
...✴ ☬ selamat membaca ☬ ✴...
.......
.......
.......
Seseorang melintasi hutan yang rindang... ia berhenti sejenak, ia m mendapati seorang perempuan.
"Ada apa kakak menyuruhku kesini?" tanya seseorang itu dengan rambut tergerai, dengan sebuah kain menutupi bagian hidung hingga lehernya. memakai pakaian yang cenderung berwarna biru kemudaan. Orang yang dipanggil 'kakak' menoleh kebelakang menghadapnya, rambut yang terikat kebelakang dengan menyisakan sedikit untuk terurai, putih pucat wajahnya, bibirnya merah pucat, mengenakan pakaian dengan warna merah dengan sabuk berwarna putih, jari jari tangannya memegang sebuah seruling berwarna putih, tubuhnya yang ramping, memakai ikat rambut berwarna putih,rambut cokelat yang indah matanya cokelat yang jernih. Ia memandang perempuan dihadapannya. Ia tersenyum...
...●● — — ●●...
" apa kabar Jing? lama tidak bertemu.." ucapnya sambil tersenyum dan mendekati seseorang yang ia panggil Jing.
" baik... kau sendiri kakak Renv?" tanya balik seseorang yang bernama Jing itu.
"baik.." ujarnya yang dipanggil 'kakak Renv' "lalu... apa apa menyuruhku kesini?" tanya -Jing- " aku memiliki tugas untukmu!.." ucap Renv menjadi serius "apa itu?" tanya Jing tak kalah serius.
" kau harus bisa membunuh seseorang yang bernama 'Lu Hin Guan Yiro Wen Xing Xlarion Hyu' mungkin akan sulit... ia bertempat di daerah timur 'Alfodcaroxia Nia'm Ghu Hun' itu nama kotanya"
"ha? Alfodcaroxia Nia'm Ghu Hun ?! yang benar saja?! kota itu yang diawasi oleh ribuan orang yang diutus oleh kakak pangeran Xin?!" ucap Jing berteriak. " ya, aku tau! tapi kau harus melakukannya!" ucap Renv
"huh! baiklah!" ia berbakik dan melangkah ke arah timur meninggalkan Renv dengan 2 peliharaannya, Singa dan Serigala.
"kau akan mendapatkan masalah Nei Jing" ucap Renv lirih.
...That Women, belonhs to the Emperor!...
...[Wanita itu, milik Kaisar!]...
...Wen Xing and Nei Jing...
...☬ • ✿ ✿ • ☬...
.......
.......
.......
Kaki Gunung Mei Tian,, Arah mata angin Timur,,siang menjadi malam,, ia berjalan dipemalaman ' Keindahan Tian ' sambil merenungkan apa yang akan ia rencanakan untuk membunuh "Lu Hin Guan Yiro Wen Xing Xlarion Hyu" ....... "tunggu!" ucap Jing dalam hati ia mengingat sesuatu...
"Arghh! bukankah si Lu Hin Guan Yiro Wen Xing Xlarion Hyu adalah kakak Pangeran Xin?!" ucap Jing " ahhh!! kenapa aku sungguh bodoh!! dia adalah kakak pangeran Xin?! seharusnya aku berpikir terlebih dahulu sebelum menerima perintah! Pangeran tertua sekaligus Putra Mahkota kerajaan Hyu! huh! apakah aku harus kembali dan protes? Tapi ini sudah malam... sebaiknya aku menginap disini semalam saja..." ucapnya sambil memesan nomor kamar untuk ia tiduri malam ini. Ia mendapatkan nomor 226 lalu ia langsung menuju saja kekamarnya.. no 226 ceklek. Jing langsung saja berbaring di kasur yang disediakan.
.......
.......
.......
Tengah Malam...
...✴...
...✴...
...✴...
Ada yang membuka pintu kamar.. Seorang lelaki memasuki kamar,, sepertinya... Ia mabuk!!!
Ia melihat adanya Jing " kenapa ada perempuan disini?" pikir lelaki itu... Terlihat dari matanya seperti ada kilatan nafsu. Habislah kau Jing! Ia mendekati Jing lalu.. bruk... menindihnya!
Jing yang mendengar ada seseorang yang menindihnya langsung terbangun,ingin menatap wajah yang menindihnya tapi tanpa aba-aba sang penindih mencium bibirnya kasar dan mengajaknya bertarung lidah, lagi karena suasana kamar yang gelap ia tidak dapat melihat wajah lelaki tersebut.
