The Day You Went Away

The Day You Went Away
1. Awal Pertemuan



Sesampainya di kuba, aku pergi ke salah satu tempat yaitu, Old Havana (Kota tua). Menjelajahi setiap sudut Havana dengan penuh semangat tak lupa senyum manis mengembang di bibirku dan dengan ramah menyapa masyarakat setempat.


"Tidak sia - sia aku pergi kesini, gumam ku sambil mengeluarkan kamera analog dan mulai mengambil foto."



Jinra melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki, setiap jalan yang ia telusuri tak lupa dia abadikan momen tersebut menggunakan kamera analognya.


Ketika sampai di Kuba, Meysa menginap di sebuah hotel bernama Havana. Meysa merebahkan diri dikasur dan menonton tayangan tv.


"Aaahh..., perjalanan yang cukup panjang," ucap Meysa.


Dia menatap tv dan melihat tayangan yang menampilkan senja di Pantai El Malecon.


Indah sekali pantai itu, rasa penasaran Meysa pun semakin menjadi ketika melihat sebuah postcard bergambar senja Pantai El Malecon di nakas kamarnya. Dia segera bergegas keluar dan bersiap pergi.


*


*


Di depan Hotel Havana, Meyra mencoba bertanya kepada satpam dimana lokasi pantai tersebut dengan menggunakan bahasa Inggris.


"Excusme (permisi), bolehkah saya bertanya ?" kata Meysa.


"Oh yes, please (silahkan)," kata Satpam.


"Saya ingin pergi ke pantai El Malecon, apakah anda tahu tempat itu pak ?" kata Meysa.


"Yes, i know (Ya, saya tahu). You can take a taxi (anda dapat naik taxi), katakan saja kamu ingin pergi kesana, tapi saya sarankan anda juga pergi ke Morro Cabana yang terletak di Antonio Maceo Park, Karena disana anda bisa melihat pemandangan senja yang jauh lebih indah." Kata Satpam.


"Terima kasih pak, saya akan mengikuti saran anda ucap Meysa sambil tersenyum ramah, kemudian disahut satpam you're welcome (sama-sama)."


*


*


Meysa kemudian pergi menggunakan taxi menuju pantai El Malecon, tiba di tempat tujuan Meysa menyadari ternyata pantai El Malecon merupakan sebuah pantai dengan tembok yang membatasi jakan raya dan laut kira - kira sepanjang 8 kilometer


"Waaahhhh..., indah sekali pemandangan senja di pantai ini." Kata Meysa.



Banyak orang berkumpul di pantai El Malecon, memang tempat ini sangat cocok untuk berkumpul bersama keluarga, sahabat, dan pasangan.


Meysa pun melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki, sambil menikmati pemandangan di pantai El Malecon.


*


*


Di sisi lain ternyata Jinra juga berada di pantai El Malecon, dia tak melewatkan kesempatan terbaiknya untuk mengambil foto keindahan di pantai El Malecon. Dia memegang kamera analognya dan mulai mengambil foto.


Ketika dia hendak mengambil foto tak sengaja seorang wanita berbaju merah melintas, hembusan angin pantai yang bersepoi-sepoi membuat rambut pendeknya sedikit beterbangan.


Bagus sekali gumam Jinra dan langsung memotretnya.



*


*



"Hmm.., aku pun duduk santai disebuah tempat yang rindang. tiba-tiba ada seorang gadis kecil menghampiriku dan mengajak berdansa."


*


*


Di iringi dengan alunan musik Latin dari para Street Performers, akupun pun berbaur dan menari bersama.


Ternyata gadis itu yang ku lihat di pantai El Malecon juga ada dan ikut menari bersama.


"Pandanganku tak bisa lepas darinya, Aahh..., dia nampak begitu anggun dan lucu. Cantik kata itu spontan keluar dari mulutku."


*


*


Meysa kaget ternyata dia bertemu orang Indonesia juga, diapun menatap Jinra dan berbicara.


"Siapa ?, apa aku yang kamu bilang cantik ? kata Meysa dengan wajah pedenya."


"Akupun tertawa, Wahh ternyata kamu orang Indonesia juga tanyaku ?, Hmm.., itu yang aku bilang cantik itu tarian nya bukan kamu, ucapku sambil berbohong karena tak mau ketahuan kalau sudah curi-curi pandang menatapnya."


"Meysa menunduk malu karena sudah terlalu kepedean, Dduduhh malu - maluin aja kataku dalam hati." Harus cari topik pembicaraan lain nih.


"aahh.., iya hhhaaa. Perkenalkan namaku Mesya wijaya, kamu bisa memanggilku Meysa." Sambil menyodorkan tangan.


Senang berkenalan denganmu Meysa, kamu bisa memanggilku Jinra. Ucapku sambil menjabat tangannya.


Mesya memulai pembicaraan terlebih dahulu. "Jinra, apa kamu tau dimana tempat Morro Cabana ?". Aku pun menjawab bahwa aku tempatnya, ternyata kami mempunyai tempat tujuan yang sama.


"Wahhh.., kebetulan sekali tempat tujuan kita sama. Bagaimana kalau kita berdua pergi besama ?". Aku pun menjawab, baiklah tidak masalah kita pergi bersama.


**Nahhh cukup sampai di sini dulu ya ceritanya hhee 😁


Gimana kalian suka nggak ?


SEMOGA KALIAN SUKA YA,


CERITA NOVEL INI.


JADI KALO KALIAN PENASARAN....


YAA BACA AJA 😁


See u all 😘