The King Of Priests

The King Of Priests
two man attack



pria berjuluk raja para priest itu memiliki wajah tampan nan rupawan. ia memiliki rambut hitam bermata biru dan terlihat masih sangat muda. untuk beberapa saat hansel, wilson dan lucy terperangah dengan ketampanan raja pada priest.


"sampai kapan kalian menatapku seperti itu?" tanya priest terkuat itu kepada mereka bertiga dengan nada kesal.


"a..apakah tuan adalah raja para priest?" tanya lucy tersipu malu.


pria tampan itu terdiam sebentar sebelum mengatakan pada mereka untuk pergi. ia juga mengatakan pada mereka jika gelar itu sudah tidak memiliki arti apa-apa bagi dirinya sebelum masuk dan meninggalkan hansel, wilson dan lucy sendirian di luar pondok.


hansel hanya bisa menatap kosong tidak percaya jika mereka berhasil menemukan orang itu. meski pertemuan mereka tidak berjalan mulus, tapi hansel telah bertekad untuk membawa raja para priest ke hasgia dan menolong leo dan semua orang hasgia.


hari semakin malam dan udara semakin dingin. meski kelaparan dan kedinginan, tidak ada diantara mereka bertiga pergi beranjak dari posisi masing-masing. hansel, wilson dan lucy hanya duduk meringkuk diatas rumput di halaman depan pondok. sesekali mereka bertiga melihat pria itu mengintip dari jendela sebelum kembali menghilang dari pandangan.


udara di hylas jauh lebih dingin daripada di aksitia atau marlene karena lokasi desa ini cukup dekat dengan kutub utara. angin dingin dari utara juga terasa hingga hylas dan mulai dirasakan oleh hansel, wilson dan lucy. angin dingin itu menembus tulang, seluruh tubuh mereka menggigil hebat.


"ki-kita ha-harus kembali, ki-kita bisa ma-mati" ujar wilson berusaha berbicara meski lidahnya sudah membeku dan tubuh wilson sudah sedingin es.


"ka-kalian pergi du-duluan, a-aku harus mem-membawa p-pria ini.. ki-kita sudah janji u-untuk menyelamatkan hasgia" jawab hansel dengan sekuat tenaga. diantara mereka, kondisi hansel lebih parah dan lebih menyakitkan. luka-luka di tubuh hansel semakin membuat hansel menderita dan kesakitan. meski begitu, hansel sudah berjanji untuk menyelamatkan hasgia.


hari semakin larut dan udara menjadi jauh lebih dingin dari sebelumnya. wilson dan lucy telah meringkuk tertidur diatas rumput sedangkan hansel yang masih terduduk mulai takluk oleh udara dingin hylas. akhirnya, mereka bertiga tidak sadarkan diri dan tenggelam dalam kegelapan.


"oi bangun, mau sampai kapan kalian tidur?" suara seseorang terdengar dengan jelas di telinga hansel.


hansel membuka mata perlahan dan melihat pria di pondok sedang membangunkan wilson dan lucy. kemudian hansel berpaling kearah jendela dan tersilaukan oleh cahaya matahari pagi sebelum memalingkan wajahnya kembali kearah pria itu. hansel melihat seorang raja para priest sedang menyiapkan sarapan.


perut hansel mulai berbunyi menandakan bahwa ia sangat kelaparan. hansel, wilson dan lucy yang belum sempat sarapan sejak kemarin hanya bisa menelan ludah melihat begitu banyak makanan di atas meja.


"sini, ayo makan" ujar pria tampan itu dengan singkat sebelum memakan roti.


awalnya hansel, wilson dan lucy sungkan untuk mengambil roti itu, tetapi rasa lapar mereka sudah tidak bisa ditahan lagi. mereka bertiga mulai berjalan menuju meja makan dengan malu-malu. hansel mengambil satu roti, begitu juga wilson dan lucy. mereka makan dengan sangat lahap dan tanpa sadar terus mengambil satu demi satu roti hingga habis tak bersisa. priest muda tampan itu hanya bisa tersenyum kecil melihat hansel, wilson dan lucy. hansel, wilson dan lucy hanya bisa tersipu malu melihat ekspresi priest terkuat di dunia itu.


