![Shinobu's Sister [Kimetsu No Yaiba]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/shinobu-s-sister--kimetsu-no-yaiba-.webp)
"Duh... sudah lebih dari satu setengah jam kok mereka belum dateng ya?" Ucap (y/n) sambil bersandar ditiang.
Saat ini, (y/n) sedang menunggu kazuki dan kanao yang belum datang ke tempat yang di janjikan untuk berkumpul setelah menyelidiki.
"(y/n)"
Merasa namanya di panggil, (y/n) pun menengok dan mendapati kazuki dan kanao yang sedang makan es krim.
"Lah kok kalian baru dateng?! Terus kok makan es krim gak ajak ajak?!"
"Ehehehe.... tadi aku bertemu dengan kanao di jalan dan kebetulan ada tukang es krim lewat, nih bagian mu" ucap kazuki dan memberikan es krim untuk (y/n).
"Arigatou, terus kalian dapat informasi apa?" Ucap (y/n) sambil memakan es krim bagiannya.
Kazuki berhenti makan es krim dan menjawab "aku mengunjungi tempat-tempat yang dekat dengan tempat kejadian, kata mereka, mereka mendengar suara teriakan dan tak lama kemudian terdengar suara jatuh, saat mereka datang ke tempat kejadian, disana terdapat orang yang sudah mati dan beberapa bagian tubuh nya dimakan"
"Kalau kanao?" Tanya (y/n).
"Hm... sama seperti kazuki, tetapi warga selalu mendengar suara musik seruling dan saat ini banyak anak anak yang hilang saat pergi bermain"_kanao
"Kau dapat informasi apa (y/n)?" Tanya kazuki.
"Gak ada, ditempat yang kuselidiki gak ada informasi yang bisa di dapat" jawab (y/n).
"Terus kita mau ngapain?" Tanya kazuki.
"Ini sudah sore, bagaimana kalau kita jalan jalan sebentar? Sekalian istirahat dan melihat keadaan kota ini?" Tanya (y/n).
"Hm... boleh juga" jawab kazuki.
Mereka bertiga pun pergi mengelilingi kota tersebut.
"Waw.... ramai sekali..." ucap (y/n) sambil melihat sekitar.
"Ini kota besar, tentu saja ramai" jawab kanao.
BRAK
Tiba tiba, ada seseorang yang menabrak kazuki hingga mereka berdua terjatuh.
"Pfftt..." (y/n) pun menahan tawanya melihat kazuki terjatuh dengan tidak indah.
"Temen jatuh bukannya ditolongin" ucap kazuki.
"Pfftt... maaf maaf" (y/n) pun membantu kazuki berdiri. Sedangkan kanao membantu anak yang menabrak kazuki berdiri.
"Kau tidak apa apa?" Tanya kanao sambil membantu anak tersebut.
"H- ha'i, gomen'nasai aku tidak melihat jalan saat berlari tadi." Ucap anak tersebut.
"Tidak apa apa, kenapa kau berlari? Kau bisa saja menabrak seseorang" ucap kazuki.
"Aku sedang bermain" ucap anak tersebut dengan wajah riang gembira.
"Kalau begitu aku pergi dulu ya kak, dadah" ucap anak tersebut sambil melambaikan tangan dan pergi.
"Kau tak apa apa?" Tanya kanao sambil melihat kazuki.
"Tentu saja, ayo lanjut jalan" ucap kazuki.
Mereka pun melanjutkan jalan jalan sambil melihat keadaan kota hingga malam. Keadaan kota sangat ramai, hingga mereka sampai di suatu tempat dan berhenti.
"Hei... kalian merasakannya?" Tanya (y/n) kemudian berhenti berjalan.
"Aku merasakannya" jawab kanao.
"Ada di arah jam 3 kan?" Tanya kazuki.
"Ya..."_ kanao
Keadaan pun menjadi hening. Semilir angin terdengar. Mereka semakin waspada mendengar ada sesuatu yang mendekat.
TAP TAP TAP
Suara langkah kaki yang mendekat terdengar kemudian suara tersebut tidak terdengar, yang meningkatkan kewaspadaan mereka.
GROOOAAR
Muncul oni didekat kanao, yang langsung ditebas olehnya.
Hana no kokyū : ni no kata:
Roh plum
Kanao langsung menebas oni tersebut menjadi beberapa bagian. Oni tersebut pun terjatuh, di dahi oni tersebut, tertulis '三 (san : tiga)'
"Hei, angka apa ini?" Tanya (y/n) melihat angka di dahi oni tersebut.
"Sepertinya oni disini lebih dari satu" ucap kazuki.
"Kau benar, kita cari oni itu sekarang, akan berbahaya kalau ada korban" ucap kanao. Mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan dan sesekali berhenti untuk membunuh oni.
"Kita sudah membunuh empat oni,
三 San (tiga), 四 shi (empat), 五 go (lima), dan 七 nana (tujuh). Berarti... tinggal, 一 ichi (satu), 二 ni (dua), dan 六 roku (enam)" ucap (y/n).
"Hah.... ini sudah jam 2 pagi" jawab kazuki.
