
Pagi hari yang cerah, bunga mekar dengan indah, burung berkicau menyambut pagi.
"na..na..na.." seorang perempuan sedang memasak dengan asik didapur.
"pagi kak!" ucap seorang lelaki muda datang dari arah tangga.
"pagi,, tunggu sebentar ya, ini sudah mau matang" ucap perempuan tadi.
"tak apa kak, aku makan di kantin sekolah saja, kakak makan saja dengan ibu, aku buru buru kak!" ucapnya lalu bergegas pergi.
"ais! anak itu memang kebiasaan" ucap perempuan tadi dengan menggelengkan kepalanya.
-SMA Saturn-
Lelaki muda tadi, berjalan dengan ria, sambil menggoda gadis gadis yang lewat di koridor sekolahan.
Tanpa ia sadari, aura koridor sekolah tersebut menjadi suram.
1..
2...
3....
"ANANDA, ANDRA ZEN! KETUA OSIS PALING TAMPAN DI SEKOLAHAN INI! IKUT IBU KERUAN BK SEKARANG!!" teriak seorang guru BK
"terimakasih atas pujiannya, Ibu Veny,, tetapi maaf saya tidak mau keruangan anda lagi!" ucapnya lalu pergi dengan berlari dengan kencang.
"YAK!!! JANGAN LARI KAMU ANDRA!!!"
dan terjadilah kejar kejaran antara guru dan muridnya atau ketua OSIS disini.
bruk!
Andra menabrak tiang, ekhm..maksudnya lelaki muda, tinggi, dan tampan, yang notabenenya adalah Waketos atau Wakil Ketua OSIS.
Andra, yang sadar telah menabrak siapa itu hanya cengengesan.
"ehh..waketos gue tersayang" ucap Andra
"hmm?" hanya deheman yang diterima Andra
"gue pergi dulu ya" ucap Andra yang akan berlalu pergi.
"YAK! ANDRA!" terdengar teriakan iblis ekhm maksudnya teriakan guru BK.
Andra bersiap untuk berlari tetapi ditahan oleh Waketos.
"nah! bagus Vendra! tahan bocah bengal itu!" ucap guru BK tersebut
"dih! Bu, ganteng ganteng gini dibilang bocah bengal!"
"memangnya ada apa ya Bu?" tanya Vendra alias Wakil Ketua OSIS
"itu, ketua OSIS mu itu,, ngerusak prakarya adik kelas kalian" ucap guru BK
"makanya ini mau ibu hukum"
"ibu, kembali saja ke ruangan ibu, urusan ini biar Vendra yang urus" ucap Vendra
"terimakasih ya nak" ucap guru BK itu lalu meninggalkan mereka berdua
Setelah ditinggalkan oleh guru BK.
"lepas" ucap Andra karena tangannya masih dicengkeram oleh tangan Vendra
"gak!"
"lepas, Ven!"
"ikut gue keruang OSIS!"
Ruang OSIS
"tuh!"
"apaan?!"
"gak! lu disini! temenin gue!"
"ck! gue masih ada kelas Andra!"
"Ven! plis!"
"oke! gue temenin! tapi kerjaan itu sampai kelar semuanya!"
"iya,iya"
Navendra atau biasa dipanggil Vendra duduk dikursi diruangan tersebut, memperhatikan Andra selaku ketua OSIS yang urak urakan mengerjakan tugasnya.
147 menit kemudian...
"ahh! akhirnya kelar juga!" ucap Andra sambil merentangkan kedua tangannya keatas
"udah selesai?"
"dah"
"kekantin yuk Ven!"
"hmm"
Kantin..
"Kak Vendra!" suara nyaring terdengar dikantin tersebut memanggil nama Vendra.
Yang dipanggilpun menoleh, melihat siapa yang memanggilnya dan ternyata yang memanggilnya adalah dekel alias adek kelas yang katanya itu, adek kelas paling cantik disekolahan ini.
"Beh! p*l*c*r tingkat kakap datang,, tuh Ven disambirin tu sama anak murahan!" ucap Andra
"apa?" tanya Vendra dingin
"nanti pulang sekolah kak Vendra ada waktu gak? kalo ada waktu nanti temenin beli buku ya kak? boleh kan?" tanya cewek itu
"Maaf, tapi gue udah janji sama Andra buat nemenin dia beli baju" ucapnya
Ucapan yang diberikan oleh Vendra itu membuat sang cewek menekuk wajahnya.
Mendengar ucapan yang dilemparkan Vendra itu membuat Andra keselek makananya.
"uhuk..uhuk.." Melihat Andra yang keselek Vendra lantas memberikan minuman kepadanya. Yang langsung diterima dan diminumnya sekali teguk.
"yaudah kalo gitu, maaf kak ganggu, aku pergi dulu" ujar si cewek lantas pergi meninggalkan mereka.
Setelah si cewek pergi, Andra lantas melototi Vendra, Vendra yang sadar di pelotitin sama Andra mengangkat alisnya, sebagai tanda tanya "apa"?
"lu kok bisa bilang kek gitu sih Ven, jelas jelas kita gak ada janji!"
"ada tu"
"apa? kok gue gak inget?"
"3 minggu lalu, di rooftop rumah gue, pukul 9 malam lebih 46 menit lebih 37 detik, lu bilang akan nurutin semua kemauan gue"
"ehh! an**ng! kok inget aja nih bocah,gue aja ingetnya pukul 9 malem di atap rumahnya gue malah gak inget berapa menitnya bahkan gue gak tau berapa detiknya!!!" batin Andra
"jadi?" Vendra angkat bicara
"oke! oke! gue turutin kemaunan lu! sekarang lu mau apa?"
"tinggal di apart gue"
"Apa?!"
.
.
.
^^^ Bersambung...^^^