
Tidak terasa hubungan Jinra dan Meysa sudah berjalan satu tahun lamanya.
Waktu berlalu dengan begitu cepatnya. Tentunya tidak mudah menjalani hubungan selama satu tahun ini,
banyak halangan dan rintangan yang mereka lalui selama ini.
Tetapi Jinra tidak menyerah dia selalu berusaha dan berusaha.
Dari kejauhan Meysa tersenyum kecil melihat sosok pria yang tengah duduk dikursi taman.
Ya itu Jinra dia sedang menunggu kedatangannya. Lalu Meysa berjalan menghampiri Jinra
mengejutkannya dengan menutup matanya dari belakang.
“Hmm.. aku tau ini siapa.” Ujar Jinra.
“Tebak siapa.” Ucap Meysa sambil tertawa.
“Aku tau itu kamu sayang.”
Kata Jinra sambil melepaskan tangan yang menutupi matanya dan menoleh
kebelakang sembari mengeluarkan senyum manisnya.
Aku pun memeluknya dari belakang. Ahh aku sangat merindukannya. Bagaimana bisa hanya satu minggu tidak
bertemu dia bertambah menggemaskan seperti ini.
“Kamu nggak kangen nih sama aku?” Tanya Meysa pada kekasihnya
“Kangenlah masa enggak.” Sambil mencubit pipi Meysa dengan gemas.
.................................................
“Yaudah ayo kita jalan-jalan.” Kata Jinra pada kekasihnya sembari mengulurkan tangannya.
Meysa pun menggenggam tangan yang diulurkan kekasihnya itu. Mereka memilih berjalan kaki untuk
menghabiskan waktu mereka. Terasa Romantis sekali berjalan kaki sambil bergenggaman tangan.
“Ji. . . . aku mau ngomong sesuatu sama kamu.” Kata Meysa.
“Ngomong aja, ada apa sayang?” Ucap Jinra sambil menatap wajah Meysa.
“Hmm.. kamu nggak lupa kan ini hari apa?” tanya Meysa pada kekasihnya.
“Mmmmm..........ahh hari minggu kan?” Jawab Jinra dengan entengnya.
Meysa melepaskan genggaman tangannya dari Jinra dan berjalan lebih dulu dengan perasaan kesal.
Dalam hatinya bergumam bagaimana bisa kekasihnya lupa dengan hari ini.
Padahal ini adalah hari yang di nantinya dan dia sudah membayangkan akan ada kejutan
“Ishhh... Nyebelin-nyebelin super nyebelin banget!” Ucap Meysa dengan nada kesal.
Jinra hanya tersenyum sambil menahan tawa melihat Meysa yang sudah kesal.
Dia hanya ingin melihat reaksi kesal kekasihnya itu. Tentu saja kali ini Jinra tidak lupa dengan hari ini.
Jinra pun berlari mengejar Meysa dan memeluknya dari belakang dan berbisik sesuatu yang membuat
Meysa tersenyum sumringah.
“Aku ingat kok, ini hari Anniversary kita berdua kan. Aku nggak mungkin lupa.”
Ucap Jinra pada Meysa.
Meysa memukul-mukul Jinra karena sudah membohonginya dan membuatnya kesal.
Tapi tidak dapat dipungkiri hatinya senang karena kekasihnya itu tidak lupa.
“Jadi rencana kamu maunya gimana?” Tanya Jinra sambil menatap Meysa.
“Gimana kalo kita berdua ngerayainnya di rumah aku aja?” Kata Meysa pada Jinra.
“Oke kalau gitu, aku ngikut aja.” Kata Jinra sambil mengelus kepala kekasihnya.
Disaat mereka tengah asik bercanda tiba-tiba terdengar suara wanita yang terus-terusan
memanggil-manggil nama Jinra. Jinra dan Meysa pun menoleh secara bersamaan.
Ternyata yang memanggil Jinra adalah mantan kekasihnya, yaitu Jini. Terlihat Jini yang datang
menghampiri Jinra.
“Akhirnya kamu dengar juga.” Kata Jini sambil tersenyum manis.
“Ahh Jini.” Kata Jinra agak terkejut.
Sudah lama Jini tidak bertemu Jinra karena waktu itu dia terpaksa harus ikut orang tuanya pindah ke
London. Dan sudah setahun lamanya berlalu dan sekarang dia kembali lagi tinggal di Indonesia.
Jini memandangi wanita yang berada di samping Jinra, wajahnya tampak kebingungan.
Dia merasa tidak mengenal wanita tersebut. Hatinya bertanya-tanya siapa wanita itu.
Jangan lupa Vote, Like, klik tombol favorite kalian dan jangan lupa coment kalau
kalian suka ceritanya ya. Terima kasih buat kalian yang sudah mau mampir baca Novel ini.
Love U All