System: Disintegration Project

System: Disintegration Project
[Chapter 2] Point (Part 1)



..."Kau tau, ada sebuah unsur sebesar (±0,04%) Yang terkandung di dalam udara. Unsur ini sangat dibutuhkan tubuh, namun akan sangat berbahaya juga jika berlebihan. Jadi berhati-hatilah ketika bernafas."...



SOLIS sudah berada tepat di atas kepala, sedang aku dan Iry mengendap perlahan di antara belukar. Berusaha untuk tidak mengeluarkan suara apapun, yang dapat mengusik makhluk di depan kami.


"Sekarang coba lakukan, Rikka!" Perintah Iry dengan berbisik pelan. Aku mengangguk mengiyakan, lalu menutup kedua mataku.


Dengan memfokuskan pikiran, manusia di dunia ini dapat menemukan program, yang telah di tambahkan oleh System. Sebuah panel kontrol dengan beberapa menu, akan muncul dalam pandangan masing-masing. Berupa sebuah papan hologram, yang tidak secara penuh menutup pandangan.


Sebenarnya Panel kontrol ini juga cukup tembus pandang, sehingga masih memungkinkan melihat ke depan melaluinya. Jika dapat mengaksesnya tanpa menutup mata.


Panel kontrol memiliki menu yang tertulis di dalamnya. Beberapa diantaranya penting dikatakan oleh Iry.


Seperti menu [Status], [Create], [Inventory], dan [Skill]. Selain ini ada beberapa menu, namun Iry berkata masing-masing individu, memiliki menu yang berbeda-beda.


(Penjelasan kemampuan)


•[Create] adalah sebuah kemampuan yang memungkinkan manusia, untuk menciptakan materi, atau melakukan reaksi kimia tanpa bantuan alat apapun. Simpel nya manusia dapat membuat benda, atau air dan api yang dapat dikendalikan, dari udara kosong.


•[Status] kemampuan ini memiliki 2 fungsi, seperti meningkatkan kemampuan fisik manusia, atau memberikan kemampuan Parapsichology [Ability]. Kemampuan Parapsichology memang tidak pernah terbukti nyata, namun kemampuan ini berada dalam program yang diberikan oleh System.


Penjelasan lebih lanjut mengenai [Ability]. Merupakan sebuah kemampuan tingkat lanjut, yang dimiliki oleh pikiran. Salah satu contohnya, manusia dapat melakukan perpindahan jarak jauh pada suatu benda, atau pada dirinya sendiri [Apport].


•[Inventory] adalah kemampuan dimana manusia, dapat membuka sebuah penyimpanan dimensional. Dapat digunakan untuk menyimpan segala jenis benda, tanpa takut terpengaruh oleh konsep waktu. Kemampuan ini memiliki sebuah sub-fungsi, ialah [Summon].


[Summon] sendiri merupakan kemampuan yang sama seperti Inventory, namun memiliki kegunaan yang sedikit berbeda. Dengan [Summon] kita dapat menyimpan makhluk hidup, dan memunculkannya kembali tetap dalam keadaan hidup.


•[Skill] Memberikan manusia pengetahuan dan penguasaan, dari berbagai keterampilan. [Skill] terbagi menjadi dua, Skill pasif dan Skill aktif.


Masing-masing dari kemampuan, memiliki penggunaan (poin) yang berbeda-beda.


(Penjelasan penggunaan poin)


-Untuk menggunakan kemampuan [Create], kita perlu membayar sesuatu yang diciptakan, dengan (poin). Mengenai harganya, akan di tentukan oleh System.


-Penggunaan (poin) pada [Status], dapat digunakan untuk meningkatkan [Kekuatan fisik] atau [Kekuatan pikiran].


Dengan menambahkan (poin) pada [kekuatan fisik], hingga batas yang diberikan oleh System. Kita akan mendapat sebuah (Token status), yang dapat di tukarkan untuk meningkatkan kecepatan, kekuatan, kelincahan, dan daya tahan. (Untuk mendapatkan Token poin, batas yang diberikan oleh System akan meningkat 5, setiap sebuah batas telah terpenuhi).


