Story Collection(Boy X Gril & Boy X Boy)

Story Collection(Boy X Gril & Boy X Boy)
死的 [ Sǐ de ]



死的


Sǐ de


Mati (Kematian)





Langit terlihat gelap, dunia terlihat senyap, semua orang berada di kediaman keluarga Fu. Semua orang terlihat diam saja hanya terdengar suara gu-qin yang dimainkan oleh seorang lelaki.


Apa yang sebenarnya terjadi?


Sebelum semua ini terjadi,, seseorang secara terang terangan menyerang Tuan Muda Fu didepan banyak orang,, semua orang mencoba untuk membantu mengalahkan orang itu, tetapi hanya dengan beberapa serangan mereka telah kalah lebih dulu. Hanya satu orang yang tidak membantu Tuan Muda Fu, dan malah memainkan Gu-qin.


Semua itu berlangsung agak lama, dan yang menang ialah seseorang yang menyerang Tuan Muda Fu,, semua terdiam melihat itu, melihat kematian Tuan Muda Fu. Merasa bersalah? Merasa sedih? atau malah... Merasa senang?


Merasa bersalah?


Ya. Tapi tidak dengan satu orang.


Merasa sedih?


Ya. Tapi tidak dengan satu orang.


.


.


.


Merasa Senang?


Ya. Kecuali semua orang, kecuali ia.


Keluarga Fu yang melihat kejadian tersebut merasa sedih atas kematiannya, tapi mereka merasa jengkel karena mendengar suara seseorang memainkan gu-qin, walau memang terdengar indah, tapi ini bukan waktu yang tepat untuk memainkan gu-qin atau hanya sekedar mendengarnya.


"Tuan! bisakah anda berhenti bermain gu-qin?! kakak saya tiada dihadapan anda, tetapi anda malah tak berhenti memainkan gu-qin anda?!" ucap nona muda Fu


"apakah Nona Muda Fu tidak memperbolehkan saya memainkan gu-qin saya?" tanya seorang lelaki yang tadi memainkan gu-qin


"maaf tuan,, bukannya kami tidak memperbolehkan anda memainkan gu-qin anda tetapi ini adalah hari duka bagi kami" ucap Nona kedua keluarga Fu


"tapi ini bukan hari duka bagi saya" jawabnya


"Tuan setidaknya anda bisa berhenti memainkan gu-qin anda bukan?!" tanya Nona ketiga keluarga Fu yang sudah terbawa oleh emosi


"Ya." jawabnya


"kalau begitu, kami mohon anda berhenti memainkan gu-qin anda" ujar nona kedua keluarga Fu


"baiklah" jawabnya, sambil bangun berdiri.


"terimakasih tuan" ucap kembali nona kedua keluarga Fu


Lelaki tersebut berjalan keluar dari kediaman keluarga Fu tersebut dan melewati para penjabat, atau orang orang yang disebut terpandang dikota ini.


Tiba tiba lelaki tersebut berhenti..


Ia berucap...


"Apa kalian merasa sedih? bersalah? kecewa? ck! tak ada gunanya kalian melakukan hal tersebut, hari ini hari duka bagi keluarga Fu,, tapi itu setidaknya setimpal seperti apa yang ia lakukan 4 tahun lalu" ucapnya menggantung


Nona Pertama keluarga Li, keluarga Li yang merupakan sepupu dari keluarga Fu, bertanya.


"Memangnya apa yang dilakukan oleh nya?"


"Pura pura tak tau, padahal jelas kalian tau, apa yang terjadi 4 tahun lalu keluarga Fu,, Fu Li, Tuan Fu Li anda seharusnya mengajari anak anda dengan benar,, putra pertama mu, yang baru saja kau lihat untuk terakhir kalinya,, ia diasuh oleh ibunya tapi ibunya mengajarinya untuk selalu mendapatkan apa yang ia inginkan,, memang tak salah tapi caranya yang salah Tuan!"


