
"gelap, dimana aku.. si..siapa kau?!" hansel berdiri sendiri di sebuah ruangan besar. ruangan itu adalah balairung istana aksitia dan hansel melihat raja dan ratu terkapar tidak berdaya dibawah singgasana. darah memenuhi seluruh lantai singgasana dan kedua mahkotanya hancur.
lalu muncul seorang wanita bergaun merah dengan wajah menyeramkan. hansel berusah untuk lari tapi ia tidak bisa bergerak. Perlahan-lahan wanita bergaun merah itu bergerak mendekati hansel dengan senyuman mengerikan. kedua tangan wanita itu berlumuran darah. wanita itu kini berdiri di hadapan hansel dan mengelus pipi kanan hansel.
"bisa.. beritahu raja.. cecilia sangat me-rin-du-kan-nya, HA.. HAHAHA" ujar wanita itu tepat di wajah hansel.
...****************...
hansel terbangun dari tidurnya dengan keringat dingin di sekujur tubuh. hansel melihat wilson dan lucy sedang bersiap-siap untuk segera meninggalkan hasgia dan melanjutkan perjalanan menuju desa hylas.
suasana hasgia pagi ini lebih ramai dari hari kemarin. semua orang juga terlihat mengenakan pakaian terbaik mereka seakan-akan mereka akan berpesta raya.
hansel terus memikirkan kejadian dalam mimpi yang terus menghantui dirinya. mimpi itu terlalu nyata untuk sebuah mimpi, bahkan hansel masih bisa merasakan sentuhan tangan penuh darah dari wanita bergaun merah dalam mimpinya.
mereka bertiga terus berjalan menuju gerbang kota hingga tiba-tiba dua orang priest menghentikan mereka. dua priest itu meminta hansel, wilson dan lucy mengikuti mereka berdua. dua orang itu juga menyampaikan tujuan mereka adalah mengantar hansel, wilson dan lucy menemui pemimpin kota.
pemimpin kota itu tinggal di gedung paling besar dan megah di hasgia. gedung itu terlihat dengan jelas dari segala penjuru kota dan merupakan bekas peninggalan dari tirani di masa lalu. hansel, wilson dan lucy terus berjalan menyusuri lorong panjang hingga tiba di sebuah ruangan besar dengan seorang wanita bergaun merah sedang berdiri menyambut kedatangan mereka bertiga.
betapa terkejutnya hansel melihat wanita bergaun merah itu. wanita itu mengenakan gaun panjang berwarna merah seperti di dalam mimpi hansel. wajah wanita itu sangat cantik dan ia terlihat masih muda. wilson dan lucy sungguh terpukau dengan kecantikan wanita itu. wajah wanita itu sangat bersih dengan kulit putih. mata berwarna merah dengan rambut berwarna putih, wanita itu adalah seorang albino. wanita itu sungguh cantik, namun bagi hansel wanita itu hanya sosok mengerikan yang ada di dalam mimpinya.
"apakah kalian priest dari aksitia?" tanya wanita itu dengan suara lembut dan menenangkan hati. suara wanita itu sungguh merdu dan enak di dengar hingga membuat wilson dan lucy merasakan kedamaian.
"benar madam, kami disini karena misi dari yang mulia raja" jawab wilson dengan ramah.
"apakah aku boleh tahu misi apa itu?" wanita itu kembali menggunakan nada lembutnya untuk memikat wilson dan lucy. suara wanita itu sangat menghipnotis hingga wilson dan lucy hampir saja mengatakan tujuan misi mereka sebelum hansel menghentikan mereka berdua.
"maaf kami tidak bisa!! ayo pergi!!" hansel dengan nada marah menarik wilson dan lucy pergi meninggalkan wanita bergaun merah. sebelum mereka melewati pintu ruangan, hansel mendengar wanita itu berbicara.
......"tolong beritahu raja, cecilia sangat merindukanya"......
hansel mendengar dengan jelas kata-kata wanita itu dan sekilas melihat wajahnya. wajah mengerikan dengan seringai jahat seperti di dalam mimpi hansel.
hansel terus berlari sembari terus memegangi wilson dan lucy. ia keluar dari gedung dan melihat orang-orang hasgia sudah berkumpul disana. orang-orang itu langsung mengerubungi hansel, wilson dan lucy. semua orang berusaha menyentuh mereka bertiga. orang-orang itu mulai menarik-narik pakaian hansel hingga lengan bajunya terkoyak.
kegilaan ini sungguh di luar nalar bagi hansel. hansel berusaha melindungi wilson dan lucy yang entah mengapa terdiam tidak berdaya. mereka berdua seperti terkena hipnotis atau semacamnya.
hansel tidak bisa melindungi mereka sekaligus menyerang orang-orang itu. hansel terus melindungi mereka berdua dari semua orang itu. hansel merasakan punggungnya sangat perih akibat cakaran dan sayatan dari para warga yang menggila itu.