Manusia dapat membuka kemampuan dari [Ability], dengan menambahkan (poin) pada [kekuatan pikiran], hingga mencapai (poin) yang dibutuhkan.


-Hanya pada kemampuan [Inventory], (poin) yang dibutuhkan tidak akan berubah. Tidak peduli seberapa besar benda itu, (poin) yang digunakan tetap lima (5), dan untuk mengeluarkan benda dari penyimpanan, tidak membutuhkan (poin) apapun.


[Summon] yang merupakan fungsi lain dari [Inventory], juga memiliki pengaturan yang sedikit berbeda. Tidak ada (poin) yang dibutuhkan untuk menyimpan, atau mengeluarkan.


Tetapi untuk mengaktifkan kemampuan ini, dibutuhkan syarat mutlak yang harus di penuhi. Yaitu kedua belah pihak (pihak yang akan menyimpan, dan pihak yang akan disimpan/di-Summon), harus sama-sama setuju, tanpa pengaruh paksaan ataupun kemampuan dari [Ability].


-Untuk kegunaan (poin) pada kemampuan [Skill], dapat digunakan untuk mempelajari sebuah [Skill]. Untuk pengaktifan [Skill] itu sendiri, Skill pasif dan Skill aktif berbeda.


[Skill pasif] tidak membutuhkan poin apapun untuk mengaktifkannya, setelah berhasil di buka atau dipelajari. Contohnya seperti [Skill pasif: Medic] atau [Skill pasif: Sword].


[Skill pasif] juga memiliki pengaruh, berupa syarat-syarat yang dibutuhkan untuk membuka [Skill aktif].


[Skill aktif] membutuhkan (poin) untuk mempelajarinya, dan untuk mengaktifkannya. Tetapi tergolong jauh lebih sedikit, di bandingkan kemampuan [Create]. (Keadaan dari kemampuan fisik, juga dapat mempengaruhi.)


Untuk membuka/mempelajari Skill aktif, dibutuhkan pengaruh dari Skill pasif. Contohnya, dengan mempelajari [Skill pasif: Sword], akan mendapatkan akses untuk mempelajari [Skill aktif: Quick Slash, 3 in a row]


[Skill] juga merupakan satu-satunya kemampuan, yang dapat di-upgrade.


Meski dengan kemampuan-kemampuan luar biasa itu, ada beberapa batasan yang tidak dapat dilampaui oleh manusia. Batasan-batasan yang diberikan oleh System, atau kemampuan alami yang dimiliki oleh manusia.


Seperti misalnya, kemampuan [Create] tidak dapat menciptakan hal-hal yang tidak terdapat, di dalam program yang telah diberikan System. Contohnya manusia dapat menciptakan pakaian, namun tidak dapat menentukan model kecuali yang telah diberikan oleh System.


Atau manusia tidak dapat menciptakan reaksi kimia baru, kecuali yang telah terdaftar oleh System.


Kemampuan [Inventory] tidak dapat menyimpan sebuah struktur utuh, namun dapat menyimpan puing-puing dari struktur itu sendiri. Contohnya, manusia tidak dapat menyimpan sebuah hutan, namun dapat menyimpan pohon-pohon yang tak terhingga.


Juga manusia tidak dapat menyimpan manusia lainnya, dalam kemampuan [Summon].


Atau juga, manusia tidak dapat mempelajari secara instan melalui bantuan System, sebuah [Skill] yang dilatih oleh makhluk lainnya, setelah dihidupkan kembali di Zylth [Skill Original].


Lebih mudahnya, System telah memberikan manusia kemampuan luar biasa, namun tidak dapat secara bebas mengontrolnya. System tetap sebagai pusat yang mengatur kemampuan manusia.



Aku telah berhasil mengakses panel kontrol, di hadapanku terlihat beberapa kotak kecil dengan tulisan didalamnya (Menu). Ada cukup banyak menu yang tersedia, beberapa diantaranya tertangkap dalam pandanganku.


...[Status].  [Create]....


...[Inventory].  [Event]....


...[Source-code editor].  [Skill]....


...[Map].  [Shortcut]....