"tu-tuan, terima kasih atas makananya" hansel mengucapkan terima kasih dengan sangat sopan dan terus menunduk malu.


pria itu hanya terdiam sembari terus membaca buku. ia bahkan tidak bergeming setelah hansel mencoba membujuknya menjadi priest kerajaan athian. wilson dan lucy juga berusaha terus membujuk priest terkuat itu sembari sedikit memohon. meski mereka bertiga telah membujuk priest itu dengan sekuat tenaga, ia tetap tidak menggubris perkataan mereka.


"tunjukan kekuatan sihir kalian padaku" tiba-tiba priest itu menutup bukunya dan menatap dengan serius hansel, wilson dan lucy.


hansel, wilson dan lucy tahu jika tuan priest muda itu sedang memberikan mereka kesempatan. segera hansel mengeluarkan api di kedua kepalan tanganya. lucy juga tidak mau kalah dan langsung menunjukan kemampuan penyembuhan miliknya. begitu juga wilson yang langsung membuat penghalang kuat. pria itu terus memperhatikan dan meminta mereka bertiga mengeluarkan kemampuan yang lebih baik.


kata-kata itu membuat hansel, wilson dan lucy menundukan kepala secara bersamaan. mereka juga langsung berhenti mengeluarkan kemampuan mereka dan hanya terdiam bisu. untuk sesaat, priest itu bingung dan akhirnya ia paham jika hansel, wilson dan lucy hanyalah priest pemula.


tidak ada sepatah katapun terucap diantara mereka berempat. pria itu terus memandang hansel, wilson dan lucy sembari terheran-heran. namun, tiba-tiba ia tersenyum dan tertawa. hansel, wilson dan lucy saling menatap kebingungan sebelum terperangah ketika tiba-tiba pria itu setuju untuk ikut dengan mereka bertiga.


suasana di dalam pondok langsung berubah seketika itu juga. hansel yang masih tidak percaya berusaha menegaskan kembali pernyataan priest terkuat itu meski pria itu hanya terdiam dan kembali membuka buku bersampul cokelat lusuh yang selalu ia baca sejak awal bertemu.


"apa kita pergi sekarang?" tanya pria itu dengan santai.


"te-tentu saja tuan! kami akan segera menyiapkan kuda kami!" ujar wilson bersemangat.


"namaku alvin, kalian boleh memanggilku kakak- itu juga jika kalian mau" lanjut raja para priest yang bernama alvin itu.


mereka bertiga mengangguk semangat sebelum mempersiapkan semua kebutuhan mereka untuk pergi. wilson langsung berlari ke desa untuk mengambil kuda mereka dan dengan cepat kembali ke pondok. setelah semua siap, hansel memanggil alvin untuk pergi. Hansel kembali menunggang kuda bersama wilson sedangkan alvin kini mengendari kuda lucy bersama lucy. tentu saja lucy sangat senang bisa berkuda bersama orang paling tampan yang pernah ia temui. lucy juga memeluk perut alvin dan ia bisa merasakan otot-otot perut yang terbentuk sempurna.


selama perjalanan, sebuah pertanyaan muncul di benak hansel. ia memperhatikan alvin dengan seksama dan hansel menyadari jika alvin tidak membawa apa-apa selain buku cokelat lusuh. ia juga terus mengenakan jubah panjang berwarna hitam dengan tudung kepala. alvin juga terus menutupi seluruh wajahnya hingga hanya kedua mata biru alvin yang terlihat. hansel terus berpikir apakah alvin benar-benar ikut mereka ke aksitia atau hanya akan berhenti di hasgia. hansel terus memikirkan itu dan kemudian menggelengkan kepala. hansel mengerti jika saat ini prioritas utama mereka adalah membebaskan rakyat hasgia dari cengkraman wanita bergaun merah bernama cecilia itu.