"Kita masih harus cari oni lagi" jawab (y/n).
"Ayo kalau begitu, lebih cepat lebih baik, kita bisa istirahat" jawab kazuki.
Mereka pun melanjutkan pencarian mereka, dan terus berkeliling kota.
"Di belakang tiang gak ada" ucap kazuki sambil memutari tiang.
"Di atas pohon gak ada" ucap (y/n) sambil memeluk dahan pohon dan tertawa. Begitu juga dengan kazuki, dia memeluk tiang dan tertawa.
Sedangkan kanao hanya terdiam melihat mereka "kalian kelelahan ya?"
Akhirnya kanao membawa kazuki dan (y/n) dengan cara menyeret mereka, dan mencari rumah yang memiliki lambang wisteria untuk istirahat.
"Kalian berat" ucap kanao yang masih menyeret mereka.
"Sembarangan" ucap kazuki dan (y/n) berbarengan.
Akhirnya, mereka sampai di rumah dengan lambang wisteria dan menginap disana.
Hari pertama selesai.
jumlah oni yang dibunuh : 4
_______________________________________
Pagi hari pun tiba, setelah mandi dan sarapan, mereka pun berangkat mencari oni lagi.
"Aku masih ngantuk...." ucap (y/n) dengan wajah mengantuk.
"Ayo cari oni nya dan segera pergi istirahat..." ucap kazuki.
"Berpencar aja ya" ucap (y/n).
"Boleh" jawab kanao dan kazuki.
Mereka pun berpencar, kazuki pergi ke arah barat, (y/n) pergi ke arah timur, dan kanao pergi ke arah selatan.
(Y/n) pergi ke arah timur, dan berkeliling kota. "Waw... besar juga kota ini, aku baru sadar~" ucap nya dan berhenti di kios permen.
"Permisi, aku mau beli permen satu" ucap (y/n).
"Silahkan nak" ucap bapak penjual permen.
"Terima kasih pak" (y/n) pun memberikan uang nya dan berjalan pergi dengan wajah riang.
"Permen nya enak-- et, fokus. Kan aku mau cari oni" ucap (y/n) yang langsung berlari mencari oni sambil memakan permen.
"Hm.... ada bau oni... dimana ya?" Batin (y/n) sambil melihat kiri kanan. Kemudian, pandangannya tertuju pada sebuah bangunan tua dan ada seorang anak kecil disana. (Y/n) pun segera menghampiri anak itu.
(y/n) kepada anak perempuan itu sambil menepuk bahunya.
"Eh? Kau kan... anak yang kemarin menabrak kazuki? Kenapa kau disini?" Ucap (y/n).
Anak tersebut menoleh dan berkata.
"Teman ku... yuki..."
"Ada apa dengan teman mu?"
"Dia ada disana, tadi saat bermain dia masuk kesana, kemudian tidak keluar lagi dan ada suara suara aneh"
"Dari dalam sana?" Ucap (y/n) sambil menunjuk sebuah rumah yang di balas dengan anggukan.
"Kalau begitu aku kesana, kau tunggu disini ya" ucap (y/n) kemudian masuk kedalam rumah tersebut.
"Gelap sekali disini" Batin (y/n). Dia berjalan menyusuri lorong, sambil melihat sekeliling. "Rumah ini besar juga."
(Y/n) kemudian berhenti ketika melihat cahaya dari sebuah ruangan. (Y/n) membukan pintunya, tetapi tak melihat siapapun disana. (Y/n) masuk kedalam ruangan tanpa menyadari ada seseorang dibelakangnya.
"Lho? Gak ada ora--" ucapan (y/n) terpotong karena menghindari serangan.
"Siapa kau?!" Ucap (y/n) sambil menghunuskan pedangnya.
"Wah~ kisatsutai ya~" ucap oni tersebut. Oni tersebut memiliki bagian bawah tubuh seperti ular, dan bagian atas manusia, dan membawa seruling.
"Hm? Seruling? Apa ini oni yang dibilang kanao?" Batin (y/n).
"Sebaiknya aku membunuhmu sekarang" ucap oni itu sambil meniup serulingnya sekali, dan tiba-tiba (y/n) terlempar ke kiri dan menabrak dinding.
"UKH!" (Y/n) menabrak dinding kemudian jatuh terduduk.
Oni itu kemudian meniup serulingnya dua kali dan (y/n) terlempar ke arah kiri.
"UKH!" (Y/n) pun berdiri "jadi saat dia meniup seruling sekali, aku akan terlempar ke kanan dan saat seruling di tiup dua kali, aku terlempar ke kiri. Begitu?" Batin nya kemudian bersiap-siap untuk menyerang.
tsuki no kokyū: Ichi no kata:
kuil malam hari
(Y/n) mengeluarkan teknik pernapasan dan mencoba menebas oni tersebut namun oni tersebut menghindar ke atas yang langsung di serang (y/n).
Tsuki no kokyū: san no kata:
Rantai keputusasaan bulan kematian
(Y/n) memberikan serangan berupa beberapa tebasan yang berhasil memotong ekor oni tersebut.
