Shinobu's Sister [Kimetsu No Yaiba]

Shinobu's Sister [Kimetsu No Yaiba]
Chapter 20.



"ADA KATA-KATA TERAKHIR YANG INGIN KAU SAMPAIKAN? AKAN AKU DENGARKAN." Teriak douma sambil memeluk shinobu erat.


"Pergilah ke neraka!" Jawab shinobu.


...______________________________________________...


(Y/n) langsung memotong sulur-sulur yang mengikatnya setelah berhasil mendapatkan nichirinnya. "Sial, lama sekali aku terikat" ucap (y/n) begitu semua sulur sudah terpotong.


Brak.


Tiba-tiba, pintu di geser dengan cepat. Terlihat kanao yang datang terburu-buru. Kanao menengok ke atas dan terkejut melihat shinobu.


"GURU!"


Mendengar teriakan kanao, (y/n) langsung tersadar belum melihat keadaan shinobu. (Y/n) langsung mendongak ke atas dan terkejut. "ONEE-SAN!" teriak (y/n).


Shinobu yang mendengar teriakan tsugukonya dan adiknya langsung memberikan sebuah pesan menggunakan tangannya.


Douma yang melihat itu langsung memeluk shinobu dengan erat sampai terdengar suara 'krak'. Tubuh shinobu melemas, nichirin yang di pegang nya terlepas dari tangannya dan jatuh.


Klang... (Suara nichirin shinobu terjatuh)


(Y/n) dan kanao yang melihat itu membulatkan matanya.


"UUWWAAA!!!"


"ONEE-SAN!!!!!"


Kanao dan (y/n) langsung melompat ke tempat douma dan melancarkan serangan.


...Hana no kokyu : shi no kata :...


...Hanagoromo Merah Tua....


...Tsuki no kokyu : Ichi no kata:...


...Kuil malam hari....


Kanao dan (y/n) menyerang douma secara bersamaan, douma menghilang dan muncul dibawah. Es-es yang tadi berada di sekitar Douma hancur. (Y/n) terkejut dan langsung menengok ke bawah.


"Wah... Hampir saja!" Ucap douma sambil tersenyum. (Y/n) segera mendarat dan berdiri.


"Jangan coba-coba menebasku saat aku sedang menghisap orang lain!" Ucap douma. Terlihat shinobu yang mulah terhisap. (Y/n) yang melihat itu bergetar menahan marah. "Sialan kau...." Tangan (y/n) semakin bergetar begitu melihat shinobu semakin menghilang dari pandangannya. Douma mengambil hair pin milik shinobu dan menjilatnya.


(Y/n) tanpa pikir panjang langsung berlari dan menyerang douma dengan teknik pertama. "Kau ini belum menyerah juga~" ucap douma sambil menggerakkan kipasnya.


...Kekkijutsu : es musim dingin....


Puluhan es runcing muncul diatas (y/n). Beberapa es runcing itu berhasil menggores dan melukai (y/n).


Cras.


(Y/n) melompat mundur. Darah mulai mengalir dari lengan kirinya dan kaki kanannya karena terkena kekkijutsu milik douma.


"Tenangkan dirimu" ucap kanao yang di balas anggukan oleh (y/n).


"Siapa nama kalian?" Tanya douma sambil memainkan kipasnya.


Tiba-tiba douma menoleh ke samping. "Apa? barusan akaza mati?" Tanyanya. "Ada yang agak janggal barusan, atau cuma perasaanku saja. Rasanya seperti dia berubah menjadi mahkhluk yang berbeda" ucap douma. "Yaa karena dia sudah mati. Aku tidak akan pernah tau dong!" Lanjut nya kemudian tertawa.


"Nah kan, dia gak waras. Ngomong sendiri terus ketawa sendiri" batin (y/n) dalam hati.


"Sampai dimana tadi? Ah, benar. Aku tadi bertanya siapakah nama kalian" Tanya douma sambil tersenyum.


"Aku... Tsuyuri Kanao. Kochou Kanae dan adik Kochou shinobu" jawab kanao.


"Kochou (y/n). Adik Kochou Kanae dan Kochou shinobu" ucap (y/n).


"??? Yang benar? Dilihat dari badanmu, sepertinya kalian tidak punya hubungan darah." Ucap douma sambil menunjuk kanao. "Kalau kau... Yah... Kau pasti adik mereka" douma menunjuk (y/n) sambil tersenyum.


