
Setelah peperangan besar terjadi pada zaman dahulu, raja zetford pun membagi kerajaan nya menjadi beberapa kerajaan bagian, masih dalam lingkup yang sama tetapi mempunyai otoritasnya masing masing.
Sekarang adalah tahun 2350 nottbeg, 850 tahun setelah peperangan besar yang terjadi di masa lalu antara pasukan gabungan antar ras melawan pasukan iblis.
Dikediaman keluarga Persie. Marquiss
Kerajaan Stamford, salah satu kerajaan bagian kerajaan Zetsiuri pada zaman dahulu.
Seseorang mengetok pintu, lalu seseorang yang berada di dalam berkata " Masuklah! ".
Yang hendak memasuki ruangan itu adalah asisten keluarga yang bernama Eugene ingin bertemu kepala keluarga Persie, Marquiss Franklin v. Persie.
" Selamat pagi tuan, saya ingin melaporkan hal-hal tentang jadwal hari ini yang bakal dikunjungi " berkata Eugene.
Lalu ia memberikan sebuah kertas yang berisi jadwal tamu yang akan bertamu
" Coba aku lihat. Hmm, ada beberapa daftar nama yang bakal berkunjung kesini? " berkata Franklin.
" Ya tuanku. Bakal ada kunjungan dari keluarga Harvard yaitu keluarga yang berstatus count dari kerjaan kita " berkata Eugene.
" Kita abaikan saja itu. Teruskan! " berkata Franklin.
Kemudian Eugene membacakan undagan tersebut satu persatu dan semua ditolak oleh Franklin.
" Ah tolak juga itu, apakah tidak ada surat yang menarik? " berkata Franklin.
" Baiklah tuan, dan yang terakhir ada sebuah surat dari tuan muda " berkata Eugene.
Eugene memberikan sepucuk surat yang dikirim oleh anak pertama sekaligus pewaris kepala keluarga selanjutnya yaitu Galvin v. Persie. Lalu Franklin membaca surat itu.
Dear ayah
Aku telah menyelesaikan apa yang ada disini. Setelah aku pergi dari rumah selama 9 tahun lamanya dan waktu itu aku masih seorang bocah berumur 6 tahun.
Jujur aku masih merasa sedih atas apa yang terjadi kepada ibuku, aku tidak ingin mengingat kejadian yang menyakitkan itu lagi. Tapi karna aku telah menyelesaikan urusan disini sekarang aku bisa kembali lagi kerumah.
Ada sesuatu hal yang ingin aku tanyakan langsung kepada mu yang tidak bisa disampaikan lewat surat, ayah.
Tunggu aku pulang.
^^^Tertanda^^^
^^^Galvin^^^
Franklin yang membaca surat itu dengan serius, lalu ia tertawa.
" Fuhahahaha, ternyata kau sudah besar ya Galvin!. Eugene, siapkan pesta penyambutan karena Galvin pulang! Ini bakal menjadi hari yang sangat berbeda dan undang semua keluarga bangsawan lain yang tadi aku tolak! Fuhahahah ". Berkata Franklin
" Baiklah tuanku, saya akan melaksanakannya " berkata Eugene.
Suara orang-orang yang ada di rumah Keluarga Persie pun tidak henti-hentinya membicarakan untuk apa mengumpulkan semua orang di aula.
" Perhatian semuanya! Ada sebuah pengumuman penting untuk kita semua " berkata Eugene.
Pelayan dan para prajurit yang berada dalam kastil pun langsung diam dan berbaris, kemudian Eugene pun melanjutkan pembicaraan.
" Setelah 9 tahun lamanya, akhirnya pangeran Galvin bakal pulang pada esok hari " berkata Eugene.
Sontak membuat seluruh pelayan dan prajurit bergembira. Bermacam macam reaksi setiap orang.
Terjadi perbincangan diantara para pelayan Keluarga Persie dan mereka semua senang karna akhirnya tuan muda mereka bakal kembali pulang.
Eugene kemudian menghentikan cerita mereka
" Kehmm! Baiklah apa yang kalian tunggu? Mulailah bekerja! " Berkata Eugene.
Para pelayan Keluarga Persie pun sibuk untuk beres-beres, merapikan seluruh ruangan, membentangkan karpet merah dan sibuk menghiasi seluruh ruangan hanya untuk menyambut kembalinya tuan muda mereka.
Keesokan harinya, para tamu undangan yang diundang pun pada mulai berdatangan satu per satu.
Ada keluarga Earl dari Kerajaan Stamford, keluarga Viscount, Baronett hingga ada salah satu keluarga Duke dari kerajaan stamford yaitu Keluarga Bright.
