
*Tukang sapu sekolah membersihkan daun yang berjatuhan di lapangan sekolah
"Seperti itu ya, harus aktif bertanya jadi kalian terbiasa untuk berkomunikasi dengan guru atau orang yang lebih tua dari kalian" jelas bu guru
"Baik bu.." jawab semua murid, kecuali...
"Sendanu?" Bu guru menegur sendanu yang sedari tadi terlihat melamun menatap pohon di depan kelas
*sendanu anggasta yang melamun dari balik jendela kelas
"Sendanu?" Bu guru mendekati sendanu
Dengan setengah terkejut "ah iya bu?"
"Kamu kenapa melamun? Kamu tidak mendengarkan yang ibu jelaskan?" Tegur ibu guru
"Maaf ibu, danu kurang fokus, danu lagi ngga enak badan bu" jawab sendanu
"Kamu sakit?" - bu guru
"Ngga bu, cuma ngga enak badan aja sedikit" - sendanu
----- *** -----
*di UKS sekolah
"Bu, danu beneran nggapapa. Danu balik ke kelas aja ya". Ucap sendanu pada dokter penjaga UKS
"Kenapa? Kamu ngga betah ya? Disini aja dulu" jawab sayup dari balik gorden yang menutupi ranjang sendanu
"Ngga sih bu, danu takut ketinggalan pelajaran aja" jawab sendanu bergegas bangun dan membuka gorden untuk kembali ke kelas
Namun ketika gorden terbuka sendanu tidak mendapati seseorangpun didalam ruangan tersebut
Tanpa suara pintu, tanpa suara apapun
Sendanu anggasta bergegas ke ruang kelas, dengan terengah sendanu masuk kelas namun kelas tersebut kosong
*sendanu berjalan ke arah jendela, melihat temannya sedang olahraga
Sendanu masuk untuk mengganti pakaian olahraganya lalu mengikuti pelajaran olahraga seperti biasa
"Danu udah baikan?" Tanya cilla teman sekelas danu
*danu mengangguk
----***----
*dirumah
"Mama, alden pengen ikut mama aja, ngga mau sekolah" bujuk alden sambil cengar cengir manja ke mamanya
"Nggak, kamu harus sekolah, kalo nggak sekolah kamu mama suruh cari uang sendiri, mau!"
"Ish kejemnya mamaku ini" sahut alden pada Mamanya
Mereka tertawa kecil setelahnya alden langsung pergi meninggalkan mamanya untuk bersiap mengganti seragam dan pergi sekolah
Kebetulan alden masuk sekolah siang, jadi alden punya waktu luang di pagi hari untuk lebih dekat dengan mamanya
"Mas, mas nggak sekolaah??" Teriak alden dari kamarnya
*pintu kamar sendanu terbuka perlahan
"Mamaaaa mamas bolos sekolah" alden berlari sambil tertawa menutup pintu kamarnya
Alden menganggap itu adalah lelucon karena dia melihat sendanu sedang berdiri di balik pintu kamarnya yang kebetulan bersebrangan dengan kamarnya alden
Alden bergegas mengganti pakaian seragam sekolahnya lalu berjalan menuju kamar sendanu yang pintu kamarnya terbuka sedari tadi
Alden masuk kedalam untuk mengecek kamar sendanu, setelah masuk alden mencari sendanu namun kamarnya kosong, karena kamar sendanu kosong Alden berniat untuk merapihkan buku sendanu yang berantakan di atas meja belajarnya
"Mas danu tumben ngga ngerapihin meja belajarnya, biasanya semua barangnya ngga pernah berantakan" ucap alden dalam hati
"Alden, jangan lama kamu nanti telat" panggil mama
"Iya Maaa" alden pun langsung buru - buru merapihkan buku - buku sendanu lalu menutup pintu kamar sendanu
Bersamaan dengan suara tutupan pintu tersebut, terdengar suara buku yang terjatuh
Mendengar suara tersebut, Alden yang sedang buru - buru turun, ketika memalingkan badannya dari pintupun berhenti sejenak.
"Mama tadi alden liat mas danu dikamar, mas danu bolos ya ma? Atau sakit?"
