That's Something Will Be End

That's Something Will Be End
Janji di masa lalu



Salah satu kerajaan diujung utara daratan niadagi yang memiliki sebuah kota bernama kota Blue Water. Sebuah tempat keluarga bangsawan Duke bernama Keluarga O'Sea.


Sebuah keluarga bangsawan yang memiliki garis langsung salah satu keturunan pahlawan, yaitu Nepthim v. O'sea.


Secara garis keturunan juga, Keluarga O'sea memiliki hubungan dengan salah satu roh atau spirit. Yaitu roh air Aqua.


Penyebab roh air mempunyai hubungan dengan Keluarga O'sea adalah karna sebuah perjanjian nya dengan Nepthim.


Perjalanan di dalam sebuah dunia terpisah dari dunia utama, yaitu dunia spirit.


" Hey aqua, buat kontraklah denganku! " berkata Nepthim.


" Kamu tidak sopan, berbicaralah dengan nada yang halus " berkata Aqua.


" Hey aqua, buat kontraklah denganku! " berkta pelan Nepthim.


" Kenapa jadi ga kedengaran? Haah, baiklah setelah kau bisa menyelesaikan 1 tantangan yang akan aku berikan " berkata Aqua.


Nepthim dengan wajah senang


" Benarkah? Kalau begitu apa itu?" bertanya Nepthim.


" Kau harus bisa membunuh salah satu makhluk mythologi yaitu Hydra, ular berkepala 9 dan mengambil sebuah tanduk di kepala nya " berkata Aqua.


Nepthim sambil berfikir lalu menyetujuinya langsung


" Tidak terlalu sulit sih. Baiklah, akan aku bawakan kau tanduk Hydra! Aku pergi dulu " berkata Nepthim.


Nepthim langsung lari dan menghilang.


" Eh tunggu, apa kau tau mencari kemana? " berkata Aqua


Aqua ingin memberitahu satu hal lagi tetapi Nepthim telah berlari sangat jauh


Nepthim yang langsung setuju untuk mengalahkan hydra, lalu ia pergi mencari keberadaan hydra.


" Hm, aku harus mencari kemana? dan si Aqua tidak memberi tahuku letak kediaman hydra. Yaudahlah cari aja terus " berkata Nepthim.


Nepthim berlari kesana kemari mencari di berbagai tempat.


Akhirnya dia menemukan tempat persembunyian nya yang berada di dalam sebuah gua bawah laut yang sangat besar! Ia pun langsung memasukinya.


" Hm? Aku seperti mendengar suara " berkata Nepthim.


Kemudian Nepthim berbalik lalu menatap keatas .


Ternyata hydra menatapnya dengan tatapan yang tajam.


" Eh? Bukan nya hydra itu ular yang kecil ya? Tapi kenapa ini begitu besar " berkata Nepthim.


Hydra lalu mengejar dan Nepthim pun lari masuk jauh kedalam gua.


Nepthim terus berlari


" Uwaaaa aku merasa ditipu !! bukan nya kata Violet, Hydra itu ular yang kecil? uwaaa sialan kau violet! " berkata Nepthim.


Menampilkan violet yang lagi bersih-bersih


" Hatcuhh, cihh kenapa disini sangat berdebu? "


Nepthim pun terus berlari sampai menemukan jalan buntu.


" Waduhh, kenapa jalan nya buntu! Eh apa itu? " berkata Nepthim.


Nepthim pun melihat sebuah tombak tua, lalu ia mengambil nya untuk melawan hydra.


Lalu nepthim mengambil tombak tersebut dan Nepthim menyodorkan tongkat tersebut ke arah hydra.


" Heyy kau ular kecil ! Apakau ingin merakan jurusku? Hiyaaathh " berkata Nepthim.


Pertempuran pun terjadi, Nepthim lalu melompat ke arah hydra dan mematahkan 1 tanduk hydra.


Tanduk hydra tertancap kebawah


" Wow, ternyata tombak ini sangat kuat " berkata Nepthim.


Hydra yang marah karena Nepthim mematahkan tanduknya pun lalu menyerang secara brutal ke arah Nepthim!


Tetapi Nepthim bisa mengimbangi kecepatan hydra walau di dalam air. Akhinya keduanya pun mulai kelelahan


" Huh boleh juga kau, baiklah aku akan mengeluarkan sebuah teknik Spear Art andalanku! bersiaplah " berkata Nepthim.


