
Berjalan ditengah gurun pasir dengan teriknya matahari tidak membuat Aston berhenti.
Beberapa saat kemudian, Aston berjumpa dengan monster Kalajengking yang sangat besar.
Kalajengking tersebut lalu menyerang Aston. Menyerang langsung dan menerjang, dia hanya bisa menghindarinya selagi terus mencari tau pola serangan kalajengking tersebut.
" Kau itu hanya seekor monster, kau tidak akan pernah bisa mengenaiku " berkata Aston.
Kalajengking itu pun marah lalu mulai menyerang dengan menggunakan ekor yang mempunyai racun yang bersifat korosif.
" Racun itu kelihatannya berbahaya, aku harus berhati hati " berkata Aston.
Kemudian kalajengking itu mulai menyerang dan kali terus menyerang menggunakan ekornya.
Sifat racun yang sangat korosif itu sampai membuat pasir yang ada dibawah jika terkena maka pasir tersebut akan lenyap seperti tisu yang sedang terbakar.
" Aku harus segera menghancurkan mu! " berkata Aston.
Lalu Aston mengambil tombak yang terbalut ada di punggungnya dengan maksud untuk menyerang kalajengking tersebut.
Aston pun berlari kearahnya. Pertarungan pun terjadi, disini Aston sangat santai menghadapi kalajengking tersebut.
Dengan tatapan datar, Aston menyerang seolah seperti ia tidak melakukan usaha apapun.
Tentu saja berbeda dengan apa yang dialami monster tersebut. Ia merasa kewalahan menghadapi Aston karena tombaknya.
Tombak Aston tidak berpengaruh terhadap racunnya, bahkan kain pembungkus tombak tersebut tidak pernah terkorosi oleh racun itu.
" Baiklah sudah cukup main mainnya, aku akan mengakhiri ini " berkata Aston
Lalu aston menggunakan salah satu teknik miliknya
" Spear Art : Cursed "
Monster itu terkena serangan milik Aston, seketika badan nya terlubangi oleh teknik yang Aston pakai untuk menyerangnya dan monter tersebut pun mati.
Monster adalah sekumpulan makhluk yang menggangu dan mengancam manusia.
Bagian bagian tubuh monster biasanya memiliki kegunaan, contohnya sebagai bahan untuk membuat senjata, baju atau pun potion tergantung jenis monster tersebut.
Monster yang Aston bunuh mempunyai racun korosif dan itu berguna untuk membuat potion. Racun nya bisa dijual seharga 5 koin perak rils.
Di sini mata uang yang berlaku adalah mata uang rils. 1 perak rils setara dengan 10 koin perunggu rils, dan 1 koin emas rils setara dengan 100 koin perunggu rils.
1 koin perunggu rils bisa untuk membeli 1 menu makanan dan biaya untuk sebuah penginapan itu berkisar yang paling rendah adalah 10 koin perak.
Kemudian Aston juga mendapatkan core pada kalajengking tersebut.
" Monster ini ternyata memiliki core, ini berkisar 15 sampai 20 perak rils " berkata Aston.
Untuk monter yang memiliki core, biasanya hanya monster untuk level C ke atas. Tetapi bisa juga mendapatkan core untuk level D kebawah tetapi itu hanya ada pada monster kelas uniqe.
Monster kalajengking ini berada dilevel C, dan sudah mempunyai core.
Untuk level monster sendiri mempunyai beberapa level yaitu jadi level F-D, level C-A, level A+ dan S.
Untuk peringkat monster ini terbagi atas 3 peringkat yaitu Low rank, Mid rank dan High rank.
" Aku akan taruh semuanya di penyimpanan spasial ku " berkata Aston.
Kemudian Aston melanjutkan perjalanan nya ditengah panas terik yang membakar tubuh. Setelah berjalan selama 2 jam akhirnya Aston melihat sebuah benteng, dan itu adalah sebuah kota dan ia pun bergegas menuju kota tersebut.
Kota tersebut bernama Redvesta. Aston lalu memasuki kota tersebut dengan melalui pengawal pintu gerbang masuk kota.
" Tolong berhenti, bisakah kau menujukkan identitas mu " berkata seorang penjaga.
Aston lalu menunjukan kartu identitasnya.
" Baiklah kau boleh masuk " berkata seorang penjaga.
