The King Of Priests

The King Of Priests
End of Curse



hujan semakin deras membasahi seluruh tubuh hansel. ia merasa kedinginan dan rasa sakit di sekujur tubuh-nya masih terasa. tapi, saat ini hansel sedang tidak ingin kembali dan memilih untuk tetap diam di tepi sungai ehlmer menyaksikan air mulai mengalir deras dari hulu.


semakin lama hansel melihat sungai ehlmer mulai meluap. air sudah menggenangi kaki hansel dan ia berusaha untuk bangun tetapi tubuh hansel menjadi sangat lemah. tiba-tiba kaki hansel kram hebat dan ia meringis kesakitan. hansel merasa jika kedua kaki-nya seperti di cengkeram dengan sangat keras hingga menghasilkan rasa sakit luar biasa.


tapi saat ini situasi sungai ehlmer jauh lebih mengkhawatirkan. air semakin naik hingga dada hansel yang masih dalam kondisi terduduk. hansel berusaha untuk menyeret tubuh-nya menjauhi sungai. hanse terus menggerakan kedua tangan-nya dengan sekuat tenaga untuk keluar dari luapan sungai ehlmer.


hansel terus berusaha menjauh tetapi arus sungai ehlmer yang amat deras mulai menarik hansel ke sungai. kedua tangan hansel juga sudah sangat lelah ditambah dengan kedua kaki hansel yang tidak dapat digerakan. ia mulai menyerah dan terseret arus deras sungai ehlmer. hansel menutup mata dan membiarkan tubuh-nya ditarik oleh arus deras sungai ehlmer hingga ia merasa seseorang menarik lengan hansel dan menyelamatkan-nya dari keganasan sungai.


"hampir saja" ujar seorang laki-laki dari belakang hansel.


hansel perlahan-lahan membuka mata dan menengok ke belakang. ia melihat alvin terus memegangi tubuh-nya dengan nafas terengah-engah. kemudian hansel diangkat oleh alvin dan digendong kembali menuju tenda.


hujan deras terus membasahi hansel dan alvin. hansel sesekali menengok ke belakang melihat arus mematikan sungai ehlmer. hansel sangat lemas dan telah kehilangan kendali atas tubuh-nya. ia hanya bisa merasakan sakit luar biasa di sekujur tubuh dari kepala hingga kaki. tetapi hansel merasakan kehangatan dari punggung alvin yang membuatnya merasa sedikit nyaman. hansel meletakan kepala di atas bahu alvin dengan lemas sembari terus mengeluarkan air mata.


"apa kau baik-baik saja?" ujar lucy dengan wajah khawatir.


hansel tersadar dari tidurnya dan melihat matahari sudah bersinar terang. ia hanya melihat lucy dan berkata jika ia sudah baik-baik saja meski dengan wajah murung. hansel masih memikirkan kejadian penyerangan hasgia dan kini semakin terpuruk dengan kejadian di sungai ehlmer.


"oh? akhirnya kau sadar, ini makanlah" ujar alvin yang baru saja memasuki tenda membawa semangkuk bubur dan air hangat.


tatapan hangat alvin membuat hansel merasa bersalah. ia sesungguhnya sangat paham dengan kata-kata alvin sebelum ini. hansel sangat paham jika alvin membawa hansel, wilson dan lucy dalam penyerangan hanya akan menjadi beban bagi alvin. Hansel juga paham jika ia, wilson dan lucy hanya seorang priest baru dan belum berpengalaman. tetapi, hansel tetap merasa sesak ketika mengingat betapa lemah diri-nya hingga menjadi beban bagi alvin.


hansel melihat alvin duduk di sebelah lucy dan mulai menyuapi bubur ke mulut-nya. suapan demi suapan bubur di berikan oleh alvin dengan lembut. lucy juga terus menyembuhkan kaki hansel dengan kemampuan penyembuhan dengan sekuat tenaga, ia juga mengatakan jika wilson sedang membantu rakyat hasgia kembali membangun kota.


semua orang sedang bekerja keras sedangkan dirinya hanya terbaring diam, pikiran itu mulai merasuki hansel. pikiran-pikiran negatif itu semakin menyakiti hati hansel hingga membuatnya mulai menangis. air mata keluar dengan deras dari kedua mata hansel. hansel semakin merasa tidak berdaya ketika ia bahkan tidak dapat mengusap air matanya sendiri.


