![Shinobu's Sister [Kimetsu No Yaiba]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/shinobu-s-sister--kimetsu-no-yaiba-.webp)
Pagi hari.
Ketiga tsugoku shinobu sudah siap berangkat untuk melanjutkan pelatihan dari para pilar.
"Yosh, ayo berangkat" ucap kazuki didepan kediaman.
"....ya" ucap (y/n) dengan tidak semangat, apa mungkin karena kemarin?
"Yosh... jangan lesu begitu, kita pergi ke kediaman shinazugawa-san loh, nanti kalo gak fokus kena pukul loh" ucap kazuki sambil menepuk punggung (y/n).
"Semangat" ucap kanao sambil menepuk punggung (y/n).
"Huft.... hum! Ayo!" Ucap (y/n) yang semangatnya mulai bangkit kembali, walau masih sedikit.
"Hum! Itekimasu!" Seru kazuki sambil melambaikan tangan pada aoi, sumi, kiyo, naho, dan shinobu.
"Itekimasu" ucap (y/n) dan kanao.
"Iterasshai" seru aoi, shinobu, sumi, kiyo, dan naho.
"Hati-hati di perjalanan" ucap aoi. Yang dibalas dengan anggukan oleh ketiganya "tentu" ucap mereka sambil tersenyum. Kazuki, (y/n), dan kanao melambaikan tangan dan pergi.
Shinobu yang melihat punggung mereka semakin jauh, tersenyum sedih "aku berharap banyak pada kalian" ucapnya dalam hati.
5. Latihan Memukul Tanpa Henti (Hashira Angin)
"Ini tempatnya? Kok kayaknya..." _kazuki
"Ya... kenapa... banyak mayat?"_(y/n)
"Mereka bukan mayat, lebih tepatnya mereka pura-pura mati"_kanao
"Loh? Kenapa memangnya?"_(y/n)
"Aku tidak tahu"_kanao
"Hoi! Kalian mau latihan atau tidak?!"
Teriak seseorang dari belakang.
"Shinazugawa-san, selamat siang. Kami akan mulai berlatih denganmu mulai hari ini, mohon bimbingannya "ucap kazuki, (y/n), dan kanao.
"Y, pergi ketempat pelatihan." Ucap sanemi kemudian pergi, yang kemudian disusul ketiga tsugoku shinobu.
"Orang itu kembali! Pura-pura mati atau sembunyi!" Ucap salah satu pemburu iblis kemudian pura-pura mati yang diikuti oleh pemburu iblis lainnya.
"Kalian... mulai latihan sekarang!💢" teriak sanemi kemudian mengambil pedang kayu dan menyerang para pemburu iblis.
"Dia menyerang! Serang balik!" Teriak salah satu pemburu iblis yang tadi pura-pura mati. Banyak pemburu iblis yang langsung keluar dari tempat persembunyiannya dan menyerang sanemi.
"Ikutan yuk" ajak (y/n) yang dibalas anggukan oleh kanao.
"Ayo" jawab kazuki. Mereka mengambil pedang kayu kemudian pergi ke area pelatihan.
"ITU YANG RAMBUT UBAN JAN SAMPE LEPAS!!!" Teriak kazuki dan (y/n) berbarengan kemudian menyerang sanemi, yang langsung ditangkis olehnya.
"UWOOOOOO" Teriak pemburu iblis yang makin semangat menyerang sanemi.
"Rambut uban katamu?!💢" ucap sanemi kesal kemudian menyerang para pemburu iblis lebih keras lagi, beberapa pemburu iblis yang terkena serangan sanemi terpental keluar kediaman.
"Kek nya kita salah ngomong" _kazuki.
"Iya" _(y/n).
Kanao memukul kaki sanemi menggunakan pedang kayu. Sanemi mulai kehilangan keseimbangannya walau sebentar, kemudian dia mulai menyerang kanao.
(Y/n) muncul dari belakang sanemi kemudian memukul punggung sanemi dengan keras. Sanemi yang terkena pukulan, langsung memukul tangan (y/n) menggunakan pedang kayu.
"Ukh!" (Y/n) langsung melompat kebelakang menghindari serangan selanjutnya.
Pelatihan berlangsung sampai malam hari, para pemburu iblis yang dilatih tidak diberi waktu istirahat sampai mereka muntah atau pingsan.
"Ukh... jariku bengkak :( " ucap (y/n) sambil memegang tangan kanannya.
"Kalian sih tadi pake bilang kalo shinazugawa-san rambut uban" ucap kanao sambil menghela nafas, kemudian pergi mengambil kotak obat dan mengobati jari (y/n).
"Tapi bukannya bener? :( " tanya kazuki.
"Rambut shinazugawa-san itu putih" jawab kanao.
"Oooo"
_____________________________
Tiga hari kemudian.
"""Terima kasih atas bimbingan dan pelatihannya""" ucap kanao, (y/n), dan kazuki bersamaan sambil membungkukkan badan.
"Ya, sama-sama" ucap sanemi kemudian masuk ke Kediamannya. Ketiganya menegakkan badan, kemudian berjalan pergi.