"Terserah sih, kebanyakan wanita muda rasanya lezat kok" lanjut douma.


"Ngomong-ngomong soal wanita. Benar juga, kehilangan akaza tidak bisa di ragukan lagi. Dia tidak pernah makan wanita sama sekali" ucap douma.


"Meskipun aku sudah memberitahunya kalau wanita memiliki banyak nutrisi karena mereka membawa bayi di perutnya. Jadi kau akan jadi lebih kuat jika memakan banyak wanita." Ucap douma sambil mengangkat jari telunjuknya.


"Dia tidak hanya menolak memakannya. Bahkan dia juga tak mau membunuh wanita. Akaza-dono diberikan perlakuan khusus karena dia hanya di kerahkan untuk tujuan tertentu." Lanjut douma.


"Tapi... Dia tetap saja mati..." Raut wajah douma mulai berubah. "Menyedihkan. Dia juga sahabatku" ucap douma mulai menangis.


(Y/n) menatap datar douma.


"Hentikan sajalah" ucap kanao. "Kau bisa menghentikan kebohonganmu itu sekarang" ucap kanao lagi.


Douma yang mendengar itu terdiam sebentar sebelum bertanya, "...Apa?"


"Kami tau setiap kata yang keluar dari mulutmu itu tidak lain hanya omong kosong belaka. Kau bahkan tidak merasakan sedih sedikit pun bukan?" Ucap kanao.


"Warna dari wajahmu tidak berubah sedikitpun. 'temanmu mati' namun darah di wajahmu tidak mengering dan pipimu tidak mengalir kemarahan" ucap kanao lagi.


"Karena aku ini iblis" jawab douma.


"Mata iblis itu selalu basah. Jadi mereka tidak berkedip. Tapi sirkulasi darah mereka sama seperti manusia. Jadi warna wajah mereka bisa berubah" balas kanao.


(Y/n) yang mendengar jawaban kanao langsung berbicara dalam hati "heh, gak bisa ngelak kau!" Batinnya.


"Saat akan mati, Kanae onee-san memberitahu kami... Kalau dia merasa menyesal untukmu. Kau tidak merasakan apapun kan?" Tanya (y/n) dengan penekanan di ucapannya. Douma yang mendengar itu hanya diam sambil tersenyum.


Ingatan saat mereka sedang memasak bersama muncul dipikiran kanao. "Setiap orang yang lahir di dunia ini, merasakan sesuatu yang alami seperti kebahagiaan. Begitu juga ada sesuatu yang membuat tubuh kita berguncang seperti sedih dan marah. Tapi kau tidak bisa merasakan semua perasaan itu bukan?" Tanya kanao.


"Tapi kau orang yang cerdas jadi kau menutupinya dengan kebohongan. Pura-pura senang dan juga sedih. Semua itu untuk menyembunyikan kalau tidak bisa merasakan semua itu di dalam hatimu. Kau tidak pernah merasa bahagia atau nyaman... Kesakitan, kepahitan. Kenyataannya kau tidak lebih dari cangkang yang kosong. Itu cukup lucu dan sangat bodoh. Fufufu..." Kanao menjeda ucapannya.


"Kenapa? Kau bisa dilahirkan?" Tanya kanao sambil tersenyum. Senyuman yang ditunjukan tampak berbeda dari biasanya.


"Kehidupanmu itu tidak berguna, jadi kalau kau mati sekarang pun tidak masalah, bahkan itu lebih baik." Ucap (y/n) dengan penekanan pada kalimatnya sambil tersenyum miring.


"Selama ini... aku telah bicara... dengan banyak gadis... Tapi aku tidak pernah menemukan pengganggu seperti kalian... Bagaimana bisa kalian mengatakan sesuatu yang begitu kejam?" Ucap douma, raut wajahnya langsung berubah.


"Otakmu kemana, heh? Kau belum paham juga? Tentu saja karena kami membencimu. Kami ingin memotong kepalamu dan mengirimnya ke neraka dengan cepat" (y/n) menjawab sambil tersenyum kesal.


"Izinkan aku merevisi sedikit dari yang kukatakan tadi. Kau tidak begitu pintar ya? Kau adalah aib. Jadi akan lebih bagus kalau kau cepat mati! Lagi pula hidupmu sama sekali tak ada nilai dan artinya" Ucap kanao sambil tersenyum.