" 4 tahun lalu,, 27 Maret ××××,, di rumah kediaman nona Gu, ia melecehkannya dan setelah ia puas, tetapi karena nona Gu terus menerus menangis dan menyalahkan dan menyuruhnya bertanggung jawab, tetapi karena putra mu tak mau, ia tak segan segan membunuhnya! jadi bukankah itu impas?" ucap lelaki tersebut


Nyonya Fu yang mendengarnya tak terima, ia lantas membalas dengan nada yang tinggi


"Tuan apa ada bukti dari ucapanmu?! putra ku tak pernah melakukan hal hal seperti itu! ia tak akan berani melakukannya! apa lagi dengan Nona Gu,, kematiannya bukan karena putraku,, semua orang tau bahwa ia diracuni!"


"benar,, semua orang mempercayai hal tersebut,, tetapi itu hanyalah sebuah hasil yang di pengaruhi oleh orang lain (maksudnya kek orang itu disogok sama orang lain gitu), jika diteliti lagi ada sebuah tusukan di perut nona Gu, itu bisa saja yang membuat kehilangan banyak darah dan akhirnya ia tiada" jawabnya


Nyoya Fu langsung terdiam mendengarnya.


Tuan Fu yang mendengar hanya menatap istrinya dengan tatapan menyelidik. Lantas ia bertanya dengan lelaki tersebut.


"Tuan, siapakah anda? Anda begitu tau tentang masalah ini, apakah anda adalah salah satu dari pasukan penjabat kekaisaran yang diutus untuk menyelidiki kasus ini?" tanya Tuan Fu


"hah? pasukan penjabat kekaisaran? bukan, aku tetaplah aku" jawabnya


" jika kau ingin menemui ku itu cukup gampang, pergilah ke kediaman penjabat Zhi, dan katakan bahwa kau ingin menemui seseorang yang bernama julukan Yè sǐ [ 夜死 ] maka ia akan menjawab dimana keberadaan saat itu,, kau juga bisa bertanya dengan Tuan Muda tertua keluarga Gu, karna ia pasti tau dimana saya berada saat itu, tentu saja karena, kami berteman baik" jawabnya


"Sudah dulu nyonya nyonya, tuan tuan, nona, tuan muda,, saya pergi, permisi!" ucapnya lantas meninggalkan kediaman Keluarga Fu.


Keluarga Fu yang mendengar penjelasannya hanya berdiri membeku.. Yè sǐ?... apa itu?


Ia teman baik Tuan Muda Tertua Keluarga Gu?!


Pergi ke kediaman Penjabat Zhi?!



...–...


^^^–^^^


~Disisi lain~


Lelaki tersebut berjalan menuju sebuah kediaman. membuka topeng mata dan kain yang bisa menutupi wajahnya.


"Ia telah mati, apa kau senang?" ucapnya pada seorang lelaki yang sebaya dengannya


"ya, cukup,, biarkan saja" ucap seseorang itu membalas.


"masih ada masalah apa di pertempuran?"


"tak terlalu banyak masalah yang terjadi, semua terkendali"


"baguslah"


"ekh! Aku memberi kalian tugas, ini lihat lah!" ucapnya sambil memberikan sebuah anting berwarna merah muda yang tampak mencolok dengan permata berwarna putih.


"hm? ini hanya sebuah anting, apa spesialnya?"


"cari tau, dan bunuh!"


"mengapa?"


"entah, ketua yang memerintah" ia mengangkat bahunya acuh


.


.


.


"cukup menyenangkan?"


"ya."


"masih ada misi, sepertinya ini lebih asik"


"satu persatu semua musuh mundur perlahan"


"perlahan lahan tapi pasti!" ucap seseorang tersebut dengan seringai menghiasi wajahnya.





"Kematian, semua orang pasti memiliki kematiannya bukan?"


"Seperti bunga, saat cantik sangat diperlukan, saat jelek dibuang"


"sejernih apapun air pada sungai yang indah lama kelamaan pasti akan tercemar oleh limbah"


"Dunia ini kadang tak adil tapi harus tetap bertahan"


"Nona? apa yang anda bicarakan?"


"tidak!"


Entah, apa yang ada dipikirkan seseorang tersebut hingga membuatnya memunculkan seringainya.


۝


۝


۝


Bersambung....


Judul cerita\= 死的


\= Sǐ de


\=Mati


\= Kematian


Genre\= ?


Pemeran\= ? (dirahasiakan)


夜死


Yè sǐ


Mati dimalam hari


Kematian Malam


... • A.sy.H •...