Shinobu's Sister [Kimetsu No Yaiba]

Shinobu's Sister [Kimetsu No Yaiba]
Chapter 6



 


"**Jurus darah iblis: es teratai**"


 


"UKH!"


"Walaupun aku sudah menghindar aku tetap terkena serangnya!"


Tsuki no kokyū: roku no kata:


Bulan penyendiri di malam abadi


"kau berhasil melukai ku, tapi tentu saja itu tidak akan mempengaruhiku" ucap douma sambil memulihkan diri.


"UHUK!"


"Oh apa kau kesulitan bernapas? Apa kau baik baik saja?"


"Cih!"


Tsuki no kokyū: go no kata:


Kutukan pusaran bulan hantu


"Wah... kau cepat sekali"


Crass


"AKH!" Aku jatuh di tanah, rasa sakit merambat keseluruh tubuhku. Aku terluka di bagian lengan dan dibadanku.


"Dia... berhasil melukaiku..."


"Ah.. maaf aku memberikan mu serangan secara setengah setengah, kau pasti menderita" douma mulai berjalan kearahku. "Tenang saja dengan begini kau akan kehilangan penderitaanmu dan bertemu kakakmu".


"Hee... kenapa kau diam saja? Kau sudah menyerah?" Ucap douma menghampiriku.


"Padahal kau termasuk cepat lho.. mungkin kau bisa menebasku dengan kecepatanmu. Tapi belum tentu juga... soalnya pernapasanmu masih belum kuat, ha ha ha"


"UHUK!" Aku terbatuk dan keluar darah dari mulutku, lukaku semakin parah.


"... Kenapa?....


..... kenapa aku masih belum kuat?


..... kenapa.... aku masih belum bisa membalas dendam onesan?...


..... padahal aku sudah berlatih sangat keras...


.... Kalau begini... aku akan kalah dan mati....


.... onesan..."


"Berdiri, jangan menangisi hal seperti itu" terdapat bayang bayang wajah kanae onee-san dikepalaku.


"Tapi..."


"Berdiri, kochou (y/n)"


"Wah... kau masih belum menyerah?"


Ucap douma melihatku berdiri.


Tsuki no kokyū: hachi no kata:


Kibasan ekor naga bulan


Seranganku mengenai douma dan memotong tanganya.


Tsuki no kokyu: nana no kata:


Keagungan bulan


Tsuki no kokyū: san no kata:


Rantai keputusasaan bulan kematian


Aku melancarkan serangan berunturan yang berhasil memotong kedua tanganya.


"Wah... hebat sekali kau bisa memotong kedua tanganku" ucap douma sambil terus mengindari seranganku.


"Dadah~ lain kali kita bermain lagi ya" ucapnya yang kemudian masuk kedalam pintu dan pintu itu pun menghilang.


Matahari sudah terbit. Aku merasa kelelahan dan kesakitan karena luka yang kudapat, dan akhirnya aku jatuh pingsan.


____________________________________________


"Ehm..." aku terbangun di sebuah tempat yang sepertinya adalah penginapan kupu kupu.


"kepalaku masih terasa pusing..."


Aku mencoba berdiri dari kasur dan pergi keluar untuk mencari udara segar. Baru saja berjalan satu langkah, badanku kehilangan keseimbangan dan jatuh.


Brukk


"Ittai..." aku kembali mencoba berdiri sambil berpegangan pada tembok. Aku membuka pintu diam diam agar tidak dimarahi shinobu onee-san karena kabur saat sedang sakit.


"Sepertinya tidak akan ketahuan, jam segini seharusnya onee-san sudah sibuk"


Aku langsung berjalan pelan pelan ke taman. Sesampainya di taman, aku merasakan sejuknya angin.


"sejuk... sekali...."


aku berjalan jalan di taman untuk menikmati udara sejuk dan bunga yang sedang bermekaran.


Brrak


Aku menoleh kearah sumber suara dan mendapati kanao yang menjatuhkan pot bunga dan memasang wajah terkejut.


aku melihat kanao langsung berjalan ke arahku. "ada apa?"  aku bertanya kepada kanao, tetapi kanao hanya diam saja.


"..... kau... sudah bangun?" tanya kanao padaku.


"Tentu aku sudah bangun, kalau tidak yang sedang berdiri di hadapan mu siapa?" jawabku sambil tersenyum.


kanao langsung memeluk ku, entah kenapa wajahnya terlihat sangat khawatir.


"..... kau tidak bangun selama 2 minggu sejak misi yang kau dapatkan itu..." ucap kanao yang mengerti kalau aku kebingungan.


Aku kaget mendengar perkataan kanao. "selama itu? 2 minggu?"


"kau harus kembali ke kamarmu dan istirahat" ucap kanao menarik tanganku.


aku ditarik kanao menuju kamarku. Di perjalanan, aku melihat aoi yang sedang memegang obat obatan.


"halo aoi..." ucapku melambaikan tangan ke aoi.


prangg


Aoi langsung menjatuhkan nampan beserta obat obatan yang dibawanya,wajahnya terlihat kaget yang kuduga terkejut karena sudah bangun.


  Dan entah kenapa aku kasihan melihat pot bunga, obat obatan, dan nampan yang dijatuhkan.


"kau harus istirahat di kamar" ucap aoi langsung menariku ke kamarku.


braak


pintu di buka dengan kencang oleh aoi. Aku langsung di suruh istirahat oleh aoi ditemani kanao, sedangkan aoi memanggil shinobu one-san.


"kenapa kalian sangat kaget sih?"


".... kau ditemukan pingsan oleh kakushi yang sedang lewat... dan juga luka luka yang kau dapat bisa dikatakan lumayan parah..."


"begitu ya..."


"(y/n)!" teriak shinobu onee-san saat datang. "apa kau masih merasakan sakit? dimana yang sakit? kenapa kau bisa terluka parah? siapa oni yang kau lawan?"


"tanyakan satu satu onee-san.... dan juga aku sudah merasa lebih baik kok..."


"baiklah... siapa oni yang kau lawan?"


"........ oni yang membunuh kanae onee san.... upper moon 2 .....douma"


ucapku sambil menundukan kepala, entah kenapa aku tidak berani menatap wajah onee-san. Aku sudah menduga kalau onee-san akan terkejut.


_______________________________________


Jangan lupa di vote dan beri saran ^-^