang di ambil Hiyori terserap ke dalam dirinya dan hanya menyisakan kertas kosong.


Angin berhembus kencang pertanda seseorang akan menghilang, malaikat itu terbang dari ketinggian layaknya burung lalu menghilang. Kata yang ia ucapkan terakhir kali adalah "Semoga dirimu bisa menjadi salah satu penyelamat kehancuran Asgard."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Goa, Hutan Aksara...


...Selasa, 15 april 4997...


Hiyori membukakan matanya, ia mengangkat setengah badannya dari kasur. Melihat - lihat sekitar sambil memegang kepalanya tanda kesakitan.


"Kau sudah bangun?" Tanya wanita itu sambil menyiapkan makanan untuk Hiyori.


"Kau?? aku lupa nama mu, maaf" Ucap Hiyori.


"OH? aku yang seharusnya minta maaf, aku lupa menyebutkan nama ku. Aku Vierra, Hayashi Vierra. Kau bisa memanggilku Vierra atau Kak Vierra, terlihat kalau aku lebih tua darimu" Ucap Vierra.


"Ini makanlah dulu, semoga kau suka" Vierra mengantarkan makanan yang telah ia siapkan ke arah Hiyori.


"Apa ini?? aku baru pertama kali melihat makanan ini" Ucap Yori sambil memegang sendok dan melahap makanan itu. Hiyori terpukau karena mencicipi makanan itu.


"Enak sekali! baru kali ini aku memakan makanan yang sangat lezat!" Gumam Hiyori sambil melahap semua makanan itu.


"Ini adalah nasi yang dicampur dengan sup daging rusa, aku menambah sedikit cabai karena kupikir akan lebih enak kalau sedikit pedas. Syukurlah kalau kau suka!"


"Terima kasih, aku kenyang sekali!"


"Habisi sisanya. . . Aku cape membuat itu, jangan terburu - buru karena aku juga ingin sedikit bercerita denganmu" Ucap Vierra.


"Mengenai sihirmu. . . Aku yakin kalau kau pasti dari kerajaan Fertile, kudengar kerajaan itu terkena kemarau panjang sejak insiden ledakan di Maia." Ucapnya lagi.


"Fertile? Tidak. . . Aku salah satu warga yang ada di sekitar jurang Maia. Mengapa kau mengira aku dari sana?"


"Kerajaan Fertile adalah salah satu kerajaan terkuat yang ada di Asgard, kudengar ada seseorang yang mendapatkan berkah dewa. Aku yakin kalau itu adalah kau!"


"Tunggu, aku? ma- mana mungkin!" Ucap Hiyori sambil gugup karena takut ketahuan.


"Kau berbohong! kenapa kau kabur ke wilayah sini disaat kerajaanmu sedang mengalami masa kritis!?"


"Aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan"


"Hah... kau ini!" Ucap Vierra sambil mengeluarkan lie detection.


"Pegang ini!" Perintah Vierra, Hiyori langsung memegang alat itu.


"Kutanya padamu sekali lagi, apa kau berasa dari kerajaan Fertile?"


Hiyori menjawab tidak. Vierra menunggu sinyal dari alat itu, tetapi tidak berbunyi atau pun hidup.


"K k kau ternyata tidak berbohong, maaf aku telah salah menilai mu. Aku tidak akan bertanya lagi padamu, kau hebat. . . bisa mendapatkan sihir kuat di usia seperti dirimu." Ucap Vierra sambil mengambil kembali alat itu.


"Terima kasih, tapi dari mana kau berasal? pakaianmu sepertinya mewah sekali. Kau seperti orang bangsawan dari kalangan timur." Tanya Hiyori.


"Ini Kimono . . . pakaian yang biasa wanita pakai di kekaisaran kami. aku berasal dari kekaisaran Hinode, daerah yang terletak pada bagian ujung timur Asgard dan bersebelahan dengan hutan Aksara.


"Hinode? ternyata ada banyak wilayah yang tidak ku ketahui di dunia ini. . ."


"Sebenarnya aku harus segera kembali ke kekaisaran ku, dan sepertinya aku juga harus membuat salam perpisahan disini. Aku ingin memberimu hadiah sebagai balasan terima kasihku, tetapi aku tidak tahu harus memberimu apa. . ."


"Bagaimana kalau kau mengajakku ke desamu?" Ucap Hiyori mencoba memberi saran.