The King Of Priests

The King Of Priests
the long lost story of hasgia



Sudah tiga jam sejak hansel, wilson dan lucy meninggalkan kota marlene. belum ada tanda-tanda seseorang akan memberikan mereka tumpangan meski ketiganya sangat mengharapkan hal itu terjadi. jalur utara memang tidak seramai jalur timur menuju aksitia. sepanjang perjalanan, tidak banyak orang yang berpapasan dengan hansel, wilson dan lucy dan tidak terlihat ramah sama sekali.


perjalanan ini sungguh berat karena mereka harus melewati hutan belantara. matahari sudah berada diatas kepala dan memutuskan untuk beristirahat sebentar. wajah hansel merah karena kepanasan sementara wilson dan lucy berkeringat dengan sangat deras. meskipun berada dibawah pepohononan rindang, sinar matahari tetap masuk melalui sela-sela dedaunan dan membuat hansel, wilson dan lucy tetap merasakan panas yang luar biasa.


lucy dengan sigap mengeluarkan bekal makanan dan minuman yang telah ia beli di marlene. tiga buah roti bernama riba menjadi menu makan siang mereka hari ini. roti riba merupakan roti khas marlene. roti ini berbentuk oval dan berisikan daging ikan cincang. hansel sangat menyukai daging ikan dan lantas membuat roti ini menjadi salah satu favoritnya. hansel makan dengan sangat lahap bahkan ia memakan dua roti sekaligus dengan mata berbinar dan wajah bahagia. wilson dan lucy yang melihat hansel hanya bisa menghela nafas dan tertawa melihat tingkah kekanakan hansel. mereka cukup menikmati istirahat kali ini hingga tidak sadar seorang anak kecil memperhatikan mereka bertiga.


"tuan priest, apakah kalian sedang menuju hasgia?" tanya anak kecil itu dengan lugu namun berhasil membuat kaget hansel, wilson dan lucy.


hansel sangat terkejut dengan kehadiran anak kecil itu. ia hampir saja menyerang anak itu dengan kekuatan api miliknya. beruntung hansel masih dapat menghentikan seranganya sebelum mengenai anak kecil itu. wilson juga sangat terkejut namun ia lebih tenang dari hansel. dengan cepat wilson melihat kereta keledai yang sedang dikendarai anak kecil itu. wilson berkata kepada anak itu bahwa mereka bertiga sedang menuju desa hylas. tanpa di duga, anak kecil kurus itu menawarkan tumpangan hingga hasgia. tentu saja hansel, wilson dan lucy sepakat untuk menerima tawaran anak laki-laki itu meski sejujurnya anak itu agak mencurigakan. cukup aneh seorang anak kecil berkendara sendirian di tengah hutan di jalur utara yang terkenal berbahaya pikir mereka bertiga. meskipun begitu, tidak ada pilihan lain bagi mereka jika ingin lebih cepat sampai di desa hylas.


kereta keledai yang dimiliki anak itu tidak sebesar milik tuan pedagang baik pemberi tumpangan dari aksitia menuju marlene. selain itu kereta anak itu juga ditarik oleh seekor keledai dan memiliki wagon tanpa atap serta kecil. kereta keledai ini juga bergerak jauh lebih lambat dibanding kereta kuda. bergerak lambat membelah hutan belantara di sebelah kiri dan kanan jalan. mereka terus bergerak dengan lambat hingga tidak terasa matahari sudah hampir terbenam. sangat berbahaya bagi mereka untuk terus melanjutkan perjalanan di malam hari. jalan di depan mereka semakin tidak terlihat dan udara semakin dingin. suara hewan-hewan buas mulai terdengar meraung-raung dari kejauhan. di malam hari, mereka adalah mangsa yang sangat rentan untuk diserang.


