That's Something Will Be End

That's Something Will Be End
Pertemuan tak terduga



Jarak dari kediaman keluarga persie ke tempat akademi adalah sekitar 5 hari perjalanan. Sebenarnya jaraknya tidak terlalu jauh karna wilayah akademi berbatasan langsung dengan kerajaan stamford.


Tetapi, karna adanya benteng alam yang sangat luas yaitu sebuah pegunungan yang sangat curam dan tinggi inilah yang mengisolisir kerajaan stamford dengan wilayah akademi.


Jadi untuk sampai kesana Galvin v. Persie dan Selyn v. Bright harus melewati kerajaan tetangga yaitu kerajaan blabla untuk sampai ke akademi zetsiuri.


Sudah 2 hari perjalanan yang terlewati Galvin dan Selyn akhirnya sampai ke benteng perbatasan kerajaan tetangga


Berkata seorang penjaga pintu masuk benteng " Berhenti, tolong tunjukkan plat identitas "


" Oh iya ini silahkan dilihat pak "


" Ohh ternyata pangeran Galvin dari keluarga persie, silahkan lewat tuan muda "


" Terima kasih penjaga, kau telah bekerja keras "


" Ahh terima kasih tuan muda Galvin! "


Lalu mereka melanjutkan perjalanan dan sampai ke sebuah kota yang bernama kota Giph. Mereka pun beristirahat sebentar di kota itu sembaru membeli perbekalan makanan untuk perjalanan, mereka juga pergi ke sebuah bar untuk makan siang.


" Galvin disana ada sebuah bar, ayo kita makan siang disana "


Selyn dengan antusias lalu menarik-narik tangan Galvin


" Iya iya dan berhenti lah menarik tanganku Selyn "


Mereka pun memasuki bar tersebut lalu menempati sebuah meja yang kosong dan memesan makanan.


" Disana ada tempat kosong, ayo kita duduk disitu "


Berkata Selyn lalu mereka duduk. Kemudian Galvin mengangkat tangan galvin sembari memanggil pelayan.


" Pelayan "


Lalu pelayan tersebut datang ke arah meja.


" Ini menunya tuan dan nyonya silahkan dilihat "


Pelayan tersebut memberikan daftar menu


" Ehm aku mau pai apel dan juga jus apel "


Karena Selyn sangat menyukai apel makanya ia memesan yang behubungan dengan apel.


" Baiklah aku juga sama " Berkata Galvin.


" 2 pai apel dan 2 jus apel. Baiklah pesanan diterima silahkan ditunggu ".


Pelayan lalu kembali ke dapur. Galvin menatap Selyn lalu berkata


" Kamu ga pernah berubah ya Selyn, sangat menyukai apel "


" Ohh tentu aku sangat suka apel karena apel itu sangat manis hmm "


" Tentu saja, tapi kamu tau gak apa yang lebih manis dari apel "


" Hmm apa itu? "


Selyn jadi penasaran apa yang lebih manis dari apel.


" Tentu saja senyuman manismu Selyn "


Galvin menggoda Selyn sembari tersenyum dan muka Selyn ikut memerah


" Uwaaa kamu kenapa menggoda ku terus "


Selyn sembari menutup mukanya


" Ehh emangnya aku tidak boleh menggoda tunanganku sendiri? "


Galvin lalu mencubit pipi Selyn


" Uwaa itu sakit Galvin "


Selyn berkata dengan nada merengek kemudian pelayan datang


" Maaf menunggu lama tuan dan nyonya, makanan telah siap, silahkan dinikmati "


" Wahhh pai apel "


Melihat pai apel Selyn pun mengeluarkan air liur


" Terima kasih pelayan " Berkata Galvin.


Karena makan telah datang Galvin dan Selyn pun lalu mulai memakannya.


