SIR

SIR
Part 5 - Waktu Yang Berlalu #2



*Disebuah taman, di atas gazebo


Vio memetik beberapa bunga yang ada di taman tersebut, lalu memberikannya kepada alden


mereka bermain masak - masakan dan pura - pura berjualan dengan bunga tersebut sebagai daganganya


sementara alden yang membeli bunga tersebut tidak mau kalah


dia ingin menjual bunga yang lebih cantik lagi dari yang di bawa kakaknya padanya


"liat aja ka vio juga harus beli bunga yang alden jual"


alden pun berlari kesana kemari untuk memetik bunga yang cantik pula, bahkan lebih cantik dari bunga yang vio petik


tiba dimana alden melihat batang bunga yang cukup tinggi namun bunganya masih bisa ia raih


dipetiknya lah bunga tersebut karena warnanya yang cantik jadi alden berfikir akan membuat kakaknya iri karena bunga yang didapatinya


setelah memetik bunga tersebut alden berlari menuju gazebo untuk mencari kakaknya


tanpa dia sadari di bawah batang bunga tersebut terdapat sebuah makam tua yang sudah tidak berbentuk makam lagi, yang tepat disampingnya tumbuh tanaman tua juga dan ternyata tanaman tersebut adalah pohon bunga kemuning


Terdapat sebuah nisan makam dimana disana tertancap tulisan "Jangan Memetik Bunga Yang Ada Di Sekitar Sini"


*Di Gazebo


*menjulurkan tangan


Alden berjabat tangan dengan seorang anak laki - laki yang berada di gazebo sedari tadi saat dia berada di taman saat memetik bunga


"kamu liburan juga ya kesini?" tanya alden mengakrabkan diri


Anak tersebut mengangguk sambil tersenyum lebar


Alden sangat senang sekali mendapatkan teman baru


"kamu dari mana?" alden bertanya kembali pada anak itu


anak itu menunjuk ke arah makam yang ada di bawah pohon namun alden tidak terlalu paham arti arah tangan anak itu


"Oh.. kamu dari sana juga, bunganya bagus kan?"


"Tadi alden juga dari sana buat memetik bunga ini"


alden tertawa sambil melihat ke arah bunga yang ia petik, dan berjalan menuju gazebo, lalu anak itu tersenyum lebar mengikuti alden ke gazebo


sesaat setelah alden sampai di gazebo anak itu terus mengikuti alden hingga ketika alden duduk di gazebo, anak itu berusaha mencuri bunga yang d petik oleh alden untuk diperlihatkan kepada kakaknya


namun vio melihat alden dari kejauhan sambil memetik bunga yang juga sama cantiknya dengan bunga yang dimiliki alden


vio melihat alden seperti mengayunkan tangannya kebelakang sembari memegang segenggam bunga di tangannya, seperti menyembunyikan pada seseorang bunga yang ia petik. namun kejadian itu hanya vio lihat sekilas dan dia melanjutkan kegiatannya


hingga alden berlari seperti mengejar sesuatu kesana kemari


"kembaliin.. itu punya aldeeen"


vio yang melihat dari kejauhan mengira bahwa alden sedang senang bermain sendiri


namun sesaat ketika alden ngambek, alden naik kembali keatas gazebo, dan alden tiba-tiba duduk rapih dan hanya diam


vio yang kembali melirik adiknya dari kejauhan mencoba untuk mengejek adiknya


didekatinya alden, lalu alden hanya diam


"dek liat, kaka udah dapet bunga baruuu"


namun alden hanya diam


vio yang awalnya mengira adiknya hanya ngambek karna bunganya lebih cantik melanjutkan pencarian bunga untuk di petik kembali


namun kali ini tepat di arah yang berlawanan dari tempat dia memetik bunga d awal


"dek, kakak kesana ya, kayaknya ada bunga cantik"


vio mencoba berlari menjauh dari gazebo yang di duduki alden


vio menyadari tidak ada suara sahutan dari adiknya,


jadi vio merasa ada yang janggal dan ketika vio menoleh ke arah alden vio melihat segenggam bunga di tangannya alden


"oh ternyata dia sudah memetik bunga cantik toh" kata vio dalam hati


vio berlari mendekati alden


"DOR!!"