hansel mulai tidak nyaman dengan situasi seperti ini begitu juga dengan wilson dan lucy. hansel meminta anak itu untuk menepi untuk berkemah. namun, anak itu terus bergerak sembari mengatakan jika ada sebuah penginapan tidak jauh dari lokasi mereka. sebuah penginapan di tengah hutan sungguh tidak masuk akal pikir hansel. hansel sungguh tidak nyaman dan terus melihat sekeliling. sesekali hansel juga memastikan keadaan wilson dan lucy yang sedang tertidur lelap. berbeda dengan hansel yang gemar berolahraga, wilson dan lucy lebih sering menghabiskan waktu mereka di dalam ruangan. mengingat perjalanan panjang yang telah mereka tempuh, stamina wilson dan lucy pasti terkuras habis pikir hansel. hansel menyadari hal itu dan membiarkan mereka beristirahat walaupun wilson mengatakan agar hansel tidak membiarkan ia tertidur.


jalan di hadapan mereka semakin gelap dan hanya ada cahaya dari lampu minyak yang ada di kereta keledai. hansel semakin khawatir karena suara hewan-hewan buas di dalam hutan semakin nyaring dan mendekat. ia juga sesekali mendengar suara dari dalam semak-semak di tepi jalan. hansel merasa bahwa ia harus berhenti dan mulai berdiri. hansel meletakan tangan di pundak kanan anak itu sebelum tiba-tiba dari balik pepohonan terlihat cahaya terang ditengah kegelapan malam. hansel menyipitkan kedua matanya berusaha melihat lebih jelas cahaya itu. Perlahan-lahan kereta keledai itu semakin mendekati arah cahaya dan sebuah penginapan berdiri kokoh di tengah hutan belantara.


anak itu segera mengarahkan kereta keledai memasuki penginapan. penginapan itu cukup sederhana namun sangat dijaga dengan ketat. ada sekitar sepuluh orang berada di sekitar penginapan, menurut anak itu para penjaga itu juga merupakan seorang priest. hansel terus memperhatikan para penjaga dengan wajah tidak ramah itu hingga mereka tiba di depan sebuah kandang. setiap penginapan pasti memiliki kandang khusus bagi para pelanggan. selain kandang, terdapat juga gudang untuk menyimpan wagon dan barang-barang besar. hansel membangunkan wilson dan lucy sebelum mereka meninggalkan keledai dan wagon itu di tempatnya.


penginapan ini tidak sebesar penginapan di marlene dan seluruhnya terbuat dari kayu. tapi, hansel, wilson dan lucy merasa lebih nyaman berada di penginapan ini. selain karena para pekerja hotel yang ramah dan harga kamar semalam hanya lima koin perak, kamar di penginapan ini sangat nyaman. terdapat sebuah kasur berukuran sangat besar dengan sofa empuk nan nyaman ditambah dua kursi kayu dan jendela menghadap langsung ke jalur utara. kamar mereka juga memiliki kamar mandi di dalam serta bak mandi dengan air hangat.


hari ini, mereka beristirahat berempat bersama anak dengan kereta keledai itu. awalnya, anak itu menolak untuk ikut mereka dan memilih tidur di wagon. anak itu terus bersikeras menolak dan cukup lama hingga hansel, wilson dan lucy berhasil meyakinkan anak itu untuk ikut mereka beristirah di kamar.


anak itu bernama leo. sepanjang perjalanan tidak ada satupun dari mereka saling memperkenalkan diri dan saat inilah saat terbaik untuk saling mengenal. hansel, wilson dan lucy bergantian memperkenalkan diri kepada leo. leo juga bercerita mengenai dirinya kepada mereka bertiga. sebuah cerita mengejutkan yang mereka tidak pernah dengar sebelumnya. Leo merupakan seorang anak yang lahir dan besar di kota hasgia. sejak lahir ia telah tinggal di sebuah panti asuhan di dalam kota hasgia walaupun seluruh panti asuhan dan sebagian orang-orang hasgia terusir dari kota mereka sendiri.


