The King Of Priests

The King Of Priests
merchants and horse-drawn carriages



Pagi hari telah tiba menandakan hari baru akan segera di mulai. Hansel, wilson dan lucy telah berkumpul di gerbang utama ibukota. Gerbang utama sangat kokoh dan besar terbuat dari besi berlapis emas sebagai lambang kebesaran Athian. Hansel menatap gerbang itu dengan seksama sebelum mengangguk dan melangkahkan kaki melewati gerbang diikuti oleh wilson dan lucy.


Misi pertama mereka sebagai priest kerajaan athian dimulai. Perlahan-lahan hansel dan yang lain mulai menjauh dari ibukota Aksitia. Sedikit demi sedikit Aksitia yang besar itu mulai berubah menjadi bayangan hitam kecil dan kemudian menghilang dari pandangan. Kini hanya terlihat padang rumput luas di sekeliling mereka. Terlihat juga penggembala sedang menggembalakan hewan-hewan ternak mereka dengan santai sembari sesekali melambaikan tangan pada hansel, wilson dan lucy.


Jalanan ini sungguh ramai terutama di pagi hari seperti sekarang. Jalur ini memang merupakan jalur utama penghubung antara Ibukota Aksitia dengan kota Marlene, kota terbesar kedua di kerajaan Athian. Kota ini tepat berada di tengah kerajaan sehingga menjadikan Marlene sebagai kota strategis dan ramai. Jarak antara ibukota dengan Marlene cukup jauh dan memakan waktu sepuluh hari. Waktu yang cukup lama dan akan sangat melelahkan berjalan selama itu sehingga banyak sekali orang-orang beristirahat di tepi jalan sembari memakan perbekalan mereka.


setelah berjalan hingga matahari tepat di atas kepala, hansel terus berjalan dengan semangat sedangkan wilson dan lucy terlihat sudah mulai kelelahan. Perut mereka bertiga juga sudah mulai berbunyi menandakan waktu makan siang. kebetulan mereka melihat sebuah pohon besar di tepi jalan dan memutuskan untuk beristirahat dibawah pohon itu. lucy mempersiapkan bekal makan siang mereka, sedangkan hansel dan wilson melihat-lihat sekitar. walaupun jalur ini sangat ramai, tetapi monster dan bandit seringkali membuat keributan di jalur ini. Karena itu hansel dan wilson terus waspada hingga mereka mendengar suara teriakan dari arah jalan. tanpa berpikir lama, hansel dan wilson segera berlari menuju arah suara teriakan.


suara itu berasal dari sekelompok pedagang yang di kepung oleh gerombolan bandit. para pedagang biasanya dikawal oleh para priest dari serikat petualangan. Namun dari yang terlihat sepertinya mereka sendirian dan tidak ada pengawal walau hanya satu orang. Hansel dan wilson saling menatap dan mengangguk sebelum mereka menerjang para bandit itu. wilson membuat penghalang untuk melindungi para pedagang sedangkan hansel terus menyerang para bandit itu. beruntung bagi hansel karena tidak ada bandit seorang priest disana sehingga cukup mudah bagi hansel untuk menyerang mereka. satu persatu bandit diserang dengan kekuatan api miliknya. hansel terus menyerang para bandit, ia meninju para bandit itu dengan tinju api miliknya. Hansel terus menyerang hingga akhirnya para bandit itu menyerah dan lari terbirit-birit.


"terima kasih banyak tuan priest" ujar seorang pedagang kepada mereka berdua. pedagang itu terlihat masih muda namun bertubuh tinggi dan besar. Hansel dan wilson juga melihat dua orang lainya, satu orang berpenampilan seperti seorang musisi dan satu lagi berpenampilan sederhana seperti seorang penggembala. hansel terus menatap mereka bertiga karena kombinasi ini sangat aneh. hansel yang pernah bekerja di toko pakaian tahu bagaimana para pedagang berpakaian. Hansel terus menatap bingung hingga wilson memanggilnya dan mengingatkan bahwa mereka meninggalkan lucy sendiri. segera hansel dan wilson langsung menuju tempat lucy kemudian melihat lucy baik-baik saja sembari terus menyantap bekal makan siangnya. hansel dan wilson kemudian bergabung dan menghabiskan bekal makan siang mereka sebelum melanjutkan perjalanan.


hansel, wilson dan lucy kembali menyusuri jalur timur penghubung ibukota dengan Marlene. dari kejauhan hansel melihat para pedagang yang tadi mereka tolong berdiam diri disana. mereka terus mendekati para pedagang itu dan ternyata para pedagang itu sengaja menunggu hansel dan lainya. Para pedagang itu ingin menawarkan tumpangan hingga ke marlene karena ternyata mereka sedang bergerak menuju kota di barat, Ilmesh. tentu saja hansel, wilson dan lucy sangat senang dan menerima tawaran itu. dengan sigap mereka masuk di kereta kuda bersama dengan pedagang bertubuh besar dan berpakaian seperti musisi sedangkan pria berpakaian penggembala mengendarai kereta kuda.


perjalanan mereka menuju marlene terasa singkat karena diberi tumpangan oleh para pedagang baik hati ini. Selama di perjalanan mereka singgah di desa-desa di sekitar jalan. desa-desa ini sangat sederhanad dan jauh dari kemegahan aksitia. walaupun sederhana, warga desa ini sangat ramah dan baik hati. pemandangan yang disuguhkan di desa-desa ini juga sangat indah, seindah pemandangan di sekitar jalur timur. Padang rumput, hutan, perbukitan hingga sungai sungguh membuat hansel, wilson dan lucy yang baru pertama kali meninggalkan aksitia terpukau.


