That's Something Will Be End

That's Something Will Be End
Sebuah tugas



Hutan yang rimbun, dedaunan yang basah ditemani suara kodok yang sedang bernyanyi pada saat telah berhentinya tangisan langit.


Sebuah tenda dan bekas perapian yang terguyur hujan telah tergantikan dengan sang mentari. Lalu keluar seseorang dari tenda tersebut.


" Selamat pagi dunia " berkata Ian.


Kemudian ia mencuci muka lalu merapikan tenda yang ia pakai.


" Baiklah semuanya telah siap, saat nya aku berangkat lagi. Coba kulihat peta dulu " berkata Ian.


Ian lalu mengeluarlan sebuah peta dari dalam tas, dan peta tersebut mebggambarkan bahwa dalam perjalan sekitar 3 jam lagi Ian akan menemui perbatasan yang mana batas itu adalah akademi zetsiuri.


" Woahhh sudah mau sampai, aku harus bergegas menuju kesana " bekata Ian.


Ian pun kemudian melanjutkan perjalanan ke arah timur, menuju lokasi akademi berada.


Akademi Zetsiuri mempunyai luas wilayah teritoriti sebesar 1 wilayah kekuasaan kerajaan.


Mempunyai wilayah luas karena dulunya akademi zetsiuri adalah sebuah kerajaan dan sekarang beralih fungsi menjadi tempat para pemuda pemudi yang ingin belajar menjadi seorang kstaria atau apapun itu sesuai job class yang ada.


Job class terbagi menjadi 3 class utama dan sebuah uniqe class yang jarang ditemui.


3 class utama yaitu weapon class, magic class dan beast class


Untuk uniqe class sendiri biasanya class yang tersembunyi dan tidak bisa dikategorikan kedalam class utama.


Ian Ainsley termasuk kedalam weapon class karna menggunakan senjata dalam pola serangan nya.


Weapon class dibagi menjadi 5 sub class, antara lain sword, spear, arrow, bard dan hide weap.


Sword adalah skill yang Ian gunakan dan dia termasuk kedalam aliran pedang ganda atau double sword skill.


" Wah ada sebuah air terjun. Lebih baik aku membersihkan badan dahulu sebelum masuk kota, karena aku pasti dikira gelandangan " berkata Ian.


Lalu Ian pergi menuju air terjun tersebut. Tetapi ia melihat seseorang juga sedang mandi di bawah air terjun tersebut.


Ian kemudian bersembunyi di balik pohon.


" Seorang gadis? " berkata Ian.


Seseorang tersebut adalah seorang gadis yang lagi membersihkan diri di air terjun tersebut.


Karna tidak terlalu kelihatan dari jauh, Ian mencoba mendekat. Tetapi malah tersandung akar pohon sehingga jatuh dan diketahui oleh gadis itu.


Kemudian gadis itu berbalik badan, melihat arah datang nya suara tersebut.


" Siapa disana! " berkata gadis itu.


Ian yang kesakitan setelah tersandung kemudian berdiri dan berbicara ke arah wanita tersebut dengan mata tertutup.


" Maafkan aku, aku juga berniat untuk mandi di air terjun ini pada awalnya. Tetapi tidak tahu kalau sudah ada yang mengisi duluan lokasi ini " berkata Ian.


Kemudian Ian membuka mata.


Ian terdiam seketika melihat sosok yang sangat anggun dan mempesona dengan rambut yang terurai panjang lurus yang berwarna silver.


Memiliki kulit putih bagaikan salju dan menebarkan aroma yang harum seperti bunga plum.


Dan seketika Ian tersadar kalau hanya kain tipis yang menutup keseluruhan badan wanita tersebut.


Tetapi dengan santainya Ian memberitahu.


" Eh kenapa kau hanya memakai seuntai kais tipis itu? " berkata Ian.


Wanita tersebut diam kemudian tertawa perlahan dan tertawa lepas.


" Hahahahah, kamu ternyata masih bocah ya " berkata wanita itu.


" Jangan panggil aku bocah, umurku sudah genap 15 tahun tau " berkata Ian.


Gadis tersebut semakin tertawa lepas mendengar kata kata dari Ian.


Gadis itu lalu naik kepermukaan dan mengganti pakaian nya.


" Hahahah sudahlah. Hey siapa nama kamu? " berkata gadis itu.


" Namaku Ian Ainsley, kamu bisa memanggilku Ian " berkata Ian


" Oke Ian, namaku adalah Zuhre Zetford. Kamu bisa memanggilku Zuu " berkata Zuu.


" Zuu, nama yang bagus " berkata Ian.


Zuu yang mendengar itu kemudian tersipu malu. Kemudian bertanya sesuatu hal kepada Ian.


" Kemana tempat yang akan kamu tuju? " berkata Zuu.


" Aku akan pergi ke akademi untuk mendaftar menjadi salah satu murid disana " berkata Ian.


" Ohh kenapa kamu ga barengan aja sama aku?aku juga akan kesana " berkata Zuu.


Ian merasa senang karna mendapat ajakan dari seseorang, tetapi ia tetap merasa tidak enak hati.


" Kamu tenang saja, kita akan berjalan bersama karna tempatnya tidak jauh lagi " berkata Zuu.