"Kamu udah duluan petik bunga in.."


vio melihat ke arah tangan alden namun dia tidak mendapati bunga yang dia lihat dari kejauhan


"pasti kamu umpetin bunganya ya?"


vio perlahan mengelilingi gazebo lalu naik dan jelas saja


dia melihat adiknya hanya diam dengan tatapan kosong dan bunga yang dia lihat tadi benar - benar tidak ada di atas gazebo ataupun di tangannya alden


"dek.. alden.. alden", vio menampar dan menggoyangkan pundak alden namun alden tidak memberikan respon apapun


" ALDEN, SADAAAR ALDEN KENAPAAA??" vio mulai panik dan menangis, dia khawatir akan alden adiknya


"aaa mama, papaa.. " vio menangis sambil berlarian


vio mulai mencari papanya, saat dia melihat papanya tertidur di mobil, dia pun melihat hal aneh pada papanya


vio melihat papanya berlari ketakutan dan berteriak teriak, vio yang mengira ayahnya sedang marah merasa sangat takut untuk berbicara jujur.


namun rasa khawatir dan rasa sayangnya pada adiknya begitu besar, sehingga dia memberanikan diri melawan rasa takut untuk memanggil papanya dan meminta pertolongan


vio takut terjadi apa - apa pada adiknya


-----------------------------------..-----------------------------------


"Ma, danu mana?" vio cemas, karena tadi sudah melihat alden tidak melakukan apapun sekarang sendanu yang hilang


"Danu bener - bener deh, orang lagi cemas malah ngga peduli padahal tadi dia liat kalian" Gea pun marah pada danu karena jelas dia keluar dari rombongan yang sedang mengejar vio dan hen


Gea tetap mencari alden dan sedikit marah kepada vio namun vio tetap menunduk dan salah satu tangannya memegang erat baju kakek sandi dari belakang


vio tidak menangis sedikitpun tetapi hanya menunduk, dia tetap terdiam dan gea pun berteriak pada vio


"CARI ADIKMU !!! " Vio langsung berlari mencari adiknya di sekitaran taman bunga di dekat gazebo tempat alden terakhir duduk


sementara kakek mencari sendanu namun di taman tempat alden memetik bunga sambil terus memandangi vio agar cucunya tak hilang lagi


Gea menangis kencang pada hen


"Paaaa, anak kita di culik 😭 aku sudah mencarinya kemana - mana tapi tetap saja tidak ketemu"


Hen memeluk istrinya dengan erat


"sabar ma, kita pasti menemukan mereka"


hen mencoba menenangkan istrinya


namun kakek sandi kembali memikirkan kejadian sebelumnya dari saat kapan sendanu menghilang, dan kejadian yang di ceritakan vio padanya


dia terus berpikir keras untuk mencari arti dan kaitan dari semua penjelasan ini


hingga pada akhirnya dia menemukan sesuatu


kakek sandi mengingat sebelumnya vio berbicara tentang bunga yang dia petik, kebetulan kakek sandi sudah cukup lama tinggal di daerah sini jadi dia menelusuri tempat yang mungkin berpotensi berkaitan dengan kejadian ini


semua ingatannya tertuju pada anak kecil yang mencuri ilalang milik danu, pohon tua dan biru yang menyelamatkan sendanu dari keluarga di bawah pohon tua itu


"pohon" dalam hati kakek langsung menuju pohon tua dimana terdapat seorang ibu dan anak laki-laki yang memanggil sendanu tadi


ketika hendak berlari ke arah pohon kaki kakek sandi tersandung batu lalu terjatuh


kakek sandi terjatuh tepat di bawah pohon bunga kemuning


"Jangan Memetik Bunga Yang Ada Di Sekitar Sini" baca kakek sandi dalam hati


sontak ia memegang kakinya yang sakit karena tersandung batu tadi, kemudian tak jauh dari kaki. kakek melihat batu yang tadi ia sandung bukanlah sebuah batu besar melainakan sebuah batu nisan dari makam yang terdapat di bawah pohon kemuning tersebut