   Dengan memusatkan pikiran pada sebuah menu, aku dapat membuka menu tersebut. Membuka menu [Status], dan sebuah tampilan yang berbeda menyambut penglihatan ku.



^^^[Code Program: No. 170AT8KR]^^^


[Name: Kaede Rikka.


Race: Human (Terra).


Strength: 27.        < 2 > (+)


Agility: 12.            < 3 > (+)


Defense: 20.         < _ > (+)


Intelligence: 73.   < _ > (+)


Speed: 57.             < _ > (+)


System Point: 42.]


[Physical power: 0/30  < _ > (+)]


Status Token: 5.


[Mind power: 0  < _ > (+)]


Ability:_.


[Skill Pasif: Double dagger, Dash.]


[Skill aktif: Straight Slash (2).]



Saat tiba di dunia ini, aku dibekali oleh System dengan 217 poin. Kemudian kugunakan untuk mempelajari skill Pasif, [Double dagger] sebanyak (22) poin, [Dash] sebanyak (8) poin.


Straight Slash] adalah skill aktif yang terbuka setelah memiliki kedua skill di atas, dengan (20) poin aku dapat mempelajarinya.


Lalu aku menggunakan kemampuan [Create] untuk menciptakan dua (2) belati.  Belati yang ku ciptakan adalah, sepasang Kukri knife berwarna merah pada bagian yang tajam, dan hitam pekat pada keseluruhannya.


Terakhir, (75) poin ku masukkan dalam [Physical power], yang menyebabkan aku memperoleh (5) Status Token. Aku baru saja menambahkan Token itu, untuk meningkatkan kekuatan dan kelincahan ku.


Setelah memastikan sisa poin ku, aku keluar dari menu [Status]. Kemudian aku memusatkan pikiran pada menu [Skill], dan memilih Skill aktif [Straight Slash].


Sebuah penanda muncul di hadapanku, menggantikan menu-menu dari Panel kontrol. Penanda itu berjarak 3 meter ke depan, dan akan ikut bergerak jika aku merubah posisi.


Aku lalu berdiri perlahan, mencoba mendekati target sedekat mungkin. Target-ku kali ini merupakan seekor kijang berukuran dewasa, yang memiliki bulu berwarna hitam pekat.


Setelah memastikan posisi penanda, tepat berada pada tubuh Tenebis Cervidae. Aku mengucapkan nama [Skill], sebagai tanda pengaktifan.


"Skill aktif: Straight Slash".


Tepat sehabis mengucap pelan kalimat itu, tubuhku bergerak sendiri, namun dengan kesadaran yang masih ada.


Tangan dan kakiku mulai melakukan persiapan sebuah gerakan. Kedua tangan yang menggenggam belati bersiap menyilang di depan tubuhku, sedang kedua kakiku memasang kuda-kuda akan melompat jauh ke depan.


Semua kejadian dari persiapan hingga pengakhiran serangan, berlangsung kurang dari 4 detik, dan aku telah berada di dekat tubuh Cervidae yang sedang meregang nyawa.


Dua goresan luka berbentuk silang (X) yang cukup dalam tertoreh di lehernya, darah mengucur deras dari luka itu.


[Straight Slash] merupakan [Skill] yang memungkinkan manusia, untuk melakukan sebuah gerakan menebas dengan kecepatan tinggi, dalam sebuah garis lurus.


Bukan berlari cepat. Dengan gabungan skill [Dash] yang merupakan syarat skill aktif [Straight Slash], manusia akan melakukan lompatan ke depan dengan sekali hempasan kuat. Setelah sampai pada jangkauan, kemudian menebas kuat ke arah target yang telah ditentukan dengan penanda.


"Cukup bagus juga untuk seorang pemula." Ujar Iry yang baru saja muncul dari belukar. Dia menghampiriku yang sedang melihat Cervidae, sudah tidak bergerak. Rasanya cukup mual ketika memikirkan, aku baru saja membunuh seekor makhluk yang memiliki nyawa.


"Tebasan di leher, entah karena sadar atau tidak, itu merupakan hal yang cukup mengesankan." Jelas Iry sambil berjongkok mendekati tubuh mayat Cervidae.