leo kembali melanjutkan ceritanya dan kini ia bercerita tentang hasgia. hasgia merupakan sebuah kota termahsyur di utara kerajaan athian. hasgia juga merupakan satu dari lima kota besar dan satu-satunya kota besar di utara. namun nasib kota ini serta orang-orang di dalamnya sangat menyedihkan. kota ini sejak berdiri telah dipimpin oleh seorang tirani yang sangat kejam. tirani itu terus menindas warga hasgia demi kepentinganya sendiri. tirani itu bahkan mengenakan pajak tiga kali lipat dari pajak resmi kerajaan athian dan semua itu bukan demi orang-orang hasgia melainkan demi kekayaanya sendiri. setiap orang yang melawan tirani itu akan dihabisi dan disakiti dengan sangat kejam. selama bertahun-tahun rakyat hasgia sangat takut dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk melawan sang tirani.


hingga suatu hari, muncul tiga orang priest yang sangat kuat di hasgia. mereka memang datang ke hasgia untuk membebaskan kota itu dari sang tirani setelah mendengar kekejaman dan ketidak adilan dari sang tiran. pada hari itu, ketiga priest dan seluruh rakyat hasgia bergerak bersama untuk menjatuhkan sang tiran. mereka terus melawan hingga sang tiran berhasil jatuh pada hari yang sama. rakyat hasgia sangat senang dengan jatuhnya sang tiran. mereka mengarak ketiga priest itu berkeliling kota dan terus mengucapkan terima kasih pada mereka. rakyat hasgia juga memutuskan untuk menjadikan salah satu dari mereka sebagai pemimpin baru hasgia. meskipun hal itu tidak pernah terjadi karena ketiga priest itu menunjuk seorang priest sebagai pemimpin baru di hasgia.


pada mulanya, priest itu sangat baik hati dan bijaksana. hasgia berada dalam masa kejayaan pada saat itu. namun semuanya tiba-tiba berubah. priest itu mulai bertindak semena-mena kepada rakyatnya sendiri. ia menjadikan hasgia sebagai surga bagi para priest dan neraka bagi rakyat biasa. kota hasgia hanya boleh ditempati oleh para priest dan orang biasa diusir dengan sangat tidak manusiawi. sekali lagi hasgia jatuh dalam kekuasaan tirani.


suara kicauan burung mengejutkan hansel. hansel terbangun dan melihat matahari pagi telah menerangi seluruh kamar. ia melihat wilson, lucy dan leo masih tertidur dengan lelap. hansel terus memandangi leo teringat cerita anak polos itu kemarin. hansel terus membayangkan betapa menderitanya orang-orang hasgia. hansel sangat ingin menolong orang-orang hasgia, tapi ia sadar bahwa saat ini kekuatanya masih sangat lemah. hansel terus termenung menatap jalur utara yang masih sepi seperti kemarin. hansel terus bertanya-tanya tentang hasgia dan marlene yang sebelumnya ia lihat. semua terasa palsu, marlene dan hasgia yang termashyur ternyata tidak seindah di cerita. apakah ilmesh, velmier atau bahkan aksitia juga seperti ini pikir hansel sembari mengepalkan tangan.


perjalanan menuju hasgia kembali dilanjutkan. tidak ada percakapan terjadi diantara mereka berempat. semuanya diam dengan wajah sendu dan tidak bersemangat. mereka terus membayangkan situasi hasgia saat mereka tiba nanti. leo terus memacu kereta keledai dengan perlahan-lahan. hari demi hari dan malam demi malam mereka lalui hingga akhirnya mereka tiba kota hasgia.