Pintu gerbang kota redvesta lalu terbuka. Berjalan menuju pasar, melihat lihat sekitar lalu ia bertanya kepada salah satu pedagang.
" Permisi, dimana aku bisa menjual barang yang aku dapat dari monster? " bertanya Aston.
" Oh kau bisa pergi ke guild yang ada di tengah kota ini " berkata seorang pedagang.
" Baiklah terima kasih " berkata Aston.
Kemudian dia lanjut berjalan menuju ke tengah kota untuk mencari guild, tetapi di perjalanan dia bertabrakan dengan seseorang. Dan orang tersebut ternyata adalah bandit.
" Hey kau punya mata atau tidak? " berkata seorang bandit.
Sekelompok bandit tersebut menatap dan mengelilingin Aston.
" Enyahlah " berkata Aston.
" Apa kau bilang? " berkata bandit.
Lalu salah seorang bandit tersebut memukul ke arah Aston dari belakang, tetapi aston yang bisa merasakan nya bisa menghindari pukulan tersebut.
Dua bandit di depan juga menyerang Aston secara bersamaan dan Aston hanya menghindari pukulan pukulan yang mereka berikan.
Kemudian, 2 orang sisa kelompom bandit tersebut juga ikut mengeroyok Aston, tapi tidak satupun pukulan mereka mengenai Aston.
" Ugh sialan kenapa pukulan kita tidak ada satupun yang mengenainya " berkata seorang bandit.
Para bandit itu terus memukul, menendang ke arah Aston tapi sedikitpun dan mereka mulai kelelahan kemudian mereka semua terjatuh.
" Sudah selesai? " berkata Aston.
" Ugh sialan kami akan mengingatmu " berkata seorang bandit.
Kemudian mereka semua pingsan kelelahan, dan Aston pun melanjutkan perjalannya menuju guild.
Aston bisa saja menghabisi mereka dalam 1 kali serang, tetapi ia tidak melakukannya karna takut identitas sebagai anak dari bangsawan yang sebenarnya terungkap dan itu adalah hal yang merepotkan baginya.
Kemudian ia melihat seorang pengemis yang berjalan menuju ke arahnya, Aston pun memberikan sumbangan kepada nya.
Dia juga merasa lapar, kemudian memutuskan untuk mencari sebuah bar yang terdekat. Dia meihat ada bar dan langsung menuju kesana
Dia telah masuk dan mencari meja kosong, tetapi bar tersebut telah penuh dan hanya menyisakan 1 kursi kosong di sebelah seorang kakek tua. Lalu ia pun berjalan ke arah kursi kosong tersebut.
" Bolehkah aku duduk disini karena meja lain sudah penuh dan hanya kurai ini yang tersisa " berkata Aston.
Lalu Aston pun duduk disebelah kakek tua tersebut dan memesan beberapa makanan dan minuman. Kakek tua tersebut melihat ke arah senjata yang Aston bawa.
" Nak, kau berasal dari mana ? " bertanya kakek tua.
" Kau tidak perlu tau akan hal itu " berkata Aston
Kemudian makanan dan minuman yang aston pesan telah sampai
" Hohoho baiklah akan kuganti pertanyaanku, kenapa kau bisa menuju kota ini? " bertanya kakek tua.
Aston diam sebentar kemudian bertanya kepada kakek tua itu.
" Kenapa kau terus melihat ke arah tombak ku pak tua? " berkata Aston.
" Hoho? Kau menyadarinya, maafkan aku. Aku hanya berfikir pernah merasakan tombak ini sebelumnya " berkata kakek tua.
" Begitu ya " berkata Aston.
Lalu Aston memberitahu tujuan dia
" Aku akan menuju akademi zetsiuri, apakah kau tau ke arah mana itu pak tua? " bertanya Aston.
" Ohh kau ingin mendaftar kesana, tidaklah jauh hanya sekutar setengah hari perjalan kau akan sampai ke akademi " berkata kakek tua.
" Terima kasih " berkata Aston.
Kemudian datang seorang pelayan
" Kek ini tagihanya " berkata pelayan.
Kakek tua tersebut ternyata tidak memiliki uang, dan hendak diusir oleh pemilik bar. Tetapi Aston dengan murah hati membayar tagihan si kakek tua itu.
" Terima kasih anak muda " berkata kakek tua.
