
Lambang kerajaan athian terlihat dimana-mana seraya hansel dan yang lain mendekati marlene. Jalur utara yang sepi kini telah berubah menjadi seperti sebuah kota kecil dipenuhi tenda-tenda. Tidak hanya jalur utara, tetapi di semua jalur sudah dikepung oleh para priest dan pasukan dari seluruh athian. Para priest ini bertugas untuk menahan siapa saja untuk memasuki marlene termasuk hansel dan yang lain.
Para priest itu mengarahkan rombongan hansel menuju sebuah kemah pemberhentian sementara. Kemah ini menjadi lokasi sementara bagi para pedagang yang ingin masuk ke dalam marlene. Hansel melihat cukup banyak orang di kemah itu, namun tidak sedikit juga yang memilih untuk kembali ke hasgia. Ia sangat bersyukur ketika ia datang mencari bahan obat untuk alvin, kondisi marlene belum seperti ini.
Mereka diarahkan menuju sebuah kemah, sedangkan gregory dan cecilia diarahkan menuju kemah tahanan. Gregory juga memutuskan untuk terus menjaga cecilia disana. Setelah membantu gregory, hansel bersama alvin, wilson, lucy dan leo bergegas masuk ke dalam tenda. Tanpa berlama-lama, mereka berlima langsung mulai membuat sebuah rencana untuk menolong marlene dan tentu saja menyelamatkan helena.
Hal pertama yang akan mereka lakukan adalah mencari asal penyebab wabah misterius itu. Untuk itu, mereka harus menyusup masuk ke dalam marlene. Tidak ada informasi mengenai marlene yang mereka ketahui saat ini. Karena itu mereka memutuskan untuk mencari informasi terlebih dahulu.
Hansel, wilson dan lucy berkeliling untuk bertanya serta memperhatikan kondisi di sekitar marlene. Saat ini kota di tengah danau itu telah menjadi sebuah benteng yang mustahil untuk disusupi. Keempat gerbang utama telah ditutup total dan gerbang-gerbang kecil yang terhubung ke danau telah disegel. Baik siang atau malam, para priest atau pasukan kerajaan athian selalu berpatroli di sekitar danau untuk mencegah siapa saja masuk ke dalam marlene.
"Jadi, saat ini kota itu sudah seperti benteng" ujar alvin cemas setelah mendengar penjelasan dari hansel, wilson dan lucy.
Situasi mereka saat ini cukup sulit mengingat alvin masih belum bisa membuka identitasnya. Sedangkan leo yang merupakan seorang linker beresiko mendapatkan hukuman yang lebih berat dibanding mereka jika mencoba menyusup ke dalam marlene. Meski alvin mengatakan jika ia tahu beberapa pintu rahasia, tetapi ada kemungkinan pintu itu juga telah di jaga. Selain itu, seandainya pintu-pintu rahasia itu tidak diketahui juga masih ada para priest dan pasukan yang berpatroli di sekitar danau.
Situasi ini membuat mereka kebingungan. Mereka berlima terus memutar otak untuk mencari solusi yang paling tepat. Semakin lama mereka berdiam dan semakin lama waktu berjalan, semakin banyak juga korban jiwa di marlene akan berjatuhan. Terlebih saat ini mereka tidak tahu bagaimana kondisi helena yang membuat mereka harus segera bergegas.
Di saat hansel dan yang lain menemukan jalan buntu, terdengar suara dua orang dari depan tenda. Dua orang itu membicarakan tentang kondisi wabah dan marlene saat ini. Sebuah percakapan biasa yang semua orang tahu, hingga seseorang mengungkapkan bahwa wabah ini kemungkinan adalah serangan musuh.
Salah satu orang itu berbicara jika ia sempat melihat seseorang berjubah hitam dengan topeng biru mondar-mandir di sekitar marlene. Orang itu tidak tahu apa yang dilakukan pria bertopeng itu, ia hanya berkeliling tanpa melakukan apa-apa. Hingga tiba-tiba pria bertopeng menghilang. Ia menghilang tepat setelah wabah itu dimulai.
