![Shinobu's Sister [Kimetsu No Yaiba]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/shinobu-s-sister--kimetsu-no-yaiba-.webp)
"ONEE-SAN!!" Teriak (y/n). Sontak, shinobu dan douma menoleh dan melihat (y/n) yang menatap tajam douma.
"(Y/n)?! Kenapa kau..."
"Tentu saja... untuk membantu nee-san" ucap (y/n) kemudian berjalan kesamping shinobu.
"Hoo? Kau kisatsutai yang kulawan dulu itu kan? Sayang sekali ya... matahari sudah terbit... padahal dagingmu terlihat sangat enak" ucap douma melihat (y/n).
"Sayang sekali aku tidak mau dimakan oleh makhluk sepertimu" ucap (y/n) sambil memasang kuda-kuda menyerang.
"Hoo~ kau menarik~" ucap douma. "Hari ini aku akan makan banyak gadis, aku harus berterima kasih pada nakime-chan nanti" lanjutnya kemudian senyam-senyum sendiri.
"Dia kenapa, kak?" Tanya (y/n) melihat douma yang senyam-senyum sendiri.
"Dia gak waras" jawab shinobu. Shinobu mulai mengubah campuran racunnya dan bersiap menyerang douma.
"Hati-hati, Dia mengubah jurus darah iblisnya menjadi kabut dan menyebarkannya menggunakan kipasnya. Berbahaya jika kau bernafas" ucap shinobu kemudian menyerang douma menggunakan racunnya.
"Oke" (y/n) berlari kearah douma begitu douma tertusuk nichirin shinobu.
Tsuki no kokyu : ichi no kata :
Kuil malam hari
(Y/n) menarik pedangnya dan mencoba menebas douma dengan cepat, muncul pisau tambahan berbentuk bulan sabit yang siap memenggal douma. Namun, sayangnya douma menghindari serangan itu dan melompat kebelakang.
"Wah~ aku baru menyadari kalau teknik pernapasanmu sama seperti kokushibou-dono" ucap douma dengan senyum diwajahnya.
"Huh? Jadi kau baru sadar aku menggunakan teknik pernapasan apa? Dan siapa kokushibou?" Tanya (y/n).
"Yah... aku tidak perlu memberitahu siapa dia, karena kau akan mati disini~" ucap douma.
"Kau salah, kaulah yang akan mati. Tidak akan kubiarkan kau lolos lagi." Ucap (y/n). (Y/n) menengok kebelakang dan melihat mayat perempuan, tubuhnya masih utuh, walaupun terdapat luka-luka yang termasuk parah sehingga perempuan malang itu mati.
"Ah! Biarkan saja disana, aku akan memakannya nanti~" seru douma dengan santai.
"Apa-apaan kau ini" ucap (y/n) dengan nada yang sudah tidak santai.
"Semoga rencana ini berhasil" batin shinobu. Shinobu sudah siap mengorbankan dirinya agar para tsuguko nya bisa memenggal kepala douma.
"Ah, ngomong-ngomong. Kau, perempuan berhaori kupu-kupu itu, sepertinya enak untuk dimakan~" ucap douma.
"Kalian tidak perlu bersusah payah mengalahkanku, karena usaha itu akan sia-sia." Lanjutnya lagi.
"TIDAK AKAN SIA-SIA! KAMI AKAN MENGALAHKANMU DISINI DAN MEMBALASKAN DENDAM!" Teriak (y/n).
(Y/n) maju dan menyerang douma.
Tsuki no kokyu : Hachi no kata :
Kibasan ekor naga bulan.
(Y/n) menggunakan serangan langsung yang menciptakan sebuah tebasan raksasa. Serangan (y/n) mengenai pinggang douma, (y/n) yang sudah menyerang douma mundur 10 langkah "mungkin aja dia mau bales nyerang nanti" begitu menurut (y/n).
"Woah, semangatmu boleh juga. Kau sudah berusaha dengan keras" ucap douma.
"Tentu saja, aku berlatih sangat keras agar bisa mengalahkanmu, mata pelangi!" Seru (y/n) sambil menunjuk douma.
"Hoo~
Yah... Kau sepertinya akan mengganggu ku... jadi..."
Srak
BRAKK
Beberapa sulur tanaman muncul kemudian menahan dan mengikat (y/n) di dinding, sepertinya sulur itu adalah jurus darah iblis milik douma. Kaki (y/n) bahkan tidak menapak kelantai karena terikat.
"...sebaiknya Kau diam saja disana dulu" lanjut douma.
"WOI SETAN! APA-APAAN INI?! LEPASKAN AKU!!!!" Teriak (y/n) sambil berusaha melepaskan dirinya namun tidak dihiraukan douma. (Y/n) berusaha mengambil nichirin nya yang terjatuh tak jauh dari tempatnya.
"LEPASKAN (Y/N)!" Teriak shinobu.
Mushi no kokyu : San no kata: Tarian capung : Gabungan Mata segi enam.
Shinobu menyerang douma dengan memberikan racun yang banyak dalam serangan berunturan. Setelah menyerang douma, shinobu melompat kebelakang.
"Kau cepat sekali! Mungkin kau adalah pilar tercepat yang pernah aku temui!" Seru douma.