"kak, apakah kau bisa menolong--" hansel mengucapkan beberapa kata dengan ragu sebelum di potong langsung oleh alvin.


raja para priest mengatakan jika ia mendengar percakapan hansel, wilson dan lucy di pondok sebelumnya. ia juga mengatakan jika masalah di hasgia juga merupakan tanggung jawabnya.


jawaban alvin sungguh membuat hansel, wilson dan lucy sangat senang sekaligus lega. alvin juga menambahkan jika ia tidak percaya cecilia bisa melakukan hal kejam seperti itu karena bagu alvin cecilia merupakan seorang perempuan baik dan bijaksana.


kedatangan mereka berempat ternyata telah diketahui oleh leo dan keempat kakaknya. mereka menyambut hansel, wilson dan lucy serta raja para priest serta mengajak mereka masuk ke dalam tenda. kedua kuda mereka juga dibawa oleh larry dan barry.


hansel, wilson, lucy, alvin, jayden, gregory dan leo telah berkumpul di dalam tenda. kakak beradik itu terus memandangi alvin yang ditutupi oleh jubah hitam dari kepala hingga kaki. tatapan mata mereka tidak bisa lepas dari alvin terutama jayden yang terus menatap mata biru alvin. ia mengerutkan matanya kemudian tersenyum, sepertinya jayden telah mengetahui siapa orang dibalik jubah hitam itu. jayden kemudian meminta alvin untuk melepaskan penutup wajahnya.


alvin seperti ragu-ragu untuk membuka penutup wajahnya. ia menatap hansel dan memiringkan kepala sedikit sebagai tanda agar hansel tidak membolehkan alvin memperlihatkan wajahnya. namun, hansel mengangguk dan alvin menggelengkan kepala tanda tidak percaya. alvin membuka tudungnya dan melepas penutup wajah. jayden hanya tersenyum puas melihat wajah tampan yang sangat dikenalinya itu. sedangkan gregory dan leo terperangah melihat wajah alvin.


"sudah kuduga itu memang kau, mata birumu itu juga harus kau sembunyikan hahaha" ujar jayden mendekati alvin dan merangkulnya


"kau, bocah jayden" jawab alvin dengan semangat.


rupanya kedua orang ini telah kenal dekat sebelumnya. mereka berdua bertemu ketika alvin menyelamatkan hasgia. hansel, wilson dan lucy terkejut ketika mengetahui jika alvin adalah salah satu dari tiga priest yang menyelamatkan hasgia sebelumnya. tapi, mereka juga teringat jika alvin juga merupakan salah satu orang yang menempatkan cecilia sebagai pemimpin hasgia.


"bocah jayden, ada yang ingin kubicarakan" alvin menatap jayden serius.


"kalian bertiga istirahatlah, sampai bertemu esok hari" ujar jayden sembari mengajak alvin keluar dari tenda.


hansel melihat alvin dan jayden pergi meninggalkan tenda. kemudian gregory juga pergi bersama leo sebelum mengucapkan selamat malam dan terima kasih karena telah membawa raja para priest untuk menyelamatkan hasgia. hansel sendiri tidak tahu apa rencana mereka untuk menyelamatkan hasgia, tetapi alvin sudah berjanji akan membahasnya esok hari. Hansel melihat wilson dan lucy telah membaringkan tubuh mereka diatas alas tidur dan mulai tertidur. hansel juga langsung membaringkan badan dan tertidur dengan lelap untuk mempersiapkan hari esok yang panjang.


...****************...


"bocah jayden, kau masih bisa menggunakan sihir bukan?" tanya alvin kepada jayden dengan wajah sangat serius.