Tiba-tiba suasa jadi mencengkam! Air disekitar goa menjadi satu arus yang berkeliling di atas nya dan terjadi guncangan yang dahsyat sekali pada saat itu! guncangan itu juga mencapai tempat tinggal dari roh air Aqua.


Aqua dengan keadaan terkejut


" Guncangan apa ini? Apakah berasal dari anak itu? Dia sangat kuat! " berkata Aqua.


Hydra yang tadi nya sangat intens menyerang pun mulai ketakutan dengan tekanan yang diberikan oleh Nepthim yang membentuk seekor naga.


" Bersiaplah kau ular kecil! " berkata Nepthim.


Tombak mengarah ke depan dan Nepthim mengeluarkan salah satu teknik andalan


" Spear Art : Devouring Ancestor Dragon!!! " berteriak Nepthim.


Tombak mengarah ke depan, terlihat sebuah tekanan air yang membentuk seperti naga menerjang segala apapun yang ada di depan nya.


Semua yang terkena serangan itu pun menjadi lenyap, menciptakan sebuah lubang yang panjangnya mencapai 10 km.


" Sepertinya aku meleset, hehe " berkata Nepthim.


" Kau sengaja tidak mengenainya kan? " berkata Aqua.


" Lagi pula kau hanya bilang untuk mengambil tanduknya, dan sekarang aku sudah mendapatkan nya. Jadi untuk apa aku membunuh nya " berkata Nepthim.


" Hahh, apa kau tuli? Aku bilang untuk membunuhnya lalu mengambil tanduknya " berkata Aqua.


Nepthim baru teringat, tentang kata jata dari Aqua. lalu melihat ke arah hydra sambil mengekpresikan muka seram


Hydra ketakuan dan berkata dalam hati


" apa salahku ya dewa " berkata hydra.


" Sudahlah, lagi pula awalnya aku kira kau tidak akan sanggup mengambil tanduknya makanya aku sarankan untuk membunuhnya dan ternyata tebakanku salah " berkata Aqua


Menyodorkan tangan lalu berkata


" Baiklah kalau begitu, sekarang Aqua jadilah Spiritku! " berkata Nepthim.


"Baiklah, ambil ketiga tanduk itu lalu tempatkan diujung tongkat yang kau gunakan tadi "


Nepthim mengikuti arahan dari aqua dan kemudian mengotak atik tongkat tersebut


" Seperti ini? " berkata Nepthim


" Ya seperti itu, dengan ini kontrak telah dibuat " berkata Aqua.


Kontrak pun telah dibuat. Begitulah kisah balik tentang bagaimana spirit air Aqua menjadi pelindung keluarga O'sea selama berabad-abad.


Disebuah perpustakaan, terlihatlah Aston v. O'sea sedang membaca buku


" Jadi begitu, untuk bisa menjadi lebih kuat aku harus bisa menguasai teknik spear yang kuat! Dan aku tidak akan diremehkan lagi oleh keluarga ini!! " berkata Aston.


Aston sedang membaca buku diperpustakaan keluarga dan menemukan sebuah kalimat


" Jika aku ingin menjadi penerus keluarga ini, aku harus menjadi seseorang yang kuat ".


Aston saat berusia 5 tahun. Aston terlahir dengan keadaan fisik yang lemah dan sering sakit-sakitan. Ia sering dibully oleh penerus lainnya di keluarga O'sea.


1 tahun kemudian pada saat malam menjelang, Aston mengunjungi ibunya dan dia sangat tertekan atas apa yang terjadi pada malam itu. Ibunya bunuh diri pada saat Aston berumur 6 tahun tepat di depan matanya.


Ibunya lalu memegang pisau dileher


" Aston, maafkan ibu. Ibu sudah tidak kuat menerima penderitaan ini yang selalu ibu pendam dibalik senyuman, jadilah lebih kuat agar kau bisa menjadi kepala keluarga suatu saat nanti. Berjanjilah Aston bahwa kau akan terus hidup ".


Kemudian dia bunuh diri dengan menyayat lehernya sendiri. Lalu aston berteriak dengan kencang


" Ibuuu?? Tidakk! Ibuuuuuuuu!?!?!?! " berkata Aston.


Dengan isak tangis dan air mata Aston menyaksikan tragedi yang sangat membekas. Malam itu disertai hujan derasa dan petir yang menggelegar, ibu nya telah bunuh diri.


