The Day You Went Away

The Day You Went Away
10. Happy Anniv And Making Love



11. Happy Anniversary And Making LOve


Meysa menatap kekasihnya


itu sembari tersenyum manis dan melingkarkan tangannya di lehernya. Wajahnya


semakin mendekat sehingga membuat jantung Jinra berdegup kencang.


“Cuppp....”


Meysa mencium pipi Jinra


dan membisikan sesuatu ditelinganya.


“Happy Anniversary


sayangku.” Ucapan Meysa tiba-tiba memecah kebisuannya.


“A..Ahh iiyaa sayang,


Happy Anniversary.”


“Hmm.. Jangan gugup gitu


dong.” Meysa tertawa melihat tingkah Jinra yang tidak bisa menyembunyikan


kegugupannya.


“Senang ya kalo udah


bikin aku salah tingkah gini.” Sambil mendengus kesal dan memanyunkan bibir.


Meysa terkejut karena


tiba-tiba Jinra mendorongnya hingga membuatnya terjatuh dikasur, dan lebih yang


membuatnya jantungnya berdegup makin kencang karena posisi Jinra yang berada


diatas tubuhnya.


“J..Jiinraaa kkamuu.”


Tanpa banyak basa-basi


Jinra langsung mengecup bibir Meysa dengan penuh gairah. Entah darimana dia


mendapatkan keberaniannya itu. Meysa pun membalas kecupan dari kekasihnya itu.


Sepertinya malam ini akan berlalu dengan panjang.


“Boleh?”


“Memangnya kamu bisa?”


Meysa tertawa kecil.


Jinra memanyunkan


bibirnya, perkataan Meysa membuatnya diremehkan karena tidak memiliki


pengalaman dalam bercinta.


“Uchhh tayang tayang, aku


Cuma bercanda kok.” Ucap Meysa pada kekasihnya yang sedang memanyunkan bibirnya


itu.


Entah sejak kapan posisi


mereka tiba-tiba sudah berganti, Meysa berada diatas tubuh Jinra dan mulai


melakukan aksinya. Malam yang indah kali ini dilalui dengan suara desahan sepasang


kekasih yang sedang dimabuk cinta.


Ke esokan paginya, saat


Jinra membuka matanya dia melihat Meysa yang berbaring disebelahnya tanpa


sehelai benang pun. Tangan nakalnya kemudian meremas d*d* yang membusung itu


lalu mengisapnya. Meysa pun terbangun dan mendesah karenanya.


“AA.hh... Kkamu nakal.”


Ucap Meysa mendorong Jinra.


“Masih nggak puas tadi


malam?”


“Belum.” Ucap Jinra


kemudian meneruskan aksinya.


Mereka pun kembali


bercinta lagi.


..................................................................................................................................................


Meysa terlihat sudah


yang belum mengenakan pakaian sehelai pun meghampiri lalu memeluknya dari


belakang.


“Cepetan mandi sana,


terus pakaiannya dipakai sayang.” Kata Meysa pada Jinra.


“Nggak mau.”


Jinra malah meremas kedua


gunung kembar milik Meysa, tanpa memperdulikan Meysa yang mengomel padanya.


“Ahh.. sayang! aku lagi


masak ini kamu jangan ganggu.”


“Kalau aku mau ganggu


gimana?” sambil melepaskan pakaian dalam milik Meysa.


“Jangan sekarang, aku


lagi masak sayang.”


Jinra sama sekali tak


mengubris perkataan Meysa, sepertinya dia merasa ketagihan untuk melakukannya.


Seakan masih belum puas walau sudah melakukannya Jinra melakukannya lagi.


Setelah selesai


melakukannya aksi bercintanya, Meysa malam terlihat kesal dengan Jinra.


Wajahnya menampakan sedikit kekesalan.


“Kamu marah sama aku?”


Iya!!, gara-gara kamu


masakannya gosong.” Meysa memanyunkan bibirnya dan berwajah kesal.


Jinra malah tersenyum


kecil kemudian memeluk kekasihnya yang sedang kesal itu, kemudian meminta maaf


pada Meysa.


“Maafin aku.” Sambil


berwajah manja dihadapan Meysa.


“Iihhhh , kamu curang.


Gimana coba aku mau lama marahnya kalo kamu pasang muka gemesh gini.” Sambil mencubit


kedua pipi Jinra.


“Jadi udah dimaafin


sekarang?” tanya Jinra.


“Nggak jadi dehh, aku


masih kesel.” Ucap Meysa dengan bercanda.


“Aaaaaaaa... hmmm, maafin


akuu yaa..janjii nggak gitu lagi.” Ucap jinra sambil berwajah imut.


“hahahha...Gemesh banget


sihh sayangku ini, aku udah maafin kamu kok. Mana bisa sih aku marah apalagi


kesal sama kamu lama-lama.” Sambil memeluk Jinra dengan erat.


“Aku sayang kamu Mey.”


“Iya, aku juga sayang


banget sama kamu. Tapi sekarang...”


“Tapi sekarang apa.”


Tanya Jinra dengan penasaran.


“kamu harus cepat mandi


karena bau.” Menarik hidung Jinra dengan gemas.


“ahahha, kirain tadi apa.


Yaudah aku mandi dulu ya.”


“Iya sayang.”


Mohon dimaafkan kalau dalam penulisan kata atau bahasa ada yang salah, silahkan dikoreksi dan diberitahu melalui komentar dibawah dengan bahasa yang halus. Terima kasih. HAPPY READING ALL ^.^