"A-apa yang ingin kau lakukan." Ucapku terbata-bata menahan muntah, melihat tangan Iry yang mulai berlumuran darah.


Iry lalu mengeluarkan tangannya, yang kini menggenggam sebuah kristal seukuran bola kasti. Ia menyodorkan bola kristal itu padaku, yang ku-respon dengan pandangan bingung.


"Ini adalah (Point Krystal), hanya dengan menghancurkan ini, kau baru bisa mendapatkan poin mu." Jelas Iry.


Aku lalu mengecek [Status], dan benar saja poin-ku tidak bertambah. Tersisa (40) poin, setelah aku menggunakan (2) poin untuk [Straight Slash]. Aku mengambil kristal dari tangan Iry, dengan tetap menahan mual. Memikirkan cara, bagaimana aku bisa dapat menghancurkan benda ini.


"Apa dengan melemparnya hingga pecah, aku bisa mendapatkan poin?" Tanyaku pada Iry, guna memastikan.


"Poin tetap akan menjadi milik subjek yang terakhir kali memegang kristal secara perantara atau tidak, sebelum kristal itu hancur."


Mendengar penjelasan singkat itu, aku dengan tidak ragu melempar kristal itu ke tanah, yang tidak terlalu jauh dari posisi kami berada. Dengan suara yang bergema nyaring, kristal itu pecah setelah menghantam tanah dengan keras.


Berbeda dengan pecahan kaca, kristal itu pecah menjadi sebuah partikel, yang mengambang ke udara. Sebuah pemberitahuan muncul di hadapan ku.


[Anda telah mendapatkan 6 poin.]


Setelah kristal itu pecah, tubuh dari Cervidae juga ikut berubah menjadi partikel, sebelum akhirnya menghilang.


Aku dengan heran menatap ke arah Iry, meminta penjelasan akan kejadian itu.


"Kristal itu adalah bagian yang sangat penting dari mahluk di dunia ini. Kau tidak akan mati, selama kristal itu tidak hancur..."


"Kristal itu sendiri merupakan tempat dari penyimpanan poin." Iry menjelaskan dengan memberi isyarat kristal itu berada. Ia menggunakan tangannya menunjuk ke arah dada bagian tengah.


Bukan bagian jantung?


"Jadi sebanyak apapun poin yang kumiliki, aku tetap bisa mati jika kristal itu hancur?" Tanyaku pada iry yang dijawab anggukan ringan.


"Bukankah itu jauh lebih penting daripada poin?" Tuntut ku padanya, setelah mendengar bahwa ia mengatakan manusia dapat abadi ketika memiliki poin.


Ia tersenyum kecil mendengar pertanyaan ku.


"Di dunia ini, manusia tidak akan dapat mempertahankan dirinya tanpa bantuan System."


Kalimat itu langsung membuatku mengerti. Untuk mempertahankan kristal, manusia harus menggunakan kemampuan yang diberikan System, dengan membayar poin. Belum lagi, keadaan manusia akan seketika mati, jika poin telah habis.


Jika di perumpamaan. Kristal itu merupakan tempat penyimpanan poin. Maka poin yang merupakan data yang di berikan oleh System, adalah jiwa manusia itu sendiri.


Semuanya sama dengan yang dikatakan oleh System, atau System yang membuat semua menjadi kenyataan sesuai dengan keinginannya? pikirku setelah mengingat penjelasan System mengenai data.


Juga Iry yang pernah mengatakan bahwa poin adalah data yang ditambahkan oleh System pada program manusia. Daripada ditambahkan, lebih tepatnya data (jiwa), yang kemudian di-modifikasi menjadi poin.


kesimpulannya manusia di dunia ini, mempertaruhkan jiwa nya sendiri, untuk mempertahankan jiwa itu juga.


"Jika begitu, bahkan misalnya makhluk hidup tertusuk tepat di bagian jantung, ia akan tetap hidup?" Tanyaku memastikan hal-hal yang masih abstrak.