perjalanan dengan kereta kuda jauh lebih cepat dibandingkan berjalan kaki. Hanya dalam waktu tujuh hari mereka telah tiba di kota terbesar kedua, marlene. dari kejauhan mereka melihat sebuah danau besar dengan sebuah kota megah nan besar tepat berada di tengah danau itu. semakin mereka mendekat semakin terlihat jelas kota marlene terlihat. sebuah kota besar di kelilingi oleh tembok tinggi berwarna abu-abu. kota itu juga dikelilingi oleh empat jembatan batu besar sebagai penghubung antara empat jalur utama kerajaan athian dengan empat gerbang kota marlene.


hansel sungguh terpukau dengan kota marlene. aksitia memang besar tapi ia tidak pernah melihat aksitia seramai ini. hansel juga melihat pakaian unik yang tidak pernah ia temui sebelumnya. pedagang bertubuh besar itu menjelaskan pada mereka bahwa marlene merupakan kota persinggahan pedagang, petualang dan priest dari empat kota besar dan pakaian panjang seperti kain yang di lilitkan ke tubuh itu berasal dari velmier. tidak pernah terbayang bagi hansel bahwa ia benar-benar dapat melihat orang velmier secara langsung. selama ini hansel hanya tahu jika velmier berada di padang gurun aldeimor di selatan kerajaan athian.


selagi hansel melihat-lihat, tiba-tiba kereta berhenti dan pedangang bertubuh besar mengatakan jika mereka harus berpisah disini. hansel, wilson dan lucy mengucapkan terima kasih sebelum mereka turun dari kereta dan melambaikan tangan kepada para pedagang. hansel, wilson dan lucy memperhatikan kereta kuda itu melaju mengitari istana besar dihadapan mereka menuju ke arah barat. sebuah istana yang dilingkari benteng tinggi berwarna abu-abu. berbeda dengan istana di aksitia, istana di marlene berwarna abu-abu dan terlihat seperti benteng. terdapat empat menara besar dan menghadap langsung ke setiap jalan besar.


wilson tiba-tiba berhenti memandangi istana dan melihat arah matahari. ia melihat bahwa hari semakin sore dan mereka harus segera mencari penginapan sebelum malam tiba. mereka memutuskan untuk segera bergerak menyusuri jalan utara ke arah hasgia sebelum akhirnya melewati hasgia menuju desa hylas. jalan di utara ini tidak seramai jalan di timur, barat atau selatan. hansel merasa aneh dengan jalur utara ini karena tidak banyak toko-toko di sekelilingnya dan hanya ada penginapan. mereka terus bertanya satu demi satu penginapan namun harga penginapan itu cukup mahal dan beberapa yang lebih murah sudah penuh. gerbang utara marlene sudah terlihat dan mereka masih belum menemukan penginapan yang sesuai. matahari semakin tenggelam di ufuk barat dan akhirnya hansel mengajak wilson juga lucy untuk menyusuri jalan cabang.


di sekitar jalan utama terdapat jalan cabang yang menuju rumah-rumah masyarakat lokal marlene. jalan cabang itu sangat sepi dan hanya terlihat beberap orang disana. mereka terus bergerak semakin dalam dan menjauhi jalan utama. semakin dalam jalan cabang itu, mereka melihat berbagai kejadian tidak menyenangkan. mulai dari budak yang dipukuli dengan sangat tidak manusiawi, wanita-wanita penggoda yang mengenakan pakaian seadanya dengan leher diikat rantai hingga anak kecil yang menangis di pinggir jalan.


sebenarnya apa yang terjadi dengan marlene. kota besar yang terlihat sejahtera dan hidup ini menyimpan sebuah rahasia gelap. beberapa orang seperti bandit mulai mendekati mereka bertiga sehingga mereka memutuskan untuk kembali ke jalan utama. hansel benar-benar terkejut dengan apa yang baru ia lihat, ia tidak pernah melihat ini di aksitia sekalipun hansel sendiri mengetahui seperti apa situasi di daerah kumuh aksitia. kini hansel hanya berharap untuk segera meninggalkan marlene. namun hari sudah gelap dan mereka sungguh membutuhkan penginapan.


hansel, wilson dan lucy telah kembali ke jalan utama. mereka memutuskan untuk mencari penginapan apa saja yang masih tersedia. beruntung bagi mereka, sebuah penginapan dengan harga terjangkau masih memiliki kamar dan lokasinya sangat dekat dengan gerbang utara marlene. tanpa berlama-lama hansel, wilson dan lucy langsung masuk ke kamar dan tidur dengan sangat lelap setelah lelah berkeliling seharian di marlene. hansel tertidur dengan sangat pulas hingga tidak menyadari bahwa pagi hari telah tiba.


hansel terbangun mendengar suara gemerisik barang di sampingnya. ia melihat wilson sedang mengemas barang-barang mereka sedangkan lucy pergi membeli perbekalan di kota. menurut tuan pedagang yang bersama mereka sebelumnya hanya sedikit desa yang berada di sekitar jalur utara. oleh sebab itu mereka bertiga perlu membawa perbekalan yang lebih banyak. selain itu, jalur utara juga melewati hutan dengan jalan yang tidak terlalu rata. walaupun lebih dekat daripada ke aksitia, waktu perjalanan dari marlene menuju hasgia dapat mencapai dua minggu dan tambahan tiga hari untuk sampai di desa hylas. Monster dan bandit juga jauh lebih banyak dibandingkan jalur timur. hansel, wilson dan lucy menyadari bahwa perjalanan menuju hasgia dan hylas akan sangat menantang.


"semoga kami bisa mendapatkan tumpangan" kata-kata itu terucap dalam hati secara bersamaan oleh mereka bertiga.