Sambil memeluk tubuh ibu nya yang berlumuran darah


" Tidakk ibu, kenapa kau melakukan hal ini?kenapa kau tidak menceritakan yang sebenarnya? Ibuuuu! " berkata Aston.


" Kyaaaahhh, ada mayat disini tolongg " berkata pelayan.


Kemudian orang yang mendengar teriakan itu langsung berlari menuju kesana, mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat.


Lalu mereka melihat seorang anak kecil yang tertidur disamping mayat.


Ternyata dia adalah anak dari mayat seorang wanita tersebut. Datang lagi seorang pelayan langsung kepala keluarga O'sea.


" Hahh, apa yang terjadi disini kenapa ada mayat wanita. Pengawal! Coba lihat siapakah mayat itu! " berkata kepala pelayan.


Pengawal membalikkan mayat tersebut kemudian pelayan itupun terkejut bahwa yang dia temui adalah mayat selir keempat kepala keluarga O'sea.


" Ini tidak mungkin ". berkata kepala pelayan.


kemudian dia melirik kearah Aston. Dia melihat saat itu Aston sedang memegang pisau yang berlumuran darah, lalu menyuruh penjaga untuk membawa nya.


" Penjaga cepat bawa anak itu keruangan kepala keluarga, dan yang lain tolong bersihkan mayat ini!!! " berkata kepala pelayan.


Mereka lalu bergegas membawa Aston dan secara perlahan Aston terbangun dari tidur, setelah terbangun dari tidur dia kebingungan mengapa berada dalam ruangan kepala keluarga.


Perlahan membuka mata Aston


"Kenapa aku ada disini? Dimana ibuku! " berkata Aston.


Pelayan menampar aston


" Kau harus menjelaskan semua nya! " berkata kepala pelayan.


Mereka telah sampai ke tempat pertemuan keluarga. Aston ingin melepaskan diri dari penjaga


" Apa? Dimana ibuku kau sialan! " berkata Aston.


Pelayan hendak ingin melayangkan pukulan


" Apa kau bilang aku pukul kaau..." berkata kepala pelayan.


Kemudian kepala keluarga menghentikan nya


" Cukup ! " berkata kepala keluarga.


Kepala keluarga O'sea, John v. O'sea lalu bertanya kepada seorang bocah


" Bocah siapa namamu " berkata John.


Gigi aston mengerat dan berkata dengan nada mengumpat


" Dasar tua bangka sialan, bahkan kau melupakan wajah anakmu sendiri " berkata Aston.


" Dasar tidak sopan " berkata kepala pelayan.


Pelayan tadi menamparnya lagi, lalu pelayan tersebut memberitahukan siapa anak itu


" Tuan, dia adalah anakmu dari selir ke empatmu dan dia bernama Aston " berkata kepala pelayan.


" Baiklah aston katakan kepadaku, kenapa kau membunuh ibumu sendiri " berkata John.


Kepala keluarga kelihatan marah dan memberikan tekanan yang kuat, sehingga kaki Aston terbenam sampai badannya pun ikut menunduk.


" Aku tidak mengerti apa yang bicarakan sialan! Lepaskan aku ! " berkata Aston.


" Bukti telah ditemukan bahwa kaulah yang membunuh ibumu sendiri " Berkata seorang investigator


" Aku tidak membunuh ibuku, lepaskan aku! " berkata Ashton.


Kemudian John menarik kembali tekanan auranya


" Baiklah kalau tidak mau mengakuinya, kuharapkan kau dapat menjelaskan nya nanti. Penjaga masukan dia ke dalam penjara samudra " berkata Jhon.


Penjaga mengangkat Aston dan kemudian membawanya ke penjara. Aston ingin melepaskan diri tetapi tidak bisa


" Sialan lepaskan aku! " berkata Aston.


Aston yang dibawa telah sampai ke pintu masuk penjara lalu dia dilemparkan ke penjara samudra


" Sudah cukup kalian bisa pergi, tinggalkan aku berdua dengan nya " berkata John.


John menyuruh penjaga pergi. Kemudian dia bertanya kenapa Aston kenapa ibunya bisa sampai bunuh diri.


" Bocah aku tau matamu tidak berbohong, tetapi kau memegang bukti penting yaitu alat untuk membunuh korban " berkata John.


" Namaku bukan bocah, namaku Aston! " berkata Aston.


" Baiklah Aston, katakan lah yang sebenarnya terjadi ". berkata John.