"Masa? Mama kok ngga tau? Tadi sekolah kok sama pak odi" jawab gea agak sedikit bingung
"Yaudah kita berangkat dulu ya, abis nganter kamu mama nyelesain urusan mama dulu nanti baru mama cek mamas kamu, kok tumben anak itu pulang cepet" lanjutnya
*gea dan alden pun menaiki mobil dan segera pergi
*di perjalanan pulang Gea mendapatkan telephone dari seseorang yang membuat dia tidak bisa pulang lebih awal
------- di sekolah --------
Seorang anak perempuan datang mendekati sendanu yang tengah bersiap untuk keluar dari kelas
Dia membawa sebuah kotak kecil lusuh dan kotor, anak perempuan itu memegang dengan kedua tangannya lalu memberikannya kepada sendanu
"Apa ini?" Tanya sendanu pada anak perempuan itu
Namun anak perempuan itu langsung pergi tanpa ekspresi yang pasti
Sendanu tidak terlalu memperdulikannya, sehingga ketika menerima kotak tersebut, sendanu berniat untuk membukanya di rumah
Sendanu ingin memindahkan kotak tersebut kedalam tasnya namun tangannya berdarah, sendanu mengecek asal darah tersebut namun tangannya sama sekali tidak tergores dan kotak tersebut tidak tajam sama sekali
Sendanu pun mengurungkan niatnya untuk membuka kotak tersebut dirumah, lalu sendanu pun membuka kotak tersebut di perjalanan pulang
Dan ternyata isinya adalah sehelai kain merah lusuh dan ternyata ketika sendanu mencoba mengeluarkannya dan ternyata itu adalah sebuah sapu tangan
Sendanu mencoba mengingat sapu tangan tersebut seperti tidak asing, lalu sendanu melanjutkan perjalanan pulangnya dari sekolah kerumah
Ditengah perjalanan sendanu melewati pohon besar di pinggir jalan, lalu sendanu teringat peristiwa dahulu ketika ia berusia delapan tahun
Sontak sendanu mengingat sapu tangan tadi
Sendanu bergegas mengambil kotak kecil tadi dari tasnya sembari berjalan, dan benar saja
kain tersebut adalah sapu tangan milik kakek sandi yang dahulu dipakai untuk mengikat ilalang yang diberikan kepada sendanu
Sendanupun meneteskan air mata, ia rindu kepada kakeknya kemudian sendanu langsung berlari menuju rumahnya ditemani rintik hujan yang sangat sejuk
Sesampainya dirumah,
"Kakeeeeek.. kakek.. kakek dimana?" Teriak sendanu memanggil kakeknya
Sendanu berjalan kearah kamar kakeknya dan melihat kakeknya sedang berdiri seolah menunggu sendanu datang dan kemudian kakek sandi membentangkan tangan, sendanu pun memeluk kakek sandi
Wajah kakek terlihat sangat sedih saat itu, sendanu pun menangis
Hujan datang seolah turut bersedih dan mengerti situasi pada sore hari itu
------ **** ------
"Danu, sendanu bangun" vio membangunkan sendanu yang tertidur di kamar kakek sandi
*sendanu terbangun dengan air mata yang masih menetes
"Bangun, kamu kenapa tidur disini" vio menepuk pundak sendanu dengan perlahan
"Iya kak, sendanu kangen kakek kak, kakek juga rindu sendanu, tadi kakek peluk danu kak" sendanu menjelaskan ke kakaknya dengan tersedu - sedu dan suara bergetar
"Kamu yang sabar ya, kakek keluarnya cuma sebentar kok, kamu bangun trus mandi gih" suruh vio pada danu
"Bajunya juga belum diganti, nanti kotor. Kasihan mba yang nyuciin baju kamu" lanjutnya
"Iya kak" sendanu berjalan lesu keluar dari kamar kakek sandi
Sendanu menaiki tangga dan mendengar ada suara bisik bisik dari arah balik pintu kamarnya
Mengetahui hal itu sendanu mengurungkan niatnya untuk masuk kamar lalu turun ke bawah dan menonton televisi
"Kita rapihkan lagi saja"
"Jangan, biar saja"
"Tidak, sendanu bisa marah"
"Tenang, dia tidak mengenali kita"
Suara - suara itu terdengar sangat berisik di telinga sendanu sehingga sendanu berencana untuk mencari tahu siapa mereka..