...Esok paginya.....
"ugh.." Jing bangun dengan keadaan berantakan,, tak memakai sehelai benangpun.
"ahh!!" saat ia mencoba berdiri ia langsung terjatuh,, rasa nyeri di bagian bawahnya sungguh menyakitkan. "ahh! bajuku! semuanya robek!" ujarnya saat ia melihat semua bajunya sudah robek tak berbentuk, ia mencoba berdiri " untung saja aku menyimpan baju lain dicincin ku" ucapnya lalu menekan cincin itu dan muncul sebuah baju di kasur lalu tanpa basa basi ia langsung saja memakainya. Saat ia ingin pergi ia tak sengaja melihat sebuah kalung “ punya siapa ini? apa milik pria tadi malam?” pikit Jing ia mengambil kalung itu dan pergi dari pemalaman tersebu,, seorang wanita memanggilnya ia lah yang memberikan nomor kamar kemarin. Ia berkata..
" nona maaf, kemarin saya salah memberikan anda nomor kamar, seharusnya kamar anda nomor 229 " ucapnya " ya,sudah lah" ucap Jing meninggalkan pemalaman. "Nasi sudah menjadi bubur" pikirnya. Sesampainya di hutan Yao Kyu (hutan tempat Renv),, ia melihat Renv dan Delf dan Nelf (Delf si singa dan Nelf si serigala). Renv pun sama ia melihat Jing berjalan kearahnya.
"Jing?" ucap Renv " halo kakak apa kabar?" tanya Jing " kau baru bertanya kemarin dan sekarang kau mengulangi pertanyaan yang sama kepadaku?.." ucap Renv membalas.
"ya.." jawab Jing "ngomong² ada apa kau kembali perasaan baru kemarin kau kesini dan sekarang kau sudah kembali?" tanya Renv " ..."
" baiklah mari duduk dulu" ujar Renv mengajak Jing berbincang didalam rumah.
° ✿ ✿ °
" jadi begitu ya?.. baiklah.." ucap Renv,, setelah mendengarkan cerita Jing,,ia menghela nafas pasrah.
"Jing berikan kalung yang kau temukan tadi kepada bayimu nanti setelah lahir"( iyalah mbak setelah lahir ya kali masih dikandungan mau lu pakein kalung) ucap Ren
" ya baiklah" jawab Jing
" jadi selama 9 bulan ini,kau ada disini saja dulu,, atau jika kau tak ingin melanjutkan tugas ini maka tetaplah disini dan biarkan aku yang melakukan tugasnya" ucap Renv ramah namun seperti ada rasa khawatir diwajahnya namun bibirnya berusaha untuk tetap ramah dan terus tersenyum, matanya menatap Jing dengan tatapan sayu. Jauh dari kata bahagia.
"tidak perlu kakak, aku bukan orang yang lemah hanya karena masalah tadi malam,,aku bisa melupakannya! dan jika benar aku mengandung aku akan disini sampai ia lahir, setelah lahir aku akan pergi ke timur membunuhnya jika kakek yang menyuruhmu untuk memberikan tugas ini biarkan aku saja yang lakukan! kau tidak perlu repot-repot melakukannya kakak!" ucap Jing antusias,, tatapannya yang jengah berubah tatapan tajam. Renv melihatnya ..
"baiklah...tapi jangan membencinya ia tak salah hanya saja ia sedang mabuk ia bukan kesadaran asli! hati² jika kau dan dia bertemu dan kebetulan ia tau itu kau dan bagaimana jika sikapnya sama sepertimu? keras kepala,pemarah,cuek,dan tidak peduli apapun!" ucap Renv dengan antusias berharap adik sepupunya tau bagaiman jika ayah bayi memiliki temperamen yang berat,maka maka bayi itu lahir ia akan mulai mengajarinya dari sikap sopan sampai teknik bela diri Cheng Yuan Guaons ( teknik bela diri salah satu dari 5 yang terkuat) atau bela diri lainnya! Saya harus bisa menjadi bibi yang baik untuk bayi Jing kelak! itulah yang Renv pikirkan.
...♡...
...♡...
...♡...
Terimakasih yang telah membaca!❤
dukung terus saya ya,,memang tak seru tapi semoga ada yang tertarik dengan cerita yang saya buat ini. Terimakasih ❤
Berikan saya like,komen, dan jika anda mau berikan saya vote oke?
baiklah,,jika anda tidak mau ya sudah.. saya bukan orang pemaksa kok😁
Sampai Jumpa...🤗