
chapter 9
sebelumnya
"aku adalah raja. raja yang tak tertandingi dari siapapun. aku adalah hukum yang harus kau taati. aku tak akan segan-segan menghukummu atas kesalahanmu. orang yang ada di hadapanku ini adalah orang yang tak tahu akan aku. muncullah, the black castle!" mantra sihir tersebut mengalir di tubuhnya dan seketika stadion berubah menjadi kastil yang menyeramkan.
stadion tersebut berubah menjadi padang gurun namun ada kastil yang ada di tengah-tengah padang gurun tersebut. Awan berubah menjadi hitam layaknya awan mendung kemudian ada suara petir yang menggelegar di belakang kastil tersebut yang membuat kastil tersebut menjadi terkesan mengerikan.
Ada orang yang berdiri di dekat menara kastil sedang melihat mereka di bawah dengan tatapan kosong. Orang tersebut menggunakan baju hitam dengan setelan baju yang menyerupai raja di dalam dongeng namun versi dark.
Orang itu adalah Seiji sendiri yang berubah menjadi sosok orang asing bagi Hitako yang melihatnya.
"itu Seiji?" kata Hitako dengan nada bingung dan ia merasa merinding karena kehadiran sosok Seiji yang tampilannya terlihat berbeda.
Seiji yang sejenak menutup matanya kemudian membuka matanya secara perlahan-lahan. Ia melihat semuanya yang ada di depan matanya dengan pandangan yang berbeda dari dia biasanya.
(mengapa aku melihat seperti ini? hitam dan putih, hanya itu saja yang bisa ku lihat) kata Alter Seiji dalam hati.
"mengapa dia mengeluarkan itu?" kata Sira yang ada di depan Hitako. Hitako yang awalnya hanya melihat kastil dan orang di atasnya kemudian kaget dengan suara Sira yang ada di belakangnya.
"Sira? apa yang mau kau lakukan di sini?" Kata Hitako yang menoleh ke arah Sira. Sira pada saat itu hanya diam melihat kakaknya yang berubah menjadi sosok lain tetapi ia mengingat kejadian pahit di benaknya.
Sira yang mengingat akan hal itu membuatnya ingin bersatu bersama musuhnya, Hitako. "apa kau ingin membantuku, Hitako? ku mohon kali ini saja." kata Sira kepada Hitako.
Hitako yang tadinya hanya diam mendengar perkataan Sira kemudian merasa sangat marah karena mengira setelah ia membantu musuhnya, ia juga akan kena imbasnya.
"APA KAU TIDAK SADAR AKAN PERBUATANMU? APA TUJUANMU KALI INI?" Hitako melihat Sira dengan tatapan yang tajam. Sira yang melihat tatapan tajam Hitako juga merasa merinding dan ia merasa kaku.
Tak hanya itu saja, Sira juga tidak bisa mengerakkan tubuhnya tetapi ia memutuskan untuk memberanikan dirinya. "K-kau ini! aku cuma ingin minta bantuanmu saja!" Sira langsung memegang tangan Hitako.
"KAU TAK MELIHAT KONDISI SEKARANG?! AKU MEMANG MUSUHMU TETAPI SITUASI INI MEMBUAT ITU MENJADI BERBEDA!" kata Sira dengan nada kencang hingga membuat kuping Hitako merasakan sakit akibat suara Sira.
(situasi ini? apa yang terjadi?) kata Hitako dalam hati.
Sira melanjutkan teriakannya "TAPI MUSUH KITA SEKARANG ADALAH KAKAKKU SENDIRI! KITA HARUS MENGALAHKANNYA SEBELUM SI HITAM MENGUASAINYA SECARA PENUH!"
"Si hitam?" Hitako bertanya kepada Sira. Sira menjawab pertanyaan Hitako yang singkat "sebenarnya kakakku-----"
tiba-tiba ada sebuah ledakan yang muncul dari Black Castle ke mereka Sira sehingga Hitako,Sira dan bawahannya menjauh dari kawasan ledakan tersebut ke tempat aman yang tak jauh dari Black Castle.