"tentu saja, tapi aku sudah lama tidak menggunakanya" jawab jayden khawatir.


"apa kau masih menyembunyikan jati dirimu sebagai seorang priest? bukankah kau harus memberitahu anak bernama leo itu bahwa kau adalah priest kerajaan heriera?" lanjut alvin dengan wajah khawatir.


tidak ada jawaban keluar dari mulut jayden dan hanya mengangguk pelan. wajah jayden benar-benar murung menunjukan kesedihan luar biasa. ia tahu betul jika heriera merupakan musuh abadi athian. jayden merasa sangat sulit memberitahu adik-adiknya mengenai kebenaran tentang dirinya. terlebih lagi, ayah dan ibu leo tewas dalam serangan heriera ke athian bertahun-tahun yang lalu.


alvin menatap jayden dengan khawatir sebelum akhirnya mengaluhkan pembicaraan. alvin menyampaikan pada jayden jika ia ingin jayden membantunya menyerang hasgia. serangan yang hanya dilakukan oleh alvin dan jayden karena mereka berdua bukan priest dari hasgia sehingga kutukan cecilia tidak berlaku pada mereka.


permintaan alvin ini sangat berat bagi jayden selain karena membahayakan rahasianya selama ini, nyawa mereka berdua juga benar-benar dalam bahaya. namun jayden juga mengerti jika hanya ada dua orang yang saat ini bisa menumbangkan cecilia dan jayden tidak punya pilihan lain. ia setuju untuk membantu alvin menyerang hasgia dan menjatuhkan cecilia.


malam telah berlalu dan matahari hampir terbit. alvin dan jayden menerobos masuk ke dalam kota. mereka berdua menyingkirkan orang-orang yang berusaha menahan mereka. alvin dan jayden terus merangsek masuk ke dalam kota hingga mereka dihadang oleh tiga priest bawahan cecilia. salah satu dari tiga priest itu menyerang alvin dengan kekuatan pisau. priest itu terus menciptakan pisau besi di kedua tanganya dan terus menembakan pisau-pisau itu kearah alvin dan jayden. sedangkan priest kedua memiliki kemampuan benang dan mengikat mereka berdua. kini giliran priest ketiga yang menyerang dengan bola api super panas.


bola api itu terus mendekati alvin dan jayden. dengan cepat alvin membuat sebuah tembok dari tanah dan membelokan arah bola api raksasa itu. kemudian alvin membebaskan dirinya dan jayden dengan sayatan-sayatan angin. kemampuan alvin adalah kekuatan empat elemen sehingga alvin bisa mengendalikan air, api, tanah dan angin. setelah terbebas, jayden menyerang ketiga priest itu dengan petir yang sangat kuat hingga membuat ketiga bawahan cecilia itu tersungkur di tanah tidak berdaya.


setelah itu, semakin banyak bawahan cecilia mengerumuni mereka berdua. berbagai kemampuan menyerang mereka berdua, tetapi alvin dan jayden jauh melampaui kekuatan para bawahan cecilia itu. alvin membuat angin puyuh yang sangat besar dan berhasil membuat semua bawahan cecilia terhempas kesana kemari. situasi di hasgia sangat kacau, api telah merembet ke rumah-rumah. hasgia benar-benar telah dilalap api.


"kalian sangat percaya diri menyerangku berdua saja" dari balik api berkobar muncul seorang wanit bergaun merah, cecilia.


"lebih baik kau menyerah, semua anak buahmu telah kalah" ujar alvin kepada cecilia dengan nafas mulai terengah-engah.


tidak ada tanggapan dari cecilia. tatapan wajahnya dingin seperti mayat hidup. alvin dan jayden terus menyerang cecilia dengan sekuat tenaga namun cecilia berhasil menepis semua serangan itu. kekuatan cecilia sangat tidak wajar, wanita bergaun merah itu terlihat seperti dikendalikan oleh orang lain.