Tiba-tiba, douma muncul di belakang kanao dan mengayunkan kipasnya ke arah leher kanao. Dengan cepat, kanao menunduk dan menyerang pinggang douma. Douma mengayunkan kipasnya lagi ke arah kanao, kanao segera melompat mundur ke belakang untuk menghindari serangan dari douma.


(Y/n) menatap marah douma. "...Dia yang membunuh onee-san... dia yang membunuh onee-san... dia yang membunuh onee-san..." Gumam (y/n) dengan aura membunuh. "ARGH!" (y/n) langsung berlari ke arah douma dan menyerangnya. "BERANINYA... KAU MEMBUNUH KAKAKKU!"


...Tsuki no kokyuu: Hachi no kata :...


...Kibasan ekor naga bulan....


"Ahahahaha~ benar juga, kau adik dari dua Hashira itu ya~ apa perlu kuserap kau agar kau bisa bersama dengan kedua kakakmu?" ucap douma sambil menghindari serangan (y/n). Tiba-tiba, muncul puluhan es runcing di atas (y/n). (Y/n) segera membatalkan serangannya dan melompat kebelakang.


"Gimana caranya aku mendekat kalau begini..." batin (y/n) kesal. Kanao mulai menyerang douma juga, sementara (y/n) memikirkan rencana.


"Aku... Tidak punya ide. ARGH! MENGESALKAN!" teriak (y/n) dalam hati. (Y/n) kembali fokus dan melihat ke arah kanao. Nichirin kanao sudah di ambil douma dan muncul teknik darah iblis yang mengarah ke kanao. Kanao sudah mulai terluka di beberapa bagian tubuhnya karena terkena kekkijutsu milik douma.


"KANAO!" Teriak (y/n) kemudian berlari ke arah kanao.


Krak...


Terdengar suara retakan dari atas. (Y/n) menghentikan langkahnya dan menoleh ke atas.


BRAK!!!


"!?" (Y/n) kaget melihat Inosuke yang tiba tiba muncul dan menyingkirkan teknik kekkijutsu Douma. "Oh... Si babi hutan. Untung dia datang tepat waktu" batin (y/n) lega.


"(Y/n)" panggil seseorang di belakang (y/n). (Y/n) langsung menengok dan mendapati Kazuki berada di belakangnya.


"Astaga! Kemana kalian dari tadi?! Aku mencari kalian tau! Ngilang nya mana barengan kalian! Dan dimana shinobu-sama?" tanya kazuki. (Y/n) yang mendengar pertanyaan terakhir, langsung menunduk, tangannya bergetar. Kazuki yang melihat itu terdiam sebentar kemudian bertanya,"Shinobu-sama? Dia sudah mati?"


"Tentu saja tidak! Dia masih belum mati. Dia hidup didalam tubuhku untuk selama-lamanya." Seru douma tiba-tiba. "Itulah kenapa semua orang yang aku makan itu terselamatkan. Mereka tidak akan merasakan sakit dan masalah lagi kan. Mereka semua akan senang. Menjadi satu dengan tubuh milikku ini." Douma tersenyum sambil memainkan kipasnya.


Kazuki terdiam kemudian menoleh ke arah douma. "Aku akan memotong tubuhmu hingga kecil. Dasar sampah" ucap Kazuki dengan aura hitam dan berlari ke arah douma.


"JANGAN HIRUP UDARA DINGIN YANG KELUAR DARI KIPASNYA!!" teriak kanao.


...Tsuki no kokyu : San no kata :...


...Rantai keputusasaan bulan kematian....


...Napas binatang buas :...


...Taring keempat:...


...Mengiris hingga kecil....


Kazuki mencoba menyerang douma dengan pola ( / ). Disaat yang bersamaan, inosuke juga menyerang douma. "Hahaha, kalian mau mengalahkan ku dengan teknik berpedang seperti itu?"tanya douma sambil tertawa. "Sungguh membuatku jadi bersemangat lagi!!" Douma mengayunkan kipasnya dan hampir mengenai leher Inosuke. Kazuki menendang kipas milik douma dan melompat mundur diikuti Inosuke.


Brak.


Inosuke menancapkan nichirin milik kanao di jembatan. "Apa ini milikmu?!" Tanya Inosuke ngegas. "I...iya..." jawab kanao kemudian mengambil nichirinnya.


"(Y/n)" panggil Kazuki yang berada di samping (y/n), "kamu ada perban?" Tanya kazuki. (Y/n) langsung memberikan perban, "nih, kebetulan tadi sebelum berangkat, aku ngambil punya aoi" ucap (y/n). "Arigatou" ucap Kazuki kemudian menyimpan perban di saku bajunya.