"Selamat datang di kastilku, wahai musuhku! Hooh, aku jadi nostalgia denganmu, Sira." ucapan dari Alter Seiji yang seolah-olah menyambut kedatangan mereka terutama Sira.
"..." Sira yang mendengar ucapan dari Alter Seiji pun hanya bisa diam karena ia pernah melawan Alter Seiji sebelumnya tiga tahun setelah perang tujuh misteri kesialan yang lalu yang berakhir dengan kekalahan dari Sira.
Ia tahu betapa kuatnya Alter Seiji dibandingkan dengan Seiji biasanya.
(si hitam sialan, aku tak lupa denganmu tiga tahun yang lalu) kata Sira dalam hati.
Alter Seiji melanjutkan kata-katanya "dan kau yang di sana!" ia menunjuk Hitako yang berdiri di samping Sira. Hitako terkejut begitu Seiji menunjuknya.
"KENAPA KAU BERUBAH MENJADI SEPERTI ITU, SEIJI?! ITU BUKAN KAU, KAN?" kata Hitako dengan nada nyaring yang bisa terdengar oleh semuanya termasuk Alter Seiji.
"sebentar lagi, kau akan menjadi milikku. jarang sekali loh aku memilih gadis yang berasal dari antah berantah sepertimu!" kata Alter Seiji kepada Hitako.
"Maaf, aku tak menerima pernyataan cintamu. Aku lebih memilih Seiji daripada kau!" kata Hitako yang langsung menolak pernyataan cinta dari Alter Seiji.
"oh begitu? kalau begitu, kau akan menanggung resiko dengan ucapanmu itu...." kata Alter Seiji.
Seketika Alter Seiji muncul di hadapan Hitako dan Sira. Sira mengambil tindakan cepat dengan menghunuskan pedang ke Alter Seiji. "jangan bergerak! aku tak akan memaafkanmu kalau kau mau membunuh semuanya yang ada disini!"
"hooh, memang kenapa? lagian aku hanya mengambil paksa orang yang ada dibelakangmu itu (Hitako)." kata Alter Seiji.
Alter Seiji langsung mengambil Hitako dari tangan Sira namun hal itu diketahui oleh Sira dan mereka menyerang demi merebut Hitako. mereka saling beradu pedang dan hal itu di saksikan sama Hitako.
bawahan Sira pun tidak diam begitu saja begitu lihat tuannya melawan musuh bebuyutannya namun mereka kalah kekuatan karena kekuatan Alter Seiji disini yang paling unggul.
Alter Seiji terus menyerang Sira dengan kekuatannya sementara Sira tidak mau kalah dengannya. Sira mengeluarkan seluruh tenaganya namun belum membuahkan hasil karena Alter Seiji masih unggul daripada dirinya.
(apa yang harus ku lakukan? ternyata ini sama saja seperti dulu. aku tidak mau ulang kejadian itu lagi. oh iya, aku harus menggunakan 'dia'."
"apa lagi?" kata Hitako dalam telepatinya dengan Sira.
"aku minta bantuanmu sebentaaar saja, boleh?! aku mohon sekali saja please! nanti aku kasih imbalannya deh ke kamu, ya!" kata Sira dalam telepati dengan nada memelas.
Hitako diam sejenak pada saat itu sembari memikirkan rencananya seandaikan Sira ternyata berbohong. "ya udah deh tapi dengan satu syarat." kata Hitako dalam telepati.
"syarat apa itu? Cepat katakan, aku lagi bertarung nih." kata Sira dalam telepati sembari bertarung melawan Alter Seiji.
Alter Seiji mencurigai sesuatu yang aneh dengan Sira kemudian ia berusaha mencoba mendekati Hitako tetapi ia terus dicegat oleh Sira.