Lalu Aston menceritakan semuanya yang ia ketahui pada malam itu, dan menyalahkan mereka semua atas apa yang dialami oleh ibunya.


" Aku telah mengetahui kebenaran yang sebenarnya hari ini, tapi tindakanmu melawan hukum tetap tidak bisa diterima! Kau akan dikurung disini selama 5 tahun! Bertahan lah, setelah menjalani itu kau akan dibebaskan. Aku tidak bisa menjamin kau akan bertahan, dengan adanya para monster ganas di dalam penjara samudra ini. Buktikan kepadaku kalau kau memang layak untuk menjadi pewaris satu-satunya Keluarga O'sea. Aku akan membiarkanmu untuk bertarung melawan yang lain mendapatkan posisi tuan muda dan membalaskan kematian ibumu " berkata John.


" Kau sialan!!! Aku juga akan membunuhmu dan mengambil kepalamu itu kau dasar" berkata Aston.


" Baiklah, akan kunantikan saat itu ". berkata John.


Lalu John meninggalkan penjara samudra.


" Ini salahku karna diriku terlalu lemah " berkata Aston.


Lalu Aston melihat sebuah tongkat dan mengambil nya, kemudian dia berbalik melihat kedalam goa di depan dan ternyata terdapat ribuan monster ganas kelaparan yang bakal siap menyerang kapan saja.


" Aku akan bertahan, Aku akan bertahan!. Untuk membawa kembali kehormatan ibuku! " berkata Aston.


Kemudian aston menerjang ke depan sambil berteriak


" Aku akan menjadi kuat, dan aku akan membalaskan semua penderitaan ibuku " berkata Aston.


Aston pun menerjang sekumpulan monster yang kelaparan itu.


Lima tahun pun telah berlalu, John v. O'sea sedang meminum teh dihalaman.


" Tuan, persiapan untuk kompetisi telah siap untuk digunakan besok ". berkata seorang pelayan.


" Hmm begitu ya, ternyata sudah 5 tahun. Bebaskan ia dari penjara ! " berkata John.


" Maaf tuanku, maksud anda itu dia?? " bertanya pelayan.


" Yaa, ini adalah kompetisi untuk memperebutkan kursi pangeran jadi semua pangeran harus ikut berpartisipasi! " berkata John.


Kemudian para penjaga penjara samudra mengunjungi salah satu tahanan kemudian berkata " Hey kau dibebaskan sekarang "


Aston yang hanya diam lalu menatap ke arah luar. Akhirnya setelah 5 tahun Aston pun bisa keluar bebas dan melihat matahari sekali lagi.


Tubuh yang penuh bekas luka, rambut panjang bewarna putih juga otot yang kekar, dia hanya menggunakan celana dan membawa tombak yang di lilit oleh seutas kain.


Para penjaga yang berjaga disekitar merasa ngeri saat melihat Aston karna terpancar hawa membunuh yang sangat kuat.


" Itu tuan muda Aston, dia jadi terlihat sangat menyeramkan " berbisik para orang orang disekitar


" Tuan muda silahkan menuju kamar anda untuk mengganti pakaian " berkata seorang pelayan.


" Sebelum itu, bisakah kau menunjukkan dimana makam ibuku? " bertanya Aston.


" Baiklah tuan muda, tolong ikuti saya " berkata pelayan.


Lalu pelayan itu menunjukan jalan, pelayan itu mengantarkan nya ke sebuah bukit yang mana terdapat pepohonan yang rimbun.


Diujung bukit tersebut terdapat sebuah nisan dengan bunga mawar merah baru diatas nya.


" Siapakah yang sering mendatangi makam ibuku dan memberi bunga ini? " bertanya Aston.


" Dia adalah kepala keluarga, tuan muda ". berkata pelayan.


Aston pun sangat terkejut mendengar itu karena selama ini, kepala keluarga tidak pernah menjenguk nya dan ibunya. Rasa penasaran pun muncul


" Baiklah aku akan mengganti pakaianku nanti, aku ingin disini dulu. Kau boleh pergi sekarang " berkata Aston.


" Baiklah tuan muda " berkata pelayan.


pelayan itu kemudian pergi.


Aston menatap lama makam ibunya, dia berkeinginan menangis tetapi air mata seakan kering tidak mau menetes sedikitpun.


" Aku akan mengembalikan kehormatanmu, ibu " berkata Aston.


Angin semilir di atas bukit, daun daun berterbangan melintasi makam ibunya Aston, Pearl v. Deutch.