"tidak perlu sedih, kau sudah menyelamatkan nyawaku.. tidak ada priest di dunia ini yang bisa membuat priest terkuat berhutang nyawa" ujar alvin sembari mengusap air mata di wajah hansel.


hansel melihat alvin tersenyum sebelum meninggalkan tenda. Kata-kata alvin sungguh membuat hansel kembali bersemangat. ia mulai tersenyum dengan sumringah. hansel mengerti jika ia masih sangat lemah tetapi menyelamatkan nyawa seorang priest terkuat merupakan sebuah pencapaian hebat. hansel juga menatap lucy dan memikirkan wilson dengan bangga bahwa mereka berdua juga bekerja dengan sangat keras. hansel kembali tersenyum sebelum memejamkan mata dan melepaskan semua hal negatif dari dirinya, ia tertidur dengan pulas.


beberapa hari kemudian, tubuh hansel mulai pulih dan rasa sakit mulai berangsur-angsur menghilang. ia dijaga secara bergantian oleh alvin, wilson, lucy dan saat ini giliran leo bertugas menjaga hansel. sudah lama hansel tidak melihat leo dan ia merasa raut wajah leo sudah berubah. hansel melihat leo kini sangat bahagia dan dapat tertawa lepas terlebih ketika menceritakan jika leo akan segera berangkat ke aksitia untuk belajar di akademi priest.


cerita itu tidak hanya membuat leo bersemangat tetapi hansel. kedua mata berwarna kuning keemasan hansel berbinar-binar ketika mendengar leo akan ikut dengan mereka ke aksitia. bibir tipis hansel juga terus tersenyum ketika mendengar kabar jika jayden telah dililih oleh semua orang menjadi pemimpin hasgia. hansel menyibak rambut cokelat gelap-nya dan memperlihatkan wajah muda tampan hansel sembari tersenyum lebar. hansel tidak dapat menyembunyikan raut wajah lega karena berhasil menepati janji-nya pada leo dan jayden.


...****************...


satu bulan telah berlalu sejak perebutan hasgia dari wanita bergaun merah. hansel juga sudah pulih total dan terus membantu rakyat hasgia pindah ke dalam kota. bangunan yang terbakar dan hancur akibat pertempuran juga sudah hampir selesai diperbaiki.


"kita harus segera kembali ke aksitia, kurasa kita sudah terlalu lama berada disini" ujar wilson kepada hansel dan lucy.


"bagaimana jika aku menggunakan hutang nyawa kakak padaku?" hansel memberikan sebuah solusi yang luar biasa pada wilson dan lucy. mereka bertiga mengangguk setuju sebelum seseorang mengejutkan mereka.


"tenang saja, aku akan ikut kalian, bukankah nyawaku terlalu murah jika hanya dibayar seperti itu" suara alvin terdengar dari balik pohon besar tempat hansel, wilson dan lucy berteduh.


hansel melihat alvin telah mengenakan jubah hitam lengkap dengan penutup wajah. ia sangat terkejut karena melihat alvin telah siap untuk pergi bahkan baik hansel, wilson dan lucy belum bersiap sama sekali. alvin mengatakan kepada mereka bertiga untuk segera bersiap-siap meninggalkan hasgia. hansel merasa jika alvin sedang khawatir akan sesuatu meski ia hanya mendengar suara-nya.


tidak butuh waktu lama bagi hansel, wilson dan lucy untuk siap pergi. mereka bertiga berkumpul di depan gerbang hasgia dan melihat alvin, jayden, si kembar larry barry dan leo bergerak dari dalam kota. hansel melihat leo kembali membawa kereta keledai yang membawa dirinya dan wilson serta lucy hingga tiba di hasgia.


