Story Collection(Boy X Gril & Boy X Boy)

Story Collection(Boy X Gril & Boy X Boy)
Tuan Yang Dingin dengan Tuan Pemarah 2#



•Ruang OSIS•


Terdapat dua sosok makhluk Adam,, yang satu sedang berkutik dengan kertas kertas pekerjaan anggota OSIS yang harus ia periksa, dan satunya sedang dihukum.


.


.


.


.


.


.


"uh.." keluh seseorang dari dalam ruangan yang bertuliskan OSIS


"Ketua OSIS yang tampan sejagad raya ini, tak bisakah melepaskan saya?" ujar seseorang yang diketahui bernama Jia Cheng Lian, dan seseorang yang ia panggil adalah sang ketos yang bernama Jian Fen Lin


Lian sedari tadi sudah ada di ruangan ini,, memang sih ruangannya bersih, adem ayem, dapat bersantai tapi gimana kalo ia disuruh berdiri sama meggangin kakinya sama telinganya, aslinya sih udah biasa sama hukuman kek gini,, Tapi!!! yang gak wajarnya ini udah 3 ( maksudnya udah 2 kali bel istirahat dan 1 kali bel masuk ) kali bel tapi tetep aja ia gak dilepasin. Kesel dong,, udah 2 kali istirahat tapi malah terjebak disini!!! KESEL


"jika aku melepaskan mu, aku akan mendapatkan apa?" jawab Fen Lin dengan santainya sambil mengoreksi hasil pekerjaan anggota OSIS yang lain.


"eum.. aku akan mentraktirmu! iya iya aku akan mentraktir mu!" jawab Lian


"hmm?...aku tak tertarik" ujar Fen Lin matanya masih fokus melihat hasil pekerjaan anggota OSIS lain.


"ahh...ayolah! Fen Lin! Fen Lin!" ucap Lian dan terus memanggil nama panggilan Fen Lin


"baiklah, baiklah,, duduklah, kau terlepas dari hukumanmu" ucap Fen Lin


" Ken!" panggil Fen Lin, memanggil anggota OSISnya


"Ya ketua OSIS?"


"belikan, saya makanan dan minuman 2 "


"baik ketua!"


10 menit kemudian...


"Ketua! ini makanan dan minumanmu!" ucapnya sambil tersenyum lebar


"hmm,, ini untuk uang yang kau pakai beli minuman dan makanan ini" ucap Fen Lin sambil meyerahkan uang berwarna merah sebanyak 3 lembar


" ayy,, ini kebanyakan ketua, semua ini hanya 30 ribu aja kok" ucap Ken


"tak apa,, kau simpan saja, hitung hitung untuk menambah uang bayar sewa kost mu" ucap Fen Lin.


Mendengar ucapan Fen Lin, Ken merasa terharu


" terima kasih ketua! Ken akan selalu menuruti apa yang diperintahkan oleh ketua!" ucapnya


"ya, ya, terserah,, sekarang kembalilah!" ucap tegas Fen Lin


"baik ketua!" ucapnya,, lalu berbalik pergi meninggalkan kedua manusia adam itu.


" kau masih punya hati ya ternyata Fen Lin" ucap Lian, setelah melihat kejadian singkat didepannya itu.


" aku juga manusia A-Lian, jangan pikir hanya karna aku sering terlihat dingin, dan tak peduli, apa itu membuatku tak memiliki hati?" ucap Fen Lin membalas. Lian tersenyum


" benar, manusia masih memiliki hati,, mungkin orang yang terlihat tak peduli sebenarnya peduli,, tetapi ada juga seseorang yang terlihat peduli tapi sebenarnya ia tak pernah peduli dan hatinya busuk,, benar bukan yang kukatakan Fen Lin?" ucap Lian membalas ucapan Fen Lin. Fen Lin yang mendengar itu lantas tersenyum dan mendekat kearah Lian.


" benar.. maka kita harus bisa membedakan mana orang yang baik dan mana orang yang jahat" ucap Fen Lin


"hmm,, aku ingin bertanya!" ucap Lian mendongak menatap wajah rupawan milik Fen Lin,, memang tinggi badan Lian dan Fen Lin jauh berbeda, Lian yang memiliki tinggi badan 169 cm dan berat badan 43 kg yah bagi lelaki itu terbilang kurus ya? dan Fen Lin yang memiliki tinggi badan 189 cm dan berat badan 48 kg, beda jauh bukan.