semakin lama semakin banyak orang mengerumuni hansel, wilson dan lucy. serangan kepada mereka bertiga juga semakin parah. kali ini pergelangan kaki wilson dicengkeram dengan sangat keras hingga ia tidak dapat bergerak. rambut lucy juga terus ditarik dengan sangat kasar oleh orang-orang itu. tetapi hansel adalah yang paling parah. seseorang kini menaiki punggung hansel dan memukul-mukul kepalanya. orang yang menaiki punggung hansel itu juga menendang-nendangkan kakinya kearah pinggul hansel dan membuat hansel kesakitan.
hansel sudah sangat kelelahan dan kesakitan. hansel sudah sangat lemah dan ia merasa jika sebentar lagi ia akan jatuh. hansel sudah tidak bisa merasakan kakinya. seluruh tubuh hansel terasa sangat sakit. pandangan mata hansel sudah semakin kabur dan berkunang-kunang hingga ia melihat sebuah bola air besar menghantam orang-orang yang mengerumuninya.
serangan itu membuat semua orang yang menggila tadi tercerai berai dan melarikan diri. hansel melihat beberapa orang datang dan menyelamatkan mereka. hansel melihat wilson dan lucy yang telah kehilangan kesadaran mereka sedang di gendong oleh tiga orang pria. sedangkan hansel sendiri di panggul oleh seorang pria berkulit hitam dengan rambut putih. hansel melihat pria itu tersenyum kecil sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.
..."ce-ci-li-a, itu namaku manis.. titipkan salamku pada raja"...
hansel tersentak kaget dan terbangun dari tidurnya. ia kembali memimpikan wanita bergaun merah itu dan ia merasa mimpi itu semakin nyata. tangan hansel bergetar hebat, ia ketakutan.
"kak ada apa?! apa kau baik-baik saja?!" ujar leo dengan wajah khawatir
tidak ada siapa-siapa selain hansel dan leo disana. hansel terus melirik dua alas tidur di sebelah kirinya dan bertanya pada leo keberadaan wilson dan lucy. leo mengatakan jika kedua teman hansel itu telah sadar terlebih dahulu dan sudah keluar dari tenda untuk mencari udara segar.
mendegar hal itu, hansel langsung berusaha mengangkat tubuhnya dari atas alas tidur. ia berusaha berdiri dan langsung merasakan rasa sakit di sekujur tubuh. hansel berusaha untuk berjalan walaupun sesekali hampir jatuh dan terus menerus meringis kesakitan. hansel terus berusaha hingga berhasil keluar dan melihat kedua temanya itu baik-baik saja.
tidak ada luka berarti di tubuh wilson maupun lucy. mereka berdua terlihat sehat meski pergelangan kaki wilson terkilir hebat. hansel tersenyum kemudian bergabung dengan wilson dan lucy. beberapa orang juga terlihat duduk bersama mereka.
orang-orang itu adalah para penyelamat hansel, wilson dan lucy. mereka juga merupakan kakak-kakak dari leo. leo memperkenalkan satu persatu dari mereka. kakak tertua bernama jayden, ia adalah pria berkulit hitam dan berambut putih yang menyelamatkan hansel sebelumnya. kemudian ada gregory, si kakak kedua yang menggendong lucy keluar dari hasgia. tubuh gregory sangat besar dan kuat, ia selalu membawa gada kemanapun ia pergi. dan terakhir ada si kembar larry dan barry yang membantu mengeluarkan wilson. kedua pria kembar ini bertubuh kecil tetapi menurut leo, kecepatan dan kelincahan mereka tidak perlu diragukan.
tidak ada seorangpun diantara mereka berempat yang merupakan seorang priest atau setidaknya itulah yang hansel tahu. tetapi hansel mengingat jelas jika ada bola air menyerang orang-orang hasgia sebelum dirinya diselamatkan.
"umm.. jika tidak ada diantara kalian adalah seorang priest, lalu siapa yang menyerang dengan bola air?" hansel bertanya dengan wajah penasaran dan bingung kepada mereka semua.
wajah kakak beradik itu seketika berubah ketika mendengar pertanyaan hansel. mereka semua terdiam hingga akhirnya leo mengaku bahwa ialah orang yang menyerang dengan bola air itu. leo memiliki kekuatan tetapi ia bukan seorang priest, leo merupakan sebuah linker. hansel sering mendengar kata linker tapi belum pernah bertemu dengan mereka. linker sering dipandang sebelah mata karena mereka dianggap di mampu untuk menjadi seorang priest. orang-orang juga sering mengatakan jika linker adalah manusia gagal karena ia telah diberikan kekuatan tetapi tidak mampu mengendalikan kekuatanya. padahal, belum tentu linker tidak mampu mengendalikan kekuatan.
suasana disana menjadi sangat tidak nyaman. Tiba-tiba leo berdiri dan berlari meninggalkan mereka semua disusul oleh gregory dan si kembar menyisakan jayden duduk termenung.
"sebenarnya, mengapa leo tidak menjadi priest? aku melihat ia mengendalikan kekuatanya dengan sangat baik" tanya hansel penuh penasaran.
