The Girl Who Lost Happiness

The Girl Who Lost Happiness
07. battle (2/3)



sebelumnya


"dalam aturan tes ini, seharusnya ia tak boleh ikut campur dalam keikutsertaan tes ini tapi karena ia melanggarnya jadi aku harus memberikannya hukuman. "


"hukuman? hukuman apa yang mau kau berikan padaku?"


"lihat saja nanti kalian berdua, aku akan membuat kalian tak akan bisa keluar dari sini. suasana hatiku sedang tidak baik karena kalian berdua."


Seiji dan Hitako berada di tengah lapangan sekarang melawan seseorang yang tak pernah mereka lihat sebelumnya. di lihat dari wujud lawannya, dia adalah gadis berperwakan kecil namun ia membawa palu besar. rambutnya diikat kepang dua, memakai baju biru laut seperti orang eskimo.


"siapa di sana? "


"mana?"


"itu"


muncullah gadis itu.....


"kalian ya? yang membuat tuanku sangat marah. terutama laki-laki yang di sana (menunjuk Seiji)."


"hah?"


"hah? hanya itu yang ada di kamus bicaramu itu."


"siapa kau, aku tak pernah melihatmu sebelumnya?"


"jangan pura-pura tak tahu aku siapa, walalupun aku tak pernah menunjukkan diriku sebelumnya tetapi sekarang aku akan melawan kalian berdua."


"oh, kau lumayan menarik. lawanlah aku."


"tidak, aku akan lawan gadis kecil di sana."


"langkahin mayatku baru kau melawannya."


palu besar itu dilempar ke arah Seiji namun ia menghindar dan membawa Hitako ke tempat aman yaitu di salah satu kursi penonton barisan pertama. namun, gadis kecil itu tak diam begitu saja.


di sisi lain, ketika Seiji membawa Hitako ke kursi penonton. ia melihat gadis kecil itu berlari menuju ke arahnya.


"hooh? kau cukup gesit rupanya. menarik."


"ada apa denganmu?"


"kau tetaplah di sini."


"kenapa?"


"tetaplah di sini sebentar saja."


"tapi kalau ada apa-apa, gima--"


"DIAMLAH"


Seiji ingin marah akan tetapi ia menahan amarahnya karena takut teman dekatnya akan terluka jika dia ikut bersamanya.


"aku hanya takut..... kalau kau terluka nantinya.... aku tidak mau."


"begitu ya? kau rupanya..... terlalu mengkhawatirkan aku. ahaha"


"kau ini."


"bodoh" ia mengatakannya saat ia tiba-tiba memeluk Hitako


saat itu, gadis kecil itu tiba di depan mereka dan menarik pisau kecil di pinggulnya dan melemparnya kepada Seiji namun gagal karena Seiji menggunakan pelindung.


Gadis kecil itu masih tersenyum dan tertawa seperti psikopat. alhasil aura yang berasal dari gadis kecil itu membuat Hitako menjadi merinding.


"a-apa ini, aku sama sekali tak bisa bergerak." kata Hitako dalam hati


"ada apa denganmu? ayo lanjutkan sebelum aku mulai bosan dengan kalian." kata gadis kecil itu kepada mereka berdua. Seiji melepas pelukannya dari Hitako lalu berjalan melangkah menuju ke tempat gadis kecil itu. "kalau begitu, langsung saja kita mulai."