"sehabis pertarungan ini, kau harus jujur denganku. katakan yang sebenarnya apa yang kau rencanakan untukku. setuju?" kata Hitako dalam telepati.
"ya udah aku setuju, cepat bantu aku!" kata Sira yang sepertinya tidak berpikir panjang karena keburu waktu.
"oke" kata Hitako dan ia meluncurkan serangan tali sihirnya ke Alter Seiji. hal itu dianggap remeh oleh Alter Seiji. "tali kayak gini tak mempan denganku." kata Alter Seiji dengan nada meremehkan kekuatan Hitako.
namun Hitako punya ide cemerlang dengan tali sihirnya. ia sebenarnya melilitkan tali sihir tersebut pada Alter Seiji secara diam-diam agar ia tidak menyadari ada tali sihir lain lagi yang mengikatnya.
Hitako mengaliri kekuatannya dengan mana milik Sira yang merupakan sebuah kutukan yang dikhususkan untuk Alter Seiji dan tentu saja Hitako sudah mendapat persetujuan dari Sira untuk mengambil mananya yang tak pernah dipakainya itu.
kutukan tersebut menyebabkan tubuh Alter Seiji perlahan-lahan menjadi batu awalnya itu berhasil namun hal yang tak mereka sadari adalah......
yang mereka lawan sebenarnya bukan Alter Seiji yang asli melainkan itu adalah salinannya sedangkan Alter Seiji bersembunyi di antara para bawahan Sira dan ia berhasil membawa Hitako secara diam-diam ke menara kastilnya.
apa yang akan dilakukan oleh Alter Seiji selanjutnya?
bersambung........
hai guys, aing kembali lagi uhuuuyyyyy.
Hitako menampar sang author yang lagi menyambut pembacanya dengan keras kemudian memukul author sampai jatuh pingsan dibuatnya.
"WOI SAKIT, GILA LO YA! SAMPAI NAMPAR AKU SEGALA?!" kata author
"serah akulah, suka-suka akulah." kata Hitako yang enteng bilang seperti itu.
"oh gitu ya? aku gak usah nulis aja dah. mau kerjain yang lain aja dah. jadi mc kok gak benar." kata Author dengan nada kesal.
"jangan gitu thor, nanti aku gak ada fans lagi yang nungguin aku huwaaaa." kata Hitako sambil guling-guling ke lantai.
"ini ada apa sih ampe aku bangun kayak gini." kata Seiji dengan membawa kembarannya (Alter Seiji)
"aaaaahhh kenapa ada dia disini, sini lo (Alter Seiji)" kata Author yang tiba-tiba bangkit dan membawa Alter Seiji ke ruang basementnya.
"fiuhhh" author yang lega membuang karakter yang baru aja muncul kemudian dia muncul lagi di belakangnya.
"hola" kata Alter Seiji
"HALO" kata author dengan spontan dan ia dipukuli pake pintu besi sehingga itu yang membuat ia pingsan lagi.
"halo, wahai fansku! aku akan mewakili author aneh ini sebentar. ekhm, jadi hari ini spesial ada aku yeeeey, mana tepuk tangannya."
"GAK ADA YANG SPESIAL BAM----" author kembali dipukuli lagi dengan pintu besi dan pingsan.
"ya udah karena berhubung author sudah kembali nulis lagi jadi aku selaku perwakilan dari author Rei mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya bagi kalian yang nunggu lama banget novel ini up." kata Alter Seiji
"JADI AKU BAKAL UP LAGI GUYSSSS-----" kata Rei dengan nada ceria kemudian ia dipukuli lagi.
"ittai~ (sakit~)"
"ya udah segitu saja dari kami, terimakasih banyak." kata seluruh karakter di sini beserta Rei.
"untuk sementara aku upnya berurutan ya, guys. dari novel in----"
"DIAM, NULIS SANA!" kata all karakter GWLH.
"Jahat bener kalian yak.... hiks." kata Rei yang bangkit dan balik ke mejanya untuk nulis.