pintu gerbang besar dan satu-satunya telah terlihat di kejauhan. sebuah kota yang berundak-undak tepat di bawah kaki gunung ehlmer dan dikelilingi oleh tembok yang tinggi. pemandangan kota hasgia sangat indah dan menawan. sebuah kota unik dan menarik, dari kejauhan mereka bisa melihat rumah-rumah terbuat dari kayu di dalam tembok berwarna abu-abu terang. terlihat juga beberapa kincir angin didalam kota menambah keindahan hasgia. dibalik keindahan hasgia, tersimpan juga sisi kelam kota ini. di sekeliling tembok terdapat tenda-tenda dan rumah-rumah kecil seadanya. tempat ini merupakan tempat tinggal orang-orang hasgia yang terusir dari rumah mereka.


mereka terus mendekati pintu gerbang hingga tiba-tiba leo menghentikan kereta keledainya. ia menatap hansel, wilson dan lucy sedih sebelum mengatakan bahwa ia tidak bisa masuk ke dalam. tatapan wajah leo membuat mereka sangat sedih. mereka sangat tahu betapa menderitanya leo dan semua orang hasgia. tapi, mereka bertiga tahu dengan jelas bahwa tidak ada yang dapat mereka lakukan saat ini.


hansel, wilson dan lucy turun perlahan-lahan dari wagon. leo melambaikan tangan sebelum memasuki sebuah jalan kecil ditengah kerumunan rumah-rumah dan tenda-tenda kumuh. hansel terlihat sangat terpukul melihat kondisi ini. ia sangat tahu bagaimana rasanya tidak memiliki rumah dan hanya bisa menumpang di tempat asing. hansel terus termenung hingga lucy menepuk pundak hansel. lucy tersenyum manis dan mengajak hansel masuk ke dalam kota bersama. hansel sempat menolak untuk masuk dan meminta mereka tinggal bersama leo. ia merasa tidak mau jika harus tinggal di dalam kota sementara leo dan rakyat hasgia harus tinggal menderita di luar tembok. namun, wilson dan lucy berhasil menenangkan hansel serta membuat hansel setuju untuk masuk. wilson mengatakan jika leo dan orang-orang hasgia tidak akan nyaman jika tiba-tiba ada seorang priest tinggal bersama mereka.


perdebatan itu cukup menyita perhatian kedua penjaga gerbang hasgia. setelah hansel setuju, akhirnya mereka mulai bergerak menuju gerbang hasgia. mereka mulai mendekati penjaga berwajah masam dan kemudian memperlihatkan surat misi dari sang raja. raut wajah penjaga itu tiba-tiba berubah setelah melihat segel raja. penjaga itu tiba-tiba berubah menjadi sangat ramah dan membiarkan mereka masuk. situasi di dalam kota sangat jauh berbeda dengan situasi di rumah kumuh dan tenda di sekitar tembok. seluruh bangunan tampak indah dan terawat. semua orang berpakaian bagus dan tentu saja semua orang adalah priest. priest yang seharusnya menjaga dan melindungi kerajaan athian beserta rakyatnya dan kini ia melihat priest menindas rakyat athian itu sendiri. mereka bertiga terus berjalan berusaha menghindari orang-orang itu dan berhenti didepan sebuah penginapan sederhana.


penginapan itu berbeda dengan penginapan-penginapan sebelumnya yang penuh dengan kemewahan. mereka bergegas masuk ke dalam penginapan ini dan disapa oleh penjaga penginapan. penjaga itu melihat mereka dengan seksama kemudian memberikan mereka kamar secara cuma-cuma. penjaga itu hanya mengatakan jika semua priest dari aksitia adalah tamu kehormatan di hasgia. hansel sebenarnya ingin menolak tapi ia melihat wilson menggelengkan kepala dan hanya mengatakan terima kasih. di saat itu juga mereka sadar jika penjaga penginapan itu tersenyum aneh dan membuat merinding. mereka bertiga saat itu juga merasakan aura jahat dari penjaga penginapan ramah itu dan tanpa mereka sadari, semua orang dalam tembok hasgia telah memperhatikan mereka bertiga sembari tersenyum dengan penuh niat tersembunyi.