" apa itu?" ucap Fen Lin


" bagaimana jika seseorang yang memiliki kekuasaan di dalam dunia gelap maupun di kehidupan biasanya,, orang itu memiliki banyak musuh, dan banyak melakukan kejahatan tetapi saat ia melihat seorang anak yang akan tertabrak ia segera menolongnya,, apa itu bisa dibilang jahat? atau baik?" tanya Lian


Fen Lin tersenyum mendengarnya "kau akan segera tau Lian,, sekarang mari duduk" ucap Fen Lin


" ahhh! aku ingin mendengar jawabannya dari mu!" ucap Lian kesal


" sudah lah,, mari makan" ucapnya sambil mengacak acak rambut milik Lian


"duduk.makan!" ucap Fen Lin dengan nada dingin,, Lian yang mendengarnya pun langsung duduk dan mengambil makanan yang di pegang oleh Fen Lin dan memakannya, selain ia takut dengan nada dingin Fen Lin ia juga sudah sangat lapar.


...BAB 2...


...๑ ♡ ・۝・ ♡ ๑...


Setelah mereka berdua selesai makan,, Lian merasa mengantuk dan tertidur dengan pulas disofa empuk ruang OSIS ini. Fen Lin yang melihatnya hanya menggeleng kecil dan membawa tubuh yang lebih kecil darinya ini pergi kesuatu tempat.


Sesampainya..


Sebuah rumah yang terlihat megah dan menawan walau tak terlalu terlihat mewah tapi setiap orang pasti akan kagum melihatnya.


Fen Lin, membawa Lian menuju mansion miliknya dan membawanya ke kamarnya, dan dengan pelan ia menaruh tubuh kecil tersebut di kasur besar miliknya,, membiarkan tidur.


1 jam telah terlewati...2 jam sudah terlewati... 3 jam... 4 jam...5 jam... akhirnya Lian yang tertidur itu telah bangun dengan keadaan linglung, menyadari bahwa ini bukan kamarnya, bukan pula ruang OSIS yang ia tempati tadi.


'Dimana ini?' gumamnya dalam hati, tak lama ia mendengar suara yang familiar ditelinga tersebut


"ohh,, ternyata kau sudah bangun" ucapnya,, lantas Lian menoleh dan mendapati Fen Lin disana, duduk dengan memegang hp nya


" Fen Lin.. ini dimana?"


" mansionku"


mendengar jawaban yang keluar dari mulut Fen Lin yang berkata bahwa ini adalah mansion nya


Kamar yang di dominasi dengan warna gelap, hitam. Warna yang sering ia lihat,, ia menyukai warna bertema gelap, ia tak suka warna bertema cerah,, menurutnya itu terlalu mencolok.


"jam berapa ini?" tanya Lian kepada Fen Lin


" pukul 5 sore" jawab Fen Lin


"hmm,, aku harus pulang" ucapnya lantas bangkit dari kasur empuk tersebut.


" ini sudah akan menjelang malam, tinggal lah disini" ucap Fen Lin


"tapi itu akan merepotkan mu Fen Lin"


" tidak akan! ini makan lah,, aku ada urusan sebentar,,jika ingin mandi disana ada kamar mandi dan untuk bajumu pakai bajuku saja"ucapnya lalu pergi meninggalkan Lian


Pukul 21.38


Lian masih belum tidur, ia tidak bisa tidur. Tiba tiba pintu kamar terbuka, menampilkan seorang pemuda tampan dengan kemeja hitam dan celana hitam, Fen Lin.


Ia melihat Lian memandangnya lantas ia mendekat "kenapa kau belum tidur?"


" aku belum mengantuk"


" tidurlah, istirahatkan tubuhmu" ucapnya lembut


" aku pergi mandi dulu" ia meninggalkan Lian, ya hanya sebentar cuman 15 menit.


"tidurlah"


" tidak bisa Fen Lin! aku ingin kau bercerita!"


" bercerita?"


"hmph!"


" baiklah, dengarkan"


" Dahulu kala, ada seorang raja, ia mempunyai seorang permaisuri yang sangat cantik, dan mempunyai seorang putra dengannya, putra itu sungguh cantik menuruni ibunya, hingga suatu hari putranya tersebut pergi keluar dari istana untuk jalan jalan dan tanpa sengaja ia bertemu dengan pangeran dunia bawah-


Ia melihat Lian yang sudah tertidur, ia baru menceritakan sedikit cerita yang pernah ia baca.


Ia mengecup kening Lian lama, lalu memperbaiki selimut yang menutupi Lian,, ia memeluk tubuh Lian. Indahnya tidur bersama orang terkasih.


^^^ **Tuan yang Dingin × Tuan Pemarah^^^


Part 2**


Tamat....


.