
Tenang...
Damai...
Tentram...
Entah kenapa hari ini begitu tenang,, memang seperti hari hari yang lalu.
Tetapi tidak dengan 12 tahun yang lalu. Itu membuat luka di hatinya.
Lelaki tampan itu mengadahkan kepalanya keatas, menatap langit yang mendung. Mengingat kenangan 12 tahun yang lalu saat terjadi sebuah peperangan yang menewaskan banyak nyawa. Termasuk nyawa dari kakaknya dan adiknya.
Ia pernah berjanji kepada kakaknya akan melindungi anaknya kelak.
flashback..
12 tahun yang lalu...
Peperangan yang terjadi tidak lah singkat tapi ini sudah terjadi selama 3 hari 3 malam. Kakaknya yang berada disana, terkena serangan.
"Kakak!"
"kakak...kau.."
"Xien...pergilah dari sini,, tetaplah hidup,, ku mohon,, lindungi putra dan putriku dari mereka yang ingin berbuat jahat kepadanya..Xien.."
"baik.."
"biarkan aku mati disini.."
"jie jie..."
.
.
.
end..
_
_
_
_
_
Xien Yuen Long,, pernah menjabat sebagai kesatria dari suatu kerajaan yang berjaya.
Ia berada di sebuah kota yang makmur, Kota Liesce,, kota yang katanya dihuni oleh warga warga yang baik, dan ramah, tanahnya yang subur dan makmur.
Saat ini ia berada di toko kedai teh.
Brak!
terdapat seorang pria menggebrak mejanya, dan berbicara dengan marah terhadap pria didepannya, temannya mungkin?
"Apa apan itu! Fei Lin! kita harus segera kesana!" ucapnya
" tenang saja, tuan muda Lu tidak selemah itu Fai Geiren,, aku yakin ia bisa melakukannya" ucap orang dihadapannya
"Fei Lin? Fai Geiren? bukankah itu marga keluarga terpandang disini? keluarga Fei sebagai perdana menteri kerajaan dan keluarga Fai memiliki bisnis perdagangan yang berkembang dengan pesat"
"tapi jelas, mereka tak menunjukan kesombongan atau seberapa kaya mereka,, aku ingat mereka dari keluarga yang baik"
"Fei dan Fai jelas memiliki hubungan yang baik dengan keluarga Jendral"
"sepertinya mendekati mereka adalah pilihan yang bagus,, aku bisa secepatnya menemukan kedua keponakanku"
ucap Xien Yuen Long dalam hati.
Ia berdiri lalu berjalan mendekat kearah dua orang tadi, Fei Lin dan Fai Gieren.
"ya?" yang menjawab adalah Fei Lin
"saya dengar kalian adalah Tuan Fei dan Tuan Fai"
"ya, lalu apa ada urusannya denganmu?"ucap ketus Fai Gieren.
"ya,, bisakah kalian mengantarku untuk bertemu Tuan besar Fu?"
"untuk apa kau ingin bertemu Tuan Fu?" tanya Fai Gieren
"ada sesuatu yang ingin saya sampaikan dan tanyakan kepadanya"
"oh,, baiklah mari ikuti kami tuan" ucap Fei Lin
" terimakasih tuan"
Akhirnya mereka berdua mengantar Xien Yuen Long ke kediaman Keluarga Fu.
"Tuan Fei Tuan Fai,, ada apa kalian kemari tidak biasanya" tanya penjaga yang menjaga didepan kediaman.
"ada seseorang yang ingin bertemu dengan Tuan besar Fu" jawab Fei Lin
"oh! tak menyangka ternyata ada yang mencari tuan besar ya? baiklah ikuti saya" ujar penjaga itu
.
.
.
Mereka bertemu dengan Nyonya besar Fu dan Nyonya Fu
"Fei Lin, Fai Geiren,, tak biasanya kalian datang kemari"
"Nyonya besar kami hanya mengantar seseorang yang ingin bertemu dengan Tuan besar,, dan berpikir untuk mampir sejenak" ujar Fei Lin
"ternyata begitu,, baiklah... siapa yang ingin bertemu suamiku?" tanya Nyonya besar Fu
"saya Nyonya" ucap Xien Yuen Long,, sambil memberi hormat
"ahh,, ternyata anda,, siapa anda? kenapa ingin sekali bertemu suamiku?" tanya Nyonya besar Fu
"saya hanya orang biasa,, saya kemari untuk menyampaikan sesuatu kepada Tuan besar" jawab Xien
"oh, ternyata begitu,, baiklah,, bawa dia menemui Tuan besar" ucap Nyonya besar Fu memerintah pengawal yang tadi
"baik Nyonya!"
Akhirnya Xien diantar ketempat Tuan besar Fu oleh pengawal tersebut.
"aku curiga dengannya Fei, Fai" ujar Nyonya besar Fu
"benar, kami juga agak mencurigainya Nyonya,, gerak geriknya sangat mencurigakan,, dan tiba tiba meminta kami untuk mengantarnya kemari,, bertemu Tuan besar" ucap Fai Geiren
"hmm" Nyonya mengangguk menanggapi ucapan Geiren.
"yang penting tak terjadi apa apa kepada Tuan besar" ucap Nyonya besar Fu
"benar.."
—
—
—
... Bersambung...
... Part 1...
... ...