Tidak berselang lama Aston pun telah selesai makan dan mau melanjutkan perjalanan.
" Tunggu sebentar anak muda siapa namamu? " bertanya kakek tua.
" Ash, panggil saja Ash " berkata Aston.
Lalu kakek tua tersebut mengeluarkan sesuatu dari kantong nya dan ternyata itu adalah sebuah yang bulat berwarna biru.
" Tolong terima, ini adalah hadiah untuk mu. Anggap saja ini sebagai ganti pembayaran karena telah membantuku " berkata kakek tua.
" Batu apa ini? " bertanya Aston.
" Kau akan mengetahuinya jika sudah waktunya "
Aston melihat batu itu secara seksama, kemudian ingin berkata terima kasih ke kakek tua itu tetepi kakek tua tersebut lenyap tiba tiba.
" Ah sudahlah " berkata Aston.
Setelah itu Aston lanjut berjalan untuk menjual barang barangnya diguild.
Guild di kota Redvesta adalah salah satu dari 5 guild terbesar yang ada di daratan niadagi, yaitu guild Red Orchid.
Sesuai dengan reputasi guild tersebut banyak petualang yang berada pada tingkatan Outermited, rare dan bahkan epic yang masih aktif.
" Selamat datang di guild red orchid, ada yang bisa saya bantu tuan? " berkata seorang resepsionis.
" Aku ingin menjual beberapa barang, silahkan di indentifikasi " berkata Aston.
Lalu Aston mengeluarkan barang barang dari kantung spasial, hasil membunuh monster dan memberikannya kepada resepsionis.
" Baiklah akan aku cek sebentar " berkata resepsionis.
Kemudia resepsionis mulai mengecek semua barang yang dimiliki oleh Aston.
" Ada 6 kaki monster kelas D, bagian tubuh dan inti core kelas C " berkata seorang respsionis
Resepsionis pun mulai menghitung hasil dari penjualan monster tersebut.
" Baiklah, totalnya anda mendapatkan 24 perak rils dan 9 perunggu rils, dan karena monster ini masih kelas D tetapi memiliki inti core C makanya akan aku genapkan menjadi 25 perak rils. Apakah sudah cukup? " berkata resepsionis.
" Itu sudah cukup, baiklah terima kasih " berkata Aston.
Kemudian Aston ingin bertanya mengenai pendaftaran yang ada di akademi.
" Ah, soal itu kamu tidak usah khawatir tuan. Selagi masih berumur 15 tahun kamu bisa mendaftar ke sana dan nanti akan ada dilakukan tes masuk akademi " berkata resepsionis.
Aston mengucapkan terima kasih, lalu pergi meninggalkan guild tersebut.
Di kota Redvesta, semua informasi dan data yang masuk ke kota adalah milik guild Red Orchid. Dikarenakan pemimpin guild saat ini juga merupakan pemimpin tertinggi di kota Redavesta.
" Permisi leader, saya ingin memberi tahu laporan harian untuk hari ini, karena ada hal yang menarik " berkata resepsionis.
" Oh, apa isi berita tersebut? " bertanya leader.
Resepsionis itupun bercerita soal Aston yang membawa barang kelas C yang harusnya di usia nya yang belum genap 15 tahun bisa melawan monster tersebut.
Yang lebih mengherankan lagi adalah sikap nya yang tenang dalam mencari sesuatu tetapi mempunyai aura membunuh yang kuat.
Jika yang terkena aura tersebut berada di bawah levelnya, makanya seketika orang itu akan pingsan.
" Begitu ya jadi namanya Aston. Tetapi kenapa terasa familiar sekali ditelingaku? " berkata leader.
" Dan juga ia menanyakan tentang peraturan masuk akademi zetsiuri " berkata resepsionis ".
Leader guild pun merenung sambil berfikir. Kemudian ia pun teringat sesuatu mengenai nama Aston, seketika diapun terbawa suasana.
" Hah, jadi ini sudah saatnya ya " berkata leader.
" Hm?soal apa leader? " bertanya resepsionis.
Perjalanan Aston pun dilanjutkan menuju ke akademi zetsiuri.
Semerbak harum bunga, lalu menutupi bumi seperti tikar yang terbentang luas diantara bukit bukit yang menonjol.
Perjalanan panjang yang akan berakhir sebenarnya adalah awal dari sebuah perjalanan itu sendiri.