The Day You Went Away

The Day You Went Away
6. Kencan kah?



Hari yang sudah dinantikan, mereka sepakat untuk bertemu dicafe 7 Dream. Meysa datang lebih cepat ke cafe. Hatinya gelisah karena sosok pria yang dinantinya tak kunjung datang.


Akhirnya tak selang beberapa menit Meysa mendapatkan pesan di ponselnya dar Jinra.


Pesan :


Jinra : Aku udah didepan cafe 7 Dream Mey


Meysa : Aku udah di dalam kamu masuk aja, meja nya nomor 7 paling ujung.


Setelah mendapatkan balasan dari Meysa, Jinra pun memasuki cafe itu, banyak sepasang mata yang memperhatikannya.


Bagaimana tidak diperhatikan Jinra bener-bener sangat tampan, ditambah senyumnya sangat mempesona. Membuat kaum hawa menebarkan pesona untuk menarik perhatiannya.


“Jinra sinii, disinii.” Panggil meysa sambil melambaiakan tangannya.


Jinra balas melambaikan tangannya sambil melebarkan senyumnya. Diapun berjalan menghampiri Meysa.


Jinra pun duduk dikursi yang berhadapan dengan Meysa.


Setelah itu seorang pramusaji menghampiri mereka.


“Silahkan, ini buku menunya.”


Kata pramusaji itu sambil menaruh buku menunya diatas meja mereka.


“Aku mau Ice Americano satu, sama french fries satu.”


ujar Meysa pada pramusaji sambil menunjuk gambar pada buku menu, setelah ia melihatnya beberapa menit.


“Kalo gitu punya saya samakan aja mas sama punya dia.” Ujar Jinra.


Setelah mencatat pesanan dan menyebutkan ulang pesanan yang telah dipesan pramusaji itupun pergi.


Waktu berlalu dengan cepat. . . . . .


“Kamu mau nambah pesanan lagi?” kata Jinra bertanya pada Meysa.


“Nggak Ra.” Sahut Meysa.


“Jalan kepantai mau?”


ajak Jinra.


“Boleh, Udah lama nggak jalan kepantai...”


Sahut Meysa dengan agak semangat.


Setelah selesai membayar makanan yang mereka pesan, Jinra pun mengajak Meysa pergi.


“Kamu nggak papa naik


motor Mey?” tanya Jinra pada Meysa.


Meysa sambil tersenyum.


“Oke yaudah kalo gitu ayo


berangkat.” Sambil memasangkan helm kepada Meysa.


Mereka berdua pun menaiki motor, sambil menikmati sejuknya angin yang berhembus sembari menikmati


pemandangan. Tiba-tiba Meysa melingkarkan tangannya memeluk pinggang Jinra dari belakang.


Bayangkan bagaimana perasaan Jinra saat ini, tentunnya berbunga-bungan dan bahagia.


~ Di Pantai


Meysa berlari dipantai layaknya anak kecil yang kegirangan. Dia berlari kesana kemari dan memasuki


air. Walaupun banyak mata yang memandangnya


dia tak peduli. Yah bisa ditebak banyak orang yang memandangnya karena dia nampak sangat cantik dan


menggemaskan.


“Jinraa ayoo kesinii. .”


Teriak Meysa memanggil Jinra.


“Iya Mey.” Berlari menghampiri Meysa.


Meysa menyipratkan air ketubuh Jinra sehingga terjadilah aksi saling menyipratkan air.


Meysa pun berlari dan berkata tangkap aku kalau bisa. Jinra pun mengejarnya, ia meraih tangan Meysa kemudian menariknya ke dalam pelukan.


“Aku berhasil nangkap kamu.” Sambil tertawa penuh kemenangan.


Tanpa mereka sadari matahari sudah mulai terbenam, orang-orang sudah beranjak pulang dan hanya tersisa


mereka berdua. Meysa yang berada didalam pelukan Jinra mendongak keatas, mata mereka saling bertatapan. Tatapan mata Jinra tak bekedip sekalipun.


Meysa menatapnya dengan lembut, sambil memegang wajah Jinra dan mengusapnya, dan bergerutu dalam hati.


“Bagaimana kamu punya wajah ini, tampan dan lucu?” apakah kamu tidak bisa memilih salah satu diantaranya.


Meysa mendekatkan wajahnya.


Dekat . . semakin mendekat. Entah apa yang dipikirkan Meysa sehingga dia begitu berani nya,


jantung Jinra berdegup kencang, napasnya terasa berat. Dia sangat gugup ketika harus berada di situasi ini.


Hhhee gimana ceritanya Jinra sama Meysa seru nggak?, semoga kalian suka ya. Jangan lupa kasih vote ya. Terima kasih :)