"bocah jayden, kali ini jaga hasgia dengan benar ya-- pastikan kau mematahkan kutukan hasgia" ujar alvin pada jayden sembari menepukan tangan di pundak kanan jayden. jayden sendiri telah diangkat sebagai pemimpin pertama yang dipilih oleh rakyat hasgia. untuk pertama kalinya hasgia dipimpin oleh seseorang yang ditunjuk oleh rakyat.


"tentu saja, kau juga jaga dirimu-- kudengar marlene sedang memanas, jangan sampai kalian terlibat masalah disana.. dan tolong jaga leo" balas jayden dengan wajah khawatir.


hansel melihat alvin mengangguk cemas sebelum mengajak diri-nya untuk naik ke kereta keledai. hansel, wilson dan lucy secara bergantian menaiki kereta keledai sebelum disusul oleh leo yang baru saja selesai berpamitan kepada kakak-kakaknya untuk ikut ke aksitia dan belajar di akademi priest.


tidak lama kemudian, hansel melihat gregory membawa kereta kuda. kereta kuda gregory semakin mendekat dan betapa terkejutnya hansel, wilson dan lucy melihat cecilia yang masih terikat rantai perak berada di dalam sebuah kurungan besi.


wanita itu hanya diam dan menatap kosong. wanita itu terlihat seperti telah kehilangan pikiran dan terus melakukan gerakan-gerakan aneh. ia sesekali seperti mencakar-cakar leher-nya kemudian kembali diam menatap kosong. gregory mulai memacu kereta kuda-nya dan mendahului kereta keledai leo. hansel bertanya-tanya untuk apa cecilia ikut dengan mereka. ia menatap alvin tetapi alvin hanya melirik hansel sebentar sebelum mulai menggerakan kereta keledai tepat di belakang gregory.


perjalanan pulang telah dimulai, hansel melihat orang-orang hasgia berkerumun di depan gerbang menyaksikan kepergian mereka. semua orang melambaikan tangan dan teriakan terima kasih menggema. hansel, wilson dan lucy saling memandang satu sama lain sembari tersenyum sebelum membalas lambaian tangan orang-orang hasgia hingga kota itu tidak terlihat lagi. mereka melewati jembatan baru yang sebelumnya rusak tepat di atas sungai ehlmer. hansel melihat tempat dimana ia hampir hanyut terbawa arus sungai ehlmer sembari tertawa geli sebelum tersenyum. ia menarik nafas panjang dan berteriak dengan sangat keras.


..."aksitia!! kami datang!!"...


...****************...


"jadi wanita itu sudah kalah?" seorang pria bertopeng seram berwarna merah berbicara di hadapan lima orang di hadapan mereka.


"wanita itu kehilangan akal-nya setelah menggunakan demigod cukup lama, tetapi tubuhnya cukup kuat untuk tetap hidup" ujar seorang wanita menggunakan topeng berwarna putih dengan nada ragu-ragu.


"BODOH!!! BAGAIMANA KALIAN BISA KEHILANGAN HASGIA?!?!" pria bertopeng merah itu berdiri kemudian menggebrak meja bundar di hadapanya.


semua orang terdiam tanpa berani membantah atau berbicara. tidak ada diantara mereka yang berani untuk bahkan sekedar bergerak. aura pria bertopeng merah itu sungguh mengerikan. bahkan wanita bertopeng putih tadi juga mulai bergetar hebat.


"ke--ketua, rencana kita di marlene akan segera dimulai.. a-aku harus pergi" seorang pria bertopeng biru berdiri dan pria bertopeng merah itu menatap tajam si topeng biru sebelum akhirnya berbicara dengan tenang tetapi sangat mengancam. sebuah kata-kata mengerikan yang membuat siapa saja yang mendengarnya merinding.


..."dapatkan marlene atau kupenggal kepala-mu dan kupajang diatas meja bundar membosankan ini"...