Gadis kecil itu langsung menyerang begitu juga dengan Seiji dan kursi penonton langsung jadi rusak karena mereka. mereka menyerang seluruh area kursi penonton kecuali tempat Hitako karena Hitako di kelilingi oleh pelindung supaya serangan dari Seiji dan gadis kecil tersebut tidak mengenainya.


setelah beberapa menit kemudian, Seiji dan gadis kecil tersebut masih menyerang dan masing-masing dari mereka mendapat luka di sekujur tubuhnya sewaktu mereka menyerang. "ada apa denganmu? kau masih belum serius menyerangku." kata Seiji dengan serangan pedang yang ia pegang mengenai bahu gadis kecil tersebut


namun gadis kecil tersebut menghindar serangannya setelah ia mendapat luka dari lawannya. "kau juga sama saja." kata gadis kecil tersebut dan ia melanjutkan serangannya. ia menyerang Seiji dengan palunya namun Seiji berhasil menghindar tetapi Seiji lupa bahwa itu hanya umpan dari gadis kecil dan banyak pisau kecil tiba di belakangnya memutar layaknya bumerang.


dan alhasil Seiji lengah dan ia terkena serangan dari gadis kecil itu kemudian ia hampir mau terjatuh tetapi satu kakinya seolah-olah menolaknya untuk terjatuh dan ia menyerang gadis kecil itu dari bawah dengan menggeser kaki gadis kecil itu supaya gadis itu bisa terjatuh.


gadis kecil itu terjatuh namun karena badannya yang terkena serangan dari Seiji itu membuatnya ia tak bisa bangkit berdiri lagi. "a-ahh, kenapa aku tidak bisa bergerak, kumohon bergeraklah tubuhku.....bergeraklah......ayolah kumohon" kata gadis kecil itu dalam hati sambil berusaha mencoba menggerakkan badannya.


"hei, kasih tahu namamu....." kata Seiji dengan mengangkat pedangnya seolah-olah ia ingin membunuh gadis kecil itu dengan pedangnya. gadis kecil itu tidak mau memberitahu namanya karena ia tidak mau namanya diejek.


"aku tak punya nama." kata gadis kecil itu kepada Seiji. Seiji mengayunkan pedangnya dan menancapkan pedangnya ke perut gadis kecil itu tetapi....


"HENTIKAN!"


ada suara Hitako yang seolah-olah menghentikan pedang Seiji. Seiji pun mengembalikan pedang ke sarung pedangnya. gadis kecil tersebut yang awalnya menutup matanya karena takut dan melihat lawannya tidak melawannya, ia membuka matanya tetapi ia tidak bisa berdiri sehingga ia diikat dengan tali sihir oleh Seiji.


"ada apa, Hitako?" tanya Seiji kepada Hitako.


Hitako berlari menuju Seiji dan berusaha membujuk Seiji agar tidak membunuh gadis kecil itu.


"hentikan, Seiji! aku tidak ingin melihat lebih jauh lagi yang seperti ini!" kata Hitako


"yang seperti ini kau takut?" kata Seiji kepada Hitako


"bukan seperti itu, tapi setidaknya jangan membunuhnya. oke?"


"cukup diikat kayak gitu saja!" kata Hitako dengan nada kesal


gadis kecil itu hanya bisa diam karena ia diikat dengan tali sihir. sedikit saja ia bergerak maka ia mati. Hitako melihat gadis kecil itu dan menanyakan tentang namanya.


"hei, namamu siapa?" kata Hitako kepada gadis kecil itu


"hmph! (mengarahkan kepalanya ke kanan) enak saja tanya nama orang! aku tak punya nama." kata gadis kecil itu


"hmm, bagaimana kalau ini." kata Hitako yang bersiap mengelitik badan gadis kecil itu.


Hitako mau mengelitik badan gadis kecil itu tetapi tangannya di cegat oleh Seiji.


"jangan sentuh tali itu, itu tajam. tanganmu akan terluka mengenainya." kata Seiji yang mencegat tangan Hitako untuk mengelitik.


"apa yang harus ku lakukan?"


"biarkan saja"


"hah? kita kan gak tahu namanya."


dari atas sana ada sebuah panah yang melesat menuju ke Hitako tetapi hal itu di sadari oleh Seiji dan ia memotong panah itu dengan tali sihirnya.


"siapa di sana?" kata Seiji dengan orang yang menembaki Hitako dengan panah.


"ada apa?" tanya Hitako kepada Seiji


"ada yang aneh...."