" Kepala Keluarga Bright, Duke Boston v. Bright, memasuki ruangan "
Sebuah kata sambutan untuk Keluarga Bright
Dengan senang kepala keluarga Bright berkata
" Selamat pagi temanku Franklin dan selamat atas dengan kembalinya anakmu Galvin! " berkata Boston.
" Terima kasih temanku boston atas kehadiranmu hari ini, terima kasih juga telah menyempatkan waktumu untuk acara penyambutan kepulangan anak ku! Fuhahaha! " berkata Franklin.
Mereka pun saling bercerita dan bertukar pendapat.
Kemudian terdengar suara hentakan langkah kaki kereta kuda, sebuah kereta kuda pun berhenti didepan kediaman Keluarga Persie dan turunlah seorang pemuda dari kereta itu
Para pelayan dan penjaga berbaris dengan menundukkan kepala
" Selamat datang kembali tuan muda!" berkata keseluruhan pelayan.
Suka cita dan penuh kegembiraan menyambut kedatangan Galvin. Para tamu undangan juga turut senang atas kembalinya Galvin dari pengasingan selama 9 tahun.
" Anakku, selamat datang kembali kerumah!. Melihat keadaanmu yang sekarang seperti nya dirimu sudah baik-baik saja " berkata Franklin.
" Terimah kasih ayah, aku harap juga begitu " berkata Galvin.
Galvin berbicara sambil menunjukkan senyum palsu tetapi tidak ada yang menyadarinya.
Lalu seorang gadis berlari kearah Galvin kemudian melompat kearahnya
" Galviiinnnnn!!! " berteriak gadis tersebut.
Galvin lalu menengok kebelakang dan bertabrakan lah mereka berdua sampai terjatuh di lantai.
" Adududuh, ini sakit. Siapasih yang menabrakku ini " berkata Galvin.
Terlihat seorang gadis yang sangat cantik, wanginya harum seperti apel, dan juga sangat mempesona.
" Eh??? Kamu siapa nona? " bertanya Galvin.
"Hump, Galvin bodohhhh!! Huaaa " berkata gadis tersebut.
Wanita itu lalu berlari ntah kemana.
Galvin bertanya-tanya untuk kesekian kali nya. Kemudian datanglah Kepala Keluarga Bright kearah Galvin.
" Lama tidak bertemu Galvin, Saya turut senang kamu kembali dengan keadaan yang sehat. Aku yakin, putriku Selyn juga sangat senang bertemu denganmu, Kuahahaha " berkata Boston.
" Aku juga paman, terima kasih telah menyambutku. Oh iya ngomong-ngomong dimana Selyn? Aku tidak melihatnya dari tadi? " bertanya Galvin.
" Hei, bukannya kamu sudah bertemu dengannya tadi? " berkata Boston.
Kepala keluarga bright jadi bingung.
" Ehh?? Dia ada dimana? " berkata Galvin.
" Haduhhh, itu tadi yang meluk kamu tiba tiba kan selyn " berkata Franklin.
" Ehh? " berkata Galvin.
Galvin kebingungan, lalu histeris.
" EEHHHHHHH!?!?!?!? " berteriak Galvin.
Setelah mendengar itu lalu galvin pergi mencari di setiap ruangan dan tidak menemukan apapun. Lalu terpikirlah sebuah tempat dan menuju ke lokasi.
" Hikss,hiks shikss. Galvin bodohhh! dia ternyata telah melupakanku hikss " berkata Selyn.
Selyn ternyata lagi menangis di teras lantai 3 di mansion keluarga.
Tidak berselang lama, Galvin menemukan Selyn. Tetapi hanya memperhatikanya dari jauh sambil bersembuyi.
" Padahal aku selalu menantikan kepulangannya hiksss,hikss, Slurrph. Apakah dia benar-benar melupakanku? " berkata Selyn.
menangis sambil tersendu sendu
Lalu Galvin yang sedang bersembunyi pun keluar dan menghampiri selyn dari belakang, kemudian sambil mengelus kepala Selyn.
" Aku tidak akan mungkin melupakanmu, Selyn " berkata Galvin.
Selyn berbalik dan memukul galvin
" Huaaa, kamu bohong!! pembohong!!! " berkata Selyn.
" Etetetet itu sakit, selyn " berkata Galvin.
Kemudian Selyn berhenti memukul, lalu memasang muka cemberut.
" Dasar pembohong, kalo kamu tidak melupakanku kenapa kamu tidak mengenaliku tadi? " berkata Selyn.