"Bahkan jika kepalamu di tebas hingga putus, kau akan tetap hidup. Tetapi kau akan hilang kesadaran." Aku membelalakkan mataku tidak percaya.


Seriusan?!


"Organ tubuh manusia di dunia ini masih berfungsi normal, jadi misalnya kepalamu dipenggal, inti kerja tubuh yang berupa otak tidak dapat memberikan sinyal lagi pada tubuh..."


"Begitu juga dengan jantung, ketika tubuh tidak mendapatkan pasokan udara yang cukup dari darah, otak juga akan berhenti berfungsi, kehilangan kesadaran dan tidak dapat melakukan apapun"


"Berita baiknya kau tetap membutuhkan makan, sebagai sumber energi tubuhmu." Penjelasan panjang Iry sangat mengejutkanku, faktanya manusia di dunia ini tidak dipungkiri abadi.


"Bukankah jika kehilangan kesadaran di kondisi itu, artinya kau mati juga?"


Iry kemudian duduk di atas batu kecil sebagai alas, aku mengikutinya mencari tempat untuk duduk.


"Kemampuan [Create] yang diberikan oleh System, dapat dengan mudah meregenerasi ulang bagian tubuh yang hilang secara sempurna..."


"Tergantung kesulitannya, memang cukup memakan waktu. Juga kau tidak dapat menggunakan kemampuan ketika otakmu tidak dapat bekerja, jadi kau membutuhkan seseorang untuk melakukannya..."


"Jadi selama kau punya seseorang yang dapat menolong mu. kau tidak akan pernah mati, dan hanya kehilangan kesadaran."


Aku memijat pangkal hidungku, mencoba menenangkan pikiran. Terlalu banyak informasi yang kudapatkan dalam waktu singkat ini.


Melalui penjelasan Iry, manusia tidak akan dapat dibunuh di dunia ini, selama kristal-nya tidak hancur.


Dengan bantuan orang lain, bahkan manusia yang telah kehilangan kepalanya, dapat beraktivitas normal tanpa ada kelainan apapun.


Manusia akan tetap kehilangan kesadaran, dan tidak dapat bergerak sama sekali. Sampai organ inti pada tubuh yang hilang seperti otak, jantung, hati, paru-paru, dan organ-organ penting lainnya yang menyokong kehidupan, berhasil dipulihkan.


"Ah, satu hal. Alasan kenapa kau akan kehilangan kesadaran ketika hal-hal itu terjadi..." Ucap Iry sembari mengangkat jari telunjuknya.


Ia memberikan raut wajah menakut-nakuti. "Kau mungkin telah tahu, di dunia ini, kau tetap merasakan sakit."


Penjelasan tambahan dari Iry, terasa menyeramkan walaupun aku tidak merasakannya. Mustahil manusia dapat tetap sadar, ketika merasakan sakit saat kepalanya dipenggal.


Bahkan hanya karena tertusuk oleh cakar Urvidae saja, rasa sakitnya tidak ingin kurasakan lagi. Apalagi jika membayangkan kepalaku terpenggal.


Jika benar ada yang tidak kehilangan kesadaran. Selama dia tidak sendirian, maka dia akan sangat sulit untuk mati. Karena cara paling mudah untuk menghancurkan kristal poin adalah, ketika target tidak dapat bergerak lagi, sama seperti target-ku sebelumnya.


"System." Aku telah sepenuhnya percaya pada Iry, namun untuk memastikan mungkin ada info yang salah.


[Jawab: Tambahan; setelah beberapa waktu, kau tetap akan kembali sadar meski kehilangan organ vital, namun kehilangan kontrol tubuh. Juga waktu sadar masing-masing manusia berbeda.]


Jadi inti mengenai tambahan informasi dari System. Meski kita kehilangan kepala, pada waktu tertentu entah berapa lama. Kesadaran kita akan kembali, namun tidak dapat bergerak sedikitpun.


Sama seperti keadaan saat mati ya?, namun kali ini ada kesempatan untuk di selamatkan orang lain. pikirku.


Aku sepenuhnya telah mengerti mengenai kondisi tubuh manusia, namun untuk memastikan, aku perlu menanyakan penjelasan ke-dua oleh System.