"aku kira apa yang terjadi dengan bawahanku ternyata dia dikalahkan juga. sekarang ini giliranku kan? kalian yang membuat aku marah hari ini." kata Sira yang tiba-tiba ada di kursi stadion.


"Sira!" kata Hitako yang terkejut melihat Sira datang


"hentikan pertandingan ini, ini bukan lagi tes!" kata Seiji yang berusaha melindungi Hitako


"ini memang bukan tes dari awal kok. ini adalah jebakan untuk kalian." kata Sira


"a-apa? ini bukan tes?!" kata Hitako dengan terkejutnya ia mendengar kata Sira


"kau tak percaya, lihat sekelilingmu." kata Sira


ada banyak orang dengan macam-macam kekuatan unik datang dan memenuhi satu stadion. dengan banyaknya musuh tentu saja membuat Hitako dan Seiji terdesak. apakah yang akan direncanakan oleh Sira dan bagaimana kelanjutannya?


bersambung....


bonus cerita


Hitako : Hei, Seiji! apa kau tahu ke mana author kita yang suka telat up?


Seiji: hmm? author kita? di sini!


Seiji membuka tirai jendela yang ada author yang sedang asyik nonton anime sambil makan camilan.


Hitako: ekhm.... ekhm.... author sudah berapa lama novel ini ditinggal? HAH?


wajah Hitako di dekatkan pada author dengan wajah marah sehingga itu membuat author menjadi takut dengan sang tokoh utama novel GWLH (singkatan dari novel the girl who lost happiness)


author: a-aaaku b---bbbisa j-jelasin ini, t-tolong te--


Hitako mengeplak kepala author hingga membuat kepala author menjadi benjol


Hitako: BODOH KAU! DASAR AUTHOR ANEH! CEPATAN UP! UP NOVEL INI JANGAN YANG LAIN! NGGAK KASIAN LIHAT VIEWS KARYA KITA!


Hitako menjambak rambut author hingga ada suara notif dari wa author, author yang aka disapa Rei ini membuka hpnya dan terkejut melihat isi dari notif tersebut adalah tanggal tugas pelajaran dikumpul di classroom yaitu hari ini.


author: a-aaaaaaAAAPA! TUGASKU! TUGASKU DIKUMPUL HARI INI? HELP ME GUYSS


tugasnya tersebut awalnya cuma satu tapi lama-kelamaan menjadi banyak hingga 10 tugas yang harus dikerjakan sama Rei. 5 tugas membuat dokumen, ppt, kerjain tugas mtk dan limanya lagi tugas video entah buat makanan, olahraga, promosi barang buat pkwu dan sebagainya.


Rei : Ahhh tidak, makin banyak tugasku! aku harus buat sekarang...


Rei mengerjakan tugas mtk lalu mengetik dokumen, ppt kemudian buat video dan kameramen untuk video Rei adalah Seiji.


Rei: hallo nama saya Rei~~ kelas XI XXX hari ini kita mau buat... ya seperti kita ketahui bahwa....


Hitako yang melihat authornya sibuk dengan tugasnya merasa diabaikan.


Hitako: Yah, aku dilupain.... seperti kita tahu author kita sekarang masih sibuk (lihat Rei masih buat video) jadi aku mewakili author Rei meminta maaf karena selama ini lambat up hingga hiatus novel ini. tapi tenang saja, author kita tahu kalo kalian lama nunggu ini up. satu like \= satu dukungan untuk author kami. jadi novel GWLH akan lanjut lagi~~~~


oke gitu aja dari aku sampai jumpa....


di sisi lain, Rei baru selesai mengerjakan tugasnya dan .......


notif WA nya muncul lagi dan isinya tugas again


Rei : *buka wa*


guru : nak, buka halaman XX dan kerjakan sampai halaman XX


Rei : *panik*


ia mulai kesal dengan tugas yang bermunculan


Rei: TIDAAAAAAK!!!!!


Bonus cerita end