"Bukan buat di pake toh-_-" batin (y/n) dalam hati. (Y/n) kembali fokus ke depan, topeng babi milik Inosuke sudah berada di tangan douma.


Setelah itu, douma menceritakan mereka cerita masa lalu Inosuke. Dimulai dari kedatangan kotoha ke kuil milik douma dan diterima disana, terus si Douma ketahuan sedang memakan pemujanya sampai si Inosuke di lempar ke jurang, dan kotoha dibunuh oleh douma dan dimakan.


"Kotoha tidak beruntung, apakah ada saat-saat dia bahagia dalam hidupnya? Hidupnya tidak ada artinya" ucap douma setelah selesai bercerita. Douma tersenyum sambil memainkan topeng babi milik Inosuke.


"DIAM KAU!! PRIA BUSUK!" Teriak kanao.


Inosuke hanya diam, genggamannya pada nichirin semakin kuat, "Sungguh keajaiban... bertemu denganmu disini." Ucap inosuke tiba-tiba. Inosuke menoleh kearah douma sambil menggertakkan giginya. "IBLIS YANG MEMBUNUH IBUKU! DAN JUGA TEMANKU! BERADA TEPAT DIDEPANKU!" Teriak Inosuke. Inosuke mulai bangkit berdiri, "IZINKAN AKU BERTERIMA KASIH KARENA TELAH MEMBUATKU MENGINGAT HAL ITU! TAPI AKU TIDAK HANYA AKAN MEMOTONG KEPALAMU! AKAN AKU TUNJUKAN NERAKA YANG SESUNGGUHNYA PADAMU!"


Dengan santainya, douma berkata, "Kau bilang kau di besarkan oleh babi hutan, tapi kau tahu betul aku apa yang bilang. Namun sepertinya kau mengetahui sedikit kesalahpahaman.


Tidak ada yang namanya neraka dan surga di dunia ini. Tempat itu tidak ada... Tidak lebih dari sekedar fantasi manusia, cuma dongeng. Dan bagimana caranya aku tau hal itu?


Kenyataannya, manusia yang hidup dengan sopan menderita tragedi yang tidak wajar. Disaat yang sama, orang jahat melakukan apapun yang mereka suka. Karena mereka hidup dengan gila (?), Berharap kehidupan yang menarik dan minum nektar yang manis."


Douma memainkan kipas dan topeng milik douma, kemudian melanjutkan ucapannya, "karena mereka tidak mendapatkan hukuman ilahi, ujung-ujungnya mereka akan pergi ke neraka saat mati. Itulah mental orang lemah, atau mereka tidak sanggup untuk hidup dengan diri mereka sendiri, benar?


Mereka menanam hal itu didalam pikiran mereka. Manusia memang benar-benar menyedihkan"


"JIKA NERAKA TIDAK ADA! BIAR AKU YANG BUAT!!! KAU CUKUP DIAM SAJA!" teriak inosuke kemudian berlari ke arah douma dan mengangkat tangannya hendak menebas Douma. "JANGAN BICARA TENTANG IBUKU, SEOLAH DIA TIDAK PERNAH BAHAGIA, SIALAN!"


Douma langsung mengeluarkan awan beku, dan Inosuke langsung menyingkirkan awan beku itu dengan taring kesepuluh.


"Hebat, menarik sekali. Jika bisa, aku ingin terus bermain seperti ini sampai bosan" ucap douma.


(Y/n) mencoba menyerang douma dari belakang menggunakan teknik pertama dengan pola mendatar. "MATI LAH KAU!" teriak (y/n) kesal.


Orang mah kalo nyerang dari belakang diem-diem biar gak ketahuan, ini si (y/n) malah teriak.


Douma langsung menoleh ke belakang karena mendengar teriakan (y/n).


...Teknik darah iblis :...


...salju turun di taman layu....


(Y/n) langsung menyingkirkan kekkijutsu milik douma dengan teknik ke delapan. Douma mengarahkan kipasnya ke leher (y/n), tetapi (y/n) menunduk kemudian salto kebelakang. "Aha, hasil dari latihan bersama kanroji-san lumayan!" Ucap (y/n). (y/n) salto kebelakangnya gak liat-liat dan akhirnya menabrak tembok dan jatuh.