"leo memang mampu, tapi ia tidak bisa pergi ke aksitia" jawab jayden dengan murung.
jayden menceritakan segala yang terjadi pada leo, hasgia dan cecilia. semua cerita jayden sama seperti yang telah disampaikan oleh leo. tetapi ada beberapa fakta baru yang sangat mengerikan. fakta yang sepertinya memang tidak mungkin diberitahukan kepada anak kecil seusia leo.
jayden menceritakan jika wanita bergaun merah itu bernama cecilia. cecilia sangat kejam hingga ada rumor ia telah mengutuk kota itu dan seluruh rakyatnya. setidaknya ada tiga kutukan yang telah diketahui. pertama, setiap priest hasgia tidak bisa lagi mengeluarkan kekuatanya ketika di dalam kota. kedua, siapa saja yang mencoba membicarakan mengenai kutukan ini atau kondisi hasgia akan terbakar habis. ketiga, siapa saja orang hasgia yang memasuki aksitia akan terbakar habis. kutukan ketiga ini yang membuat leo tidak bisa menjadi seorang priest.
cerita dari jayden itu membuat bulu kuduk hansel, wilson dan lucy berdiri. Terutama hansel yang terus menerus mendapatkan mimpi tentang wanita bergaun merah atau cecilia. jayden kembali melanjutkan jika tidak ada orang yang mampu mengalahkan cecilia kecuali mereka orang luar hasgia. hansel tahu jika dirinya bukanlah orang hasgia tetapi ia juga menyadari jika kemampuanya masih sangat lemah. ia sangat ingin menolong leo dan semua orang hasgia.
"kurasa kami bisa membantu, tapi kalian harus memberi kami tunggangan tercepat yang kalian miliki" ujar hansel serius. hansel memiliki ide untuk memohon agar priest terkuat didunia, King of priests mau membantu mereka menyelamatkan hasgia dari wanita bernama cecilia itu.
"kalian mau ke hylas bukan? aku sudah menyiapkan kuda untuk kalian" jawab jayden tersenyum. meski mereka tidak memberi tahu jayden ataupun leo tentang tujuan mereka ke hylas tapi seperti jayden mengetahui tujuan mereka.
tanpa berbasa-basi lagi, hansel langsung menaiki kuda meski seluruh tubuhnya masih merasakan sakit luar biasa. ia berkuda dengan hansel karena pergelangan kakinya masih terluka, sedangkan lucy berkuda sendiri. hansel dan lucy memacu kuda mereka masing-masing dengan sangat cepat.
kuda pemberian jayden sangat berguna bagi perjalanan mereka menuju hylas. tidak sampai satu hari mereka tiba di hylas meski kedua kuda mereka terlihat sangat kelelahan. hansel dan lucy menitipkan kuda mereka di sebuah kandang kemudian mereka bertiga langsung berpencar sesampainya di hylas untuk mencari informasi tentang raja para priest. namun, setiap orang disana mengatakan jika tidak ada priest di desa hylas. desa ini terlihat normal tetapi memang tidak ada priest yang terlihat.
informasi yang diberikan raja tidak mungkin salah pikir mereka. tanpa lelah hansel, wilson dan lucy terus menanyai setiap orang yang mereka temui di desa hylas dan semua jawaban mereka sama, tidak ada priest di hylas. matahari sudah terbenam dan orang-orang mulai pulang ke rumah masing-masing. semakin sedikit orang di hylas yang bisa mereka tanyai dan semakin mereka mulai putus asa.
semakin lama suasana desa semakin sepi dan pada akhirnya tidak ada siapapun yang bisa ditanya. desa hylas benar-benar telah kosong dan mereka memutuskan untuk kembali ke kandang kuda. mereka berjalan lesu menuju kandang dan melihat seorang kakek tua sedang mengelus kuda-kuda mereka.
"apa kalian mencari seorang priest?" tanya kakek tua itu dengan suara bergetar namun tetap terdengar ramah.
"benar kek! apa kakek tahu sesuatu?!" tanya hansel bersemangat dengan wajah berseri-seri.
kakek itu memberitahu mereka jika ada seorang mantan priest yang tinggal menyendiri di hutan. orang itu cukup sering mengunjungi desa hylas untuk membeli kebutuhan atau menjual hasil buruan. tetapi kakek itu mengatakan jika ia tidak tahu wajah atau nama priest itu karena priest itu selalu menggunakan penutup wajah dan tidak pernah berbicara. kakek itu juga menunjukan arah priest itu datang dari hutan.
hansel, wilson dan lucy berterima kasih kepada kakek tua itu kemudian langsung bergerak menuju hutan. mereka terus menyusuri jalan setapak kecil hingga menemukan sebuah pondok kecil. pondok kecil itu mengeluarkan wangi makanan dan menyala terang di tengah kegelapan malam di hutan. hansel, wilson dan lucy menghampiri pondok itu dan mengetuk pintu. seketika itu juga sesosok pria muda tampan berambut hitam dengan mata biru yang sangat indah menyambut mereka dari balik pintu kayu pondok kecil itu. pria itu terus memandangi hansel, wilson dan lucy sebelum berbicara pada mereka bertiga dengan nada mengancam.
..."siapa kalian?"...