Cerita itu sungguh menolong hansel dan lainya yang sedang menemui jalan buntu. Dengan cerita ini, mereka bisa menyusup ke marlene setelah mengetahui situasi sesungguhnya yang terjadi disana. Mereka berlima langsung keluar dan menemui dua pria itu. Ternyata pria-pria itu adalah orang marlene yang berhasil melarikan diri sebelum wabah menyebar dan kota ditutup.
Tanpa berbasa-basi lagi, hansel langsung meminta kedua pria marlene itu menceritakan kondisi marlene. Hansel meminta kedua pria itu menceritakan saat-saat wabah dimulai dan pria bertopeng biru. Pria marlene itu awalnya ragu, tetapi setelah melihat hansel, wilson dan lucy yang mengenakan jubah priest membuat para pria itu mau menceritakanya. Terutama tony, tony yang melihat langsung kejadian itu dan pria bertopeng biru itu langsung mulai bercerita.
...****************...
Siang hari seperti biasa di marlene. Jalanan ramai di segala sisi penuh dengan pedagang dan pelancong dari seluruh penjuru athian. Tony, seorang pedagang bunga juga seperti biasa menyiram bunga di tokonya. Tidak ada yang istimewa pada hari itu, hingga teriakan demi teriakan terdengar dari seluruh penjuru kota. Orang-orang mulai berlarian meninggalkan marlene termasuk tony. Ia terus berlari dan mulai melihat orang-orang menggila dibelakangnya. Orang-orang itu terlihat seperti anjing gila yang menyerang semua yang ada di hadapan mereka.
Orang-orang yang seakan-akan kehilangan kewarasan mereka itu mulai menangkapi semua orang yang masih sadar. Namun ada yang aneh, orang-orang yang ditangkap mulai berperilaku gila setelah wajah mereka ditutupi dengan tangan mereka yang menjadi gila dan seketika itu juga kehilangan akal sehat. Selain itu, tony juga melihat ketika orang-orang gila itu meletakan tangan mereka dan juga menggumamkan sesuatu seperti mantra.
Tony tidak bisa mendengar jelas apa yang diucapkan karena ia langsung berlari menjauh. Ia terus berlari hingga berhasil keluar dari marlene tepat sebelum gerbang timur marlene ditutup. Tony hanya bisa melihat satu persatu orang-orang yang masih sadar diserang oleh mereka yang menggila. Tony masih bisa merasakan kengerian yang terjadi pada saat itu hingga saat ini. Ia bahkan tidak berani untuk mendekati marlene karena trauma yang begitu besar setelah melihat langsung kejadian tidak masuk akal itu.
...****************...
"Su-- sungguh mengerikan" ujar lucy merinding sembari terus memegangi tangan hansel.
Pria bernama tony itu juga mengatakan jika pria bertopeng biru itu sering masuk ke sebuah toko bahan-bahan langka. Toko itu menjual barang-barang aneh dan unik dari seluruh dunia. sebuah toko yang mencurigakan untuk orang yang mencurigakan. Toko itu juga yang menjadi tujuan pertama penyusupan mereka.
Hansel dan yang lain terus mencoba mencari cara untuk masuk kedalam kota. Alvin mengatakan jika ia mengetahui sebuah pintu rahasia di antara gerbang utara dan timur. Meski saat ini yang menjadi masalah utama adalah bagaimana cara mereka menyeberangi danau besar yang mengitari kota marlene.
Seperti yang sudah mereka lihat, priest dan pasukan aksitia selalu melakukan patroli disekitar danau. Pergerakan mereka jelas akan langsung terlihat dan mereka mungkin akan ditangkap. Karena itu, hansel memberikan ide yang brilian tapi juga berbahaya. Ia akan mengalihkan perhatian para priest dan pasukan sementara alvin dan wilson menyusup masuk.
rencana ini tentu saja ditentang karena hansel akan dalam bahaya jika ia sampai ditangkap. Ia akan dianggap melanggar perintah raja karena berusaha masuk kedalam kota sekalipun hansel tidak bermaksud masuk ke marlene. Tapi, mereka juga mengerti jika tidak ada jalan lain lagi selain melakukan rencana hansel. Mereka terus berdebat dan berdebat hingga akhirnya hansel berhasil meyakinkan mereka.