Brak!


"Haish... Sakit juga" ucap (y/n). Disaat (y/n) sibuk mengelus kepalanya yang kejedut tembok, sedangkan douma mulai membuat iblis replika.


Tiba-tiba, muncul iblis yang menghalangi (y/n). "Lah? Eh? Loh? Apaan nih? Kok jelek mirip si seta--" ucapan (y/n) terhenti karena boneka replika itu menyerang. "UWAGH--" (y/n) langsung melompat ke belakang untuk menghindari semua serangan. Namun sayangnya, (y/n) terkena serangan karena tidak cukup cepat.


Douma membuat 5 iblis replika lagi, gak ada akhlak emang. Setelah selesai membuat iblis replika, douma berjalan menuju pintu keluar.


"LAH! LAH ELAH, GAWAT!" teriak (y/n) dalam hati panik. (Y/n) melompat ke sana kemari menghindari serangan dari iblis replika. "Kekuatan iblis replika ini sama seperti setan mejikuhibiniu itu, ck!" Batin (y/n).


Inosuke yang mulai panik karena douma mau pergi, melompat menghindari udara beku dan malah terkena serangan dari iblis replika


"TENANG BABI! JANGAN PANIK!" teriak kazuki yang masih melawan iblis replika, padahal dia sendiri juga sedang panik.


"INOSUKE!! TENANG SEDIKIT! TAHAN SEBENTAR LAGI!!!" teriak kanao kemudian melompat menghindari serangan dari iblis replika.


Douma terlihat kebingungan dengan ucapan kanao, namun menghiraukannya dan berjalan kearah pintu. Saat memegang gagang pintu, tiba-tiba, bola mata douma terlepas dari tempatnya. Dia terjatuh dan tangan yang di gunakan sebagai tumpuannya terlepas. Tubuhnya mulai meleleh sampai ke tulang.


Wajah dan tubuh douma mulai berubah warna menjadi warna ungu dan meleleh.


Iblis replika yang sedang di lawan (y/n) tiba-tiba hancur. (y/n) langsung menoleh kemudian berlari kearah douma.


"APA YANG?! DIA MULAI LENYAP! ITU TIPUAN! ITU PASTI SEMACAM TRIK!" teriak inosuke begitu iblis replika yang di lawannya lenyap.


"Tidak! Racun master sudah berefek ke tubuhnya! " Teriak kanao. "INOSUKE, SERANG DIA! KITA AKAN MEMOJOKKAN DIA!"


Inosuke yang mendengar teriakan kanao langsung berlari ke arah douma, dia melompat dan mengangkat tangannya hendak menebas leher douma diikuti Kazuki di belakangnya.


"HADAPI KEMATIANMU, BAJINGAN BUSUK!" teriak Inosuke.


Douma yang merasa terancam langsung mengeluarkan teknik darah iblis nya.


...Teknik Darah Iblis :...


...Embun Beku Lily Bodhisattva....


Krak...


BRAK!!!


Muncul sebuah patung besar dari dalam air. Jembatan di sekitar patung itu hancur. Patung itu mengangkat tangan kirinya dan memukul jembatan yang di pijaki kanao, Inosuke, kazuki, dan (y/n).


Brak!


"WAA--" teriak Kazuki kaget. Dia melompat dan mendarat di jembatan lain. Kanao memasang kuda-kuda menyerang. Sedangkan Inosuke sudah ditangkap oleh patung besar itu.


"Setelah semua yang terjadi... Dia masih sekuat ini?!" Batin (y/n). (Y/n) melihat sekitar, "Jangkauan udara bekunya sangat besar, kalau aku menghirupnya aku tidak bisa bertarung lagi" (Y/n) berdiri di jembatan dan memasang posisi menyerang.


"Tapi... Tidak akan kubuat pengorbanan onee-san sia-sia!" Ucapnya kemudian berlari ke arah patung besar itu.


"Usahakan tidak menghirup udara dingin itu. Fokuskan pandangan ke target" batin (y/n). Ketika tangan kanan patung besar itu ingin menghantam jembatan lagi, (y/n) langsung melompat ke tangan itu dan berlari ke arah douma.


Kanao juga sudah berada di depan douma. Mata kanao yang awalnya berwarna pink berubah jadi warna merah.


(Y/n) mengarahkan nichirinnya ke leher douma. Bilah nichirin milik kanao dan (y/n) hampir memotong kepala douma.


......______________________________________________......