"Apa benar walau setelah semua kondisi kita pulih, waktu yang dibutuhkan untuk sadar, masing-masing manusia berbeda?"


Iry tampak begitu bingung dengan pertanyaan ku, dengan sorot mata heran, ia menyelidiki seluruh tubuhku.


"Jadi begitu ya..." Kalimat yang terpenggal tanggung itu, membuatku penasaran.


"Kau dapat berbicara dengan System?" Pertanyaan Iry membuat perasaan terkejut yang paling besar dari sebelumnya.


Terperanjat, aku sedikit mundur dari posisi dudukku. Aku memang sedikit telah menyangka nya, namun tidak pernah yakin akan hal ini.


"Ma-maksudnya?" Kata-kata ku terbata, takut jika ia mengetahui keanehan itu.


Kemungkinan aku dapat berbicara dengan System, juga merupakan penyebab aku dapat hidup kembali, meski bukan yang selamat di akhir dunia.


Dia menghela nafas pelan, lalu memandang tepat ke arah mataku.


"Tidak ada satupun manusia sepengetahuanku, kecuali dirimu tentu, yang dapat berinteraksi dengan System." Meski aku telah sepenuhnya yakin, pernyataan itu tetap membuat perasaan gundah.


"Hah? Ma-mana mungkin aku bisa. Aku hanya memberi hipotesa." Sangkal-ku mencoba menipunya.


Iry hanya tersenyum kecil, dan menutup matanya.


Sial, padahal aku sudah sangat hati-hati, secepat ini dapat terbongkar. Pikirku dengan waspada.


Iry bangkit dari duduknya, yang membuatku ikut bangkit juga. Aku bersiap dengan segala kemungkinan yang dapat terjadi.


Menggenggam erat kedua belati ku, dengan cepat aku menyiagakan penanda dari skill aktif [Straight Slash], yang mengarah pada Iry.


Aku mundur secara perlahan, menyesuaikan jarak yang telah diberikan System pada penanda skill (3 meter). Menempatkan penanda itu, tepat pada leher Iry.


"Tenanglah, aku tidak akan melakukan apapun." Tutur iry pelan, dengan sangat ramah.


Ia mengangkat kedua tangannya tanda menyerah, lalu tersenyum meyakinkan. Aku memperhatikan segala hal dari tubuhnya, yang dapat membahayakan ku.


Sebenarnya walaupun aku terkesan hendak menyerang, sejak awal aku tidak akan melakukan apapun, jika ia tidak menyerang terlebih dahulu. Belum lagi kemampuan Iry, yang pasti lebih jauh di atasku. Tidak ada kemungkinan untuk menang.


Tetapi aku hanya ingin hidup, aku tidak ingin nyawa kedua yang telah diberikan padaku, hilang begitu saja.


Setelah selesai menyelidikinya, aku melihat ke arah wajahnya yang sedikit kecewa, namun tetap dengan tersenyum. Mungkin ia berpikir aku tetap menaruh curiga, dan sama sekali tidak pernah mempercayai nya.


Iry adalah penyelamatku, mencoba menyerang orang yang telah menyelamatkan nyawaku, aku sungguh sangat tidak berterima kasih.


Aku menurunkan tangan yang sedang memegang belati. Menundukkan wajah, malu dengan sikapku. Aku sudah tidak peduli jika ia tiba-tiba menyerang tiba-tiba.


"Maafkan aku, aku hanya..." Ucapku terhenti, memikirkan perasaan apa yang sedang kurasakan saat ini.


"Aku mengerti, kau tidak perlu minta maaf." Iry menurunkan tangannya.


Aku melihatnya yang sedang tersenyum, meski tampak di paksakan. Dengan senyum terbaik yang dapat kuberikan, aku ingin membalasnya.


"Jika ada yang perlu disalahkan, salahkan saja System yang membuatmu berbeda." Ia terkekeh pelan, mencoba menghiburku dengan bercanda.


"Hm, terima kasih."


Ia berbalik dan berjalan pelan, menuju arah tempat sebelumnya kami berkemah.