Crass
Bruk
Shinobu terjatuh setelah mendapat luka didadanya.
"Nichirinku! Kenapa rasanya jauh sekali?!" Batin (y/n) berusaha menggapai nichirinnya yang terjatuh dilantai tak jauh dari tempatnya.
"Harusnya kau cukup memenggal kepalaku dari pada meracuniku"
"Kau mungkin bisa mengalahkanku jika mengandalkan kecepatanmu saja"
"Ahhh, tapi belum tentu juga, sih. Soalnya tubuhmu kecil sekali. Ahahaha" ucap douma kemudian tertawa.
"JANGAN MENGEJEK ONEE-SAN! DASAR KAU SETAN MATA PELANGI!" Teriak (y/n) yang masih berusaha mengambil nichirinya.
Shinobu tampak terdiam setelah mendengar perkataan douma.
Douma berjalan menghampiri shinobu dan berkata "maaf, aku memberikanmu serangan setengah-setengah, jadi kau pasti menderita"
"SETAN! JANGAN DEKATI ONEE-SAN!" Teriak (y/n) untuk kesekian kalinya namun dihiraukan douma.
"Elah, dikacangin. Setan mata pelangi gak ada akhlak" batin (y/n).
"NEE-SAN! JANGAN MENYERAH BEGITU SAJA!"
Douma sudah siap mengayunkan kipasnya, namun terhenti begitu melihat shinobu bangkit berdiri.
"Eh? Kau masih bisa berdiri? Kau berdiri? Wah..."
"Apa kau benar-benar manusia?"
"Onee-san... aku harus segera mengambil nichirinku!
..... *tunggu, aku kan tertahan ditembok lumayan tinggi sampai kakiku gak menapak ditanah?
....AAARGH! NICHIRINNYA JAUH AMET?! GAWAAATTTTTT!!! KAZ*UKI! KANAO!!!! KALIAN DIMANAA?!!!!!" Batin (y/n) dengan rusuh. (Y/n) berharap kanao dan kazuki cepat muncul dan membantu mengalahkan setan mata pelangi.
"AAARGHH!" Teriak (y/n) kesal karena masih terjebak.
Sementara (y/n) berusaha membebaskan dirinya, shinobu bersiap menyerang douma. Sebuah serangan dari segala arah dengan gerakan berubah-ubah, shinobu menggunakan kekuatan yang cukup banyak sampai membuat jembatannya hancur.
Mushi no kokyu : shi no kata :
Tarian lipan : zigzag kaki seratus
Douma yang melihat itu langsung menyerang shinobu, tapi semua serangannya tidak mengenai shinobu, kelihatannya douma tidak bisa memprediksi serangan shinobu.
Shinobu menghindari serangan douma dengam cara menunduk, douma melompat keatas untuk menghindari serangan yang akan dilancarkan shinobu, shinobu yang melihat itu melompat keatas dan menancapkan nichirinnya dileher douma dengan cepat.
"H-hebat..." batin (y/n) melihat aksi kakaknya. "Eh... Tunggu dulu, aku harus segera mengambil nichirinku" batin (y/n) begitu merasa sulur milik douma yang mengikatnya mengendur.
Setelah melancarkan serangan, shinobu melepaskan nichirinnya dan terjatuh kebawah.
(Y/n) yang sudah mulai bisa bergerak mencoba mengambil nichirinnya. Tapi tiba-tiba, sulur yang mengikat (y/n) kembali mengencang, bahkan lebih kencang dari pada yang sebelumnya. Salah satu sulur juga mengikat leher (y/n) sehingga (y/n) merasa sesak dan tidak bisa bergerak.
"A-AAKH... S-SE-TAN A-APA APAAN I-INI?!" Teriak (y/n) terbata-bata karena tercekik.
Muncul sulur milik Douma yang menarik Shinobu kembali keatas. Douma segera memeluk shinobu dengan erat dan berteriak.
"MENAKJUBKAN!! KAU BERJUANG KERAS!
AKU TIDAK MENYANGKAN GADIS LEMAH SEPERTIMU BISA BERJUANG SEJAUH INI!
KAU SUDAH MEMBURU BANYAK IBLIS MESKIPUN KAU KURANG BERBAKAT DARI KAKAKMU.
SEBUAH KEAJAIBAN KAU MASIH BELUM MATI!
MESKIPUN KAU TAHU SEMUA USAHAMU SIA-SIA, KAU MASIH SAJA DENGAN BODOHNYA MENCOBA MENGALAHKANKU.
KEBODOHAN INILAH YANG MEMBUAT MANUSIA BINASA, TAPI INI SANGAT MENAKJUBKAN JUGA
KAU MEMANG LAYAK DIMAKAN OLEHKU! MARI HIDUP BERSAMA SELAMANYA!
ADA KATA-KATA TERAKHIR YANG INGIN KAU SAMPAIKAN? AKAN AKU DENGARKAN." Teriak douma sambil memeluk shinobu erat.
"Keh, DAPAT!" (y/n) segera memegang nichirinnya dengan erat dan memotong semua sulur yang mengikatnya.
"Pergilah ke neraka!" Jawab shinobu.
______________________________________