
Aku mengulurkan tangan pada Meysa, ayo kita pergi sekarang ucapku padanya.
"Meysa pun meraih tanganku, disepanjang jalan kami berpegangan tangan layaknya seorang pasangan. Suasana menjadi canggung karena tak ada yang memulai pembicaraaan".
Entah kenapa rasanya jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya, perasaan apa yang tengah ku rasakan ini, ucapku berbicara dalam hati. Baru pertama kalinya aku merasaan hal seperti ini. Sadarlah Jinra apa yang sedang kamu pikirkan saat ini sebenarnya.
Suaraku memecah keheningan, aku bertanya pada Meysa apakah dia tidak nyaman berpegangan tangan denganku?
Aku meliriknya kami bertatapan langsung.
Meysa menjawab, “aku nyaman kok sama sekali nggak keberatan”. Ucapnya sambil tersenyum manis. Kami pun meneruskan perjalanan sambil bercanda satu sama lain.
~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~
Coba kamu lihat, disana tunjukku padanya. Kita sudah sampai Meysa ucapku padanya.
"Apa diatas sana tempatnya ?”, tanya Meysa.
"Ya”, ucapku.
Meysa pun tampak bersemangat dia berlari ke atas sana,
aku pun berlari menyusulnya. Hati - hati kata ku pada Meysa nanti kamu terja...,
belum selesai aku berbicara Meysa tersandung dan hendak terjatuh. Untung saja dengan cepat aku memegang tangannya hingga dia tidak jadi terjatuh.
"Kamu nggak apa – apa kan ?," kata ku pada Meysa.
"Ahh.., ya aku nggak papa, makasih sudah nolong aku Jin”.
Meysa pun mendongak ke atas dan menatap Jinra, jarak mereka sunguh dekat sekali.
Dalam hati Meysa, kalo di lihat dari dekat ternyata Jinra tampan dan juga manis sekali.
Aaahh.., apa yang sedang aku pikirkan memalukan sekali membayangkan seorang pria yang baru aku kenal.
"Mey ?, meyy....?", kamu dengar aku ?
"Ahh.., ya kenapa”, ucap Meysa.
"Ayoo duduk di sini”. Ucapku sambil menarik lengan Meysa.
Sunset ( Matahari terbenam ) di Morro Cabana ini terasa sangat indah, kata Meysa.
Benar kata kamu Mey, indah sekali pemandangan dari atas sini.
Aku senang bisa pergi ke tempat ini sama kamu Jin, terima kasih ucap Meysa lalu menyandarkan kepalanya di pundak Jinra.
Seperti layaknya pasangan yang sedang di mabuk asmara, aku benar - benar bahagia saat ini gumam Meysa dalam hati. Tapi terbesit sesuatu di pikirannya apakah Jinra sudah mempunyai seorang kekasih, sebaiknya aku bertanya langsung.
"Hmm.., ehmm Jin aku boleh nanya sesuatu sama kamu ?", ucap Mey. Boleh kamu mau nanya apa sama aku Mey kata Jinra.
"Maaf sebelumnya aku penasaran mau tau, apa kamu udah punya pacar?".
Alih - alih menjawab Jinra malah tertawa mendengar yang Meysa ucapkan.
Ahahahhahah..., kamu cuma mau nanya itu Mey ?. "Ya", ucap Mey mengangguk menunggu jawaban. "Aku nggak punya, nggak ada yang mau sama aku Mey. Ucapku sambil tertawa menatap Meysa".
"Bohong, masa nggak ada yang mau sama kamu?". Jawab yang benar dong jangan bikin penasaran aja ucap Meysa sambil mendengus kesal.
Iyaa - iyaaa nggak usah cemberut kata Jinra sambil tertawa. Aku beneran memang nggak punya pacar sekarang, tuh udah aku jawab kan.
Mendengar jawaban Jinra aku tersenyum sendiri ada rasa lega dihati karena Jinra belum punya pacar.
Berarti aku punya kesempatan buat mendekati Jinra ucap Meysa dalam hati.
Cukup sampai disini dulu yaa, nanti aku usahakan buat update lebih banyak lagi.
Terima kasih buat yang udah baca dan setia nunggu Novel The Day You Went Away, Love U All