"Pelatihan dari shinazugawa-san sudah selesai, berarti kita sekarang ketempat pelatihan gyoumei-san, kan?" Tanya kazuki.
"Ya, kudengar tempat pelatihannya di gunung?"_(y/n).
"Tempat pelatihannya di gunung" _kanao
Mereka bertiga pergi ke gunung mencari kediaman pilar batu. Namun, mereka tersesat dan hanya berjalan berputar-putar disana.
"Duh... kediamannya dimana? Sudah 1 jam kita berjalan dan kembali ketempat semula" ucap (y/n). (Y/n) kemudian memanjat pohon dan melihat sekitar.
"Kau melihat sesuatu?" Seru kazuki dari bawah pohon.
"Hum.... hum! Ada air terjun disana!" Ucap (y/n) sambil menunjuk air terjun yang dilihatnya dari atas pohon.
"Sepertinya kediaman pilar batu ada di dekat air terjun, ayo kita pergi" ucap kanao kemudian pergi kearah yang ditunjuk (y/n).
"Ya!"
Mereka berjalan pergi mencari air terjun yang diberitahu (y/n) tadi, mereka menemukan air terjun dan beberapa pemburu iblis.
"Eh... mereka sedang apa?" Tanya (y/n).
"Entah lah... tapi sepertinya itu salah satu dari latihan yang diberikan" jawab kazuki.
"Selamat datang ditempat latihanku"
Mereka menoleh kebelakang dan mendapati gyoumei membawa kayu-kayu besar dipundaknya dengan kobaran api di tanah.
"Kalau kau.... mengosongkan pikiran... bahkan api akan terasa dingin" ucapnya. Kazuki dan (y/n) yang melihatnya kaget dan menga-nga, sedangkan kanao hanya terkejut sebentar kemudian tenang.
_____________
"Kita... harus berada dibawah air terjun itu dan membiarkan airnya jatuh menjauhi kita? Airnya sepertinya dingin sekali" tanya kazuki sambil menunjuk air terjun.
"Yah... begitulah... setelah air terjun kita masih ada latihan lainnya" ucap (y/n).
Sebelumnya.
"Hal yang paling penting adalah inti dari anggota tubuh kita... yaitu anggota tubuh itu sendiri.
Menyeimbang-kan tubuh dengan anggota tubuh yang kuat akan membuat serangan kita akurat dan memperkuat pertahanan.
Pertama, berlatih dengan membiarkan air terjun menjatuhimu...
Kemudian, angkatlah tiga batang kayu menggunakan bahu kalian...
Yang terakhir, dorong batu besar ini.
Latihanku sangat sederhana, hanya ada tiga hal itu...
Latihan berdiri di atas api terlalu berbahaya... jadi, aku tidak akan menyuruh kalian melakukannya..." ucap gyoumei sambil menyatukan kedua telapak tangannya.
" Eh? '-' " (y/n) terdiam melihat kayu dan batu yang terbilang cukup besar. Kazuki maju dan mencoba mengangkat sebatang kayu.
Krak
"Tanganmu tidak apa-apa?" Tanya kanao dan menghampiri kazuki.
"Iya, tidak apa-apa :( " jawab kazuki.
Sekarang.
"Nah... mari kita coba" ucap (y/n) kemudian melepas haorinya dan loncat ke air terjun.
"YEYY!"
Brussss
"Aa--sijaksjskjdisjeiwj DINGIN!!" Teriak (y/n) kemudian keluar dari air terjun.
"D-di-din-dingin..." ucapnya terbata-bata. (Y/n) melihat kiri kanan dan melihat beberapa pemburu iblis yang memeluk batu besar.
"Peluk... batunya... rasanya hangat..." ucap salah satu pemburu iblis yang sedang memeluk batu. (Y/n) langsung mencari batu dan memeluknya "h-hangat..." ucapnya.
"(Y/n), ayo latihan lagi" seru kazuki, kazuki melepas haorinya dan menunggu (y/n).
"B-bentar... a-aku... masih... merasa... ke-kedinginan" ucapnya.
"Okey..."
Kazuki dan kanao pemanasan selagi menunggu (y/n).
"Satu dua tiga empat" ucap kazuki sambil meregangkan badannya.
"Yosh, aku sudah selesai. (Y/n), kau sudah selesai?" Tanya kazuki setelah selesai pemanasan. "Ya, sudah. Kanao mana?" Tanya (y/n) sambil meregangkan badannya.
"Kanao di-- ?!!!!" Kazuki terkejut melihat kanao yang berada dibawah air terjun.
"Kok kamu gak nunggu kita?" Tanya (y/n) kemudian masuk kedalam air terjun. "D-dingin..."batinnya.
"Maaf" jawab kanao.
Mereka menyelesaikan pelatihan pertama dan menghangatkan diri dengan memeluk batu.
"a-aw... d-di-ding-dingin" ucap kazuki terbata-bata sambil memeluk batu.
"T-ten-tentu sa-saja di-dingin" ucap (y/n).
"Kalian... hebat... aku perlu... waktu yang... lama... untuk... menyelesaikan... latihan... yang... pertama..." ucap pemburu iblis yang diketahui bernama murata.