Selyn yang sangat suka dengan pai apel pun sampai makan dengan berantakan. Lalu Galvin mengambil tissu dan mengarahkan tissu ke muka Selyn


" Selyn, makanlah dengan perlahan "


Galvin lalu mengelap makanan yang ada di pipi Selyn dan Selyn pun tersipu malu


" Te.. terima kasih Galvin "


Tak lama kemudian datanglah para bandit yang berjumlah 15 orang memasuki bar dengan menendang pintu masuk bar tersebut


" Debukk "


Para bandit pun memasuki bar lalu berjalan kearah tempat pramusaji. Lalu salah seorang dari bandit itu berkata


" Woy pelayan, bawakan aku wine yang enak segera "


" Baiklah tuan " Berkata pelayan.


Lalu pelayan tadi memberi para bandit tersebut wine. Tak sengaja salah satu dari mereka melihat sebuah pasangan yang duduk tak jauh dari mereka kemudian dia berkata.


" Boss, lihatlah pasangan muda itu. Mereka minum jus apel bukannya wine ".


Kata salah seorang bandit. Lalu boss bandit tersebut berkata dan memukul kepala anak buahnya


" Kau bodoh ya mereka kan masih kecil mana boleh minum wine " berkata boss bandit.


" Maafkan aku boss " bekata bandit.


Boss bandit itu kemudian menghampiri pasangan muda tersebut dan bertanya


" Hey kalian, siapa nama kalian ini? "


Dengan tenang Galvin menjawab pertanyaan boss bandit tersebut. Galvin lalu mengeluarkan aura yang mencekam yang hanya dirasakan boss bandit tersebut.


" Tidak, tidak apa apa. Aku hanya ingin bertanya, apakah kalian pernah melihat orang ini " berkata boss bandit.


Boss bandit tersebut menunjukkan sebuah foto. Gavin berkata tidak mengetahui tentang anak tersebut.


" Kami tidak pernah melihatnya " berkata Selyn.


" Begitu ya, baiklah kalau kalian bertemu dengan orang tersebut segera laporkan kepada grup kami, Grekbar " bekata boss bandit.


Setelah itu, para bandit tersebut meninggalkan bar. Selyn lalu bertanya ke Galvin.


" Galvin, mereka tadi siapa? "


Lalu Galvin menjelaskan secara rinci


" Grekbar adalah sebuah party. Walau mereka adalah bandit, Mereka tetap bisa bergabung dengan guild dengan sebuah ketentuan menerima misi yang ada di mading guild. Sepertinya mereka memilih misi untuk memburu seseorang yang masuk dalam target yang mereka terima di mading guild, ya biasanya emang jarang terjadi sih " berkata Galvin.


" Pasti itu merupakan guild besar ya? "


Kemudian Galvin menjelaskan kepada Selyn


" Di seluruh benua ini, terdapat 5 guild besar yaitu Red Orchid, Blue Edelweis, Green Lotus, Yellow Daisy, dan White Lily yang terpencar di seluruh kerajaan yang ada di daratan Niadagi " berkata Galvin.


Lalu selyn bertanya kepada Galvin


" Mana yang lebih kuat soal kekuatan antar guild tersebut? ".


Galvin menjelaskan bahwa kelima guild tersebut seimbang. Kekuatan mereka seimbang karena konon katanya leluhur mereka adalah 5 orang yang selamat setelah memasuki dungeon pada zaman dahulu. Dan mereka masing masing mendapatkan sebuah batu yang berwarna dan bentuk sesuai dengan nama depan guild mereka saat ini.


" Itulah kenapa nama guild mereka menjadi seperti itu " berkata Galvin.


Mereka pun telah selesai makan. Keluar bar tersebut dan lalu kembali melanjutkan perjalanan menuju akademi zetsiuri


Mengemasi barang keperluan untuk perjalanan, kemudian kreta kuda mereka berangkat menuju desa Gurki dekat perbatasan universitas sihir zetsiuri.


" Baiklah mari kita berangkat Selyn " berkata Galvin.


" Let's goo " berkata Selyn


Setelah kreta berjalan selama 2 jam mereka sampai di sebuah desa yang sunyi.