"Hebat juga kau" ucap oni tersebut kemudian meniup seruling nya 3 kali dan (y/n) langsung terlempar kesegala arah.
"Duh... pusing" batin (y/n) sambil berusaha agar tak terbentur dinding.
"Hoi, kau kemana kan anak kecil yang datang kesini?!" Teriak (y/n).
"Anak kecil? Oh.... maksudmu ini?~" oni itu menunjuk beberapa anak kecil yang dikurung di dalam sebuah kurungan.
"Mereka dan kau akan jadi makan malam ku~ jadi matilah kau!" Ucap oni itu dan meniup seruling 4 kali dan (y/n) hampir saja terluka karena tebasan yang tak terlihat kalau saja (y/n) tak menghindar.
Oni itu meniup serulingnya tiga kali dan (y/n) terlempat ke segala arah. "Hah...." (y/n) pun bersiap siap menyerang.
"Gomen nee, sepertinya kau tidak akan makan malam dan kau tidak akan bisa membunuhku" ucap (y/n) yang kemudian menghilang dari pandangan oni.
"Dimana dia?!" Batin oni itu sambil melihat ke kiri dan kanan, tanpa menyadari (y/n) menyerang dari atas.
"Sayonara~" ucap (y/n) kemudian menebas leher oni itu.
"KEH, SIAL!!!" ucap oni tersebut ketika lehernya terpotong.
"Dia... 二 ni (dua)" batin (y/n) melihat angka di dahi oni itu.
"Semoga kau tenang di alam sana" ucap (y/n) dan pergi untuk membebaskan anak anak yang berada di dalam kurungan. (Y/n) menebas pintu kurungan dan anak anak mulai berlari keluar.
"Ayo... jalan nya hati hati... jangan lari la-- WOY SAKIT!" Teriak (y/n) ketika ada anak kecil menginjak kakinya.
"ARIGATOU ONEE-SAN" teriak anak anak itu sebelum keluar dari rumah.
"Sudah semua, saatnya keluar" batin (y/n) kemudian keluar dari rumah itu.
"Hah... akhirnya tugas ku selesai... tinggal nunggu kazuki dan kanao..." ucap (y/n) senang.
"Onee-san" ucap seseorang sambil menarik haori nya.
"Ya? Ada apa?" Tanya (y/n).
"Arigatou sudah menolong yuki dan yang lainnya" ucap anak itu sambil tersenyum.
"Ha'i douitashimashite" ucap (y/n) kemudian mensejajarkan tubuhnya dengan anak tersebut dan tersenyum. Anak anak tersebut kemudian melambaikan tangannya yang dibalas lambaian tangan oleh (y/n) dan pergi.
"Hah.... saat nya bertemu kazuki dan kanao" ucap (y/n) sambil berjalan pergi dari rumah itu.
"(Y/n)!!"
Merasa dipanggil, (y/n) pun menoleh dan mendapati kazuki yang sedang memegangi luka di dadanya sambil cengar cengir. Sontak (y/n) berlari kearah kazuki.
"Kau kenapa?!" Tanya (y/n) yang dibalas cengiran oleh kazuki.
"Udah luka malah cengar cengir lagi! Sini!" Ucap (y/n) kemudian menarik kazuki ke rumah berlambang wisteria dan mengobati luka kazuki.
"Eh, kanao mana?" Tanya kazuki setelah lukanya diobati.
"Lah iya, mana ya? Kok gak balik balik?" _(y/n).
"Aku disini" ucap kanao yang duduk di samping kazuki.
"AAAA" teriak kazuki dan (y/n) ketika melihat kanao.
"Sejak kapan kau disini?" Tanya kazuki.
"Sejak tadi" ucap kanao.
"Nah.... berarti misi kita sudah selesai kan? Mau pulang sekarang?" Tanya (y/n).
"Boleh, sebelum malam sebaiknya kita berangkat sekarang" seru kazuki.
Setelah membereskan barang dan berterima kasih kepada pemilik rumah berlambang wisteria, mereka pun berangkat pergi ke kediaman kupu-kupu.
"Ternyata misi nya lebih cepat sehari ya" ucap (y/n).
"Kukira kita akan disana sehari lagi" ucap kazuki.
"Kita sudah sampai di kediaman" ucap kanao kemudian masuk kedalam.
"Tadaima" ucap mereka bertiga.
"Okaeri" jawab aoi.
"Ah... capek" ucap (y/n) yang langsung berguling guling di lantai bersama kazuki.
"Sama" jawab kazuki. Aoi yang tidak melihat kazuki dan (y/n) guling guling karena membawa banyak barang, tersandung dan meniban (y/n), sedangkan barang barang yang dibawa aoi, jatuh menimpa kazuki.
"ADUH! berat aoi!"
"Aku gak berat!"
"Aduh... ini barangnya tolong!"
Sementara kanao duduk dengan tenang menonton mereka, shinobu geleng geleng kepala melihat mereka.
"Ada-ada saja kelakuan kalian"_shinobu
_______________________________________
Jangan lupa di vote dan beri saran ^-^