Shinobu's Sister [Kimetsu No Yaiba]

Shinobu's Sister [Kimetsu No Yaiba]
Chapter 5



Aku berjalan mengikuti gagak miliku.


Hari sudah mulai siang dan aku mulai merasa lapar.


"sebaiknya aku istirahat saja" aku berjalan menuju sebuah kedai dan memesan makanan.


"Aku pesa-"


"AKU PESAN 5 MANGKUK LAGI"


Aku menoleh kebelakang dan mendapati kanroji san yang sedang makan dengan lahap dengan puluhan mangkuk dibelakangnya.


"Kagak kekenyangan tuh?"


"Aku pesan ramen"


" halo kanroji san" sapaku setelah memesan makanan.


"Wuah... (y/n)! Ayo sini makan bersamaku!"


Aku pindah ke meja kanroji san dan menunggu makanan.


"Silahkan" datang seorang pelayan yang mengantarkan ramen pesananku.


Aku menyantap makananku dengan tenang, sesekali melihat kanroji san yang makan dengan lahap.


"Hem? Ada apa (y/n)?"


"Kanroji san tidak kenyang?"


Duh, sifatku masih belum berubah.


Seketika mood kanroji menurun, yang tadinya semangat menjadi aura suram.


"E eh... maaf kanroji san, aku hanya kagum kok, kanroji san bisa makan sebanyak itu"


"Apa yang kau lakukan pada kanroji?"


.....gawat.....


"Eh... iguro san.... halo... sedang jalan jalan dengan kanroji san ya?"


Seketika itu pula mood kanroji pun naik lagi.


"Em! Kami sedang jalan jalan" ucap kanroji dengan semangat.


"Kalau begitu dari pada ganggu  aku pergi dulu ya! Dadah" ucap ku sambil beranjak pergi mengindari tatapan tajam iguro san. Aku pergi dari kedai, tentunya setelah membayar. Aku pun melanjutkan perjalananku.


______________________________________


Hari sudah mulai malam dan aku mulai merasakan aura oni. Aura tersebut berasal dari arah hutan yang lumayan jauh dari pemukiman penduduk.


Setelah berjalan menuju hutan tersebut, aku melihat sekelebat yang kuduga adalah oni, dan benar saja, ada oni disini.


Tsuki no kokyū: go no kata:


Kutukan pusaran bulan hantu


langsung saja kukeluarkan teknik pernapasan bulan untuk menyerangnya. Kepala oni tersebut langsung terlepas.


"Aneh.. oni nya sudah kubunuh, tapi kenapa... aku masih merasakan aura oni. Bahkan auranya lebih kuat."


"Wah... ada pemburu iblis disini~"


"Tidak salah lagi! Dia yang membunuh kanae onesan!"


Setelah mencari informasi tentang siapa oni yang membunuh kanae onesan,aku mendapat kan cukup data.


Aku mulai teringat dengan ciri ciri oni yang diucapkan kanae onesan sebelum meninggal.


"Dia adalah seorang iblis dengan noda darah diatas kepalanya"


"Halo senang bertemu denganmu, namaku douma, malam ini sangat indah,kan?" Ucap oni yang diketahui bernama douma sambil melepas topi yang dikenakanya.


"Dia selalu tersenyum dengan santai, dan berbicara dengan tenang dan ramah"


Aku melihat douma, membawa 2 orang perempuan. Yang satu sudah mati dimakan olehnya, dan yang satu masih hidup dan meminta pertolongan dariku.


"Tolong aku!" Ucap perempuan itu sambil berteriak.


" sssstt! Kami sedang berbica-" sambil menggerakan tangannya.


Perkataan douma terpotong karena aku langsung melompat dan menolong perempuan itu.


"Kau tidak apa-apa?" Tanyaku pada perempuan itu.


Perempuan itu hanya menggangguk dan tiba tiba badanya dipenuhi luka yang cukup parah yang sudah tidak dapat diselamatkan lagi. Aku meletakan perempuan itu dan melihat kearah douma.


"Senjata yang dipakai iblis itu adalah sepasang kipas yang tajam"


"Jadi dia iblis yang membunuh kakakku"


"Ada apa? Kalau ada sesuatu yang mengganggumu... aku akan mendengar cerita mu, jadi silakan bicara saja" ucap douma dengan santainya.


"Hal yang menggaggu ku?


kau yang membunuh kakakku kan!!"


Ucapku sambil menunjuknya.


"Hm? Aku seperti pernah melihat orang sedikit mirip dengan wajahmu... AH! aku ingat. Maksudmu gadis pengguna napas bunga itu?


Gadis itu sangat manis dan imut, aku tidak sempat memakannya karena matahari sudah terbit, aku mengingatnya.


Tapi, aku benar benar ingin.."


Ucapan douma kupotong dengan munusuk matanya menggunakan nichrin ku.


"....memakannya"


"Aku benar benar marah" ucapku sambil bersiap menyerangnya, dan aku merasakan aura membunuhku semakin kuat.


Tsuki no kokyū: ni no kata:


Bunga mutiara cahaya bulan


ku lihat dia mengelak dari serangan ku dan hanya menggores lenganya dan matanya yang terluka karena tusukan ku tadi.


"Sayang sekali, kalau kau ingin membunuhku, kau harus mengincar leherku"


"Cih!"


____________________________________________


Jangan lupa di vote dan beri saran ^-^