Mereka lalu memasuki desa tersebut lalu galvin bertanya kepada salah satu warga desa yang dia lihat.


" Permisi, boleh kah aku bertanya tentang arah jalan? "


Warga desa tersebut hanya diam, menatap tajam wajah Galvin dan kemudian lanjut berjalan meninggalkan galvin.


" huh kenapa dia pergi bergitu saja sih? " berkata Selyn.


Kemudian lewat lagi seorang wanita sambil menggendong anaknya yang masih bayi, dan Galvin pun bertanya.


" Permisi bu, bolehkan saya bertanya arah jalan menuju desa gurki? "


Wania tersebut juga menatap Galvin lalu pergi meninggalkannya. Galvin pun kembali bingung apa yang terjadi pada warga desa tersebut.


Kemudian tidak sengaja Selyn melihat ke arah bayi yang digendong wanita tadi, Selyn melihat mata bayi tatatpannya terasa kosong.


" Galvin, aku takut " berkata Selyn.


" Jangan khawatir, ini pasti akan baik baik saja ".


Tidak lama setelah itu, datanglah seorang kakek tua menghampiri mereka lagi. Lalu Galvin bertanya kepada kakek tersebut.


" Permisi kek, bolehkah sayang bertanya sesuatu? "


" Oh silahkan " berkata kakek tersebut.


Galvin menceritakan semua hal yang dia ingin tanya kepada warga yang lewat ke kakek tersebut.


" Tadi ada seorang lelaki yang kutanyai, tapi dia hanya melihat dengan tatapan tajam terus pergi, dan seorang wanita juga demikian " berkata Galvin.


Kemudian kakek itu berkata


" Seorang pria? seorang wanita? tidak mungkin ada seorang pria dan wanita disini karna disini tidak ada sebuah desa " berkata Kakek tersebut.


Lalu Selyn bertanya kepada kakek tersebut


" Jelas jelas itu ada sebuah de.. eh? "


Selyn seketika terdiam setelah melihat kembali desa tersebut menghilang dan hanya ada makam atau kuburan.


" Kenapa desanya menjadi pemakanan? "


Mereka berdua sangat terkejut dan kebingungan. Desa yang tadinya berisi dengan warga yang sedang beraktifitas sekarang malah kosong dan menjadi sebuah tempat pemakaman.


" Hikk, Galvin aku takut " berkata Selyn.


" Tenang saja Selyn aku ada disini " berkata Galvin.


Kakek itu pun memberi nasihat kepada Galvin


" Nak, jika kamu menemui desa seperti ini, janganlah kamu singgah ke tempat itu. Lanjutkanlah saja perjalananmu dan lebih baik kamu berkemah dihutan saja ".


" Terima atas nasehatmu. Baiklah kalau begitu kami akan melanjutkan perjalanan " berkata Galvin.


" Tunggu nak, ada sesuatu yang akan kuberikan padamu " berkata kakek itu.


Kemudian kakek tersebut memberikan sebuah potongan batu berbentuk segitiga dan mempunyai warna merah.


" Batu apa ini kek? " bertanya Galvin.


" Kamu simpan saja, itu akan berguna untukmu dikemudian hari " berkata kakek itu.


Setelah mengucapkan terima kasih lalu galvin melanjutkan perjalanan nya.


Di dalam kreta dia terus melihat batu merah itu dan dia menatap sebuah motif di dalam batu tersebut. Batu itu mempunyai motif seperti burung phoenix.


Selyn yang melihat batu tersebut kemudian berkata kepada Galvin


" Wah Galvin batu tersebut kelihatan cantik dan warnanya mirip apel. Bolehkah aku memilikinya? ".


" Aku tidak tau batu ini bagus atau justru akan ada efek tertentu yang berbahaya, jadi aku tidak bisa memberikannya kepadamu " berkata Galvin "


Diterpa pekatnya malam menuju cahaya, serta disapa angin sejuk yang menyirna, Galvin dan Selyn melanjutkan perjalanan nya ke desa Gurki.