Galvin pun terseyum lalu berkata
" Maaf, aku tidak mengenalimu tadi karena kukira aku sedang bertemu dengan seorang peri yang sangat cantik dan sangat mempesona. Sehingga aku sempat bertanya-tanya, ini peri nyasar dari mana?" berkata Galvin.
" Ahhh kamu kenapa mengatakan hal yang memalukan begitu! " berkata Selyn.
Galvin merasa senang pada hari itu karna melihat teman masa kecil Selyn v. Bright menjadi seorang gadis yang cantik dan menawan. Kemudian mereka berdia saling menatap
" Aku pulang Selyn " berkata Galvin.
" Selamat datang kembali Galvin! " berkata Selyn.
Mereka pun tersenyum.
Kemudian Galvin menemui kembali ayahnya Diruangan kerja kepala keluarga.
" Pertama-tama, aku senang kau kembali dengan keadan sehat " berkata Franklin.
" Terima kasih ayahanda " berkata Galvin.
Dengan tatapan tajam Franklin pun menatap Galvin dan terjadi tekanan di ruangan itu. Rasa beban tekanan yang dikeluarkan oleh ayahnya.
Galvin sambil menahan tekanan tersebut, kemudian menatap mata Franklin dengan tenang dan berkata
" Ayahanda, ada satu hal yang ingin aku tanyakan. Perihal tentang kematian ibuku " berkata Galvin.
Franklin lalu menarik kembali tekanannya lalu sambil menghela nafas
" Hahh, jadi sebenarnya itu. Aku akan menceritakan semuanya yang terjadi pada 9 tahun lalu, tolong kamu dengarkan baik-baik " berkata Franklin.
Galvin mendengarkan perkataan Franklin sambil menatap tajam.
" Saat kami baru selesai mendatangi sebuah pesta di kerajaan tetangga, aku dan ibumu pada saat perjalanan pulang bertemu dengan kelompok pembunuh bayaran " berkata Franklin.
Galvin terkejut lalu bertanya kepada ayahnya " Siapakah kelompok itu? " bertanya Galvin.
Kemudian ayahnya menceritakan tentang Dark Rose
" Kelompok itu bernama, Dark Rose. Dengan lambang bunga mawar berwarna hitam, dark rose terdengar seperti namanya. Dalam keindahan sebuah bunga terdapat duri dan kegelapan ". berkata Franklin.
Lalu melanjutkan ceritanya
" Aku dan ibumu sempat bertarung melawan mereka dan hasilnya kami pun menang walau dengan penuh luka dan korban. Mereka muncul dengan menggunakan topeng berwarna hitan dan memakai jubah bermotif bunga mawar " berkata Franklin.
" Dan ayah melawan salah satu pemimpin nya? " bertanya Galvin.
" Yaa, dia adalah salah satu pimpinan dari kelompok dark rose " berkata Franklin.
" Lalu apa yang terjadi selanjutnya? " berkata Galvin.
" Kami pun berhasil kabur, dan sampai ke rumah dan langsung merawat ibumu dan luka luka kami. Tetapi nyawa ibumu tidak bisa terselamatkan akibat pendarahan dan racun yang ia terima saat melawan pasukan dari Dark Rose " berkata Franklin.
Galvin menggenggam tangannya
" Aku akan membalas kematian ibu " berkata Galvin.
Franklin mencegah Galvin agar tidak melakukan hal sembrono.
" Tetapi aku sudah mengasingkan diri selama 9 tahun, berlatih pagi sampai malam hanya untuk membalaskan kematian ibuku!!! " berkata Galvin.
Ia berteriak kencang hingga air mata nya bercucuran ke lantai.
" Ayah mengerti itu. Tapi apa kau tau mau mencari mereka dimana dan juga apakah kau tau kekuatan masing masing setiap kelompok dari mereka? " berkata Franklin.
Lalu Galvin menangis sambil tersendu sendu, kemudian berhenti sejenak
"Jadi aku harus bagaimana?aku tidak perduli bahkan mencari mereka sampai ke seluruh dunia! " berkata Galvin.
" Aku akan mengirimmu ke sekolah sihir dari kerajaan zetsiuri untuk dirimu belajar lebih banyak hal " berkata Franklin.
Galvin berhenti menangis dan mendengarkan. Ayahnya kemudian melanjutkan pembicaraan
" Konon katanya jika kau menjadi salah 1 dari 7 pelindung zetsiuri, kau akan diberi hak akses jaringan informasi yang luas disana. Disitulah kau juga bisa mengetahui dan mencari tahu tentang keberadaan dark rose " berkata Franklin.
Franklin melihat dan Galvin menatap dengan tegas dan dalam.