"B-Begitukah? T-ter-terima ka-kasi-kasih" jawab (y/n).
Seminggu kemudian, (y/n), kazuki dan kanao sudah menyelesaikan pelatihan dari pilar batu. Mereka berencana untuk pulang besok pagi.
"(Y/n)! Ayo masuk! Diluar dingin loh! Kau tidak mau tidur?!" Teriak kazuki.
"Kau tidur duluan saja! Aku masih mau latihan!" Seru (y/n) dari luar rumah.
"Aku harus berlatih lebih giat!" Batinnya penuh semangat.
Paginya
"""Terima kasih untuk bimbingan dan pelatihannya, himejima-san"""ucap mereka bertiga (kazuki, (y/n), kanao) sambil membungkukkan badannya.
"Sama-sama" ucap gyoumei.
Ketiga tsugoku shinobu berjalan pergi dari kediaman gyoumei.
"Nah... kita pulang sekarang... hum, aku kangen daifuku buatan aoi" ucap kazuki.
"Yang kau kangenin daifukunya, bukan aoi" seru (y/n).
"Aoi juga" ucap kazuki.
"Kira-kira... 1 jam dari sini ya... mungkin kita akan sampai jam 8" ucap kanao.
"Tidak apa-apa, olahraga pagi kita" seru (y/n) dengan semangat.
"Akhir-akhir ini sepertinya kau sering berlatih sendiri ya? (Y/n)?" Tanya kanao.
"Ya, aku harus berusaha agar tidak ada temanku yang mati" ucap (y/n).
(Y/n) berhenti sebentar kemudian melihat kedua temannya.
"Kebetulan, ada sesuatu yang ingin kubicarakan bersama kalian nanti dikediaman. Soal 'rencana' kita" ucap (y/n).
***
(Y/n), kazuki, dan kanao sudah sampai di kediaman dan sedang bersantai di halaman, mereka piknik bersama shinobu, aoi, dan sumi, kiyo, naho.
"Indahnya pemandangan..." ucap (y/n) saat melihat taman bunga dan kupu-kupu.
"Yakin ini indah?" Tanya kazuki sambil menunjuk sebuah kecoa yang berada dibawah pohon dekat (y/n) duduk.
"!!!!! S-sejak kapan?!" Akhirnya, (y/n) memindahkan kecoa itu dan duduk bersantai lagi.
"Aku tidak bisa berlama-lama disini, tidak apa-apa ya?" Tanya shinobu sambil memakan dango.
"Tidak apa apa kak" jawab (y/n).
"Hum~ daifuku buatan aoi memang yang terbaik~" seru kazuki sambil memakan strawberry daifuku.
"Begitukah? Terima kasih" _aoi.
"Tentu~"
Mereka menghabiskan waktu bersama hingga siang hari. Setelah selesai, mereka membersihkan tempat piknik kemudian beristirahat.
Sore harinya.
"Hoaam~ sudah cukup istirahatnya, saatnya main~" ucap (y/n) kemudian bangun dari tempat duduknya.
"Pada kemana y--"
"KAKK- PANGGILAN DARURAT, PANGGILAN DARURAT. SERANGAN DIRUMAH UBUYASHIKI, SERANGAN DIRUMAH UBUYASHIKI."
(Y/n) segera menoleh dan melihat shinobu yang pergi secara terburu-buru setelah mendengar berita dari gagaknya.
"AKU IKUT!" Teriak (y/n). (Y/n) segera mengambil haori dan nichirin miliknya, kemudian mengejar shinobu. (Y/n) mengejar shinobu yang pergi kekediaman ubuyashiki dengan melompati atap dan pohon.
"cepat! cepat!" Batin (y/n) yang masih berusaha mengejar shinobu. Ditengah perjalanan, (y/n) melihat kazuki dan kanao yang sedang duduk Didahan pohon dan menikmati indahnya pemandangan.
"KALIAN, CEPAT!" Teriak (y/n) begitu melewati kazuki dan kanao. Mereka berdua segera berdiri dan menyusul (y/n).
"Ada apa?!" Tanya kazuki sambil melompati dahan pohon.
"Serangan dikediaman oyakata-sama!" Seru (y/n) dan mempercepat langkahnya.
"APA?! Itu berarti... LEBIH CEPAT LARINYA" Seru kazuki dan berusaha mengejar shinobu.
"Iya tau!" Ucap (y/n).
Mereka terus berusaha mengejar shinobu yang semakin jauh.
"Kanao, kau bawa 'itu' ?" Tanya (y/n) sambil melompati dahan pohon kedahan yang lain.
"Ha'i, aku membawanya" jawab kanao mempercepat langkahnya.
"Itu dia!" Seru kazuki begitu melihat kediaman ubuyashiki, walaupun tertutup oleh pohon karena lokasi mereka masih lumayan jauh.
BLARRRR!
Tiba-tiba, terjadi ledakan besar yang berasal dari kediaman ubuyashiki, ledakan itu membakar semua kediamannya.
"OYAKATA-SAMA!"
***