Ian mengiyakan nya dan mereka pun pergi bersama menuju ke akademi.


Diperjalanan mereka saling mengobrol, membahas sesuatu yang menarik.


" Dan lalu kemudian kakek ku terkejut setelah aku mengeluarkan skill itu. Ternyata pohon yang ada di belakanganya pun ikut tumbang semua ahahah " berkata Ian.


" Hahaha aku tidak bisa membayangkan seperti apa rekasinya saat itu " berkata Zuu.


" Bisakah aku berbicara sebentar zuu? Maaf kalau ini tidak sopan, tetapi aku harus menyampaikan nya sekarang juga dihadapan mu " bekata Ian.


Lalu Zuu mempersilahkan Ian untuk berbicara


" Sebenarnya untuk pertama kali aku berjumpa dengan seseorang yang seumuran deganku " berkata Ian.


" Hey lebih tua aku setahun dari pada kamu " berkata Zuu.


Ian melanjutkan pembicaraan nya


" Waktu pertama kali aku melihatmu aku tidak tau kenapa, seperti ada yang aneh tentang diriku " berkata Ian.


Zuu sangat terkejut, kemudian Ian melanjutkan pembicaraan.


" Ada sesuatu hal yang membuat diriku terasa sesak, dan berdebar ketika aku dekat denganmu " berkata Ian.


Zuu pun mulai bertanya di dalam hatinya apakah Ian akan mengutarakan perasaan kepada dirinya.


" Aku tidak tahu kenapa, tapi rasa ingin memiliki seorang itu semakin besar " berkata Ian.


Pipi zuu langsung memerah, lalu dia menutupi mukanya dengan kedua tangan yang sambil tersipu malu.


" Zuu, maukah kau .. " berkata Ian.


Tetapi Ian belum menyelesaikan omongan nya, dan langsung terpotong oleh Zuu


" Iya, aku bersedia Ian " berkata Zuu.


Ian merasa sangat senang dan melompat lompat sambil mengatakan.


" Yee akhirnya aku punya seorang teman " berkata Ian.


" Eh teman? " berkat Zuu.


Zuu yang mendengar hal itu langsung salah tingkah karena berbeda dengan apa yang dia pikirkan selama ini.


Kemudian Ian menghampiri Zuu


" Terima kasih karena telah mau menjadi teman pertamaku, aku selama ini hidup di desa terpencil dengan tanpa ada anak seusiaku " berkata Ian.


Sambil menahan tangis Ian melanjutkan perkataannya


" Aku sangat berterima kasih telah mau menjadi temanku " berkata Ian.


Zuu yang tidak bisa melihat ekspresi wajah Ian yang manis saat menahan tangis pun terbuai oleh kata katanya.


" Baiklah aku akan menjadi temanmu mulai saat ini Ian, tetapi hanya sampai saat umurku 20 tahun " berkata Zuu.


" Itu sudah cukup selama kamu masih mau menjadi temanku " berkata Ian.


Zuu tersenyum melihat Ian


" Dasar Ian bodoh " berkata Zuu.


Musim gugur telah berlalu, datanglah musim semi yang menghiasi hari.


Kemudian setelah sekian lama mereka berjalan bersama akhirnya mereka sampai ke pintu gerbang benteng Akademi Zetsiuri.


" Baiklah kita telah sampai, kamu tinggal jalan lurus dan ada tulisan pendaftaran masuk akademi. aku hanya bisa mengantarkanmu disini karena aku ada urusan lain " berkata Zuu.


" Terima kasih Zuu, sampai ketemu nanti " berkata Ian.


Zuu melambaikan tangan, kemudian pergi meninggalkan Ian.


" Baiklah segera bergegas mendaftar ke akademi "


Terdengar suara perut Ian yang berbunyi


"Sebelum itu sebaiknya aku makan dulu " berkata Ian.


Ian lalu mencari tempat makan siang.


" oh disitu kelihatan nya enak, aku akan menuju kesana " berkata Ian.


Ian lalu menuju ke bar ada di dekat alun alun kota. Setelah masuk ia pun memesan makanan


" Permisi nona, aku akan memesan 1 sup kacang dan beberapa roti serta beri aku teh hangat " berkata Ian.


" Baiklah tunggu sebentar, akan aku segera persiapkan " berkata pelayan.


Pelayan tadi kemudian kembali ke dapur untuk mempersiapkan pesanan yang di pesan.


" Baiklah sekarang aku harus mengantarkan surat yang dititipkan kakek kepadaku " berkata Ian.


Ian mengambil surat tersebut dari tas nya tapi tidak tau dìmana lokasinya.


Pesanan Ian telah siap, kemudian Ian bertanya kepada pelayan.


" Permisi, apakah kau tau toko yang mempunyai label pedang dan dan mawar merah di kota ini? " bertanya Ian.


" Oh toko itu berada di distrik sebelah barat, kamu akan menemuinya disana " berkata pelayan.


" Terima kasih " berkata Ian.


Setelah menghabiskan makanan nya kemudian Ian menuju lokasi surat tersebut.


Gerombolan ikan sedang berenang, menyiasati seekor ikan hiu yang hendak menyerang.


Lalu Ian menuju ke arah distrik barat.