" Ya aku paham ayah! Terima kasih telah memberi tahuku dan membantuku untuk memenuhi ambisiku ini! " berkata Galvin.
" Fuahahaha itu baru anakku. Baiklah kau akan Bersekolah mulai senin besok! " berkata Franklin.
" Ehh, secepat itu? " bertanya Galvin.
Franklin pun menceritakan keseluruhan tentang sekolah itu dan apa saja yang dibutuhkan untuk lolos ujian masuk nya.
Sore menjelang malam, pembicaraan telah selesai. Galvin hendak menuju kembali ke kamarnya.
" Sebentar Galvin " berkata Franklin.
Lalu Frankkin mengeluarkan kotak panjang dan kemudian membuka nya.
" Ini adalah milik leluhur kita dulu sekarang kamu yang akan mewarisinya, untuk suatu alasan aku tidak bisa memakainya. Tapi aku yakin kamu pasti bisa memakai ini " berkata Franklin.
" Leluhur? " bertanya Galvin.
" Benar sekali, Sekarang ia menjadi milikmu " berkata Franklin.
" Terima kasih ayah, aku akan menjaga nya. Baiklah aku akan kembali ke kamar dan bersiap siap untuk besok " berkata Galvin.
Galvin kembali dan menuju kamar nya.
Keesokan paginya, Galvin v. Persie telah menyiapkan segala keperluan untuk pergi ke Akademi Sihir Zetsiuri dan bersiap untul berangkat memakai kereta kuda.
Kemudian dari jauh terdengar suara wanita, ternyata itu adalah suara Selyn.
" Galviinnn jangan lupakan aku! " berkata Selyn.
" Ehh, Selyn? Apa yang kamu lakukan? " bertanya Galvin.
" Galvin apa yang kamu bicarakan? Tentu saja aku akan belajar di akademi juga bersamamu! " berkata Boston.
Galvin terkejut karna tidak ada pemberitahuan
" Kuahahah, lagi pula umur kalian kan sama, sudah seharusnya Selyn juga belajar di akademi " berkata Franklin.
" Dan juga dia baru berjumpa denganmu baru sehari. Masa kamu tinggalkan begitu saja? Dasar tidak peka kamu " berkata Boston.
Boston lalu memukul kepala Galvin
" Aduhh! " berkata Galvin.
" Sebagai laki-laki kamu harus melindunginya dengan segenap jiwa dan ragamu " berkata Boston.
Selyn sambil menganggukan kepala
" Baiklah paman, aku berjanji akan selalu ada dan melindungi Selyn " berkata Galvin.
Boston senang dengan perkataan Galvin
" Kuahahahaha, nahh itu baru calon menantuku!! " berkata Boston.
" Tentu saja paman.. ehhh menantu? " bertanya Galvin.
Galvin kebingungan dengan perkataan dari Boston.
" Hey Franklin, apa kamu tidak memberitahukannya? " berkata Boston.
" Ehh ya masa kamu tidak tahu Galvin? ayah dan papanya Selyn telah menjodohkan kalian sejak kalian masih kecil " berkata Franklin.
" Hooh, kamu lupa yaa galvin " berkata Selyn.
Lalu Galvin teringat kejadian di masa kecil nya bersama Selyn.
" Hahaha Selyn, kalo kita sudah dewasa nanti aku akan menikahimu " berkata Galvin.
Selyn menganggukan kepalanya.
Ternyata saat itu Franklin dan Boston kebetulan ada disana dan mereka berdua setuju untuk menjodohkan Selyn dengan Galvin untuk menjadi pasangan di masa depan.
Kemudian Galvin yang teringat hal tersebut berkata dengan keras sambil kebingungan
" Ehhhh? EHHHHHH??? KENAPA CUMAN AKU YANG TIDAK TAHU APAPUN SOAL INI " berkata Galvin.
Telah usai, kemudian mereka berdua berangkat menuju ke Akademi sihir zetsiuri dengan menggunakan kereta kuda yang memakan waktu sampai seminggu untuk sampai disana.
Franklin, Boston dan para pelayan melambaikan tangan, kemudian Boston bertanya ke Franklin
" Kau yakin tidak ingin mengatakan kepada anakmu Galvin semuanya tentang keadaan yang sebenarnya, Franklin? " bertanya Boston.
" Tidak usah akan ada waktunya dia bakal mengerti, begini lebih baik" berkata Franklin.
" Kuahahahah, suatu saat ia bakal mengetahui kebenarannya ya!! " berkata Boston.
Menikmati bunyi suara perputaran poros roda yang terbuat dari kayu, mereka berdua menatap kepergian Galvin dan Selyn.