Perdebatan panjang itu sangat lama hingga tidak terasa malam telah tiba. Waktu untuk penyusupan telah dimulai dan kini rencana hansel akan segera dijalankan.
Hansel pergi secara diam-diam kearah gerbang barat marlene. Sedangkan alvin dan wilson pergi kearah berlawanan untuk menyiapkan perahu dan segera menyeberang. Situasi malam itu cukup tenang, sangat sempurna untuk menjalankan rencana mereka.
Beberapa waktu kemudian, hansel mulai membuat keributan di hutan di antara gerbang utara dan barat. Hansel membakar beberapa pohon di sana untuk menciptakan keributan hebat.
Sesuai dugaan mereka, api itu berhasil menarik perhatian seluruh pasukan Athian. Satu-persatu priest dan pasukan kerajaan athian yang ada di atas danau mulai menjauhi gerbang utara menuju lokasi terbakarnya hutan.
Tanpa menunggu lama, alvin dan wilson langsung menggunakan kesempatan ini untuk menyeberang. Alvin menggendong hansel di punggungnya kemudian mulai berjalan di atas air. Alvin memiliki kemampuan untuk mengendalikan empat elemen yaitu tanah, air, api dan udara. Karena itu mudah saja bagi alvin untuk menggerakan air danau.
Alvin mulai berselancar di atas air dan bergerak cepat menuju sebuah gerbang kecil. Gerbang itu terlihat buruk dan lapuk. Sebuah gerbang kecil yang terlihat seakan-akan tidak pernah di gunakan sejak marlene di bangun. Meski buruk, gerbang itu sangat sempurna untuk penyusupan.
Alvin dan wilson mulai membuka gerbang itu perlahan-lahan. Wilson juga sudah menggunakan kemampuan penghalang agar tidak ada orang-orang sakit yang bisa menyerang mereka. Meski demikian, sampai saat ini mereka belum menemukan satupun orang di sana.
Satu jam telah berlalu dan mereka hampir tiba di jalur timur. Tujuan mereka adalah toko bahan-bahan langka yang sering di datangi oleh pria bertopeng. Mereka berdua menyusuri jalur timur yang telah berubah menjadi seperti kota hantu ini. Jalur yang begitu ramai telah berubah menjadi sebuah jalan menyeramkan penuh kehancuran di sisi kiri dan kananya.
Mereka terus memperhatikan sekitar jalur timur, tapi tidak ada seorangpun di sana. Bahkan sejak awal mereka tiba di marlene tidak ada seorangpun yang mereka temukan. Sungguh aneh mengingat marlene merupakan kota besar dengan penduduk yang sangat banyak.
"kurasa ini toko yang di maksud tony" ujar wilson sembari memperhatikan sebuah toko berpenampilan biasa seperti toko-toko lain di sekelilingnya.
Alvin mengangguk dan mereka berdua mendekati pintu toko itu. Alvin menggenggam pegangan pintu dan merasakan aura jahat dari dalam toko itu. Ia juga merasakan kehadiran seseorang dari belakang mereka.
Seketika itu juga alvin langsung menoleh ke belakang dan melihat pria bertopeng biru berdiri di hadapan mereka. Pria bertopeng itu kemudian membuka topeng dan memperlihatkan wajahnya. Menampilkan sesosok orang tua berkulit putih dengan kulit keriput serta terlihat telah kehilangan mata sebelah kirinya. Namun yang pasti, baik alvin atau wilson bisa merasakan betapa berbahayanya pria tua itu. Mereka berdua tahu jika pria itu bukan orang jahat biasa. Tatapan pria tua itu sungguh membuat alvin, raja para priest bergetar hebat. Alvin bisa merasakan rencana jahat dari pria tua itu terhadap dirinya dan wilson. Entah apapun rencana itu, pria tua itu harus di kalahkan di sini dan saat ini juga.